<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730</id><updated>2012-01-26T08:48:09.760+07:00</updated><category term='Depok'/><category term='DPRa Rangkepanjaya'/><category term='Partai Keadilan Sejahtera'/><category term='PKS'/><title type='text'>DPRa PKS Rangkepanjaya - Kota Depok</title><subtitle type='html'>Media Informasi Dewan Pengurus Ranting Partai Keadilan Sejahtera Rangkepanjaya, Kota Depok.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>64</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-2131812237449058015</id><published>2012-01-26T08:42:00.002+07:00</published><updated>2012-01-26T08:48:09.774+07:00</updated><title type='text'>Muhammad bin Sirin</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_41LEXHen53I/TTFEILfm4OI/AAAAAAAAAMU/a5grrBMjze8/s1600/siluet-orang3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 390px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_41LEXHen53I/TTFEILfm4OI/AAAAAAAAAMU/a5grrBMjze8/s1600/siluet-orang3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); border-style: initial; border-color: initial; color: rgb(68, 68, 68); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 13px; text-align: justify; "&gt;Sirin berhasrat menyempurnakan separuh dari agamanya dengan menikah setelah Anas bin Malik r.a. membebaskannya dari belenggu perbbudakan dan setelah pekerjaannya mendatangkan banyak keuntungan, karena dia memang seorang ahli membuat periuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhlah pilihannya pada budak wanita Abu Bakar Ash-Shiddiq yang bernama Shafiyah untuk dijadikan pendamping hidupnya. Shafiyah adalah seorang gadis muda yang cerah wajahnya, baik hatinya. Pandai dan sangat disayangi penduduk Madinah yang mengenalnya. Gadis-gadis remaja dan orang-orang tua yang melihatnya memiliki pandangan yang sama bahwa dia adalah seorang wanita yagn berpikiran cemerlang dan berbudi luhur. Yang paling menyayangi beliau adalah istri-istri Rasulullah saw., terutama ummul mukminin Aisyah r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang telah direncanakan, Sirin menghadap khalifah Rasulullah saw, Abu Bakar Ash-Shidiq untuk meminang Shafiyah. Abu Bakar segera menyelidiki hal ihwal si peminang seperti layaknya seorang ayah manakala putrinya hendak dipinang  orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak aneh, karena kedudukan Shafiyah bagi Abu Bakar laksana putri bagi ayahnya, disamping ia adalah amanat yang dititipkan Allah kepadanya. Oleh karena itu beliau meneliti keadaan Sirin dengan cermat dan mempelejari kehidupannya dengan hati-hati. Di antara yang dimintai keterangan tentangnya adalah Anas bin Malik r.a. Ketika ditanya, Anas menjawab, “Nikahkan lah ia dengan budakmu wahai amirul mukminin, dan janganlah engkau mengkhawatirkan keadaannya, saya tidak mengenalnya melainkan bahwa dia adalah seorang yang bagus agamanya, bagus akhlaknya dan menjaga kehormatannya. Aku telah menjalin hubungan dengannya semenjak menjadi tawanan Khalid bin Walid bersama empat puluh budak lain yang masih kecil-kecil. Setelah dibawa ke Madinah, Sirin menjadi bagianku dan aku sangat beruntung mendapatkan dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Abu Bakar Ash-Shidiq merestui pernikahan antara Shafiyah dengan Sirin. Maka diselenggarakanlah walimah pernikahan seperti halnya walimah untuk putrinya sendiri. Suatu hal yang sangat jarang dinikmati oleh budak atau pembantu wanita lainnya di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan itu disaksikan oleh banyak sahabat utama, di antaranya terdapat 18 sahabat yang ikut perang Badar. Ubai bin Ka’ab penulis wahyu Rasulullah saw. diminta untuk mendo’akannya sementara hadirin mengamininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantin wanita dirias oleh tiga dari ummahatul mukminin untuk suaminya. Di antara buah dari pernikahan itu lahir seorang bayi yang dua puluh tahun kemudian menjadi satu di antara ulama yang tersohor. Dialah Muhammad bin Sirin. Marilah kita ikuti lembaran hidup tabi’in utama ini dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Sirin lahir dua tahun sebelum berakhirnya khilafah Utsman bin Affan r.a. dan tumbuh besar di suatu rumah yang dipenuhi semerbak wewangian takwa dan wara’ di setiap sudutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki usia remaja, anak itu mendapati masjid Rasulullah penuh dengan para sahabat dan tokoh tabi’in seperti Zaid bin Tsabit, Anas bin Malik, Imron bin Hushain, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair dan Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa antusias beliau menyambut mereka seperti layaknya orang kehausan yang menemukan air yang jernih. Diserapnya dari mereka ilmu-ilmu dari Kitabullah, didalaminya masalah fiqih dan riwayat-riwayat hadits Rasulullah saw. Otaknya makin subur dan penuh dengan hikmah dan ilmu, jiwanya makin kaya akan kebaikan dan hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berpindahlah keluarga beserta remaja yang brilian ini ke Bashrah dan menjadikannya sebagai tempat untuk menetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, Bashrah termasuk kota Baru yang dibangun kaum muslimin pada akhir masa khalifah Al-Faruq Umar bin Khathab r.a. Kota tersebut merupakan kota yang istimewa bagi umat Islam pada masa itu, yaitu sebagai basis bagi pasukan muslimin untuk berperang di jalan Allah, sebagai pusat pengajaran dan pembinaan bagi penduduk Irak dan Persia yang baru memeluk Islam dan merupakan cermin masyarakat Islam yang giat berusaha untuk dunia seakan hidup selamanya dan beramal untuk akhirat seakan hendak mati keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Sirin menjalani lembaran hidup yang baru di Bashrah dengan proporsional. Sebagian dari harinya digunakan untuk mencari ilmu dan ibadah, sebagian lagi untuk mata pencaharian dan berdagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menjadi kebiasaan beliau, ketika matahari terbit, beliau berangkat ke masjid Bashrah untuk mengajar sambil belajar. Bila matahari mulai tinggi, beliau keluar menuju pasar untuk berdagang. Bila malam menjelang, beliau tekun di mihrab rumahnya, menghayati Al-Qur’an dengan sepenuh jiwa sampai menangis karena takutnya kepada Allah. Sampai-sampai keluarga dan sahabat-sahabat karibnya merasa iba mendengar tangisannya yang menyayat hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali beliau ke pasar di siang hari, tak bosan-bosannya beliau mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat dan menjelaskan akan hakikat dunia. Beliau memberikan bimbingan kepada mereka tentang cara mendekatkan diri kepada Allah. Beliaulah yang selalu menjadi penengah bila terjadi sengketa atau keributan di antara mereka. Terkadang beliau menghibur dengan cerita-cerita yang menghibur hati yang gundah dan lelah tanpa menjatuhkan wibawanya di hadapan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menganugerahkan kemuliaan kepada beliau, sehingga mudah mengambil  hati orang dan diterima oleh semua kalangan. Bahkan bila seseorang sedang lupa diri segera sadar  begitu melihat Ibnu Sirin di pasar, mereka ingat kepada Allah, kemudian bertahlil serta bertakbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup beliau adalah panduan hidup yang sangat bagus bagi manusia. Setiap kali mendapatkan persoalan dalam dagangannya, beliau memilih yang lebih selamat bagi tinjauan agama walau terkadang beliau harus rugu secara materi untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau memiliki pemahaman yang detail tentang agama, wawasan yang tajam untuk membedakan mana yang halal dan mana yang tidak. Adakalanya sikap beliau  mengundang keheranan bagi sebahagian orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada orang yang berdusta dengan mengatakan bahwa Ibnu Sirin berhutang dua dirham kepadanya. Beliau bersikeras tidak mau  membayarnya, lalu orang itu menantang, “Engkau berani bersumpah?” orang itu mengira beliau tak akan bersumpah untuk itu, namun tenryata beliau menyanggupi dan ia bersumpah. Orang-orang berkata, “Wahai Abu Bakri, mengapa engkau rela bersumpah hanya karena uang dua dirham saja, padahal tempo hari Anda abaikan harta sebesar 40.000 dirham karena engkau meragukannya sedangkan tidak ada orang yang meragukan kejujuranmu.” Beliau menjawab, “Aku bersumpah karena tidak ingin jika dia makan harta yang haram, sedangkan aku tahu bahwa uang itu benar-benar haram baginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majlis Ibnu Sirin adalah majlis kebaikan, kebaktian dan nasihat. Jika orang menyebutkan keburukan orang lain di depannya, beliau bersegera mengingatkan kebaikan orang itu sepanjang pengetahuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pernah beliau mendengar seseorang mamaki Hajjaj bin Yusuf setelah matinya, beliau mendekati orang itu dan berkata, “Tahanlah wahai putra saudaraku, Hajjaj sudah kembali ke sisi Rabb-nya. Saat engkau datang kepada Rabb-mu, akan kau dapati bahwa bahwa dosa terkecil yang kau lakukan di dunia lebih kau sesali daripada dosa yang dilakukan Hajjaj. Masing-masing dari kalian akan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai putra saudaraku, Allah akan menuntut Hajjaj atas kezhalimannya terhadap orang-orang, namun Allah juga akan menuntut orang-orang yang menzhalimi Hajjaj. Maka janganlah engkau sibukkan dirimu untuk memaki dan mencela orang sesudah ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan jika ada orang yang berpamitan kepada beliau untuk pergi berdagang belia berpesan, “Wahai putra saudaraku, bertakwalah kepada Allah dan carilah apa yang ditakdirkan untukmu dari jalan yang halal. Ketahuilah, kalaupun engkau mencari jalan yang tidak halal, toh engkau tidak akan memperoleh kecuali apa yang tidak ditakdirkan untukmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang benar senantiasa ditegakkan Muhammad bin Sirin di hadapan para penguasa Bani Umayah. Beliau secara tulus mewujudkan nasihat bagi Allah, Rasul dan imam-imam kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bukti dari kesimpulan di atas adalah, ketika Umar bin Hubairah Al-Farazi yang diangkat menjadi gubernur Irak, pernah meminta Ibnu Sirin menemuinya, lalu beliau datang bersama saudaranya. Sang wali menyambutnya dengan penuh hormat kemudian bertanya banyak tentang agama dan dunia. Dia berkata, “Dalam kondisi seperti apa Anda akan tinggalkan kota Bashrah, wahai Abu Bakri?” beliau berkata, “Akan aku tinggalkan kota dimana kezhaliman telah merajalela sedangkan Anda tidak menghiraukannya.” Saudaranya mencubit kaki Ibnu Sirin demi mendengar jawaban seperti itu, tapi beliau menoleh kepadanya, “Bukan engkau yang ditanya, melainkan aku. Ini adalah kesaksian, ‘&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; border-style: initial; border-color: initial; "&gt;Dan barangsiapa yang menyembunyikannya maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya.&lt;/em&gt;’ (Al-Baqarah: 253).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pertemuannya, beliau dilepas kepergiannya seperti sambutan ketika datangnya, dengan penuh santun dan rasa hormat. Lalu dihadiahkanlah sekantong uang berisi 3000 dirham dari kas negara, tapi sama sekali tak disentuhnya. Bertanyalah anak saudaranya, “Apa yang menghalangimu untuk menerima hadiah dari amir itu?” Beliau berkata, “Dia memberi karena mengira aku orang baik. Bila benar aku orang baik, tidak pantas aku mengambil uang itu. Namun jika aku tidak seperti yang dia duga, tentu lebih layak lagi untuk tidak mengambilnya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berkehendak menguji ketulusan dan kesabaran Muhammad bin Sirin berupa cobaan seperti yang telah menimpa orang-orang mukmin lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh dari ujian tersebut adalah peristiwa dimana beliau membeli minyak seharga 40.000 dirham sebanya satu bejana penuh dibayar belakangan. Ketika diperiksa ternyata ada bangkai tikus yang sudah membusuh di dalamnya. Dia pikir, “Minyak ini ditampung dalam satu wadah dan najisnya tidak hanya di sekitar bangkai itu. Jika aku kembalikan kepada penjualnya, pasti akan dijual kepada orang lain.” Maka dibuangnya semua minyak di bejana tersebut. Ini terjadi di saat perniagaannya rugi cukup besar. Akhirnya beliau terbelit hutang, pemilik minyak menagih hutangnya sedangkan beliau tak mampu membayarnya, lalu orang itu mengadukan  persoalan tesebut kepada  yang berwenang. Akhirnya diperintahkan beliau dipenjara sampai bisa mengembalikan hutangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama beliau dipenjara, hingga penjaga merasa kasihan karena mengetahui keteguhan agama dan ketakwaannya dalam ibadah. Dia berkata, “Wahai Syaikh, pulanglah kepada keluarga bila malam tiba dan kembalilah kemari pada pagi harinya. Anda bisa melakukan itu sampai Anda bebas nanti.’ Beliau menolak, “Tidak, demi Allah aku tidak akan melakukan itu.” Penjaga berkata, “Mengapa?” Beliau menjawab, “Agar aku tidak membantumu mengkhianati pemerintah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anas bin Malik sakit keras, beliau berwasiat agar yang memandikan jenazahnya kelak Muhammad bin Sirin, sekaligus menshalatkannya. Tapi Ibnu sirin masih berada dalam tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari dimana Anas wafat, orang-orang mendatangi wali dan menceritakan tentang wasiat sahabat Rasulullah saw. dan memohonkan izin untuk Muhammad bin Sirin agar bisa melaksanakan wasiatnya. Namun beliau berkata, “Aku tidak akan keluar kecuali jika kalian mengijinkan aku kepada orang yang aku hutangi, bukankah aku ditahan karena belum mampu membayar hutangnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dihutangi pun memberikan izin sehingga ia bisa keluar dari tahanannya. Setelah selesai memandikan, mengkafani dan menshalatkan jenazah Anas r.a, beliau langsung kembali lagi ke penjara tanpa sedikitpun mengambil kesempatan  untuk mampir menengok keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia Muhammad bin Sirin mencapai 77 tahun. Dalam wafatnya didapati bahwa beliau ringan dari beban dunia dan penuh pembekalan untuk hidup setelah mati. Hafshah binti Rasyid yang dikenal sebagai ahli ibadah bercerita, “Marwan Al-Mahmali adalah tetangga kami yang rajin beribadah dan tekun melaksanakan ketaatan-ketaatan. Tatkala beliau meninggal kami bersedih, lalu aku melihatnya di dalam mimpi dan aku bertanya kepadanya, “Wahai Abu Abdillah, apa yang dilakukan Rabb-mu di terhadapmu?” Dia menjawab, “Allah memasukkan aku ke dalam surga.” Aku katakan, “Kemudian apa?” Dia menjawab, “Kemudian aku diangkat ke derajat ashhabul yamin.” Aku bertanya, “Lalu apa lagi?” Dia menjawab, “Lalu aku diangkat ke derajat muqarrabin.” Aku bertanya, “Siapa yang kamu lihat di sana?” Ia menjawab, “Aku melihat Al-Hasan Al-Bashri dan Muhammad bin Sirin.”&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); border-style: initial; border-color: initial; color: rgb(68, 68, 68); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 13px; text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); border-style: initial; border-color: initial; color: rgb(68, 68, 68); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 13px; text-align: justify; "&gt;Diadaptasi dari Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; border-style: initial; border-color: initial; "&gt;Shuwaru min Hayati at-Tabi’in&lt;/em&gt;, atau &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; border-style: initial; border-color: initial; "&gt;Mereka Adalah Para Tabi’in&lt;/em&gt;, terj. Abu Umar Abdillah (Pustaka At-Tibyan, 2009), hlm. 115-121&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); border-style: initial; border-color: initial; color: rgb(68, 68, 68); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 13px; text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); border-style: initial; border-color: initial; color: rgb(68, 68, 68); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 13px; text-align: justify; "&gt;sumber: &lt;a href="http://alislamu.com/kisah-tabiin/3658-muhammad-bin-sirin.html" style="text-align: left; "&gt;http://alislamu.com/kisah-tabiin/3658-muhammad-bin-sirin.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-2131812237449058015?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/2131812237449058015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=2131812237449058015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/2131812237449058015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/2131812237449058015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2012/01/muhammad-bin-sirin.html' title='Muhammad bin Sirin'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_41LEXHen53I/TTFEILfm4OI/AAAAAAAAAMU/a5grrBMjze8/s72-c/siluet-orang3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-5441786484850091075</id><published>2012-01-20T09:34:00.002+07:00</published><updated>2012-01-20T09:41:03.429+07:00</updated><title type='text'>Suamiku, Berjihadlah Dijalan Allah!</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Kp0NqNDPaY8/TxjS_di7usI/AAAAAAAAAek/H_bpfTBDnug/s1600/ikhwanSiluet.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Kp0NqNDPaY8/TxjS_di7usI/AAAAAAAAAek/H_bpfTBDnug/s400/ikhwanSiluet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699537316142103234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: rgb(255, 255, 255); display: inline !important; float: none; "&gt;Menjadi laki- laki, kewajibannya tidaklah ringan. Dan kami, istrimu ini, serta anak- anak kita, mengerti tentang hal itu. Di satu sisi, kau berjuang demi mengusahakan nafkah, pengayoman dan apapun yang t&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline; color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;erbaik untuk kami, sampai terlupanya dirimu atas perawatan diri sendiri. Di sisi lain, Kaupun harus mengkondisikan diri dan hatimu untuk kepentingan diri sendiri, ditambah lagi pemenuhan kewajibanmu kepada Allah. Mungkin berat bagimu untuk memilih, atau mendahulukan yang mana terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku, jangan ragu!. Dahulukan kepentingan Allah atas kami. Dan insyaallah kami akan bersabar. Terlebih ketika panggilan berjihad memanggilmu, jangan pernah kau ragu lagi. Ringankan langkahmu, dan berangkatlah!.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau adalah jagoan kami. Pemimpin teladan keluarga, maka janganlah takut dan khawatir saat meninggalkan kami. Aku akan menjadi asisten setiamu, yang akan menjaga anak- anak dan diriku sendiri. Jangan biarkan kehormatan saudara muslim kita terkoyak. Jangan biarkan orang- orang kafir melecehkan islam, kehormatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah urusan dunia memberatkanmu, apalagi sampai mengikat hatimu untuk tetap disini. Berangkatlah!! Tentang kami yang kau tinggalkan dibelakangmu... Suamiku, kau masih mempunyai aku. Dan kita berdua memiliki Allah yang akan senantiasa menjaga kami, Percayalah dengan sungguh- sungguh tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan dunia ini insyallah tidak merisaukan aku. Dan bahkan bila kau hanya terdiam disini dengan ringan hati membiarkan mereka, saudara- saudara kita terdholimi, maka bagaimana aku bisa menganggakat wajahku, sedang Allah tiada berkenan atas mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kau tahu bahwa, akupun suatu hari akan ditanya dihadapan Allah tentang tugasku mendampingimu. Dan apa yang harus aku sampaikan kepadaNya, saat aku diberikan pertanyaan bahwa seharusnya aku adalah alarm pertamamu, yang mengingatkanmu saat alfa dan melupakan bahwa akidah kita, saudara kita sedang di injak- injak oleh orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku, berniagalah dengan Allah dengan peluhmu di medan dakwah. Dan sungguh ini adalah perniagaan yang akan sangat menguntungkan bagimu, begitu pula kami. Berikanlah semua modal ilmu, harta, kesehatan, tenaga, bahkan waktumu bersama kami, hanya untuk menegakkan Laa ilaha illallah.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah kami bangga dihadapan Allah karena memiliki suami dan ayah sepertimu. Bahagiakan kami dengan keberanian dan pengorbananmu menjadi prajurit Allah yang setia. Maka kamipun akan sangat mengerti. Kami akan sangat mengerti, bahkan saat kau tengah jauh dan sulit berada ditengah- tengah kami. Kami akan mengerti bahwa kewajibanmu memanglah sungguh banyak, dibandingkan waktumu yang ada, termasuk untuk kami.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku, bahkan kau tidak akan selamanya berada dan menemani dan bersama kami. Yakinlah, bahwa aku tidak diciptakan Allah untuk membebanimu, melainkan membahagiakan dan meringankan tugas beratmu. Yakinlah bahwa anak- anak kita tidak di amanahkan Allah untuk menghentikan tugas dakwah dan jihadmu, melainkan sebagai penghibur dan peletak cita- cita masa depan kita. Maka ringankanlah pikiranmu atas kami, semoga hal itu sedikit dapat meringankan tugas beratmu, kewajibanmu kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagiakan kami dengan syahidmu. Agar kau kelak menjadi kenangan yang mendamaikan dan menjadi teladan yang baik bagi anak- anak kita. Agar saat nanti mereka dewasa, aku akan dengan tegak kepala menceritakan kepada mereka tentang sosok abi mereka yang dengan gagah menjadi prajurit tauhid, walaupun mungkin kau tiada bersama- sama kami lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Jangan pernah takut dengan suara manusia yang menghardikmu dan menghina kami. Karena memang Ridho Allah saja yang kita cari. Bukankah itu tujuan pernikahan kita, suamiku. Jangan pula kau khawatir hal itu akan mengganggu pemikiran dan suasana hatiku. Cukuplah ridho Allah yang membahagiakan aku, dan cukuplah ridhomu yang menenangkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan maafkanlah aku serta anak- anakmu ini jika selama ini kami mungkin telah membebanimu dengan sesuatu yang diluar kemampuanmu. Dan kamipun akan belajar mengendalikan diri kami agar InsyaAllah tidak kembali menyusahkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun meminta maaf, karena aku hanya memiliki kedua tangan ini yang aku serahkan kepadamu dan dapat kau gunakan untuk apapun demi meringankan tugasmu. Akupun juga meminta maaf, karena aku hanya punya hati yang aku belajar ridho kepadanya untuk mengerti dan memahami serta ikut merasakan beratnya tanggung jawabmu sebagai suami dan dihadapan Allah nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Voa_islam.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-5441786484850091075?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/5441786484850091075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=5441786484850091075' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5441786484850091075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5441786484850091075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2012/01/suamiku-berjihadlah-dijalan-allah.html' title='Suamiku, Berjihadlah Dijalan Allah!'/><author><name>Ono Jurnal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07178588784367745028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TC9Q8XpB0-I/AAAAAAAAAG0/qe4_QhPFrPs/S220/abiNchild.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Kp0NqNDPaY8/TxjS_di7usI/AAAAAAAAAek/H_bpfTBDnug/s72-c/ikhwanSiluet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-4930774383500864157</id><published>2012-01-10T13:19:00.002+07:00</published><updated>2012-01-10T13:26:48.007+07:00</updated><title type='text'>Tarbiyah Itu Melejitkan Potensi</title><content type='html'>&lt;span class="postedby"&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/ekowardaya/" title="Profil dari Eko Wardaya"&gt;Eko Wardaya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/mentoring-siswa-sma.jpg?c13ed3"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 390px; height: 320px;" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/mentoring-siswa-sma.jpg?c13ed3" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com - &lt;/strong&gt;Tarbiyah Islamiyah adalah proses  penyiapan manusia yang shalih agar tercapai keseimbangan potensi,  tujuan, ucapan, dan tindakannya secara keseluruhan. Visi tarbiyah  mencetak kader Rabbani dengan sepuluh karakteristik yang kita sudah  ketahui bersama. Singkat kata tarbiyah ingin membentuk generasi unggul  seperti para sahabat terdahulu yang berhasil membangkitkan Islam pada  awal berdirinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di rumah Abu Abdillah Al Arqam bin Abi Al Arqam  para sahabat biasa mengikuti halaqah yang langsung ditangani oleh  Rasulullah saw. Begitu pun tarbiyah, halaqah adalah fondasi dasar  pembentukan kader-kader unggul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam berbagai teori kesuksesan  Barat, menjadi sukses memerlukan coach. Dalam Halaqoh pun peran murabbi  sangat sentral untuk mengimplementasikan manhaj pembinaan pada  kader-kader dalam lingkaran halaqahnya. Pada proses awal halaqah, di  saat seseorang baru berkenalan dengan Islam yang universal akan terjadi  kecenderungan perubahan radikal pada dirinya, tak jarang polah  tingkahnya pun menjadi radikal. Namun hal itu masih dalam batas yang  wajar, dalam proses selanjutnya akan terjadi pendewasaan dan pematangan  ideologis dalam diri kader tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perjalanannya banyak  muncul fenomena figuritas kader terhadap murabbi atau anggapan bahwa  halaqah adalah segalanya, itu biasa terjadi dan solusi terkait pun sudah  banyak. Namun ada beberapa fenomena lain yang berkembang dari  perjalanan halaqah kini, yaitu seputar karakter kader yang terbentuk, di  antaranya berpikiran sempit dan tak bervisi serta macam-macam karakter  tak unggul lainnya yang menggambarkan tak kunjung matang dan dewasanya  sebuah proses ideologisasi. Padahal seharusnya tarbiyah mampu merubah  pecundang menjadi pemenang dan dapat memunculkan potensi yang terpendam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa  penyebabnya? Tak lain karena peranan tarbiyah dzatiyah yang tak mereka  punyai dalam diri. Bagaimanapun tarbiyah dzatiyah atau pengalaman  belajar mandiri justru memiliki peranan besar dalam proses pembinaan  kader itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesadaran akan pengalaman belajar mandiri ini  yang harusnya dipantik dalam proses halaqah dan di sinilah sejatinya  peran seorang murabbi sebagai coach. Murabbi harus berperan sebagai  fasilitator dalam melejitkan potensi binaannya, bukan hanya memutabaah  ibadah yaumiyah dan komitmen berjamaahnya saja. Hal ini yang menyebabkan  terkekangnya potensi kader.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah refleksi untuk para murabbi  termasuk saya, sudahkah kita membuat visi halaqah binaan kita? Jika  sudah, apakah visi tersebut dijiwai sebagai acuan dalam proses pembinaan  atau tidak? Gagal berencana sama saja merencanakan kegagalan. Tak ada  visi dalam halaqah yang pada akhirnya menjadi penyebab tumpulnya potensi  kader, karena Tarbiyah itu melejitkan potensi bukan mengekang.&lt;/p&gt;&lt;div style="overflow: hidden; color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255); text-align: left; text-decoration: none; border: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a style="color: #003399;" href="http://www.dakwatuna.com/2012/01/17423/tarbiyah-itu-melejitkan-potensi/#ixzz1j29KUejm"&gt;http://www.dakwatuna.com/2012/01/17423/tarbiyah-itu-melejitkan-potensi/#ixzz1j29KUejm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-4930774383500864157?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/4930774383500864157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=4930774383500864157' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4930774383500864157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4930774383500864157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2012/01/tarbiyah-itu-melejitkan-potensi.html' title='Tarbiyah Itu Melejitkan Potensi'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-5460473241335693197</id><published>2012-01-09T10:03:00.003+07:00</published><updated>2012-01-09T10:11:42.242+07:00</updated><title type='text'>Alloh cured him by adzan</title><content type='html'>&lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Sangat menyentuh.. untuk menjadi ibroh buat kita semua..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KtKytStknoY/Tr4Ne9ygchI/AAAAAAAAAMg/-HAVA4OE4P0/s1600/penerbit+imtiyaz+adzan.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 131px; height: 175px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-KtKytStknoY/Tr4Ne9ygchI/AAAAAAAAAMg/-HAVA4OE4P0/s1600/penerbit+imtiyaz+adzan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Dering suara Hand Phone (HP) di malam nan sunyi membangunkan tidur Syekh Abdurrahman yang sedang beristirahat di rumahnya. Saat itu jam menunjukkan pukul 10 malam. Dilayar HP beliau Muncul nomor yang tidak dikenal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Syekh sebenarnya ingin tidak mengangkatnya, namun karena beliau penasaran akhirnya beliau mengangkatnya dan mulai menyapa, “Assalamu’alaikum, Who is this?”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Kemudian penelpon itu menjawab “Wa’alaikumussalam, This is me Syekh, Ahmed from Bully, Syekh I am so sorry to call you late night. Syekh Please, come here, my Brother is unconscious, he got accident, and The Doctor said that he can’t help him and his live is only waiting for death. Please help us!”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Kemudian Syekh Abdurrahman baru paham kalau yang menelpon itu adalah salah seorang pengurus masjid besar Bully, New South Wales Australia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Syekh Abdurrahman kenal Ahmed karena di daerah Illawara new south wales, pengurus masjid terdaftar dengan rapi dan mendapat pengakuan dari pemerintah. Mereka sering ketemu apabila ada acara Fun Raising, Ied Festival, bahkan acara-acara yang diadakan oleh pemerintah Australia .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Sejenak Syekh Abdurrahman bangun dari tempat tidurnya. Kemudian beliau bergegas berangkat setelah mendapatkan sebuah nomor kamar di  Wollongong Hospital  dari si penelpon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;“Assalamualaikum,” sapanya ketika memasuki ruangan dimana si Abdulloh terbaring tak berdaya. Perban serta bau obat meliputi disekujur tubuhnya. “Wa’alaikumussalam, Alhamdulillah, Syekh, Thanks for your coming, please syekh say something to Abdurrahman, Doctor can't do more, and said that he will die..., please say something to Abdurrahman.” Pinta kakaknya dengan menangis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Syekh memandang di sekitar ruangan itu telah ada beberapa keluarga yang juga menangis. “Ok, calm down, I will speak to him, please don’t cry here, because it can make him sad,” kata Syekh Abdurrahman. Kemudian Syekh Abdurrahman mendekat ke tubuh Abdulloh yang penuh dengan luka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Dilihatnya sebuah sosok yang masih hidup, tetapi tidak bergerak sedikitpun, bahkan menggerakkan bibir dan mengedipkan mata saja ia tak mampu. Kemudian Syekh Abdurrahman duduk tepat disebelah kanan kepala Abdulloh, sehingga memungkinkan beliau untuk berbicara ditelinga Abdulloh dengan jarak paling dekat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Sejenak Beliau berdoa dan kemudian menggenggam lemah tangan Abdulloh. “Assalamu’alaikum brother, this is me, Syekh Abdurrahman From Wollongong, Brother, I come here to meet you, I know that you’re good Moslem, you help Alloh’s to call adzan every day from the mosque, you remind people to pray in the mosque with you, I do sure that everybody and Alloh love you brother, Alloh will help you, He will give you health and happiness.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:navy;" lang="EN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Brother, we still love you to call adzan everyday in the mosque, could you please call adzan again, Alloh love it, please call adzan for us, we will pray with you now”. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:navy;" lang="EN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;(Assalamu’alaikum saudaraku, saya adalah Syekh Abdurrahman dari  Wollongong . Saudaraku, saya datang kesini untuk menemuimu, saya tahu kalau kamu adalah muslim yang baik, kamu telah menolong Alloh untuk mengumandangkan adzan setiap hari dari masjid.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:navy;" lang="EN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Kamu mengingatkan orang-orang untuk sholat di masjid, saya sangat yakin kalau setiap orang dan Alloh menyayangi kamu, Alloh akan menolong kamu, Dia akan memberimu kesehatan dan kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:navy;" lang="EN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Saudaraku, kami masih ingin mendengar engkau mengumandangkan adzan dimasjid, dapatkah engkau melakukannya, Alloh akan menyukainya, Tolong engkau kumandangkan adzan untuk kami, kami akan sholat denganmu sekarang).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Sejenak terlihat airmata keluar dari kedua mata dan menetes melewati pipi Abdulloh. Tak berapa lama kelopak matanya bergerak-gerak perlahan, kemudian matanya membuka sedikit demi sedikit. Bibirnyapun kemudian bergerak-gerak perlahan, seolah ia berusaha untuk mengumandangkan adzan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Syekh Abdurrahman memandang wajah Abdulloh dengan tersenyum, “Alhamdulillah” keep going brother, I know you’re calling adzan for us”. (Alhamdulillah, teruskan saudaraku, saya tahu engkau sedang mengumandangkan adzan untuk kami).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Dan... Subhanalloh, secara tidak diduga monitor alat pendeteksi jantung yang dipasangkan di tubuh abdulloh menunjukkan kerja jantung Abdulloh yang berangsur-angsur menjadi normal yang menunjukkan Abdulloh telah sehat kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Ahmed yang mengetahui hal itu kemudian melakukan sujud syukur di dalam ruangan itu, kemudian diikuti saudaranya yang lain. Ahmed kemudian memeluk Syekh Abdurrahman dan berkali-kali mengucapkan terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Tak berapa lama Sang Dokter muncul kembali dan mengecek kesehatan Abdulloh. Seraya ia bertanya, “What was happen? What did you gave to him?” Ia bertanya kepada Ahmed, yang berada di dekatnya. “Adzan” Jawab Ahmed dengan tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;“Adzan? Was Adzan cured him?” (Apakah adzan yang telah menyembuhkannya?) Tanya sang dokter kepada Syekh Abdurrahman yang juga masih berada disitu? “Yes, Alloh cured him by adzan,” jawab Syekh Abdurrahman dengan tersenyum pula.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;Sang dokter yang bukan muslim tersebut semakin terheran-heran, kemudian ia mengangguk-angguk, ikut tersenyum dan berkata kepada Syekh Abdurrahman. “Someday I will ask you about adzan, please give your number to me,” katanya. “Sure,” jawab syekh Abdurrahman  dengan penuh keyakinan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad [47] : 7)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom: 17.25pt; line-height: 17.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(34, 34, 34);" lang="EN"&gt;Subhanalloh.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="yiv374713389MsoNormal" style="margin-bottom:17.25pt;line-height:17.25pt;"&gt;source: &lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-US"&gt;Hermanto {&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" class="yshortcuts" id="lw_1326077945_3"&gt;kipas_2006@googlegroups.com&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Tahoma;" lang="EN-US"&gt;}&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#222222;"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Verdana;color:#222222;" lang="EN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:11.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-5460473241335693197?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/5460473241335693197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=5460473241335693197' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5460473241335693197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5460473241335693197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2012/01/alloh-cured-him-by-adzan.html' title='Alloh cured him by adzan'/><author><name>Ono Jurnal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07178588784367745028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TC9Q8XpB0-I/AAAAAAAAAG0/qe4_QhPFrPs/S220/abiNchild.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KtKytStknoY/Tr4Ne9ygchI/AAAAAAAAAMg/-HAVA4OE4P0/s72-c/penerbit+imtiyaz+adzan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-4309817207552474222</id><published>2011-12-06T08:17:00.003+07:00</published><updated>2011-12-06T08:22:51.077+07:00</updated><title type='text'>Saat Setan Sekecil Lalat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Oleh: Rahmat Saptono&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-eMeED65pe0Y/Tt1uPDXst1I/AAAAAAAABq0/dgVua1fzn_k/s1600/sabar.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 236px; height: 182px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-eMeED65pe0Y/Tt1uPDXst1I/AAAAAAAABq0/dgVua1fzn_k/s400/sabar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682819509693232978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak  satupun manusia lepas dari gangguan setan. Sesuai dengan namanya,  shatana atau sesuatu yang jauh, setan senantiasa menggoda manusia dari  tempat yang jauh (tak terlihat) dan mengajak manusia menjauh dari  kebaikan.  Sudah menjadi komitmen setan untuk terus menerus menggoda dan  menganggu anak cucu Adam AS hingga akhir jaman.  Kadang-kadang kita  dibuat geram oleh ulahnya sehingga ingin mengekspresikannya dengan  ucapan atau perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika seorang sahabat  mengekspresikan kejengkelannya dengan memaki setan saat hewan tunggangan  Rasulullah SAW tersandung.  "Terkutuk setan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW  yang kebetulan mendengarnya menasihati, "Jangan berkata "Terkutuk  setan", karena jika kamu berkata seperti itu, setan menjadi arogan dan  berkata: Dengan kekuatanku akan kubuat ia jatuh.  Ketika kau berkata,  "Bismillah", setan akan menjadi sekecil lalat".  (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah  cara yang diajarkan Rasulullah SAW menghadapi mahluk yang sombong.   Tidak dengan cacian dan makian, tetapi dengan menyebut nama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  dalam ibadah haji pun kita diberi kesempatan untuk mengekspresikan  kemarahan dan permusuhan kita terhadap iblis dalam ritual melempar  jumrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kerikil sebesar biji jagung yang telah disiapkan  sebelumnya, kita melemparinya sambil tetap mengingat dan menyebut nama  Allah Zat Yang Maha Besar "Bismillahi Allahu Akbar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencaci maki  bukanlah cara yang diajarkan Islam untuk mengekspresikan kemarahan,  membalas atau melawan kesombongan.  Logika sederhana mengatakan, kalau  kita balas dan lawan kesombongan dengan caci maki, lalu apa beda kita  dengan mereka?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya adalah hanya karena ajaran Islam  terlalu mulia untuk itu.  Mencaci maki pun kadang bagaikan menepuk air  didulang terpercik muka sendiri.  Rasulullah SAW punya logika sederhana  untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah SAW, "Termasuk dosa besar  adalah seseorang mencaci-maki  kedua orang tuanya," Para sahabat  bertanya,  "Bagaimana seseorang bisa mencaci-maki kedua orang tuanya?",  Maka beliau SAW menjawab:   "Dia mencaci-maki ayah orang lain, lalu  orang lain itu mencaci maki kembali orang tuanya" (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencaci  maki, apalagi membakar patung tokoh, bendera, atau simbol-simbol yang  dihormati suatu kaum untuk mengekspresikan kemarahan bukanlah akhlak  yang diajarkan Rasulullah SAW.  Karena,  mengambil pelajaran dari hadits  tadi, hal itu tidak berbeda dengan melakukannya&lt;br /&gt;terhadap apa yang kita hormati sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alangkah  indahnya jika hujatan atau caci maki digantikan dengan cara yang  bermartabat seperti telah diajarkan Rasulullah  SAW kepada para  sahabatnya. "Allah Maha Besar Sungguh Maha Besar, Segala Puji hanya bagi  Allah Pujian yang amat banyak, Tiada Tuhan Selain Allah Yang Maha Esa,  Tiada Sekutu bagi-Nya."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penulis adalah sahabat Republika Online&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber : &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/11/02/lu0cor-saat-setan-sekecil-lalat"&gt;republika-online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-4309817207552474222?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/4309817207552474222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=4309817207552474222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4309817207552474222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4309817207552474222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/12/saat-setan-sekecil-lalat.html' title='Saat Setan Sekecil Lalat'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-eMeED65pe0Y/Tt1uPDXst1I/AAAAAAAABq0/dgVua1fzn_k/s72-c/sabar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-8779624194379905958</id><published>2011-11-30T00:34:00.002+07:00</published><updated>2011-11-30T00:39:04.115+07:00</updated><title type='text'>Surat Penyemangat Seorang Mas'ul Pada Partner Dakwahnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-AyoiWwt_NFs/TtNTyzuC0DI/AAAAAAAAACg/QHS5H-QZqgM/s1600/pena.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 211px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-AyoiWwt_NFs/TtNTyzuC0DI/AAAAAAAAACg/QHS5H-QZqgM/s1600/pena.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini adalah dokumentasi lama, surat  dari seorang ketua Departement Kaderisasi di sebuah Perguruan Tinggi  kepada rekan-rekan dakwahnya satu department, saat department itu  diterpa beberapa kendala. Surat ini begitu inspiratif dan bisa  membangkitkan semangat dakwah pembaca. Berikut isi surat tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan  kalo ana nimbrung nulis di sini. Hari ini, 7 September 2004, begitu  berkesan bagi ana. Karena langkah awal lancarnya kerja kaderisasi UKM  begitu mulus. Kaderisasi fakultas mendukung penuh atas kerja kita. Tiap  detik ada bobot masalah yang kita pikul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap detik ada  kenangannya sendiri. Tiap detik ada catatannya sendiri. Begitulah  jundi-Nya: Bukan orang yang bisa berleha-leha dalam mengarungi detik  yang dilaluinya. Setan tidak akan pernah rela kita gagah dalam jalan  yang susah ini. Selalu ada ‘sliding tackle’ yang nakal dalam langkah  kita yang diperbuat olehnya. Dan tak lupa – tak ketinggalan, tipuan  Allah, test case Allah untuk hamba-Nya yang Allah menyettingnya lebih  samar dari pergerakan semut hitam di atas batu hitam pada malam yang  pekat tanpa cahaya bulan atau bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besar bobot yang  dihadapi oleh seorang junduLlah dalam detik yang ia arungi. Tiap detik  yang berlalu, menyempatkan diri untuk mengusik sang jundi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  apa! Buat apa desahan nafas berat putus asa apabila bersama masalah itu  ada kemudahan? Buat apa wajah terlipat, begitu pusing, apabila Allah  menjanjikan pertolongan? Buat apa kehendak untuk lari meninggalkan  kecewa yang bertumpuk, apabila diujung jalan ini kita bakalan menemui  ‘adn? Allah tak akan pernah ingkar janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thulu’ut Thariq,  katsratu’ aqabat, qillatur-rijal. Jalannya panjang, hambatannya banyak,  dan pendukungnya sedikit. Ya, memang seperti itulah karakter jalan yang  kita arungi. Kenali baik-baik. Lalu? Kalau masih ingin berada di sini,  tetapkan ‘azam. Memang begitulah kita akan banyak dibenturkan dengan  cadas, untuk melihat apakah kita kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa salahnya Allah lipat gandakan pahala untuk kita? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ganjaranmu tergantung kadar lelahmu.”&lt;/span&gt;  (HR Muslim). Ikuti saja alur masalah ini dengan senyum. Maka sabar akan  mengantarkan kita dari jalan yang terjal kepada padang bunga yang  indah. Adalah berujung, setiap hal berat yang kita hadapi. Tapi tidak  berujung, keridhoan Allah pada kita bila kita sukses mengarunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa  sekali bila dakwah yang kita hadapi, bukanlah pekerjaan menyeru tanpa  gangguan. Tapi kesudahan yang dirsasakan setelah satu masalah selesai,  adalah kepuasan menyaksikan janji-Nya yang benar: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Setiap kesempitan akan disusul kemudahan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir… &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Yang  kami maksud dengan ats-tsabat adalah: Tetaplah anda sebagai aktifis  dakwah yang selalu aktif berjuang pada jalan yang ditujunya, walaupun  masanya panjang bahkan sampai bertahun-tahun. Sampai nanti bertemu Allah  Rabbul ‘alamiin dalam kondisi seperti itu, dengan meraih salah satu  dari dua kebaikan: Berhasil mencapai tujuan atau meraih syahadah pada  akhirnya. Firman Allah SWT: “Di antara orang-orang mukmin itu ada  orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah.  Maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang  menunggu-nunggu. Dan mereka sedikitpun tidak mengubah janjinya (QS  Al-Ahzab : 23). Waktu bagi kami merupakan bagian dari solusi, sebab  jalan dakwah itu panjang dan jauh jangakauannya serta banyaik  rintangannya. Tapi semua itu adalah cara untuk mencapai tujuan dan ada  nilai tambah berupa pahala dan balasan yang besar serta menarik.”&lt;/span&gt; Hasan Al-Banna mengenai Ats-Tsabat dalam 10 rukun bai’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saudara/i ku di department kaderisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ‘azzam yang selalu berkobar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.islamedia.web.id/2011/11/surat-penyemangat-seorang-masul-pada.html"&gt;www.islamedia.web.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-8779624194379905958?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.islamedia.web.id/2011/11/surat-penyemangat-seorang-masul-pada.html' title='Surat Penyemangat Seorang Mas&apos;ul Pada Partner Dakwahnya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/8779624194379905958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=8779624194379905958' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8779624194379905958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8779624194379905958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/11/surat-penyemangat-seorang-masul-pada.html' title='Surat Penyemangat Seorang Mas&apos;ul Pada Partner Dakwahnya'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-AyoiWwt_NFs/TtNTyzuC0DI/AAAAAAAAACg/QHS5H-QZqgM/s72-c/pena.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-3793073858916745545</id><published>2011-10-25T10:42:00.002+07:00</published><updated>2011-10-25T10:48:52.123+07:00</updated><title type='text'>Keprihatinan Seorang Nabi - Reposting</title><content type='html'>&lt;div style="color: #990000;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mXHdWQodWNM/To0-up8ZpsI/AAAAAAAAHnI/4TBCGApe4Eg/s1600/musyaffa2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 123px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-mXHdWQodWNM/To0-up8ZpsI/AAAAAAAAHnI/4TBCGApe4Eg/s1600/musyaffa2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Oleh: Ust. Musyafa Ahmad Rahim, MA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Ketua Kaderisasi DPP PKS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Di suatu waktu, terdengarlah "desah"  nabi Zakariya - 'alaihis-salam -:   "Ya Allah Rabb-ku, sesungguhnya  tulang belulangku sudah rapuh, kepalaku sudah menyala putih karena uban  dan istriku mandul. Namun, ada satu hal yang membuat diriku khawatir,  takut, cemas dan bersedih, yaitu, belum jelasnya seorang penggantiku,  pelanjutku dan pewarisku, dan aku tidak pernah berputus asa untuk terus  memohon dan memohon kepada-Mu, berikanlah kepadaku seorang pelanjut,  seorang pengganti dan seorang pewaris, yang melanjutkan misi dan  risalahku, misi keluarga besar nabi Ya'qub - 'alaihis-salam -, pewaris  yang akan membimbing, membina dan mendidik Bani Israil, membimbing dan  membina mereka kepada ajaran-Mu".&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bukan Soal Harta dan Kedudukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menjadi keprihatinan dan kepedihan nabiyullah Zakariya -  'alaihis-salam - bukanlah soal masa depan makanan dan logistik Bani  Israil, sebab ia yakin betul bahwa rizki, makanan, dan logistik Bani  Israil sudah dijamin dan ditanggung Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pula soal jabatan dan kedudukan duniawi mereka, sebab mereka pasti  akan menentukan pilihan mereka sendiri seandainya tidak ada ketentuan  dari Allah SWT, dan sepertinya peminat dalam hal ini sangatlah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pula soal perjodohan laki dan perempuan diantara sesama mereka,  sebab fitrah dan naluri mereka telah cukup untuk menggerakkan mereka  dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pula soal perhiasan-perhiasan dunia lainnya, sebab semua manusia telah tercipta dengan membawa kecenderungan terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang menggelisahkan, mengkhawatirkan dan memprihatinkannya adalah  soal statusnya sebagai juru dakwah, sebagai murabbi, sebagai pembimbing  dan sebagai pembawa masyarakat kepada jalan yang lurus, jalan para nabi  dan rasul, jalan para shiddiqin, syuhada dan shalihin, jalan yang telah  digariskan Allah SWT untuk dititi dan dirambah umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada kenyataannya, peran dan fungsi seperti inilah yang sedikit  sekali peminatnya, berbeda dengan peminat harta, tahta dan jabatan,  sehingga, meskipun pintu pendaftaran telah dibuka seluas-luasnya,  berbagai bentuk targhib (penggemaran dan iming-iming bagi yang mau  melakukan) serta tarhib (pemaparan hal-hal yang menakutkan bagi yang  tidak mau melakukan) sudah dikemukakan, reward and punishment sudah  dipaparkan, pada kenyataannya, yang mendaftarkan diri secara sukarela  tetap saja sedikit, minim dan tidak sebanding dengan para peminat dan  pendaftar peran dan fungsi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan seperti inilah yang membuat prihatin nabiyullah Zakariya - 'alaihis-salam -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, beliau sampaikan keprihatinan ini kepada Allah SWT, Dzat  yang Maha Mendengar, Dzat yang Maha Mengabulkan, Dzat yang Maha  Pengasih, Penyayang dan yang Maha Kuasa, Pencipta dan Pengatur seluruh  alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bukan Hanya Sekali Dua Kali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyampaian keprihatinan seperti ini bukan hanya sekali dua kali  disampaikan nabi Zakariya - 'alaihis-salam - kepada Allah SWT, tetapi,  berkali-kali, sering dan terus menerus. Dan meskipun tanda-tanda  terkabulkannya tidak segera kunjung tampak, namun dia terus menerus  sampaikan keprihatinan itu, tidak ada kata putus asa, tidak pernah pupus  dan sirna harapannya "walam akun bidu'aika Rabbi syaqiyya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya tidak berputus asa, tetapi, selalu memanfaatkan waktu,  tempat dan moment-moment istijabah untuk mengulangi dan mengulangi lagi  penyampaian keprihatinan dan permohonannya. Oleh karena itu, pada suatu  hari, saat ia memasuki mihrab Maryam, dan dia dapati di sisi Maryam ada  makanan dan minuman, dan setelah dia mendapatkan kepastian bahwa makanan  dan minuman itu datang dari Allah SWT, yang berarti, kemungkinan besar,  saat itu dan di tempat itu baru saja turun rahmat Allah SWT, dan sangat  mungkin rahmat itu belum beranjak dari situ, maka seketika itulah  sekali lagi ia panjantkan keprihatinan dan permohonannya kepada Allah  SWT, agar Dia memberikan keturunan kepadanya, keturunan yang shalih,  keturunan yang baik, yang akan mewarisi dan menjadi pelanjut dari misi  dan tugasnya. "hunalika da'a Zakariyya Rabbahu ...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak peduli lagi dengan keadaan dirinya yang tua renta, tidak peduli  lagi dengan kondisi istrinya yang mandul, yang secara teori tidak  mungkin lagi memiliki keturunan, sebab ia yakin, rahmat dan kekuasaan  Allah SWT jauh di atas semua teori tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: #990000;"&gt;Berqudwah Kepada Nabi Zakariya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an menceritakan kisah nabi Zakariya - &lt;i&gt;'alaihis-salam&lt;/i&gt; - bukan sekedar menjadi hiburan, namun, untuk dijadikan ibrah, dan diikuti nilai-nilai ke-&lt;i&gt;qudwah&lt;/i&gt;-annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos-pos jabatan struktural, alhamdulillah telah terisi secara cukup dan bahkan memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos-pos jabatan publik, alhamdulillah banyak sekali yang berminat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berapa banyak yang bermimpi dan berminat menjadi juru dakwah?  Berapa besar pula minat dan animo masyarakat untuk menjadi murabbi?  Siapakah dan berapakah yang menyambut seruan banyak ikhwah di daerah, di  kampus, sekolah dan lainnya: "mana juru dakwah? mana murabbi? silahkan  datang ke sini!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah situasi ini mendorong kita untuk prihatin? bersedih? dan lalu mengadukannya kepada Allah SWT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kenyataan ini mendorong kita untuk bekerja bersungguh-sungguh  dalam menyiapkan dan memperbanyak jumlah juru dakwah dan murabbi? sambil  terus menerus dan tidak henti-hentinya berdoa dan memohon kepada Allah  SWT agar memberikan ketegaran dan keteguhan (tsabat) kepada kita dalam  meniti jalan dakwah serta memudahkan segala urusan dakwah dan tarbiyah  ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"wa inni khiftul mawaliya min wara-i... fahab li min ladunka waliyyan yaritsuni...".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahu li walakum fil Qur'anil azhim wanafa'ani waiyyakum bima fihi minal ayati wadz-dzikril hakim, amiiin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/"&gt;Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-3793073858916745545?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/3793073858916745545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=3793073858916745545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3793073858916745545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3793073858916745545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/10/keprihatinan-seorang-nabi-reposting.html' title='Keprihatinan Seorang Nabi - Reposting'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-mXHdWQodWNM/To0-up8ZpsI/AAAAAAAAHnI/4TBCGApe4Eg/s72-c/musyaffa2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-7708870605882513381</id><published>2011-10-23T13:16:00.004+07:00</published><updated>2011-10-23T13:52:05.359+07:00</updated><title type='text'>Resume - Iman kepada Malaikat Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-EDgtw9bp2aE/TqO5Yk8tmCI/AAAAAAAABqo/kbzQV_V9b2o/s1600/amirHamzah.png"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 83px; height: 128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-EDgtw9bp2aE/TqO5Yk8tmCI/AAAAAAAABqo/kbzQV_V9b2o/s320/amirHamzah.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666576588048537634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;oleh : ust. Amir Hamzah Syuja'i, Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman kepada Malaikat-malaikat Allah adalah merupakan bagian dari rukun iman yang ke-2 (dua). Beriman kepada Malaikat Allah adalah berarti mempelajari/mengetahui&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengertian Malaikat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengertian Iman kepada Malaikat Allah&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sifat-sifat Malaikat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah Malaikat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tugas-tugas Malaikat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tugas Malaikat yang berkaitan dengan Manusia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faedah Iman kepada Malaikat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Definisi malaikat secara &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;etimologi&lt;/span&gt; adalah berasal dari kata Al Wukah yang artinya Ar Risalah (menyampaikan), secara &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;terminologi&lt;/span&gt; adalah Makhluk ghaib yang diciptakan dari Cahaya, sedikitpun tidak memiliki sifat KETUHANAN dan selalu patuh terhadap segala perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Iman kepada malaikat Allah: mempercayai keberadaannya, mempercayai secara terperinci para malaikat yang disebutkan oleh Allah dan Rasul-NYA seperti Jibril, Mikail dan seterusnya, mengimani sifat-sifatnya, serta mengimani tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk melihat materi lebih lengkapnya bisa diambil &lt;a href="https://docs.google.com/present/view?id=dccmccpr_0gppv4qg3&amp;amp;revision=_latest&amp;amp;start=0&amp;amp;theme=blank&amp;amp;cwj=true"&gt;disini&lt;/a&gt; atau &lt;a href="https://docs.google.com/present/edit?id=0ARSEJDc99oJTZGNjbWNjcHJfMGdwcHY0cWcz&amp;amp;hl=en_US"&gt;klik-ini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-7708870605882513381?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/7708870605882513381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=7708870605882513381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7708870605882513381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7708870605882513381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/10/resume-iman-kepada-malaikat-allah.html' title='Resume - Iman kepada Malaikat Allah'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-EDgtw9bp2aE/TqO5Yk8tmCI/AAAAAAAABqo/kbzQV_V9b2o/s72-c/amirHamzah.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-4518683298960828603</id><published>2011-10-23T06:18:00.004+07:00</published><updated>2011-10-23T06:41:57.115+07:00</updated><title type='text'>Nikmati Jalan Dakwah, Sebagai Apapun atau Tidak Sebagai Apapun Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QeMaDW7UJ5Q/TpYuzGcXm0I/AAAAAAAAHok/3agrUe2wH2c/s1600/pakcah4z_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QeMaDW7UJ5Q/TpYuzGcXm0I/AAAAAAAAHok/3agrUe2wH2c/s1600/pakcah4z_resize.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style="color: #990000;"&gt;Oleh : Cahyadi Takariawan&lt;/b&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sering saya sampaikan, agar kita tidak gagal dalam menikmati  jalan dakwah. Dalam berbagai forum dan tulisan, saya selalu mengajak dan  mengingatkan, agar kita selalu menjadikan jalan dakwah ini sebagai  sesuatu yang kita nikmati. Segala renik yang ada di sepanjang jalannya:  suka dan duka, tawa ria dan air mata, kemenangan dan kepedihan,  tantangan dan kekuatan, sudahlah, semua itu adalah bagian yang harus  bisa kita reguk kenikmatannya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di antara doa yang sering saya munajatkan adalah, “Ya Allah, wafatkan  aku dalam kondisi mencintai jalan dakwah, dan jangan wafatkan aku dalam  kondisi membenci jalan ini.” Tentu saja bersama doa-doa permohonan  lainnya. Saya tidak ingin menjadi seseorang yang mengurai kembali ikatan  yang telah direkatkan, mengungkit segala yang telah diberikan, dengan  perasaan menyesal dan meratapi segala yang pernah terjadi di jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa bukan siapa-siapa, dan hanya seseorang yang mendapatkan  banyak kemuliaan di jalan ini. Mendapatkan banyak saudara, mendapatkan  banyak ilmu, memiliki banyak pengalaman, mengkristalkan banyak hikmah,  menguatkan berbagai potensi diri, menajamkan mata hati dan mata jiwa.  Luar biasa, sebuah jalan yang membawa berkah melimpah. Maka, merugilah  mereka yang telah berada di jalan ini tetapi tidak mampu menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Maka mari kita nikmati jalan dakwah ini, “sebagai apapun”  atau “tidak sebagai apapun” kita. Posisi-posisi dalam dakwah ini datang  dan pergi. Bisa datang, bisa pergi, bisa kembali lagi, bisa pula tidak  pernah kembali. Bisa “iya” bisa “tidak”. Iya menjadi pengurus, pejabat,  pemimpin dan semacam itu; atau tidak menjadi pengurus, tidak menjadi  pejabat, tidak menjadi pemimpin, tidak menjadi apapun yang bisa disebut.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kamu siapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya pengurus partai dakwah”. Ini bisa disebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya pejabat publik yang diusung oleh partai dakwah”. Ini juga bisa disebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya pemimpin organisasi dakwah”. Ini sangat mudah disebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya kepala daerah yang dicalonkan dari partai dakwah”. Ini cepat disebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kamu siapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya orang yang selalu berdakwah. Pagi, siang, sore dan malam.  Kelelahan adalah kenikmatan. Perjuangan adalah kemuliaan. Saya bahkan  tidak tahu, apa nama diri saya. Karena saya lebih suka memberikan hal  terbaik bagi dakwah, daripada mencari definisi saya sebagai apa di jalan  ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-OsMfwFL1xmg/TpYvo_LH3NI/AAAAAAAAHos/RXFnf2C-3L4/s1600/mangabzzzz2.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-OsMfwFL1xmg/TpYvo_LH3NI/AAAAAAAAHos/RXFnf2C-3L4/s1600/mangabzzzz2.jpg" height="266" width="400" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ya. Nikmati saja jalan ini. Sebagai apapun, atau tidak sebagai apapun diri kita di jalan dakwah. Jangan gagal menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;12 Oktober 2011&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai Rapat di Markaz Dakwah, Simatupang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/10/nikmati-jalan-dakwah-sebagai-apapun.html"&gt;pkspiyungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-4518683298960828603?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/4518683298960828603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=4518683298960828603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4518683298960828603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4518683298960828603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/10/nikmati-jalan-dakwah-sebagai-apapun.html' title='Nikmati Jalan Dakwah, Sebagai Apapun atau Tidak Sebagai Apapun Kita'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QeMaDW7UJ5Q/TpYuzGcXm0I/AAAAAAAAHok/3agrUe2wH2c/s72-c/pakcah4z_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-1225628174729408513</id><published>2011-10-08T18:50:00.003+07:00</published><updated>2011-10-08T18:58:12.304+07:00</updated><title type='text'>Kita Bukan Sekedar Teman… Kita Adalah Saudara…</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/alfaqir/"&gt;Bahrudin Yuliyanto&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/10/15342/kita-bukan-sekedar-teman-kita-adalah-saudara/"&gt;dakwatuna.com&lt;/a&gt; - &lt;/strong&gt;Segala puji hanya milik Allah  Subhanahu wa Ta’ala, Rabb Pemilik semesta, Penggenggam jiwa. Shalawat  serta salam tercurahkan kepada Pemimpin terbaik serta sahabat sekaligus  saudara terbaik, dialah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wasalam.&lt;p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XonWt-1D09g/TpA5kkN64LI/AAAAAAAABqU/m2a4v08Zm-g/s1600/ukhuwah-fillah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 390px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XonWt-1D09g/TpA5kkN64LI/AAAAAAAABqU/m2a4v08Zm-g/s400/ukhuwah-fillah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661088031964848306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum  memulai, saya ingin menceritakan sedikit tentang pengalaman yang tidak  akan pernah saya lupakan: Ketika di perjalanan pulang selepas bekerja  seharian, tepatnya di perempatan lampu lalulintas kelapa gading, saya  yang sedang menunggu lampu lalulintas berubah dari merah ke hijau,  dikagetkan oleh seorang pengendara motor lain yang tiba-tiba menegur, a  ha ternyata dia adalah teman yang saya kenal 5 tahun yang lalu, saat  kami bersama-sama mencoba merintis dakwah di SMP tempat kami menimba  ilmu dulu, namun karena kesibukan masing-masing akhirnya hampir 2 tahun  kami tidak berjumpa. Sambil menunggu lampu lalulintas mengizinkan kami  melanjutkan perjalanan, kami pun sedikit berbincang, sampai satu ketika  dia mengeluarkan kalimat yang sangat menyentuh jiwa saya, ketika saya  bertanya mengapa dia bisa yakin bahwa orang yang dia tegur memang adalah  saya, dia menjawab“ teman ga akan ane lupa”. Subhanallah, Maha Suci  Engkau yang telah menyatukan hati kami dalam cinta karenaMu…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalimat  itu, walaupun singkat, memiliki makna yang mendalam, betapa hubungan  silaturahim, yang diawali karena niat mengharapkan keridhaan dari Sang  Pemilik Hati, insya Allah akan terjaga sampai kapan pun.  Ya Allah  saksikanlah, dia bukan sekedar teman, dia adalah saudaraku…satukanlah  kami di syurgaMu…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayyuhal ikhwah, di dalam perjalanan kehidupan  kita, Allah memperkenankan kita untuk berjumpa dengan banyak orang, dari  sekian banyak orang tersebut, ada yang sekedar berlalu, ada yang  mungkin menjadi musuh, ada yang menjadi teman, sahabat, bahkan saudara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teringat  ketika Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah, hal yang Beliau lakukan  pertama kali adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar.  Ya, Rasulullah bukan sekedar mempertemankan mereka, tapi  mempersaudarakan mereka dengan ikatan persaudaraan yang lebih kekal  ketimbang persaudaraan karena hubungan darah, itulah persaudaraan yang  dilandasi ukhuwah Islamiyah, persaudaraan yang akan menyatukan mereka  hingga ke syurga….&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itu, ketika Allah mengizinkan kita  berada dijalan dakwah, maka bersyukurlah akan hal itu, salah satunya  adalah dengan menjadikan teman kita, bukan sekedar teman, tapi  menjadikannya saudara kita, yang dengannya kita akan saling mengenal,  memahami, tolong menolong, bahkan saling memikul beban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan  sampai kita sekedar menjadi teman hanya saat senang, lalu   meninggalkannya ketika kesulitan menghampirinya. Menjadi teman hanya  karena ada keuntungan yang bisa didapatkan dari teman kita, hanya mau  menasihati tanpa mau dinasihati, sehingga bukan keridhaan yang didapat  namun kemurkaan Allah yang akan membuat kita menjadi orang yang merugi,  bukan hanya di dunia juga di akhirat kelak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadilah kita saudara  yang saling menguntungkan sebagaimana disebutkan dalam surat Al Ashr: ”…  yang saling nasihat menasihati dalam kebenaran, dan yang saling nasihat  menasihati dalam kesabaran. Mampu memenuhi hak saudara kita untuk  mengingatkannya ketika melakukan kesalahan, serta menerima dengan penuh  kelapangan ketika kita dinasihati karena kesalahan kita, dengan semangat  memperbaiki diri menuju kemenangan hakiki meraih keridhaan Ilahi Rabbi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beruntunglah  dan bersyukurlah, jika kita diizinkan oleh Allah diperjumpakan dengan  orang lain yang akhirnya menjadi teman, sahabat, bahkan saudara dijalan  dakwah. Dijalan yang akan membuat kita meraih keridhaannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yaa Allah saksikanlah, bahwa teman-temanku dijalan dakwah, mereka adalah saudaraku…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya  Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati kami ini telah  berkumpul karena cinta kepada-Mu, bertemu karena taat kepada-Mu, bersatu  karena dakwah-Mu, dan saling mengikat janji untuk membela syariat-Mu.  Karena itu, kuatkanlah ikatan kesatuannya, kekalkanlah kecintaannya,  tunjukilah jalannya, penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah  redup. Lapangkanlah dadanya dengan pancaran iman kepada-Mu dan tawakal  yang baik kepada-Mu. Hidupkanlah ia dengan mengenal-Mu dan matikanlah  dengan meraih syahadah di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah  sebaik-baik pelindung dan penolong. Ya Allah, kabulkanlah permohonan  kami ini.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wallahu a’lam bishshawwab…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-1225628174729408513?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/1225628174729408513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=1225628174729408513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/1225628174729408513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/1225628174729408513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/10/kita-bukan-sekedar-teman-kita-adalah.html' title='Kita Bukan Sekedar Teman… Kita Adalah Saudara…'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XonWt-1D09g/TpA5kkN64LI/AAAAAAAABqU/m2a4v08Zm-g/s72-c/ukhuwah-fillah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-9127997877845361586</id><published>2011-09-27T11:19:00.002+07:00</published><updated>2011-09-27T11:26:16.281+07:00</updated><title type='text'>* Impian Hari ini adalah Kenyataan Hari Esok *</title><content type='html'>Saudaraku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bx9VBdAX_Nc/ToFQRC9WCJI/AAAAAAAABqM/_GEl5BAyiZc/s1600/hasan_al_banna.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bx9VBdAX_Nc/ToFQRC9WCJI/AAAAAAAABqM/_GEl5BAyiZc/s320/hasan_al_banna.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656890860736219282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Janganlah engkau putus asa, karena putus asa bukanlah akhlak seorang  muslim. Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin,  dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok. Waktu masih panjang  dan hasrat akan terwujudnya kedamaian masih tertanam dalam jiwa  masyarakat kita, meski fenomena-fenomena kerusakan dan kemaksiatan  menghantui mereka. Yang lemah tidak akan lemah sepanjang hidupnya dan  yang kuat tidak akan selamanya kuat.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman,&lt;br /&gt;"Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di  bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan  mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan  kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun  dan Haman serta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari  mereka itu." (Al-Qashash: 5-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putaran waktu akan memperlihatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang  mengejutkan dan memberikan peluang kepada kita untuk berbuat. Dunia akan  melihat bahwa dakwah kita adalah hidayah, kemenangan, dan kedamaian,  yang dapat menyembuhkan umat dari rasa sakit yang tengah dideritanya.  Setelah itu tibalah giliran kita untuk memimpin dunia, karena bumi tetap  akan berputar dan kejayaan itu akan kembali kepada kita. Hanya  Allah-lah harapan kita satu-satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersiap dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya esok hari, karena bisa jadi engkau tidak bisa berbuat apa-apa di esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak boleh  berhenti. Kita harus terus berbuat dan terus melangkah, karena kita  memang tidak mengenal kata "berhenti" dalam berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman,&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. "(Al-Ankabut: 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah-lah Dzat yang Maha Agung, bagi-Nya segala puji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Hasan Al-Banna)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/02/impian-hari-ini-adalah-kenyataan-hari.html"&gt;pkspiyungan.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-9127997877845361586?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/9127997877845361586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=9127997877845361586' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/9127997877845361586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/9127997877845361586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/09/impian-hari-ini-adalah-kenyataan-hari.html' title='* Impian Hari ini adalah Kenyataan Hari Esok *'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bx9VBdAX_Nc/ToFQRC9WCJI/AAAAAAAABqM/_GEl5BAyiZc/s72-c/hasan_al_banna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-2342787995928392835</id><published>2011-09-10T08:22:00.005+07:00</published><updated>2011-09-10T08:38:37.716+07:00</updated><title type='text'>Oh AYAH...Aku sudah Capek..</title><content type='html'>Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa?” tanya sang ayah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DjBVRrun5lE/Tmq-J2f1FpI/AAAAAAAABp8/9AO4FIGMTxY/s1600/ayah%2Banak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DjBVRrun5lE/Tmq-J2f1FpI/AAAAAAAABp8/9AO4FIGMTxY/s400/ayah%2Banak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650537758946825874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian  untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan  menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang  temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku  capel, sangat capek …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak  menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk  menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap  kepada ku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka  terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak  mulai menangis…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil  berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”,  lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri  sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan  ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku  tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena  tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn  ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah,  airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan  pepohonan yang rindang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah  hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan  rerumputan hijau.&lt;br /&gt;“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”&lt;br /&gt;”Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”&lt;br /&gt;”Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi,  padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar  dalam menyusuri jalan itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”&lt;br /&gt;”Nah, akhirnya kau mengerti”&lt;br /&gt;”Mengerti apa? aku tidak mengerti”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-chsACbygSFU/Tmq_ErhB16I/AAAAAAAABqE/I208aQkXAzE/s1600/ayah%2Banak%2Bjongkok.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-chsACbygSFU/Tmq_ErhB16I/AAAAAAAABqE/I208aQkXAzE/s400/ayah%2Banak%2Bjongkok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650538769611347874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;”Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap  baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap  kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi…  bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar  saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau  pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah..  seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat  apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”&lt;br /&gt;”Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau  tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada  di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah  anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh,  suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau  gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap  tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau  akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain  memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah  dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan  tegar saat yang lain terlempar ”&lt;br /&gt;Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=108539"&gt;forum.vivanews.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-2342787995928392835?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/2342787995928392835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=2342787995928392835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/2342787995928392835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/2342787995928392835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/09/oh-ayahaku-sudah-capek.html' title='Oh AYAH...Aku sudah Capek..'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DjBVRrun5lE/Tmq-J2f1FpI/AAAAAAAABp8/9AO4FIGMTxY/s72-c/ayah%2Banak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-4881636302586997579</id><published>2011-08-29T21:45:00.002+07:00</published><updated>2011-08-29T21:52:52.790+07:00</updated><title type='text'>Inilah Alasan Saya Berlebaran Mengikuti Pemerintah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Y8hMz40kNzc/Tluna_mJrjI/AAAAAAAABpk/E9l6q6cR1Vs/s1600/Kartu%2BSelamat%2BLebaran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Y8hMz40kNzc/Tluna_mJrjI/AAAAAAAABpk/E9l6q6cR1Vs/s400/Kartu%2BSelamat%2BLebaran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646290640028937778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lebaran telah diambang pintu. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tahun  ini diprediksi juga akan ada perbedaan waktu hari raya idul fitri.  Masyarakat awam banyak yang bingung, sebagian ikut-ikutan, sebagian  tidak peduli, tapi sebagian ikut berpolemik masalah hal ini. Bahkan ada  yang baru baca satu dua artikel tentang hisab rukyat di internet, sudah  gagah berani membantah dan mengkritisi pendapat profesor di bidang  Astronomi yang sudah bertahun-tahun mendampingi proses hisab rukyat di  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi perbedaan yang ada berkutat antara tanggal 30 Agustus dan 31  Agustus saja, dengan ragam metode yang digunakan. Muhammadiyah misalnya  dengan metode hisab dan kriteria wujudul hilal, jauh-jauh hari telah  mengumumkan Idul Fitri 1432 H jatuh pada Selasa 30 Agustus. Ormas Persis  menyusul kemudian, dengan metode hisab tapi dengan kriteria  imkanurrukyah, mereka mengumumkan Idul Fitri 1 Syawal  jatuh pada Rabu,  31 Agustus 2011. NU yang memiliki metode rukyatul hilal versi lokal  (ikhtilaful mathla’), tentu menunggu Senin malam 29 Agustus untuk  memutuskan kapan berhari raya, meskipun di dalam NU juga banyak pakar  hisab yang siap ‘legowo’ menerima kriteria imkanurrukyat. Beberapa ormas  seperti HTI yang biasa mengikuti rukyah global  di Saudi, juga akan  menunggu keputusan ulama Saudi Senin malam inysa Allah. Meskipun jika  dilihat secara penghitungan (hisab), -baik di Indonesia maupun Saudi –  maka hilal kemungkinan besar tidak akan terlihat sehingga Ramadhan akan  digenapkan menjadi 30 hari, dan lebaran pada 31 Agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan pemerintah ? Sejak awal pemerintah melalui Kemenag  dan MUI akan menyelenggarakan sidang itsbat pada akhir Ramadhan, untuk  menentukan 1 syawal 1432. Metode yang digunakan pemerintah adalah  menggabungkan antara hisab dan rukyatul hilal. Maka berkaca dari  pengalaman sebelumnya, hisab dan serta hasil rukyat (yang diprediksi  tidak akan terlihat), hampir bisa dipastikan keputusan pemerintah 1  Syawal 1432 akan jatuh pada 31 Agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang awam yang tidak tahu sepenuhnya tetek bengek soal  astronomi, dan juga dalil-dalil mendalam seputar hisab dan rukyat, maka  saya insya Allah akan mengikuti pemerintah. Tulisan ini dibuat tanpa  bermaksud untuk masuk dalam polemik pembahasan dan metode yang ada,  namun sekedar memandang sisi luar dan maslahat dan manfaat yang ada saat  kita mengikuti berlebaran bersama pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama : Kewajiban Mengikuti Pemerintah dalam Hal yang bukan Maksiat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena saya orang awam, bukan ahli ijtihad, maka dalam masalah semacam  ini tentu layak saya menyerahkan urusan ini kepada yang berwenang  memutuskannya khususnya pemerintah.  Dalam hal ini saya berpegangan  kepada Fatwa MUI no 2 tahun 2004, pasal kedua yang menyebutkan : Seluruh  umat Islam di Indonesia wajib menaati ketetapan Pemerintah RI tentang  penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Dalil-dalil syar’i  tentang kewajiban taat dan mengikuti ulul amri  banyak tersebar dalam Al  Quran dan Sunnah. Sebagai orang awam, wajar saya untuk berpegangan  dengan Fatwa MUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat dalam fikih memang sesuatu yang lumrah dan wajar  terjadi. Namun dalam masalah yang penting dan menyangkut kepentingan  orang banyak, maka keputusan pemerintah semestinya ditaati.  Apalagi  jika hal tersebut berpeluang mengundang permasalahan dan perselisihan,  maka tepatlah kaidah fikih yang menyebutkan :  “Keputusan pemerintah itu  mengikat (wajib dipatuhi) dan menghilangkan silang pendapat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita hari ini, saya menyayangkan adanya masjid-masjid yang sama  sekali tidak memiliki afiliasi khusus pada salah satu ormas Islam yang  ada, hanya sekedar masjid kampung dan masjid warga biasa, lalu takmir  masjid bermusyawarah menentukan idul fitri yang tidak sejalan dengan  pemerintah.  Saya rasa mereka tidak memiliki alasan khusus untuk  “berijtihad” dalam permasalahan semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua : Untuk Merayakan Bersama-sama  dengan Penuh Ukhuwah dan Meriah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri lagi perbedaan Hari Raya sedikit banyak akan mengurangi  syiar ukhuwah dan persatuan umat Islam. Sementara secara dalil dan  filosofisnya, idul fitri adalah hari Raya kaum muslimin yang semestinya  memperlihatkan ukhuwah dan persatuan yang luar biasa.  Berhari raya  bersama banyak orang adalah salah satu anjuran syariah kita, bukan  dengan sedikit orang apalagi segelintir orang.  Riwayat hadist dari Abu  Hurairah menyebutkan, Rasulullah SAW bersabda : “ Puasa adalah hari  dimana kalian (orang-orang) berpuasa, dan hari raya berbuka (idul  fitri-red) adalah hari dimana kalian (orang-orang) berbuka  (dan berhari  raya )“. (HR Tirmidzi dishahikan oleh Albani). Sebagian ulama  menafsirkan hadits di atas dengan kesimpulan: “ bahwa berbuka dan  berhari raya itu (haruslah) bersama-sama jama’ah dan sebagian besar  (orang-orang) kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, beberapa hadits seputar Idul Fitri mengisyaratkan bahwa  lebaran adalah ibadah yang merupakan syiar dan simbol, dimana  kebersamaan dan ukhuwah menjadi ciri khususnya. Lihat saja bagaimana  tentang anjuran sholat di Lapangan yang besar, juga anjuran untuk  mengajak para wanita bahkan sekalipun mereka dalam kondisi haid ! Ini  menunjukkan salah satu semangat dalam beridul fitri adalah  mengoptimalkan kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, jika ada perbedaan dalam penentuan idul fitri, maka yang  paling banyak diikuti dan bisa menunjukkan syiar dan ukhuwah Islam  itulah yang layak untuk diikuti, dalam hal ini bisa diwakili dengan  keputusan pemerintah yang biasanya diikuti sebagian besar kaum muslimin  di Indonesia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tentu kita semua bersepakat tentang pentingnya menjaga ukhuwah  umat dan menghindarkan dari segala potensi perselisihan dan perpecahan.  Dan sungguh menakjubkan, para ulama kita sejak awal siap untuk  ‘berlegowo’ dalam arti tidak memaksakan pendapatnya saat dihadapkan  dengan kemungkinan perselisihan dan perpecahan umat. Dan hal ini pun  mereka lakukan dalam masalah ibadah ritual yang mereka yakini  sepenuhnya, dan diyakini banyak orang tidak bisa diganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ambil contoh sederhana, meskipun Imam Ahmad berpendapat bahwa  membaca qunut ketika shalat shubuh itu bid’ah. Namun beliau jelas  mengatakan: ‘Jika seseorang shalat bermakmum pada imam yang membaca  qunut maka hendaknya ia mengikuti dan mengamini doanya’.  Subhanallah,  tentu statemen beliau tersebut ditujukan dalam rangka persatuan, dan  mengaitkan hati dan menghilangkan kebencian diantara kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Imam syafii berpendapat bahwa membaca Qunut hukumnya sunah  muakkad dan beliau selalu membacanya tiap shalat. Namun suatu ketika  beliau  menjadi imam shalat subuh di sebuah masjid dekat makam Abu  Hanifah, lalu tidak membaca Qunut.  Selesai shalat, seorang bertanya apa  gerangan yang penyebabkan beliau tidak membaca qunut?  Beliau menjawab “  Mana mungkin saya melakukan amalan yang tidak sejalan dengan pendapat  Abu Hanifah, sedangkan saya berada dekat dengan (kubur)nya. Inilah  bentuk legowo dan toleransi para ulama terdahulu bahkan dalam hal yang  terkait sebagai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana dengan ulama kita dari ormas-ormas yang ada ? Siapkah  untuk berlegowo dalam masalah penentuan hari raya demi mewujudkan  persatuan umat dan syiar hari kemenangan yang indah ?.  Legowo disini  juga dalam arti siap duduk kembali, saling membahas hal ini secara  objektif dan ilmiah agar menemukan kriteria-kriteria yang disepakati,  sebagaimana sering digaungkan oleh Profesor Thomas Djamaluddin dari  LAPAN tentang harapan penyatuan kalender umat Islam Indonesia secara  khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tinggal lima tahun di Sudan, perbedaan hari raya hanya ada di  kitab-kitab fiqh semata, secara realita tidak ada. Banyak ulama dan  orang faqih di Sudan, namun mereka semua berlegowo dalam masalah ini,  menyerahkannya hanya pada pemerintah saja. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.indonesiaoptimis.com/2011/08/inilah-alasan-saya-berlebaran-mengikuti.html"&gt;www.indonesiaoptimis.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-4881636302586997579?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/4881636302586997579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=4881636302586997579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4881636302586997579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4881636302586997579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/08/inilah-alasan-saya-berlebaran-mengikuti.html' title='Inilah Alasan Saya Berlebaran Mengikuti Pemerintah'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Y8hMz40kNzc/Tluna_mJrjI/AAAAAAAABpk/E9l6q6cR1Vs/s72-c/Kartu%2BSelamat%2BLebaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-1182395451406735306</id><published>2011-07-28T08:14:00.002+07:00</published><updated>2011-07-28T08:27:13.435+07:00</updated><title type='text'>* Mari Bertobat *</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:180%;" &gt;Sebelum Terlambat&lt;br /&gt;     Dekatkan Diri Pada ALLAH SWT&lt;br /&gt;          Dibulan Yang Penuh Rahmat&lt;br /&gt;               Romadhon Saat Yang Tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laksanakan Perintah - NYA&lt;br /&gt;     Jauhi Yang Dilarang - NYA&lt;br /&gt;          Pelajari Ayat-ayat - NYA&lt;br /&gt;               Fahami Sunnah Nabi - NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusaha Sekuat Tenaga&lt;br /&gt;     Menghindari Diri Dari Maksiat&lt;br /&gt;          Mencoba Menjadi Hamba&lt;br /&gt;               Yang Senantiasa Taat Kepada - NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Tunda&lt;br /&gt;     Hingga Ajal Tiba&lt;br /&gt;          Yang Ada Hanyalah&lt;br /&gt;               Penyesalan Tiada Tara&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pegang Teguh Ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Nabi SAW&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Marhaban Ya Romadhon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-1182395451406735306?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/1182395451406735306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=1182395451406735306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/1182395451406735306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/1182395451406735306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/07/mari-bertobat.html' title='* Mari Bertobat *'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-3824779472313850766</id><published>2011-06-22T00:25:00.008+07:00</published><updated>2011-06-22T03:29:46.899+07:00</updated><title type='text'>= UANG =</title><content type='html'>&lt;style="text-align:&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Oleh: M. Anis Matta, Lc.&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Uang (edisi ke-01)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2Ye4UNmiBvw/TgDoiyfO57I/AAAAAAAABo0/YYbmh8VnsXY/s1600/hm-anis-matta-fmb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 211px; height: 299px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-2Ye4UNmiBvw/TgDoiyfO57I/AAAAAAAABo0/YYbmh8VnsXY/s400/hm-anis-matta-fmb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620748019324348338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini adalah bagian dari ceramah saya ketika Jaulah, sekedar ide semoga  bermanfaat dan menjadi bahan untuk didiskusikan, meski ada Ikhwah yang  mengatakannnya Anismismi (ajaran anis) yang terkesan glamour dan  konsumtif… tapi sekali lagi ini adalah sekedar ide…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan Akhwat sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah dipagi hari ini, walaupun kemarin saya ragu-ragu apakah saya bisa hadir hari ini atau tidak. Istri saya sakit demam berdarah dan dirawat di rumah sakit hingga hari ini. Alhamdulillah hari ini ada perbaikan sedikit dan bisa ditinggal. Selain itu, rasanya sudah rindu sama antum semuanya karena cukup lama tidak ke sini. Sebenarnya saya punya rencana kunjungan ke sini pada bulan Januari yang lalu dalam rangkaian jaulah ke 13 DPW bersama 13 pengurus Bidang Kaderisasi dan Bidang Pembinaan Wilayah. Rencana itu dibatalkan karena saat itu sedang musim pesawat jatuh, jadi ada 8 DPW yang kita pending perjalanannya termasuk ke kota Pekan Baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini kita bicara tentang uang. Sudah lama sekali saya mengusulkan bagian kurikulum di departemen kaderisasi untuk memasukkan pokok bahasan  tentang  uang.  Gagasan-gagasan  itu  mulai  muncul  ketika saya dahulu berada di awal dakwah ini. Salah satu pekerjaan yang saya lakukan adalah Lajnah Minhaj, di Bidang Kaderisasi bersama kang Aus. Saat itu, saya ikut menyusun beberapa Materi Tahmidi H1, H2. Kita  memang  tidak  pernah  berfikir  untuk  menyusun  satu  materi tentang uang karena yang ada dibenak kita bahwa bagian-bagian dari tarbiyah itu adalah tarbiyah ruhiyah, tarbiyah fikriyah dan tarbiyah jasadiyah. Ketika kita membuat partai, kita menambah sedikit yaitu materi tarbiyah siyasiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi  Kalau  wasilah  dari  tarbiyah  ruhiyah  itu  banyak,  ada  Lailatul Katibah  juga  mutaba’ah yaumiyah.  Wasilah  tarbiyah  fikriyah  juga banyak tatsqif dan macam-macam. Tarbiyah Jasadiyah ada latsar ada mukhoyam. Tarbiyah siyasiyah sudah dengan sendirinya karena ada wasilah berupa partai. Tapi kita semuanya menghadapi suatu benturan realita yang disebabkan karena ada missing link dalam system berfikir kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kosa kata yang tidak masuk kedalam benak kita padahal itu  sangat  menentukan masa  depan  kita  yaitu  uang.  Jika  ada  yang  bertanya kenapa kita miskin maka jawab “&lt;em&gt;tidak belajar masalah uang”&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sekalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu gejala benturan budaya yang sering kita lihat muncul bersama munculnya orang-orang setengah kaya baru. Tapi itu tidak disebabkan karena bibit- bibt kemiskinan itu memang ada dalam diri kita, ada dilingkungan kita, bahkan ketika kita mulai membuat partai. Padahal  kita  belum  kaya  dan  memang  belum  kaya.  Apabila  kita memakai standar Kiyosaki, masuk dalam tahap amanpun belum. Tapi sudah dianggap hanya kayak arena sedikit beda dengan teman-teman ikhwah yang lain. Kita dianggap kaya karena memiliki mobil padahal mobil itu kebutuhan pokok dalam fiqih Islam. Kita juga dianggap kaya karena bisa bangun rumah, padahal itu indikator dari garis kemiskinan. Rasulullah mengatakan “Cukuplah bagi seorang Muslim itu bahwa dia punya sebuah rumah dan seorang pembantu”. Jadi, rumah itu sama dengan  pakaian.  Hanya  saja,  dilingkungan  kita,  banyak  yang mempunyai anggapan, orang disebut kaya kalau sudah punya rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, banyak sekali yang bolong dalam tsaqafah kita tentang uang. Kita bukan hanya salah membuat persepsi-persepsi itu, tetapi juga terkadang mempunyai kecenderungan anti uang. Kalau istilah Ust. Rahmat Abdullah ikhwah itu sabar menderita tapi tidak sabar melihat orang lain lebih kaya. Makanya mudah muncul gossip dikalangan orang yang punya sedikit kelonggaran secara finansial, apalagi kalau sebab kelonggaran finansialnya itu karena dia menjadi anggota dewan. Jadi pada tahun 1999, saya jadi ketua tim khusus. Pada waktu itu sebagai Sekjen saya tahu persis dimana letak daerah kuatnya PKS kalau saya mau jadi anggota dewan. Ketika itu saya dicalonkan dari Bandung, Jakarta dan Sulawesi Selatan atas usul DPW masing-masing. Nah, pilihan tertinggi jatuh pada Sulawesi Selatan. Waktu itu saya belum mau jadi anggota dewan karena saya belum punya rumah dan mobil. Saya tidak tidak mau bila nanti ada persepsi bahwa saya punya mobil dan rumah karena jadi anggota dewan. Oleh karena itu saya pilih Sulawesi Selatan. Jika saya pilih Bandung atau Jakarta pasti saya terpilih jadi anggota dewan pada tahun 1999. Saya mengerti persepsi-persepsi, gossip dan fitnah tentang harta di kalangan kita itu banyak disebabkan tsaqafah yang bolong tentang uang. Jadi, kita bukan hanya tidak berbakat jadi kaya tapi juga tidak senang dengan orang kaya dan cenderung anti kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan saatnya kita mulai mengalami benturan keuangan. Yang  pertama setelah kita punya anak. Dahulu waktu saya kuliah, kita  dimotivasi untuk cepat menikah oleh para murabbi kita, dengan satu  alasan kemaksiatan sudah merajalela disekitar kita, daripada kita  berzina lebih baik kita menikah. Kalau kita berargumen lagi bahwa kita  belum ada pekerjaan karena kita masih tawakkal  ‘alallah, innallaha Ghoniy, seluruh alasan-alasan aqidah dikerahkan untuk mendorong kita nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar angkatan saya menikah di tahun pertama waktu kuliah. Saat itu saya belum menikah. Di tahun kedua lebih banyak lagi yang menikah, saya belum menikah. Di tahun ketiga lebih banyak lagi yang menikah. Saya termasuk yang telat menikah pada waktu itu. Tapi kemudian kita menemukan fakta bahwa ikhwah-ikhwah yang menikah semasa kuliah itu sebagian besar angka pelajarannya jeblok karena disibukkan dengan dakwah juga harus mencari ma’isyah. Saya menikah di tahun keempat setelah angka saya stabil karena naik satu point lagi. Dosen saya sampai mengatakan, kalau kamu ambil Master, menikah satu kali lagi. Ada ikhwah yang mengatakan kepada saya, Masya Allah, Antum ini merencanakan sesuatu dengan detail. Saya bilang antum punya semangat tapi tidak punya rencana bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita semua mulai mengenal uang dan mempunyai persepsi bahwa uang itu perlu ketika anak kita menangis. Ketika saya datang ke calon mertua-saat itu beliau anggota DPR dan sudah 17 tahun menjadi petinggi Golkar—untuk melamar, dia bertanya kepada saya: “Anak saya mau dikasih makan apa?” Saya bilang mungkin saya tidak share di rumah bapak tapi Insya Allah tidak makan batu. Kemudian dia bertanya lagi, “Pendapatan kamu berapa?” Saya jawab, saya ada beasiswa 200 ribu perbulan. “Selain itu apa lagi?” Saya bilang tidak ada. “Masih kuliah”. Tapi waktu itu istri saya mengancam, kalau tidak kawin dengan saya, dia tidak mau kawin lagi. Akhirnya kita menikah juga. Jadi kita ini ikhwah learning by accident. Belajar dari benturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya saya sendiri sebenarnya tadinya tidak pernah tertarik mengenal uang lebih jauh. Karena 6 tahun saya di Pesantren juga tidak pernah belajar uang. Lima tahun setengah kuliah di LIPIA Fakultas Syari’ah juga tidak pernah belajar uang kecuali 1 bab dalam pelajaran Fiqh yaitu kitab zakat, itupun dalam orientasi Amil Zakat, tidak ada orientasi menjadi muzakki. Saya mulai tertarik dengan uang setelah mengalami benturan diawal tadi saya ungkapkan, juga benturan ketika saya di Sekjen. Setelah jadi Sekjen itulah saya mulai menilai ada suatu masalah besar yang akan kita hadapi kalau masalah-masalah ini tidak selesai. Sejak itulah saya mempelajari hal ini. Sebelumnya meskipun saya mengajar Ekonomi Islam di UI, banyak belajar dan membaca masalah-masalah ekonomi, juga banyak membaca buku-buku bisnis dan bergaul dengan orang-orang bisnis, saya belum seberapa tertarik secara langsung dan punya perhatian secara khusus terhadap masalah uang. Ketertarikan itu mulai muncul setelah mengalami benturan betapa sulitnya kita mendanai aktifitas perpolitikan ini.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://pengusahapks.wordpress.com/2011/05/23/uang/"&gt;http://pengusahapks.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Uang (edisi ke-02)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dMlteWHoiM8/TgDo2C1XaVI/AAAAAAAABo8/HnvvPWotxCs/s1600/anis-matta11.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-dMlteWHoiM8/TgDo2C1XaVI/AAAAAAAABo8/HnvvPWotxCs/s400/anis-matta11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620748350129662290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ikhwah sekalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin bicara 3 point supaya kita lebih terarah dalam soal uang.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pertama,  Mengapa  Islam  menyuruh  kita  kaya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kedua,  Mencari penjelasan tentang mengapa kita miskin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketiga, Bagaimana kita mulai merekonstruksi kehidupan finansial kita.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Ibnu Abid Duni menjelaskan beberapa alasan tentang mengapa kita  semua diperintahkan menjadi kaya dalam Islam itu. Alasan Pertama,  karena harta itu tulang punggung kehidupan. Makanya orang kalau punya harta punggungnya rada bungkuk sedikit. Antum lihat orang-orang Amerika kalau datang ke sini tegap-tegap semua kan , karena punya duit. Pejabat-pejabat keuangan kita kumpul di CGI tunduk-tunduk semua, karena mau pinjam duit. Allah mengatakan “Janganlah kamu berikan harta-harta kamu kepada orang-orang bodoh (orang-orang yang tidak sehat akalnya) yaitu harta harta yang telah Allah jadikan kamu sebagai  yang membuat punggung tegap”. Jadi Hidup kita tidak normal begitu  kita tidak punya uang. Kita pasti punya banyak masalah begitu kita  tidak punya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua, peredaran uang itu adalah indikator keshalehan atau keburukan masyarakat. Apabila uang itu beredar lebih banyak ditangan orang-orang jahat maka itu indikasi bahwa masyarakat itu rusak. Apabila uang itu beredar di tangan orang-orang shaleh maka itu indikasi bahwa masyarakat itu sehat. Masyarakat Indonesia ini rusak salah satu indikasinya karena karena orang-orang shalehnya sebagian besar adalah para fuqara wa masakin. Ahlul Masjid di negeri ini terdiri atas fuqara wa masakin. Bahkan sebagian besar orang mungkin mengunjungi masjid bukan karena benar-benar ingin ke Masjid, melainkan karena tidak punya tempat untuk belanja kebaikan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, pasti akan dipakai untuk potongan partai. Coba lihat anggota DPR, begitu jadi anggota dewan yang pertama potongan buat partai. Waktu itu ada teman dari Golkar dan PPP, “Itu dana konstituen diapakan?” Kita jawab itu tidak lewat kita, melainkan langsung ke Dapil (Daerah Pemilihan). Uang yang masuk ke tangan orang shaleh pasti mengalirnya di kebaikan juga. “Kalau gajinya  berapa di potong? Kalau di Golkar cuma 2,5 juta perbulan di potong”. Kalau di PKS itu biasa 50 sampai 60 % dipotong. Jadi antum  lihat daftar belanjanya orang shaleh. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, untuk rihlah, kemungkinan  itu pergi umrah atau menghajikan keluarga atau naik haji sendiri. Bapak-bapaknya pun kalau punya uang 1 Milyar, tidak jauh-jauh  dari situ juga; infak buat partai, menyenangkan keluarga, dan operasional pribadi untuk dakwah pribadinya juga. Semuanya di jalur  kebaikan. Bila ada kenikmatan, tidak mungkin dia pergi judi. Tidak  mungkin juga dia pergi ke tempat prostitusi, paling-paling dia cari  jalur halal. Tapi coba sebaliknya, kalau uang itu beredar ditangan orang  jahat, larinya juga pada kejahatan. Salah seorang saudara saya cerita,  waktu itu ada seorang kaya sangat kaya di daerah Indonesia. Orangnya  masih hidup sekarang. Dia punya private jet. Saking kayanya, dia suka  main judi ke London. Pesawat private jet itu jenis Boeing. Jadi kalau pergi dia membawa rombongan, biasanya dia parkir disana 1 minggu  atau 2 minggu. Itu kalau parkir, kan bayar. Selama dia main judi, dia persilahkan teman-temannya yang ingin pakai pesawatnya, seperti layaknya meminjamkan mobil. Sekali main, biasanya bisa rugi  sampai 5 juta dollar, meskipun kadang- kadang untung 8 juta dollar.  Sekali waktu mereka main ke sana, sudah beberapa hari kangen dengan  Nasi Padang. Dia bilang ke Pilotnya tolong ke Singapore beli Nasi  Padang terus balik lagi ke London. Begitulah cara mereka menggunakan  uang. Kalaupun orang kaya itu muslim, tidak berjudi, tapi dia tidak  punya visi dakwah, dan tidak hidup untuk satu misi besar dalam hidupnya,  dia pasti akan menggunakan uangnya untuk kesenangan pribadi,  seperti perhiasan dan seterusnya. Saya punya kawan, kalau dia pakai  seluruh perhiasannya kira-kira sekitar 2 juta dollar di badannya,  cincinnya 1 juta dollar. Mobilnya ½ juta dollar, jam tangannya biasa  sampai 2 milyar. Adalagi temannya kira-kira punya 200-an jam tangan.  Sebuah jam tangan itu harganya kira-kira 2 milyar. Lebih buruk lagi,  kadang-kadang orang kaya yang tidak baik memakai uangnya untuk memerangi kebaikan. Itulah yang terjadi ketika orang-orang Yahudi  memegang kendali keuangan dunia. Maka dari itu menjadi kaya itu bagi  kita adalah satu keharusan, untuk mengembalikan keseimbangan sosial,  kehidupan di tengah-tengah kita. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, terlalu banyak perintah  syariah yang hanya bisa dilaksanakan dengan uang. Antum lihat 5 rukun  Islam, Syahadat tidak pakai uang, sholat tidak pakai uang, puasa tidak  pakai uang tapi zakat dan haji pakai uang. Kalau 200 ribu orang umat Islam Indonesia tiap tahun pergi haji. Rata-rata mengeluarkan 5000 dollar, coba antum kalikan berapa banyak uang yang beredar untuk melaksanakan satu ibadah. Belum lagi Jihad. Jadi kita tidak bisa  berjihad kecuali dengan uang. Misalnya kita di Indonesia sekarang mau  pergi ke Palestina untuk pergi berperang, tenaga kita tidak diperlukan  karena tenaga sudah cukup dengan ada yang disana. Rasul mengatakan “Siapa yang menyiapkan seseorang bertempur maka dia juga dapat pahala  perang”. Jadi bannyak sekali perintah-perintah Islam yang memerlukan  uang. Waktu Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, diantara hadits-hadits  pertama yang beliau sampaikan pada waktu itu adalah &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Afsussalam wa  ath’imu tho’am&lt;/span&gt;. Jadi mentraktir itu tradisi  nabawiyah. Sering-seringlah mentraktir karena itu perintah Nabi, dan ini turunnya di Madinah pada saat menjelang mihwar daulah. Kira-kira  di jaman kita inilah, di mihwar dakwah sekarang. Washilul arham dan  sambung shilaturrahim. Antum akan melihat nanti di akhir penjelasan saya  nanti bahwa ciri-ciri orang maju itu salah satunya adalah kalau  belanjanya dalam 3 hal lebih besar daripada belanja kebutuhan lauk-pauknya, salah satunya belanja komunikasi. Jadi kalau biaya pulsa kita  lebih tinggi itu indikator yang baik. Itu artinya shilaturrahim kita  jalan. Jangan missed call, suruh orang telpon balik. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, Karena  harta itu adalah hal- hal yang dibanggakan oleh manusia sehingga  menentukan strata sosial. Antum akan lebih berwibawa dan didengar orang  kalau punya uang. Apabila tidak punya uang, biasanya kita juga biasanya jarang didengar oleh orang. Misalnya dalam keluarga. Antum bersaudara ada 7 orang. Kalau kontribusi finansial antum dalam  keluarga itu tidak banyak dan bila antum satu-satunya da’i dalam keluarga, dakwah antum juga kurang didengar oleh keluarga. Karena  disamping ingin mendengarkan nasihat yang baik orang juga ingin  mendapatkan uang yang banyak. Hadiah-hadiah pada hari lebaran,  infaq-infaq dan seterusnya dan itu biasanya melancarkan dakwah kita. Saya hadir pada suatu waktu di sidang Ikatan anggota Parlemen Negara-Negara OKI. Setiap kali ada waktu bertanya yang paling pertama  diberi kesempatan bertanya itu utusan dari Arab Saudi, sedangkan utusan  dari Negara miskin seperti Maroko atau Tunisia biasanya tidak dapat  giliran, kalau bukan sendiri yang angkat tangan. Masalah harta ternyata  juga berpengaruh pada hal- hal seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1994 saya ke Jerman. Dua tahun baru selesai kuliah, disana saya bertemu dengan salah seorang ikhwah pengusaha yang punya beberapa supermarket disana. Dia datang menemui saya memakai Mercy. Saya protes kepada dia dengan semangat dakwah dan jihad, antum itu tega pakai Mercy, saudara-saudara antum di Palestina di sana  masih  berjuang,  antum  hidup  di  Jerman  ini  pakai  Mercy bagaimana ceritanya. Dia bilang nanti saya jelaskan, antum ikut saya saja dulu. Saya diajak keliling supermarketnya dulu. Orang itu memang kaya. Sudah keliling dia bilang, di Jerman ini kalau kau ingin ketemu seorang direktur, begitu kamu parkir mobil nanti direktur itu suruh sekretarisnya tengok dia itu pakai mobil apa. Jika kau tidak pakai Mercy nanti sekretarisnya bilang Direktur sedang tidak ada. Kalau kau pakai Mercy kau disambut baik-baik oleh mereka. Mercy ini wajib disini. Itu hal- hal yang dibangga-banggakan oleh manusia. Dan itu berkali-kali disebutkan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu sebagai Muslim saya ingin didengarkan orang, apalagi kita sebagai da’i kita perlu punya wibawa di  depan orang. Sebagian dari wibawa itu dibentuk 0leh kondisi finansial  kita. Ulama-ulama kita juga meriwayatkan bahwa ternyata  diantara   hal-hal  yang  disenangi  oleh  wanita  kepada  laki-laki  salah satunya  adalah uangnya. Perempuan itu katanya menyenangi pada laki-laki kalau  dia lebih pintar daripada si perempuan, kalau dia lebih kaya  daripada   perempuan,  lebih  kuat  daripada  perempuan.  Dan kepemimpinan itu kan  diberikan kepada laki-laki salah satu sebabnya karena kewajiban  memberikan nafkah itu. Kalau kita ingin berwibawa di depan istri tolong  kewajibannya ditunaikan dengan sempurna. Itu akan menaikkan wibawa kita  di depan istri. Seorang istri itu tidak hanya membutuhkan seorang suami  yang romantis tapi juga seorang suami yang romantis dan realistis. Ada  seorang akhwat berkata kepada saya, saya sebenarnya tidak materialistis  tapi masalahnya kita realistis karena kita tidak bisa hidup tanpa  materi. Dan kalau materi kita sedikit maka  hidup  kita  juga  tidak   akan  nyaman.  Sedikit  banyak  itu  juga penting. Kelima, harta itu  salah satu sebab yang dapat membuat orang itu bisa bahagia di dunia.  Jangan lagi pernah bilang “biar miskin asal bahagia”. Sekarang perlu  kita balik, “biar kaya asal bahagia”. Saya ingat guru saya waktu SD  selalu mencari kamuflase, bahwa walaupun kita miskin tetap bisa bahagia.  Memang bisa, tapi susah. Adalagi yang bilang “uang tidak bisa membeli  cinta”. Memang tidak bisa, tapi kalau kita jatuh cinta dan punya uang  itu lebih enak. Rasulullah SAW realistis sekali ketika dia mengatakan  bahwa diantara yang membuat orang itu bahagia adalah: Pertama, Istri  yang sholehah, kedua, rumah yang luas, dalam  hadits  lain  disebutkan kamar-kamar  yang  banyak.  Menurut Syeikh Qordlowy yang disebut  kamar-kamar itu minimal enam kamar. Satu buah kamar untuk suami istri,  sebuah kamar untuk anak laki- laki, sebuah kamar untuk anak perempuan,  sebuah untuk pembantu, dua buah  kamar  lainnya untuk kerabat suami dan istri yang datang menginap di rumah. Itu 6 kamar tidak termasuk dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, perpustakaan keluarga dan musholla. Kelanjutan dari hadits itu, dan kendaraan yang  nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum perhatikan Rasulullah mengatakan rumah dan kendaraan.  Rumah itu adalah indikator stabilitas dan kendaraan itu adalah indikator mobilitas. Rasulullah mengatakan kendaraan yang nyaman bukan sekedar kendaraan. Naik angkot itu kendaraan tapi belum tentu  nyaman, tapi kalau ada sedan yang empuk sehingga kita bisa rehat, itu  lebih bagus. Pulang mengisi Liqa’, kalau kendaraannya nyaman kan  sedikit mengurangi kelelahan. Itu juga perlu garasi. Jika suaminya pengurus DPW, istrinya pengurus DPW, maka masing-masing perlu  kendaraan juga. Kalau anaknya 7 siapa yang antar anaknya sekolah, jadi  minimal perlu 3 mobil. Waktu saya tidak punya mobil, saya punya motor.  Anak saya sekolah di al-Hikmah, jadi kalau pulang diantar sama keponakan  saya, anak saya diikat, takut kalau tidur sewaktu-waktu bisa jatuh dari  motor. Saya bilang saya dosa kalau anak saya sampai meninggal, akhirnya saya menelepon teman saya, “tolong sediakan mobil untuk saya”. Itulah  pertama kali saya punya mobil. Dosa kita, kasihan anak itu jatuh dari  motor. Setengah mati kita pupuk-pupuk, kita lahirkan dengan baik, tapi  mati karena kecelakaan begitu. Kalau suaminya pengurus DPW dan istrinya aktif di salimah atau di Pos Wanita Keadilan, kan perlu  mobilitas juga. Masa suaminya pergi pakai mobil, sedangkan istrinya pergi rapat kemana-mana sambil gendong anak. Dia sudah hamil 9 bulan,  merawat anak, malam tidak tidur. Kita zhalim juga terhadap istri kalau  kita tidak memberikan hal-hal yang membuat dia nyaman dalam kehidupan. Untungnya waktu kita menikah dulu banyak akhwat kita yang  tidak tahu hadits ini. Padahal dalam banyak pendapat di berbagai madzhab misalnya di madzhab Imam Syafi’i, apalagi Imam Malik, kewajiban wanita itu yang sebenarnya hanya melayani suami dan mendidik anak, sedangkan pekerjaan rumah tangga, mencuci dan seterusnya itu  tidak termasuk dalam kewajiban wanita. Qiyadah-qiyadah akhwat mengikuti daurah tingkat nasional kemarin di Jakarta. Coba bayangkan akhwat-akhwat kita sebagian besar sarjana. Waktu kuliah dia direkrut kan  salah satu alasannya karena dia anshirut taqyir dan otaknya brilian. Banyak akhwat kita Indeks Prestasinya 4,1 begitu 10 tahun menikah, dia sudah tidak nyambung lagi dengan suaminya kalau bicara, karena dia mengalami stagnasi intelektual. Tiba-tiba dia mengerjakan semua semua pekerjaan pembantu rumah tangga, dia melahirkan juga, melayani suami juga, memasak juga, mencuci juga, dan kadang-kadang kita terbawa oleh romantika perjuangan, rasanya heroik melihat istri mencuci, suami pulang dakwah dalam keadaan lelah, istri dirumah mencuci, mengepel lantai. Sepuluh tahun kemudian kita dielus-elus oleh istri, kita pikir sedang dipijit, padahal hanya dielus-elus karena tangannya dipakai untuk mencuci, jadi tangannya sudah bukan tangan ratu. Sementara suami pegang pulpen, pegang kertas karena sibuk mengisi halaqah, sedangkan pekerjaan yang kasar-kasar dikerjakan oleh istri. Sudah saatnya pekerjaan-pekerjaan begitu kita delegasikan kepada mesin. Jangan buang waktu di dapur, di tempat mencuci. Delegasikan kepada mesin. Kita ini orang-orang pilihan dari umat kita. Berapa banyak orang yang sarjana di negeri ini,  sedikit. Makanya kalau capres syaratnya S1 calonnya juga nanti sedikit.  Saya tidak setuju kalau capres itu syaratnya S1, tamat SD pun bisalah. Sebagian besar orang ikut. Jadi yang bisa merasakan pendidikan  tinggi itu barang elit di negeri ini. Jadi kalau akhwat kita yang  sarjana itu setelah menikah disuruh jadi pembantu rumah tangga atas nama kesetiaan, ketaatan, cinta dan sejenisnya maka kita telah berbuat zalim terhadap SDM kita sendiri. Mungkin akhwat kita itu  sabar-sabar, dia menerima keadaan. Tetapi walaupun dia menerima keadaan,  kita kehilangan potensi, kita kehilangan umur-umur terbaik.  Sebenarnya kalau dipacu untuk dakwah, untuk kepentingan lebih besar, lebih strategis, faedah yang didapat pun akanjauh lebih besar,  waktu kita ini tidak akan cukup mengerjakan hal-hal tersebut, maka  belilah waktu orang lain. Hitung-hitung kalau beli tenaga pembantu kita buka lapangan kerja, kita bukan hanya mendelegasikan  pekerjaan kita juga buka pekerjaan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira itulah 5 alasan mengapa kita perlu kaya. Memang, walaupun kita miskin kita masih bisa bahagia, tapi itu jauh lebih susah. Bahkan terkadang kekayaan itu lebih mendekatkan orang kepada Allah SWT dibanding kemiskinan. Makanya Rasul mengatakan tentang minum susu, makan habbatussauda’, madu. Coba kalau antum, misalnya, tidur diatas kasur yang empuk dalam ruangan ber-AC, tidur 2 jam itu bisa sangat nyenyak. Apalagi minum susu hangat sebelum  tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun pagi minum madu campur habbatussauda’. Saya kira kitaperlu memperbaiki dan melihat kembali pemahaman keagamaan seperti ini secara benar. Sehingga kita jangan menganggap kemewahan itu justru melelehkan orang tapi bikin nyaman. Inilah 5 alasan mengapa kita harus kaya.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://pengusahapks.wordpress.com/2011/05/24/uang-part-ii/"&gt;http://pengusahapks.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Uang (edisi ke-03)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3bCqhBS7aRM/TgDzH3R_poI/AAAAAAAABpE/lzKZVcbxYMQ/s1600/anis-matta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3bCqhBS7aRM/TgDzH3R_poI/AAAAAAAABpE/lzKZVcbxYMQ/s400/anis-matta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620759651382437506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekarang saya ingin lebih jauh menembus kembali mengapa kita miskin selama ini. Sebabnya kita miskin adalah: Pertama, karena kita memiliki pemahaman agama yang salah. Salah satunya 5 alasan tadi tidak beredar dikalangan kita. Sekarang coba kita tonton acara TV, nonton acara ceramah subuh di televisi. Kita akan lihat sebagian besar ceramah-ceramah televisi itu menyuruh orang-orang miskin itu semakin miskin atas nama kesabaran. Bahkan ada perang terhadap materialisme, karena kita harus zuhud sekarang. Pemahaman tentang kezuhudan itu salah satu pemahaman yang paling banyak merusak kita. Karena kita tidak tahu bedanya orang zuhud dengan orang miskin. Imam Ghazali mengatakan orang zuhud itu adalah orang yang punya dunia lalu meninggalkannya dengan sadar. Orang miskin itu adalah orang yang ditinggal dunia. Kalau ada orang miskin tidak dapat makan lalu puasa Senin-Kamis itu bukan orang zuhud. Itu orang miskin yang berusaha memaksimalisasi kondisi keterbatasannya agar tetap dapat pahala. Daripada tidak makan dan tidak dapat pahala lebih bagus tidak makan dapat pahala. Orang zuhud itu orang pasca dunia kalau orang miskin itu orang pra dunia. Kita lihat Rasulullah SAW itu sudah kaya raya sebelum jadi Nabi. Kemiskinan Rasulullah yang kita baca di hadits-hadits itu adalah kemiskinan atas pilihan. Itu adalah pilihannya karena dia punya misi yang jauh lebih besar, yakni: yang begini itu dia tidak perlu lagi, sudah selesai. Bahkan Rasulullah&lt;br /&gt;mengatakan semua nabi-nabi itu sebagian besarnya kaya. Tidak ada lagi nabi yang diutus setelah nabi Syu’aib melainkan pasti dia berasal dari keluarga kaya dari kaumnya. Rasulullah itu mengenal uang waktu umurnya 8 tahun, dia mulai kerja dan mendapatkan gaji. Pekerjaan pertamanya mengembala kambing. Umur 12 tahun dia sudah pulang pergi luar negeri ikut dalam bisnis keluarga. Umur 15 sampai 19 tahun  ikut dalam perang sehingga punya pengalaman milter, Umur 20 tahun Rasul  sudah jadi pengusaha investornya adalah Khadijah. Waktu umur 25 tahun dia nikah dengan investornya. Berapa maharnya? Seratus ekor unta. Berapa harga seekor unta sekarang? Jauh lebih mahal dari 1 ekor sapi. Kira-kira 10 juta 1 ekor unta jadi totalnya 1 Milyar. Anak muda 25 tahun punya uang cash 1 Milyar. Itu maharnya tapi yang disimpan itu masih ada. Walaupun Rasulullah SAW setelah menjadi Nabi mengatakan sebaik-baik wanita adalah wanita yang cantik dan mahar yang murah, itu sebagai sistem tapi tradisi jahiliyah itu status. Oleh karena itu, waktu pamannya yang bernama  Abu  Thalib menyampaikan khutbah nikahnya sebagai sambutan keluarga pada pernikahan Rasulullah SAW, beliau mengatakan sesungguhnya orang Quuraisy tahu bahwa Muhammad salah seorang pemudanya yang terbaik, yang paling terhormat. Layaklah dia nikah dengan khadijah karena maharnya tersebut. Pemuda 25 tahun punya uang 1 Milyar, sedangkan kita 25 tahun baru selesai Perguruan Tinggi dan karya terbesar kita adalah menulis lamaran kerja. Ini pemahaman keagamaan yang beredar dikalangan kita yang membuat kita ini miskin. Itu sebabnya di Zaman penjajahan dahulu para penjajah itu dengan sengaja menghidupkan kelompok-kelompok sufi di tengah masyarakat. Paham sufiyah dihidupkan supaya orang-orang miskin itu tidak pernah bermimpi menjadi kaya dan merasa benar bahwa dia miskin. Maka langkah pertama menuju kekayaan adalah perbaiki dulu pemahaman keagamaan kita. Saya dahulu sekolah di pesantren 6 tahun, tempatnya dulu itu di hutan, bahkan tidak ada mobil lewat di sana, kalau kita ingin mendapatkan kendaraan umum kita harus jalan 3 km terlebih dahulu. Pada suatu hari ada badai datang dan menerbangkan seluruh atap gedung, masjid, dan seluruh benda yang ada disitu. Semuanya mudah diterbangkan karena bangunan yang ada adalah bangunan murah semuanya. Tiap hari kita makan hanya nasi dan kecap selama 6 tahun. Setiap kali kita makan, guru saya selalu bilang ini nasi akan membuat kamu besar. Cuma butuh waktu. Karena itu fisik saya kecil karena pada masa pertumbuhan kita tidak mendapatkan gizi yang baik dengan alasan latihan, sabar, perjuangan. Waktu itu saya bilang ini sekolah sengaja disimpan jauh dari kota karena kota itu neraka, disini kita hidup dengan cara yang benar. Waktu itu saya mau ke Jakarta untuk kuliah, saya minta guru saya istikharah buat saya, satu bulan kemudian saya datang dan dia menganjurkan kepada saya untuk kuliah di Jakarta saja di LIPIA, karena LIPIA itu selingkar syurga yang dikelilingi oleh neraka. Itulah pemahaman keagamaan yang kita warisi. Waktu saya kuliah di LIPIA juga belajar syariah namun tetap tidak ada yang mengajarkan kita pemahaman keagamaan yang benar tentang kekayaan. Kedua, karena kita tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang tidak mengajarkan kita dasar-dasar yang benar untuk menegakkan kehidupan. Lihat kurikulum yang  kita pelajari. Tidak satupun yang kita pelajari di sekolah itu  benar-benar kita pakai dalam kehidupan real kita. Sekarang belajar  bahasa Inggris sejak kelas 4 SD sampai Perguruan Tinggi. Tahun pertama  itu 10 tahun, tetapi TOEFL kita tidak bagus-bagus. Padahal bahasa itu adalah sarana komunikasi yang seharusnya menjadi basic. Begitu juga tentang uang. Kita tidak pernah sama sekali belajar disekolah tentang uang. Saya dulu belajar hitung dagang di sekolah tapi itu pelajaran yang paling kita tidak suka. Jadi lingkungan pendidikan kita juga seperti itu. Setelah kita tarbiyah pun hal-hal seperti itu belum diajarkan. Mungkin karena satu hikmah ataupun lainnya yang tidak kita ketahui. Tetapi kalau kita membaca literatur yang ditulis oleh Imam Hasan Al- Banna, sebenarnya perhatian ke arah ekonomi itu justru malah  lebih  besar  dari  awalnya.  Bahkan  muncul  gagasan  ekonomi Islam itu adalah anjuran dari beliau. Salah satu rintisan dari beliau untuk memperbaiki kehidupan ekonomi ummat Islam. Oleh karena itu saya  menganjurkan kepada ikhwah di kaderisasi untuk segera membuat materi tatsqif tentang uang, karena itu perlu. Ketiga, karena kita ini memiliki ciri-ciri orang miskin dalam kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri orang miskin&lt;/span&gt;: Pertama, orang miskin itu tidak pernah bermimpi jadi orang kaya. Kalau kita baca buku The Millionaire Mind (pemikiran milioner), di dalam buku tersebut disebutkan fakta bahwa di kalangan orang miskin itu berkembang ide-ide yang membuat mereka itu miskin. Salah satunya karena memang mereka tidak punya mimpi jadi orang kaya. Waktu sekolah saya pernah ikut kursus keterampilan membuat sepatu, jadi saya bisa membuat sepatu. Karena kita mindset-nya disiapkan untuk menjadi buruh, kalau tidak bisa menjadi guru bahasa Arab akhirnya menjadi tukang sepatu. Kita lihat rintisannya. Jadi kita tidak pernah punya mimpi untuk menjadi kaya. Contohnya, kalau kita lihat orang pakai mobil Mercy, tidak pernah terpikir oleh kita kalau kita juga ingin punya mobil Mercy. Yang terpikir oleh kita adalah tega-teganya orang ini pakai Mercy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali Ketua Majelis Syuro membangun rumah, banyak sekali ikhwah yang protes. Saya bilang kenapa kalian protes. Dia pinjam uang antum. Saya datang ke rumahnya, Masya Allah rumahnya bagus. Ya Allah berikanlah saya model rumah yang seperti ini. Kalau kita melihat mobil bagus, rumah bagus, hinggap sebentar di mobil itu, sapu baik-baik lalu berdo’alah. Ketika tinggal di rumah mertua, saya bisa tinggal di tempat yang luasnya beberapa ribu meter. Cuma saya bilang, saya tidak ingin didominasi oleh mertua. Jadi setelah menikah saya bilang saya mau keluar dari rumah ini. Kata mertua saya, “Kamu mau tinggal dimana?” Itu urusan saya, satu tahun saya sudah tinggal di sini. Saya keluar. Lalu saya kontrak rumah. Rumah saya itu mirip kandang ayam, triplek-triplek saja. Ada 3 petak rumah, kalau kita bersin disini akan terdengar oleh semua tetangga. Lantainya sebagian itu berupa tanah dan saya pun tidak punya kasur. Saya punya kasur setelah anak ke-3 saya lahir. Istri saya kalau sudah hari Sabtu atau Minggu mengajak  pulang. Saya tahu dia ingin balik ke sana, Tapi kita belajar menata  hidup kita sendiri, tidak tergantung dari orang. Setiap hari saya lewat di depan sebuah rumah besar halamannya luas. Kalau saya lewat rumah itu saya berjalan pelan-pelan sambil menunggu bis dari Al-Manar. Saya melewati rumah itu yang terletak di pojok halaman yang luas dan ada banyak pohon-pohonan. Saya usap itu temboknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah rumah itu menjadi rumah saya. Apabila saudara antum punya mobil, antum jangan marah padanya. Jangan Tanya uangnya dari mana. Jangan Tanya seperti itu. Antum pegang mobilnya, usap-usap mobilnya. Sekarang kalau saya mau ke DPP tiap hari lewat Menteng, lewati rumah yang bagus-bagus, disitu juga ada masjid yang besar bernama Sunda Kelapa. Saya suka berdo’a juga disitu. Ya Allah, saya ingin tinggal disamping masjid ini, bagaimana caranya atur ya Allah. Syurga aja kita pinta, apalagi rumah. Suatu waktu saya pernah naik private jet punya Abu Rizal Bakrie waktu itu jauh sebelum era partai karena saya suka ceramah di rumahnya. Kita pergi naik private jet nya. Enak juga naik private jet. Saya berdo’a juga disitu. Saya juga ingin yang seperti ini karena enak. Syurga aja kita pinta apalagi seperti ini. Kemarin Muraqib ’Am ditanya oleh kader. Kadernya protes, “Ustadz Hilmi anggota dewannya sudah mulai pada borju semuanya. Di jawab oleh ustadz Hilmi mereka tidak borju cuma menyesuaikan penampilan dengan lingkungan pergaulannya. Jadi kalau ikhwah pada kaya-kaya saya juga bahagia. Saya paling senang kalau ada ikhwah yang punya private jet, perlu didorong itu. Jadi kita tidak perlu belanja tiket lagi kalau ingin ke Riau. Tidak terikat dengan jadwal penerbangan regular. Dan saya Tanya harga private jet itu, setidak-tidaknya kita sudah tahu harga private jet itu. Sewaktu-waktu saya naik mobil Land Cruiser punya teman saya, mobil saya Kijang. Saya bilang mobilmu lebih enak dari mobil saya. Dia bilang kenapa. Saya bilang saya pikir mobil saya itu lebih enak dimuka bumi, ternyata mobil bapak lebih enak. Memang mobil kamu apa, saya jawab Kijang. Dia bilang, “Oh itu mobil masa lalu saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter orang miskin itu harus kita hilangkan, itu sebabnya kita miskin. Karena tidak punya mimpi menjadi orang kaya. Kedua, kita  ini umumnya tidak ulet. Senang difasilitasi. Dan, ada karakter yang  buruk di Melayu, pada umumnya senang diberi hadiah daripada memberi  hadiah. Bahagia dan bangga kalau ditraktir makan daripada kalau mentraktir makan. Kalau kita ingin menjelaskan orang Cina lebih kaya  dibanding kita di negeri ini, karena dia lebih rajin bekerja. Saya  pernah mengisi pelatihan di Telkom, saya suruh tulis mimpi-mimpi mereka  semua. Saya kasih kertas besar, mereka menulis dan menggambar. Hampir  semua mereka membuat gambar yang sama. Sebuah rumah disampingnya ada  sawah-sawah, disampingnya ada masjid, kemudian ada pesawat terbang dan  ada ka’bah. Saya harus menjelaskan. Dia bilang  nanti  saya  berharap   insya Allah sudah naik haji sebelum pensiun, setelah pensiun nanti saya punya rumah di desa di sampingnya ada sawah-sawah, disampingnya  lagi ada masjid. Jadi dia ibadah kerjanya. Saya bilang bapak pensiun umur berapa. Dia bilang 55 tahun. Mau menghabiskan sisa umur di desa di samping masjid dan di samping sawah. Kalau bapak diberi umur 80 tahun oleh Allah SWT berapa sisa umur bapak, 25 tahun akan bapak habiskan disamping sawah. Begitu cara kita berfikir, kita menghindari tantangan. Saya pernah ceramah di Direktur BULOG, dia mau pensiun dini, dia tinggalnya di Patra Kuningan dekat rumahnya Pak Habibie. Saya diminta mengisi ceramah di rumahnya tentang menajemen harta untuk lansia. Yang hadir itu angkatan 63 UGM dari Fakultas Ekonomi semuanya. Saya bilang bapak setelah pensiun nanti mau tinggal dimana. Dia bilang mau balik ke kampung halamannya di Solo. Saya Tanya Solonya dimana. Dia bilang agak ke pinggir sedikit. Dia sudah punya rumah di sana, di sampingnya ada sawah-sawah, ada masjid, persis seperti gambar orang Telkom itu. Saya bilang kenapa tidak tinggal di Jakarta. Dia bilang siapa yang bisa tahan tinggal di Jakarta setelah pensiun. Biaya mahal, anak saya sedang pada kuliah semuanya saya tidak kuat nanggung. Coba kita lihat waktu pendapatan kita berkurang yang kita lakukan itu adalah mereduksi dan mengurangi kegiatan kita supaya kita menyesuaikan diri dengan pendapatan, seharusnya ketika pendapatan kita berkurang bukan kegiatan yang kita reduksi tapi yang kita lakukan adalah tetap memperbanyak kegiatan dan menambah pendapatan. Jadi saya bayangkan kalau bapak di kasih umur 80 tahun, bapak akan tinggal di kampung itu selama 25 tahun. Sekarang saya coba menghayal-hayal kira-kira jadwal hariannya seperti apa. Jam 3 insya Allah dia akan bangun qiyamul lail sampai subuh dia sudah tidak tidur karena orang kalau sudah diatas 40 tahun kebutuhan tidurnya sebetulnya cuma 2 jam, setelah subuh mungkin dia nanti wirid, setelah itu dia pergi jalan pagi, mungkin aktifitas jalan pagi dan lainnya selesai jam 7. Setelah itu dia  mandi  lalu  sarapan  dia  baca  Koran.  Katakanlah  selesai  jam  9. Setelah itu dia shalat dhuha. Setelah itu tanda Tanya karena tidak ada kegiatan yang dia lakukan. Lalu masuk waktu zuhur sebelumnya dia punya waktu 3 jam, setelah itu dia makan siang setelah itu dia bangun tidur siang, bangun ketika ashar. Ashar sampai maghrib dia lakukan duduk-duduk di teras minum kopi sambil memandang sawah. Sebelum maghrib dia mandi, setelah maghrib dia makan malam sampai isya mungkin dia mengaji. Setelah shalat isya melihat televisi sebentar setelah itu dia tidur lagi. Kita lihat tidak ada waktunya yang produktif. Orang ini 25 tahun menunggu kematian. Kematian itu tidak perlu ditunggu nanti dia akan datang sendiri kenapa kita tunggu-tunggu dia. Kita lihat cara kita merencanakan hidup. Seharusnya di usia seperti itulah kita bekerja makin giat karena jadwal kita makin  dekat.  Kematian  kita  makin  dekat  bukan makin terserah tetapi  begitulah pikiran yang ada pada orang-orang miskin, orang-orang ini  tidak ulet, menghindari tantangan, tidak ingin kerja keras. Karena itu  rata-rata jadwal kerja orang miskin itu dibawah 8 jam.  Sementara jadwal kerja orang kaya itu diatas 15 jam. Wajar kalau mereka  jadi kaya karena jam kerja mereka juga banyak.&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://pengusahapks.wordpress.com/2011/05/26/uang-iii/"&gt;http://pengusahapks.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Uang (edisi ke-04)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS di masa yang akan datang tidak bisa mengendalikan kehidupan ini semuanya kalau hanya berkuasa di Negara tetapi tidak menguasai pasar. Tidak mungkin. Sekarang ini kita akan menemukan secara individu, banyak individu yang lebih kaya dari Negara. Oleh karena itu gabungan dari beberapa individu justru dapat dengan mudah mengintervensi Negara dan memiskinkan Negara. Kalau kita hanya masuk ke dewan, padahal dewan itu hanyalah bagian kecil dalam panggung Negara, masih ada eksekutif masih ada yudikatif. Kita hanya punya sedikit di dewan itu, dan di dewan itu masih sedikit pula. Kita lihat daerah kekuasaan kita, dakwah ini ke depan hanya bisa menekan, menguasai, mengendalikan situasi kalau kita punya orang yang terdistribusi secara merata, memimpin Negara, memimpin civil society, dan memimpin pasar. Baru kita akan digjaya sebagai sebuah gerakan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bagaimana kita memulai membangun kehidupan financial kita. Pertama, perbaiki ide kita tentang uang. Ide itu adalah wilayah kemungkinan, “space of possibility”. Semua yang menjadi mungkin dalam ide kita pasti akan menjadi mungkin dalam realita. Ide itu adalah tempat penciptaan pertama sedangkan realitas itu adalah tempat penciptaan kedua. Jadi tidak ada realitas yang terjadi dalam kehidupan ini tanpa sebelumnya tercipta pertama kali dalam ide-ide kita. Sebelum pesawat terbang itu di ciptakan yang pertama kali dahulu adalah ide bagaimana manusia dapat terbang seperti burung. Jadi begitu sesuatu jadi mungkin dalam ide kita, ia bisa menjadi mungkin dalam kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang perbaikilah ide-ide kita tentang uang. Belajarlah utuk mempunyai mimpi besar tentang uang. Belajarlah untuk membuat daftar rencana, Insya Allah ketika saya meninggal nanti sayamewariskan sekian banyak uang. Buatlah step ide ini luas. Karena kalau space of possibility kita ini luas maka space of reality kita jadi luas. Kalau kita lihat mobil, belajarlah mempunyai selera yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya ide-ide ini tumbuh dengan baik kita perlu dari sekarang membaca sebuah buku tentang uang. Bacalah buku diantaranya The  Millionaire Mind, ada dua buku yang ditulis oleh penulis yang sama  karena ini adalah risetnya. Selanjutnya The Millionare Dead. Ini adalah  penelitian yang dilakukan terhadap cara berpikir orang-orang kaya yang ada di Amerika. Kemudian buku One Minute Millionaire (Bagaimana menjadi Milliuner dalam 1 menit) dan ini juga punya website, kita bisa masuk websitenya, mereka punya psikotest kalau kita ingin mengetahui apakah kita punya talenta jadi orang kaya atau tidak. Alamat websitenya &lt;a href="http://www.oneminutemillionaire.com/"&gt;www.oneminutemillionaire.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang ketiga adalah semua buku Robert T. Kiyosaki. Yang ke-4 ini buku lama tapi termasuk buku-buku awal yang dibaca orang tentang uang yaitu buku yang ditulis oleh Napoleon Hill, Think and Grow Rich, Berfikir dan menjadi Kaya. Buku terakhir ini adalah buku yang sangat lama karena diterbitkan pada tahun 80-an dan ditulis tahun 70-an, tapi menurut saya, saya rasa masih relevan untuk dibaca. Ini buku-buku dasar semuanya bagi pemula. Dan saya rasa penting juga untuk mendapatkan landasan syar’i yang bagus tentang hal ini apabila kitabaca juga buku yang ditulis oleh syeikh Yusuf Qordlowi tentang nilai-nilai moral dalam ekonomi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaiki dahulu ide kita tentang uang, perbaiki tsaqafah tentang uang  dan mulailah mempunyai mimpi besar untuk menjadi orang kaya,  supaya kita Insya Allah naik derajatnya dari amil zakat menjadi  muzakki. Supaya kita datang kepada orang jangan lagi bawa proposal, itu  yang benar. Sering-seringlah ke tempat-tempat mewah, jalan-jalan saja  untuk memperbaiki selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya 1 halaqah yang terdiri dari anak-anak LIPIA. Mereka datangnya dari kampung, dari pesantren semuanya. Saya tahu mereka membawa background, di backmind-nya itu ada psikologi orang kampung yang tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya. Saya Tanya kamu nanti setelah selesai dari LIPIA mau kemana? Mereka bilang Insya Allah kita mau pulang ke kampung mengajar ma’had, mengajar bahasa Arab. Suatu hari saya ajak mereka, hari ini tidak liqa’, tetapi saya tunggu kalian di Hotel Mulia. Saya ada di suatu tempat dan mereka tidak melihat saya. Saya suruh mereka berdiri di lobby. Mereka datang pakai ransel karena mahasiswa datang pakai ransel, diperiksa lama oleh security, karena penampilannya sebagai orang miskin dicurigai membawa bom. Saya lihat dari atas. Itu masalah strata, kalau antum datang pakai jas dan dasi tidak ada yang periksa antum di situ, karena yang datang pakai ransel tampang kumuh. Kemudian mereka bertanya dimana antum ustadz, saya bilang antum tunggu saja disitu. Saya dekat mereka tapi mereka tidak bisa melihat, saya hanya memperhatikan apa yang mereka lakukan. Kira-kira 2 jam mereka saya suruh di situ, mondar-mandir di lobby. Minggu depan saya Tanya apa yang antum lihat disana. Orang lalu lalang, jawab mereka. Saya tanya, pertama, apakah ada satu orang yang lalu lalang yang antum lihat  yang mukanya jelek,dia bilang tidak ada. Semuanya ganteng semuanya  cantik-cantik. Jadi ada korelasi antara wajah dan kekayaan. Makin kaya  seseorang makin baik wajahnya. Kedua, ada tidak yang memakai pakaian  yang tidak rapi kecuali antum. Dia bilang tidak ada, semuanya rapi. Jadi  dengan latihan seperti ini pikirannya sedikit  mulai  terbuka.  Karena   ia  membawa  bibit  dalam  pikirannya untuk menjadi orang miskin.  Sekarang Alhamdulillah, mereka bertiga sekarang ini sedang kuliah di UI  ambil S2 Ekonomi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita perbaiki insting kita. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt; kali kita perbaiki tsaqafah kita. Jadi hadirkan buku-buku itu ke dalam rumah dan mulai dari sekarang anak-anak kita juga mulai di ajari tentang uang. Ikutilah kursus-kursus tentang entrepreneurship supaya kita dapat memperbaiki dulu citra kita tentang uang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, menyiapkan diri untuk menjadi kaya. Orang-orang kaya yang bijak itu mempunyai nasehat yang bagus, mereka mengatakan “sebelum anda menjadi kaya latihanlah terlebih dahulu menjadi kaya”. Hiduplah dengan hidup gaya orang kaya. Orang kaya itu optimis. Bagi orang kaya biasanya tidak ada yang susah. Bagi mereka semuanya mungkin, karena itu mereka selalu optimis. Jadi yang harus dihilangkan dari kita adalah pesimis. Saya punya seorang teman sekarang jadi kaya, dia datang ke Jakarta hanya sebagai pelatih karate dan tidak ada duitnya, tapi supaya tidak ketahuan oleh istrinya bahwa dia tidak punya pekerjaan, setiap habis sholat subuh dia pergi lari untuk olahraga, setelah itu dia memakai pakaian rapi lalu keluar rumah. Dia juga tidak tahu mau kemana yang penting keluar rumah. Istrinya tidak tahu kalau dia tidak punya pekerjaan. Nanti di jalan baru ditentukan siapa yang dia temui hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama perbaiki dahulu sirkulasi darah kita, olahraga dulu, supaya wajah segar, makan yang banyak. Banyaklah makan yang enak, daging. Sering-seringlah makan yang enak. Menurut Utsman bin Affan makanan paling enak itu adalah kambing muda. Setiap hari mereka makan kambing muda. Makan yang enak, olah raga yang bagus supaya wajah kita berseri. Syeikh Muhammad Al-Ghozali dalam kitab Jaddid Hayataka mengatakan kenapa orang-orang Barat itu pipinya merah, karena sirkulasi darahnya bagus, gizinya bagus. Sedangkan kita orang-orang Timur kalau ketemu itu auranya pesimis, tidak ada harapan. Biasakanlah kalau orang ketemu kita ada harapan yang terlihat, makanya kalau pilih warna baju pilihlah yang cerah-cerah. Ibnu Taimiyah mengatakan ada hubungan antara madzhab dan batin  kita,  pakaian  apa  yang  kita  pakai  itu  mempengaruhi  kondisi kejiwaan kita. Jangan pakai pakaian orang tua. Ada anak umur 25 tahun pakaiannya pakaian orang tua, bagaimana nanti kalau umurnya 50 tahun pakaiannya seperti apa. Tampillah sebagai anak muda. Cukur rambut yang bagus, cukur kumis yang rapi janggut dirapikan. Rapi, supaya kita kelihatan ada optimisme. Belajarlah sedikit latihan  menatap supaya sorotan mata kita kuat, perlu sedikit latihan menatap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya di pagi hari atau sore hari menjelang matahari terbenam, antum tatap matahari dan tidak berkedip matanya. Kalau bisa antum bertahan 1 menit itu bagus. Latihan saja sendiri. Di dalam kamar ambil lilin, matikan lampu, antum tatap lilin dan matanya tidak berkedip dan tidak berarir. Nanti kalau sudah terbiasa pandangan matanya kuat. Jadi kalau olahraga teratur, sirkulasi  udara bagus, pikiran jadi segar, tsaqafah kita bertambah mulai memakai pakaian yang cerah-cerah. Makanya Rasulullah itu senangnya memakai baju putih. Jangan pakai yang  gelap-gelap  atau  warna  yang  tidak  menunjukkan  semangat hidup. Jangan juga berpenampilan seperti orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar untuk menunjukkan kita ini kelompok orang-orang shaleh kita pakai baju taqwa, itu pakaian orang Cina. Pakailah baju yang segar agar dapat menunjukkan bahwa kita ada semangat. Walaupun anda sudah  berumur  pun  tetap  pakai  pakaian  yang  muda,  jangan berpenampilan tua. Artinya kita harus merendahkan diri, sebab uban tanpa diundang dia akan datang. Jadi tidak perlu menua-nuakan diri dengan sekadar tampil kelihatan dewasa, tua, bijak. Tampillah sebagai anak muda yang gesit dan optimis. Ketiga, bergaullah dengan orang-orang kaya, perbanyak teman-teman antum dari kalangan tersebut. Ini tidak bertentangan dengan hadits yang mengatakan bahwa bab rezeki lihatlah  kepada  yang  dibawah  dan  jangan  lihat  yang  ada  di  atas. Antum tidak sedang tamak ke hartanya, tetapi antum sedang belajar kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu saya suka ceramah di kalangan orang-orang kaya. Waktu saya ceramah di rumahnya Abu Rizal Bakrie yang saat itu sedang berduit-duitnya, saya duduk dalam 1 karpet, ketika krismon pada waktu itu, sekretarisnya bilang pada waktu itu, tahu tidak berapa harga karpet ini. Saya bilang saya tidak tahu, saya pikir sajadah biasa. Dia bilang karpet itu harganya 100 ribu  Dollar. Karpet kecil harganya 1,6 M. Waktu saya selesai ceramah dikasih amplop, amplopnya tipis. Saya bilang sama sekretarisnya. Ini amplop kembalikan kepada dia. Bilang sama beliau saya cuma ingin berkawan dengan dia. Dia belajar agama sama saya, saya belajar dunia sama dia. Kalau saya terima ini, nanti saya dianggap ustadz dan dia tidak dengar kata- kata saya. Saya mau bersahabat dengan dia. Jangan kasih saya amplop lain kali. Supaya kita bergaul. Setiap kali saya datang ke kelompok yang pengusaha kaya itu saya selalu menolak, saya tidak terima ini saya ingin bergauldengan bapak, saya ingin jadi  teman.  Alhamdulillah dari situ saya banyak teman dari kelompok orang- orang kaya, dan kalau datang, kita belajar. Saya bertanya sama mereka kenapa begini, bagaimana caranya, bertanya kita belajar. Memang di jurusan saya dia belajar dari saya kalau ada yang perlu dido’akan panggil saya, bisa. Tapi kan saya tidak punya ilmu bikin duit sebelumnya, saya perlu belajar dari orang  yang ahli. Jadi dalam bab itu saya murid, dalam bab saya dia murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan karena kita sering ceramah, terus semua orang kita anggap murid dalam segala aspek. Saya bergaul dengan orang-orang kaya dan saya belajar dengan mereka. Saya belajar bagaimana caranya bikin duit, bagaimana caranya bikin perusahaan sama-sama dan saya tidak malu. Bergaul dengan mereka itu dari sekarang. Jangan tamak pada hartanya tetapi ambil ilmunya. Jangan minder bergaul dengan orang kaya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal lahirnya reformasi, setelah kalah dalam pemilu 1999, kita Poros Tengah kumpul di rumahnya Fuad Bawazir. Semua orang diam, ada Amin Rais, Yusril, semuanya diam karena malu. Karenanya kita semua kalah, tadinya sombong semua. Pak Amin Rais mengatakan sebelum Pemilu “Nanti Golkar kita lipat-lipat, kita tekuk-tekuk, kita kuburkan di masa lalu”. Tidak tahunya Golkar masih di nomor 2. Partainya Pak Amin rendah perolehan suaranya. Suara umat Islam rendah. Jadi berkumpullah orang-orang kalah ini semua dalam 2 hari. Waktu itu Pak Amin sedang dikejar-kejar terus oleh Dubes Amerika untuk membuat pernyataan bahwa pemenang pemilu legislatif yang paling layak jadi Presiden, tapi Pak Amin menghindar. Jadi saya datang ke rumah Pak Fuad Bawazier. Saya bilang Pak Fuad, saya ini bukan orang politik, saya ini ustadz. Yang saya pelajari dalam syariat kita ini kalau kita sedang kalah seperti ini jalan keluarnya adalah i’tikaf, kita belajar banyak istighfar, tilawah dan seterusnya. Jauhi dulu wartawan, mungkin dosa-dosa kita banyak sehingga kita kalah. Dia bilang bener juga ya. Cuma kalau kita i’tikaf di Indonesia tetap saja diketahui wartawan. Kalau begitu kita umrah. Antum ikut ya dari PKS umrah. 4 orang dari PAN, dari PKS sekitar 3 orang. 4 orang ini naik bisnis first class, sedang kita dikasih ekonomi. Yang beli tiket dia soalnya. Mau diprotes bagaimana. Kita cuma dihargai begini, terima apa adanya dahulu. Tapi waktu itu dengan lugu datang menghadap Pak Fuad. Saya bilang Pak Fuad berapa harga tiket first class. Dia bilang pokoknya 2 kali lipat harga ekonomi. Jadi kalau tiket ekonomi pada waktu itu 1000 Dollar harga first class itu sekitar 2000 Dollar. Kenapa kita tidak sama-sama saja di kelas ekonomi, dan selisihnya kita infaqkan untuk orang miskin. Ini kan masyarakat kita lagi susah. Dia ketawa dia bilang ya akhi, nanti ana infaq lagi insya Allah untuk orang faqir, tapi ana tolong dong di first class tidak mungkin ana turun di kelas bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  tidak  tahu  apa  nilai  yang  berkembang  pada  orang  kaya,  kenyamanan itu adalah nilai pada mereka. Mereka menghemat energi,  tenaga. Dan, angka besar pada kita itu angka kecil bagi mereka. Uang 1  Milyar 2 Milyar itu uang jajan. Kalau kita, belum tentu punya tabungan  sampai mati seperti itu. Itu masalah cita rasa. Cita rasa pada orang  kaya itu berbeda. Ini yang kita pelajari, yang dianggap besar oleh  mereka adalah ini. Dengan begitu kita menjiplak sedikit emosinya. Karena  dalam pergaulan itu, kalau kita bergaul dengan seseorang itu, kalau  bukan api dia parfum. Kalau dia parfum dia menyebarkan wangi, kalau dia api menyebarkan panas. Orang jahat itu api, kalau antum dekat-dekat akan menyebarkan panas. Orang baik itu parfum, kalau antum dekat-dekat setidak-tidaknya bau badan kita tertutupi oleh parfum tersebut. Jadi ikut-ikut karena kita perbaiki selera. Jadi kalau antum punya waktu kosong jalan-jalanlah ke mall, lihat-lihat orang kaya tidak usah belanja, lihat-lihat saja dulu, memperbaiki selera. Datanglah ke showroom mobil, datang ke pameran mobil. Lihat-lihat, pegang-pegang.  Rajinlah  berdo’a. Bergaullah dengan orang kaya Selain itu, rajinlah berinfaq walaupun kita miskin. Gunanya apa? Supaya antum tetap menganggap uang itu kecil dan supaya tidak ada angka besar dalam fikiran kita. Misalnya kita punya 10 juta, infaqkan. Supaya antum meneguhkan, mesti ada yang lebih besar dari ini. Jadi angka itu terus bertambah di kepala kita, walaupun dalam kenyataannya belum. Tetapi dengan berinfaq seperti itu, kita memperbaiki cita rasa kita tentang angka. Bukan sekedar dapat pahala tetapi efek tarbawi-nya bagi kita akan bertambah terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita belum pernah merasakan bagaimana menginfaqkan mobil, sekali waktu kita berusaha untuk menginfaqkan mobil. Begitu antum punya uang sedikit terus berinfaq, terus seperti itu kita latih sampai menjaga jarak. Kita membuat sirkulasi jadi bagus. Kelima adalah mulailah melakukan bisnis real. Terjun ke dalam bisnis secara langsung. Karena Rasulullah SAW mengatakan 9 per 10 rezeki itu ada dalam hal perdagangan. Saya juga ingin menasehati ikhwah-ikhwah yang sudah jadi  anggota DPR dan DPRD, jangan mengandalkan mata pencaharian dari gaji  DPR dan DPRD. Itu bahaya. Sebab belum tentu kader-kader di Riau  ini   nanti  masih  menginginkan Pak Khairul untuk periode selanjutnya.  Belum tentu juga juga jama’ah menunjuk kita lagi sebagai anggota dewan,  padahal gaya hidup sudah berubah. Anak-anak kita kalau kenalan dengan  orang, bapak saya anggota dewan padahal itu hanya sirkulasi. Jadi setiap  kali kita mendapatkan pendapatan dari gaji karena  pekerjaan  seperti   ini,  kita  harus  hati-hati  itu  bahaya.  Jadi pendapatan paling bagus  itu tetap dari bisnis. Oleh karena itu, mulai sekarang itu belajarlah  terjun ke dunia bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh bangun waktu bisnis tidak ada masalah, terus saja belajar. Tidak ada juga orang langsung jadi kaya. Yang antum perlu terus berbisnis. Begitu juga dengan para ustadz, teruslah bisnis. Begitu juga dengan seluruh pengurus DPW-DPD dan seterusnya. Teruslah berbisnis. Lakukan bisnis sendiri sekecil-kecilnya. Tidak boleh tidak. Itulah sumber rezeki yang sebenarnya. Kalau antum mau kaya sumbernya adalah dagang. Rezeki itu datangnya dari 20 pintu, 19 pintu datangnya dari pedagang dan hanya 1 pintu untuk yang bekerja dengan keterampilan tangannya, yaitu professional. Misalnya akuntan itukan  professional, pekerja pintar, tapi kalau sumber rezekinya satu makanya  uangnya terbatas. DPR juga begitu sumbernya satu, yakni gaji bulanan itu  hanya 5 tahun. Itu pun kalau tidak di PAW sebelumnya. Jadi kalau saya ketemu dengan ikhwah dari dewan, hati-hati jangan sampai  mengandalkan mata pencaharian dari situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu potongan dari DPP, DPW, DPD juga besar. Untuk ma’isyah sendiri kita harus cari sumber lain. Waktu kita terjun ke bisnis, kita pasti gagal. Gagal pertama, gagal kedua, gagal ketiga, gagal keempat tapi teruslah jangan pernah putus asa. Saya punya partner bisnis. Dia mulai bisnis umur 16 tahun, semua jenis pekerjaan sudah dia lakukan. Pada suatu waktu dia mempunyai 38 perusahaan tapi dari 38 perusahaan ini hanya 6 yang menghasilkan uang. Kita lihat berapa ruginya. Jadi seringkali kita salah pandang terhadap orang kaya. Kita pikir tangan dingin semua yang disentuh jadi uang. Ternyata tidak juga. Jadi hal-hal seperti itu harus kita hadapi secara wajar jangan shock kalau rugi. Jangan berfikir dengan berdagang antum akan cepat kaya, yang menentukan antum cepat berhasil dalam dagang itu adalah secepat apa antum belajar. Cara belajar itu ada dua: baca buku atau sekolah atau bergaul dengan orang-orang sukses, nanti kalau sudah baca buku sudah bergaul dengan orang sukses masih gagal juga. Teruslah berdagang, teruslah bergaul, teruslah seperti itu karena setiap orang tidak tahu kapan saatnya dia ketemu dengan momentum lompatannya. &lt;p&gt;TAMAT&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://pengusahapks.wordpress.com/2011/05/31/uang-edisi-4/"&gt;http://pengusahapks.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/style="text-align:&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-3824779472313850766?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/3824779472313850766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=3824779472313850766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3824779472313850766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3824779472313850766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/06/uang.html' title='= UANG ='/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2Ye4UNmiBvw/TgDoiyfO57I/AAAAAAAABo0/YYbmh8VnsXY/s72-c/hm-anis-matta-fmb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-6653843577046976161</id><published>2011-06-15T08:22:00.004+07:00</published><updated>2011-06-15T08:38:04.314+07:00</updated><title type='text'>= Adab =</title><content type='html'>Ikhwah Fillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Bu4ABZkWxtU/TfgMoKmubNI/AAAAAAAABok/Z_g5ZWZF8M4/s1600/adab.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 105px; height: 80px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Bu4ABZkWxtU/TfgMoKmubNI/AAAAAAAABok/Z_g5ZWZF8M4/s400/adab.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618254419325775058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada zaman salafus sholeh, ada  seseorang yang selalu mengikuti pengajian &lt;span id="lw_1308100569_3" class="yshortcuts"&gt;Imam Abu Hanifah&lt;/span&gt;. Pada suatu saat, setelah pulang  mukanya kelihatan kusut dan kecewa. Ditanya oleh ayahnya, kenapa mukanya begitu,  yaitu muka kecewa, apakah Imam Abu Hanifah itu sakit? kata orang itu bagaimana  tidak kecewa, biasanya sekali pertemuan Imam Abu Hanifah membahas paling tidak  70 masalah Fiqh, tapi hari ini hanya membahas 1 Adab, kecewa lah,kata orang itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian ayahnya menjawab : &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Wallahi ya bunayya&lt;/span&gt; (Demi Allah wahai anakku), &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;La  adabun wahidun 'allamtahu min Abi Hanifah ahabbu ilayya min anta ta'allama minhu  sab'iina masalatan minal fiqh&lt;/span&gt; (sungguh satu pelajaran adab yang engkau pelajari  dari Imam Abu Hanifah, lebih aku cintai dari pada engkau mempelajari 70 masalah  fiqh ),&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ikhwah FiLLah, bagi ayahnya yang surprise itu adalah karena dia balajar  tentang Adab. Karena jika ahli Fiqh, tetapi tidak mempunyai adab, maka itu  berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ikhwah FiLLah, Manusia sosial merupakan keniscayaan. &lt;span id="lw_1308100569_4" class="yshortcuts"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; Khaldun dalam muqoddimahnya  mengatakan bahwa manusia dilahirkan dalam sebuah masyarakat dan tidak dapat  hidup kecuali dalam sebuah masyarakat. Hidup bersama ini jelas akan memunculkan  interaksi-interaksi dan hubungan 2 antar individu serta berbagai perselisihan yang mucul  sebagai dampak interaksi tersebut. Sehingga bagaimana adab ini bisa meminimalkan  dampak2 tersebut dan menjadikan hubungan antar manusia menjadi sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya masalah adab ini kurang menarik dan membosankan. Tetapi adab ini  sangat penting dalam kehidupan berjama'ah dan sosial. mungkin masalah adab ini saat ini perlu kita sama2 pelajari dan amalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adab istri terhadap suami, adab anak kepada orang tua. Adab memberikan nasehat,  adab mendengar, adab berbicara, bertetangga, adab murid terhadap guru, adab  sesama muslim, ada bertamu, adab menerima tamu, adab di jalan, adab berbeda  pendapat, dan lain-lain. &lt;span id="lw_1308100569_5" class="yshortcuts"&gt;Imam Al Bukhari&lt;/span&gt;  sendiri menulis buku khusus tentang adab, yaitu adabul mufrod, adab bagi seorang  muslim dan bab pertama adalah adab terhadap orang tua. Dalam sebuah jama'ah ada  adab ta'amul fil jama'ah, antara lain adalah adab kepada murobbi, adab sesama  ikhwah, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-YcUHuXudsUc/TfgM0v-qjRI/AAAAAAAABos/crPUh1dwagQ/s1600/adab-80.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 178px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YcUHuXudsUc/TfgM0v-qjRI/AAAAAAAABos/crPUh1dwagQ/s320/adab-80.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618254635516726546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Semoga &lt;span id="lw_1308100569_6" class="yshortcuts"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt;  memberikan taufiq dan hidayah kepada kita untuk bisa menjaga dan mengamalkan  adab2 islam ini sehingga hubungan antara sesama muslim, hubungan suami istri,  hubungan keluarga, hubungan sesama manusia hubungan sesama ikhwah, bisa baik dan  indah. Semoga Allah SWT memberikan kita kebesaran hati, kelapangan jiwa untuk  tetap dalam berjama'ah dan masyarakat walaupun itu pahit. Karena ketika kita  bergaul dengan manusia, maka kita juga bergaul dengan kekurangan mereka dan aib  mereka. Karena tidak ada manusia yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fudhail bin Iyadh mengatakan,  siapa yang ingin bersaudara yang tidak memiliki aib tanpa kekurangan, ia takkan  memiliki saudara. Abu Darda r.a mengatakan"Kata-kata keras dan kasar dari  seorang saudara itu lebih baik daripada engkau kehilangan seorang saudara".  Rasulullah SAW bersabda, "Seorang muslim yang berbaur dengan manusia lalu ia  bersabar atas perilaku buruk mereka, lebih baik dari pada orang yang tidak  berbaur dengan manusia dan tidak sabar atas perilaku buruk mereka"(HR Ahmad dan  Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang ini berat. Sungguh ini tidak mudah. Tapi, semoga usaha kita  di nilai mujahadah dalam rangka tetap bersama jama'ah. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;/span&gt;&lt;span id="lw_1308100569_1" class="yshortcuts" _yuid="yui_3_1_1_3_130810019418887"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;liqoperth@googlegroups.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lw_1308100569_1" class="yshortcuts" _yuid="yui_3_1_1_3_130810019418887"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lw_1308100569_1" class="yshortcuts" _yuid="yui_3_1_1_3_130810019418887"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-6653843577046976161?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/6653843577046976161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=6653843577046976161' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/6653843577046976161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/6653843577046976161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/06/adab.html' title='= Adab ='/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Bu4ABZkWxtU/TfgMoKmubNI/AAAAAAAABok/Z_g5ZWZF8M4/s72-c/adab.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-5335028482853672688</id><published>2011-06-13T15:31:00.002+07:00</published><updated>2011-06-13T15:35:45.518+07:00</updated><title type='text'>^_^ Menebar Senyum Dalam Pusaran Waktu ^_^</title><content type='html'>coba resapi lagi nuansa kelembutan&lt;br /&gt;saat sentuhan angin melambai dalam belaian&lt;br /&gt;kali ini biarlah melebur segala kerisauan&lt;br /&gt;tak melemah karna berkecamuk perasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;surya yang menguning adalah warna pasti&lt;br /&gt;demikian adanya meski yak pernah dinanti&lt;br /&gt;jika sejenak berarlih bukan berarti selamanya mati&lt;br /&gt;hanya beranjak tiada kehendak hapus arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejenak pergi sebab telah terikat jalur rotasi&lt;br /&gt;tak bisa memberi sinar hanya pada satu sisi&lt;br /&gt;tiap titik terangnya diharap sejuta dimensi&lt;br /&gt;lembaran hidup beraneka juga butuh terisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih ada rembulan menyimpan cahaya kecil&lt;br /&gt;sedikit dari kemegahan mentari&lt;br /&gt;untuk membagi sketsa keindahan meskipun secuil&lt;br /&gt;hingga terselesaikan tugas malam memasang kail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZwG_lINK2SM/TfXLxBVUl5I/AAAAAAAAAKw/2NV7UXcvsLg/s1600/senyum.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 302px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZwG_lINK2SM/TfXLxBVUl5I/AAAAAAAAAKw/2NV7UXcvsLg/s400/senyum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617620153246455698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Epilog....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika pagi datang lagi menuntun sang surya&lt;br /&gt;telah terjaring ribuan impian bertabur cahaya&lt;br /&gt;keyakinan pada nyata bahagia memecah cahaya&lt;br /&gt;cerah MENGUKIR SENYUM hingga usia baya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nikmati saja putaran waktu seperti melukis senja&lt;br /&gt;sedikit menggores jingganya dengan makna bersahaja&lt;br /&gt;siap... menyambut gelap tanpa pucuk resah meraja.&lt;br /&gt;sebab, sepanjang siang menabur senyum dengan sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;)I(Abu AmrulHaq)I(&lt;br /&gt;dalam sebuah persinggahan mengejar sales 75 juta.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=225732384123220&amp;amp;set=a.151662561530203.28528.100000593797483&amp;amp;type=1&amp;amp;ref=notif&amp;amp;notif_t=photo_comment_tagged&amp;amp;theater"&gt;www.facebook.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-5335028482853672688?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/5335028482853672688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=5335028482853672688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5335028482853672688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5335028482853672688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/06/menebar-senyum-dalam-pusaran-waktu.html' title='^_^ Menebar Senyum Dalam Pusaran Waktu ^_^'/><author><name>Ono Jurnal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07178588784367745028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TC9Q8XpB0-I/AAAAAAAAAG0/qe4_QhPFrPs/S220/abiNchild.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZwG_lINK2SM/TfXLxBVUl5I/AAAAAAAAAKw/2NV7UXcvsLg/s72-c/senyum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-7265760579944188197</id><published>2011-06-07T16:11:00.003+07:00</published><updated>2011-06-08T16:18:27.302+07:00</updated><title type='text'>(Resensi Buku) Delapan Mata Air Kecemerlangan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-u4kgW9GwpdQ/Te3sXpRMrEI/AAAAAAAABoc/n8dXTIfSZ5o/s1600/Delapan_Mata_Air_Kecemerlangan.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-u4kgW9GwpdQ/Te3sXpRMrEI/AAAAAAAABoc/n8dXTIfSZ5o/s400/Delapan_Mata_Air_Kecemerlangan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615404201360010306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh : &lt;strong&gt;M Anis Matta, LC&lt;/strong&gt;&lt;div class="contentArticle"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Islam  datang dengan 2 pesona; pesona kebenaran yang abadi dan pesona manusia  muslim yang temporal. Dan pada setiap momentum sejarah di mana kedua  pesona itu bertemu, Islam selalu berada di puncak kekuatan dan  kejayannya. Akan tetapi, itulah masalah Islam saat ini. Ia memang tidak  akan pernah kehilangan pesona kebenarannya, karena kebenarannya bersifat  abadi. Namun, ia kini masih kehilangan pesona manusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku  Delapan Mata Air Kecemerlangan ini merupakan upaya Anis Matta menjawab  problematika itu. Untuk menjadikan muslim sebagai pesona Islam, maka  kita harus mempertemukan manusia-manusia muslim itu dengan mata air  kecemerlangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Air Pertama: Konsep Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep  diri adalah suatu kesadaran pribadi yang utuh, kuat, jelas, dan mendalam  tentang visi dan misi hidup; pilihan jalan hidup beserta prinsip dan  nilai yang membentuknya; peta potensi; kapasitas dan kompetensi diri;  peran yang menjadi wilayah aktualisasi dan kontribusi; serta rencana  amal dan karya unggulan. Konsep Diri menciptakan perasaan terarah dalam  struktur kesadaran pribadi kita. Keterarahan adalah salah satu mata air  kecemerlangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Diri manusia Muslim adalah kesadaran yang  mempertemukan antara kehendak-kehendaknya sebagai manusia; antara model  manusia Muslim yang ideal dan universal dengan kapasitas dirinya yang  nyata dan unik, antara nilai-nilai Islam yang komprehensif dan integral  dengan keunikan-keunikan pribadinya sebagai individu; antara ruang aksi  dan kreasi yang disediakan Islam dengan kemampuan pribadinya untuk  beraksi dan berkreasi; dan antara idealisme Islam dengan realitas  pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Air Kedua: Cahaya Pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan,  perbaikan, dan pengembangan kepribadian harus selalu dimulai dari  pikiran kita. Sebab, tindakan, perilaku, sikap, dan kebiasaan kita  sesungguhnya ditentukan oleh pikiran-pikiran yang memenuhi benak kita.  Bukan hanya itu, semua emosi atau perasaan yang kita rasakan dalam jiwa  kita seperti kegembiraan dan kesedihan, kemarahan dan ketenangan, juga  ditentukan oleh pikiran-pikiran kita. Kita adalah apa yang kita  pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kekuatan kepribadian kita akan terbangun saat  kita mulai memikirkan pikiran-pikiran kita sendiri, memikirkan cara kita  berpikir, memikirkan kemampuan berpikir kita, dan memikirkan bagaimana  seharusnya kita berpikir. Benih dari setiap karya-karya besar yang kita  saksikan dalam sejarah, selalu terlahir pertama kali di sana: di alam  pikiran kita. Itulah ruang pertama dari semua kenyataan hidup yang telah  kita saksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Air Ketiga: kekuatan Tekad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad  adalah jembatan di mana pikiran-pikiran masuk dalam wilayah fisik dan  menjelma menjadi tindakan. Tekad adalah energi jiwa yang memberikan  kekuatan kepada pikiran untuk merubahnya menjadi tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran  tidak akan pernah berujung dengan tindakan, jika ia tidak turun dalam  wilayah hati, dan berubah menjadi keyakinan dan kemauan, serta kemudian  membulat menjadi tekad. Begitu ia menjelma jadi tekad, maka ia  memperoleh energi yang akan merangsang dan menggerakkan tubuh untuk  melakukan perintah-perintah pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tekad itu kuat dan  membaja, maka tubuh tidak dapat, atau tidak sanggup menolak  perintah-perintah pikiran tersebut. Akan tetapi, bila tekad itu tidak  terlalu kuat, maka daya rangsang dan geraknya terhadap tubuh tidak akan  terlalu kuat, sehingga perintah-perintah pikiran itu tidak terlalu  berwibawa bagi tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kekuatan dan kelemahan  kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh sebesar apa tekadnya, yang  merupakan energi jiwa dalam dirinya. Tekad yang membaja akan meloloskan  setiap pikiran di sleuruh prosedur kejiwaan, dan segera merubahnya  menjadi tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Air Keempat: Keluhuran Sifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  akhirnya semua kekuatan internal –kosep diri, pikiran dan tekad- yang  telah kita bangun dalam diri kita, haruslah bermuara pada munculnya  sifat-sifat keluhuran. Kecemerlangan seseorang di dalam hidup  sesungguhnya berasal –salah satunya- dari mata air keluhuran budi  pekertinya. Dari mata air keluhuran itu, semua nilai-nilai kemanusiaan  yang mulia terjalin menjadi satu kesatuan, dan menampakkan diri dalam  bentuk sifat-sifat terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat itulah yang akan tampak  di permukaan kepribadian kita, mewakili keseluruhan pesona kekuatan  kepribadian yang kita miliki, yang sebagiannya terpendam di kedalaman  dasar kepribadian kita. Kekuatan pesona sifat-sifat keluhuran itu  seperti sihir, yang akan menaklukkan akal dan hati orang-orang yang ada  di sekitarnya, atau yang bersentuhan dengannya secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap  sifat memiliki akar tersendiri yang terhunjam dalam di kedalaman  pikiran dan emosi kita. Seperti juga pohon, sifat-sifat itu tersusun  sedemikian rupa di mana sebagian mereka melahirkan sebagian yang lain.  Ada sejumlah sifat-sifat tertentu yang berfungsi seperti akar pada  pohon, yang kemudian tumbuh berkembang menjadi batang, dahan dan  ranting, daun dan buah. Demikianlah kita tahu bahwa semua sifat  keluhuran berakar pada lima sifat: cinta kebenaran, kesabaran, kasih  sayang, kedermawanan, dan keberanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Air Kelima: Manajemen Aset Fundamental&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obsesi-obsesi  besar, pikiran-pikiran besar, dan kemauan-kemauan besar selalu  membutuhkan daya dukung yang juga sarana besarnya. Salah satunya dalam  bentuk pengelolaan dua aset fundamental secara baik, yaitu kesehatan dan  waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisik adalah kendaraan jiwa dan pikiran.  Perintah-perintah pikiran dan kehendak-kehendak jiwa tidak akan  terlaksana dengan baik, bila fisik tidak berada dalam kondisi kesehatan  yang prima. Kadang-kadang, jumlah “penumpang” yang mengendarai fisik  kita melebihi kapasitasnya dan membuatnya jadi oleng. Akan tetapi,  perawatan yang baik akan menciptakan keseimbangan yang rasional antara  muatan dan kapasitas kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu adalah kehidupan. Setiap  manusia diberikan kehidupan sebagai batas masa kerja dalam jumlah yang  berbeda-beda, yang kemudian kita sebut dengan umur yang terbentang dari  kelahiran hingga kematian. Tidak ada manusia yang mengetahui akhir dari  batas masa kerja itu, yang kemudian kita sebut ajal. Hal itu menciptakan  suasana ketidakpastian, tetapi itulah aset paling berharga yang kita  miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat menempuh sebuah perjalanan yang panjang, fisik  kita berfungsi sebagai kereta, dan waktu yang terbentang jauh atau  dekat, seperti rel kereta. Seorang masinis boleh menentukan stasiun  terakhir yang kita tuju, tetapi dia harus menjamin bahwa kereta yang  dikemudikannya dan rel yang akan dilewatinya benar-benar berada dalam  keadaan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan dan waktu adalah dua perangkat keras  kehidupan yang sangat terbatas. Akan tetapi, manusia-manusia cemerlang  selalu dapat meraih sesuatu secara maksimal dari semua keterbatasan yang  melingkupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Air Keenam: Integrasi Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan  beradaptasi dengan lingkungan masyarakat di mana kita berada bukan saja  merupakan ukuran kematangan pribadi seseorang, tetapi lebih dari itu.  Sebab, lingkungan sosial kita harus dipandang sebagai wadah kita untuk  menyemai semua kebaikan yang telah kita kembangkan dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  cara pandang ini, maka setiap diri kita akan membangun hubungan  sosialnya dengan semangat partisipasi: menyebarkan bunga-bunga kebaikan  di taman kehidupan masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat ini, maka  semua usaha kita untuk menciptakan keharmonisan sosial menjadi niscaya.  Bukan saja karena dengannya kita dapat menyebarkan kebaikan yang  tersimpan dalam diri kita, tetapi juga karena kita menciptakan landasan  yang kokoh untuk meraih kesuksesan, berkah kehidupan, dan kebahagiaan  dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kematangan pribadi merupakan landasan bagi  kesuksesan sosial, maka kesuksesan sosial merupakan landasan bagi  kesuksesan lain dalam hidup, seperti kesuksesan profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Air Ketujuh: Kontribusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran  sosial kita tidak boleh berhenti pada tahap partisipasi. Harus ada  langkah yang lebih jauh dari sekadar itu. Harus ada karya besar yang  kita kontribusikan kepada masyarakat, yang berguna bagi kehidupan  mereka; sesuatu yang akan dicatat sebagai jejak sejarah kita, dan  sebagai amal unggulan yang membuat kita cukup layak mendapatkan ridha  Allah SAW dan sebuah tempat terhormat dalam surga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi  itu dapat kita berikan pada wilayah pemikiran, atau wilayah  profesionalisme, atau wilayah kepemimpinan, atau wilayah finansial, atau  wilayah lainnya. Namun, kontribusi apa pun yang hendak kita berikan,  sebaiknya memenuhi dua syarat: memenuhi kebutuhan masyarakat kita dan  dibangun dari kompetensi inti kita. Masyarakat adalah pengguna  karya-karya kita, maka yang terbaik yang kita berikan kepada mereka  adalah apa yang paling mereka butuhkan, dan apa yang tidak dapat  dipenuhi oleh orang lain. Akan tetapi, kita tidak dapat berkarya secara  maksimal di luar dari kompetensi inti kita. Karena itu, kita harus  mencari titik temu diantara keudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya adalah sebagai  berikut: buatlah peta kebutuhan kondisional masyarakat kita, dan  kemudian buatlah peta potensi kita, untuk menemukan kompetensi inti diri  kita. Apabila titik temu itu telah kita temukan, maka masih ada satu  lagi yang harus kita lakukan; menjemput momentum sejarah untuk  meledakkan potensi kita menjadi karya-karya besar yang monumental. Ini  semua mengharuskan kita memiliki kesadaran yang mendalam akan tugas  sejarah kita sebagai pribadi, sekaligus firasat yang tajam tentang  momentum-momentum sejarah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Air Kedelapan: Konsistensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  manusia beriman, kita meyakini sebuah prinsip, bahwa bagian yang paling  menentukan dari seseorang adalah akhir hidupnya. Maka, persoalan paling  berat yang kita hadapi sesungguhnya bukanlah mendaki gunung, tetapi  bagaimana bertahan di puncak gunung itu hingga akhir hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengukir  sebuah prestasi besar dalam hidup dan mempertahankannya hingga akhir  hayat, adalah dua misi dan tugas hidup yang berbeda; berbeda pada  kapasitas energi jiwa yang diperlukannya, berbeda pada proses-proses  psikologisnya, berbeda pula pada ukuran kesuksesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  dapat bertahan di puncak, kita harus menghindari jebakan-jebakan  kesuksesan, seperti rasa puas yang berlebihan atau perasaan menjadi  besar dengan kesuksesab yang telah kita raih. kita harus mempertahankan  obsesi pada kesempurnaan pribadi, melakukan perbaikan berkesinambungan,  melakukan perbaikan berkesinambungan, melakukan pertumbuhan tanpa batas  akhir, dan mempertahankan semangat kerja dengan menghadirkan kerinduan  abadi kepada surga dan kecemasan abadi dari neraka, serta menyempurnakan  semua usaha-usaha manusiawi kita dengan berdoa kepada Allah untuk  mendapatkan husnul khatimah. Semua itu agar kita menjemput takdir  sejarah kita yang terhormat di bawah naungan ridha Allah SWT, dan agar  kita kelak menceritakan episode panjang kepahlawanan ini kepada  saudara-saudara kita di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://edumuslim.org/index.php?option=article&amp;amp;article_rf=137"&gt;http://edumuslim.org/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-7265760579944188197?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/7265760579944188197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=7265760579944188197' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7265760579944188197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7265760579944188197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/06/resensi-buku-delapan-mata-air.html' title='(Resensi Buku) Delapan Mata Air Kecemerlangan'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-u4kgW9GwpdQ/Te3sXpRMrEI/AAAAAAAABoc/n8dXTIfSZ5o/s72-c/Delapan_Mata_Air_Kecemerlangan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-5184287037589451522</id><published>2011-06-05T09:48:00.004+07:00</published><updated>2011-06-05T10:07:10.641+07:00</updated><title type='text'>Kata-kata Emas Manajemen Waktu</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XZxyY1SBW6Q/Teryg6wzUOI/AAAAAAAABoM/3x5pzVnAGSc/s1600/camera-jam.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 270px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XZxyY1SBW6Q/Teryg6wzUOI/AAAAAAAABoM/3x5pzVnAGSc/s400/camera-jam.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614566532814426338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;Ridholah dengan ketetapan Allah SWT dalam hal apa yang diberikan-NYA untuk kita. Meskipun kita miskin, kelaparan, tertimpa musibah... ridholah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;Yakin dan percayalah kepada Allah SWT , bahwa Dia selalu akan memilihkan yang terbaik untuk kita dan paling bermanfaat untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;Bacalah do'a-do'a yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, karena do'a adalah metode penting yang akan mewujudkan apa yang anda inginkan. Tanpa do'a, anda akan letih untuk melakukan apa saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;Lakukan tadabbur Al Qur'an, hafalkan Al Qur'an, karena itu akan sangat membantu anda dalam menentukan keputusan yang paling baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;Bersikaplah memaafkan, toleran, memaklumi. Ini penting bila anda ingin mengoptimalkan manfaat waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;Jangan marah kecuali karena Allah SWT. Jangan anda jadikan syaraf anda tegang untuk sesuatu yang kelak akan hilang di dunia yang fana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;Ingatlah bahwa waktu berjalan dan setiap detik waktu sangat mungkin ajal menjemput anda. Karenanya, jangan anda buang waktu untuk bersedih dan gelisah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-npn9-ehoIms/Teryv2uIfOI/AAAAAAAABoU/l0LjlwyZWyM/s1600/24hours.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 68px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-npn9-ehoIms/Teryv2uIfOI/AAAAAAAABoU/l0LjlwyZWyM/s400/24hours.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614566789427526882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: Tarbawi edisi 252 Th.13, Rajab.1432, 2 Juni 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-5184287037589451522?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/5184287037589451522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=5184287037589451522' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5184287037589451522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5184287037589451522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/06/kata-kata-emas-manajemen-waktu.html' title='Kata-kata Emas Manajemen Waktu'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XZxyY1SBW6Q/Teryg6wzUOI/AAAAAAAABoM/3x5pzVnAGSc/s72-c/camera-jam.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-8631706463222218426</id><published>2011-05-24T08:47:00.005+07:00</published><updated>2011-05-24T08:56:33.818+07:00</updated><title type='text'>Sakit, Bukan Alasan Absen Halaqoh</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-pada2uoe-cY/TdsPZxGhqQI/AAAAAAAABn4/17Jl1kAnV8A/s1600/LQ2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-pada2uoe-cY/TdsPZxGhqQI/AAAAAAAABn4/17Jl1kAnV8A/s320/LQ2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610094696171940098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Hari itu, salah satu ruangan di sebuah rumah sakit nampak penuh sesak dengan penjenguk. Hanya saja ada yang unik dari pemandangan tersebut, nampak para pengunjung membawa mushaf Al Qur'an kecil dengan buku dan alat tulis. Dengan seksama para penjenguk mulai duduk di lantai, persis di sebelah seorang yang sedang terbaring lemah diatas tempat tidur dengan kaki kananya yang masih belum tuntas selepas operasi.&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Rasa sakit dan halangan untuk bergerak dari tempat tidur tidak  menghalangi seorang Murobbi dalam berdakwah dan menjalankan kewajibanya  menyampaikan sebuah kebaikan kepada binaanya. Hal ini telah dicontohkan  oleh Ahuna Akhmad Suprihatin, ditengah proses operasi kaki kanan, di  saat rasa sakit menghinggapi, tidak menghalanginya untuk mengisi sebuah  halaqoh. Hanya ada hal yang berbeda, bila sebelumnya halaqoh dilakukan  di masjid, mushola atau di rumah, kini dilaksanakan di dalam rumah  sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mcLY5qCdCEc/TdsPOl-9k9I/AAAAAAAABnw/H7IfDbOXrXU/s1600/LQ1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-mcLY5qCdCEc/TdsPOl-9k9I/AAAAAAAABnw/H7IfDbOXrXU/s400/LQ1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610094504208864210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;"&lt;b&gt;&lt;i&gt;Berdakwah meskipun dalam ujian sakit, dengan begini saya merasa lebih bermakna&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" demikian beberapa kalimat yang disampaikan Ahuna Akhmad Suuprihatin saat ditanya mengapa masih tetap mengisi halaqoh di rumah sakit. Sebuah kalimat singkat, namun sarat akan makna yang mendalam dan sekaligus sebuah nasihat yang sangat luar biasa bagi semua pihak yang telah melabelkan diri sebagai kader dakwah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Semoga kisah nyata ini dapat dijadikan sebagai bahan perenungan bagi semua pihak yang senantiasa merangkai berbagai alasan sebagai sebuah dalil pembenaran untuk tidak hadir dalam sebuah halaqoh dakwah baik berperan sebagai Murobbi maupun Mutarobbi.[ismed]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.islamedia.web.id/2011/05/sakit-bukan-alasan-absen-halaqoh.html"&gt;www.islamedia.web.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-8631706463222218426?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/8631706463222218426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=8631706463222218426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8631706463222218426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8631706463222218426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/05/sakit-bukan-alasan-absen-halaqoh.html' title='Sakit, Bukan Alasan Absen Halaqoh'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-pada2uoe-cY/TdsPZxGhqQI/AAAAAAAABn4/17Jl1kAnV8A/s72-c/LQ2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-8011829611227560047</id><published>2011-05-24T08:29:00.004+07:00</published><updated>2011-05-24T08:38:04.535+07:00</updated><title type='text'>Hidupmu Menginspirasi Kami</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:large;"&gt;In Memoriam Ustadzah Yoyoh Yusroh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-LMLH0vAIYTI/TdsKuSjUWgI/AAAAAAAABng/MdU8tXfmWVg/s1600/yoyoh-cv.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LMLH0vAIYTI/TdsKuSjUWgI/AAAAAAAABng/MdU8tXfmWVg/s400/yoyoh-cv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610089551190317570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Jazakallah ustadz sudah membimbing anak kami”, kata itu masih terngiang  ditelingaku saat hampir satu tahun lalu engkau mengambil raport untuk putri  ketujuhmu Salma Salimah. Waktu itu aku yang menjadi wali kelas di sekolah  anakmu, sangat salut padamu karena betapa orang sekelas dan sesibukmu mampu  menyempatkan diri datang kesekolah untuk mengambil raport anaknya, sementara  tidak sedikit orangtua murid yang sebenarnya tidak terlalu sibuk tapi tidak  sempat datang kesekolah untuk sekedar mengambil raport anak-anaknya. Dan kemarin  aku mendengar engkau baru saja menghadiri dan menyaksikan acara wisuda salah  seorang putramu sesaat sebelum Allah memanggilmu. Ustadzah Yoyoh, sungguh  perhatianmu pada keluarga sangat menginspirasi kami.&lt;br /&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Ustadzah  Yoyoh Yusroh, begitu biasanya kami memanggilmu, sangat sederhana. Tetapi jalan  hidupnya ternyata tidak sesederhana namanya. Ibu dari 13 orang anak ini  merupakan anggota DPR RI dari FPKS selama tiga periode. &lt;i&gt;Track Record &lt;/i&gt;mu  dalam kancah dakwah di masyarakat dan legislatif sudah tidak diragukan lagi.  Kiprah mu di Komisi I DPR RI meninggalkan begitu banyak jejak kebaikan,  menghidupkan kembali fungsi negara Indonesia yang berperan aktif dalam  perdamaian di beberapa negara Konflik. Ketika keadaan di Palestina dan  negara-negara arab sedang memanas, engkau yang aktif menjadi ustazah beberapa  majlis ta’lim ini tanpa rasa takut dan ragu mengunjungi negara-negara tersebut,  mewakili Indonesia untuk melihat kontribusi apa yang bisa di berikan. Sampai di  penghujung umurmu tak pernah henti mencoba merealisasikan da’wah Nabimu.  Memperbaiki diri sendiri, memperbaiki keluarga, memperbaiki masyarakat,  memperbaiki negara, dan memperbaiki dunia.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Saat  beberapa anggota DPR yang terhormat di isukan melakukan perbuatan-perbuatan  “tidak terhormat” diantara mereka ada yang di isukan selingkuh, ada yang di  isukan korupsi dan adapula yang di isukan mabuk di kelab malam. Engkau bahkan  jauh dari isu-isu seperti itu, engkau telah buktikan pada kami, pada indonesia  bahkan pada dunia bahwa engkau Bersih, engkau Peduli dan engkau  Propesional.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Seorang  konsultan terkenal di Singapura, yang selalu kami mintai taujih dan nasehatnya,  yang kami nantikan saran dan masukannya, yang kami kagumi kehidupan pribadi,  keluarga dan dakwahnya pernah berkata dengan tulus &lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;“Kenapa  kalian jauh-jauh sampai harus mencari kami ke Singapura padahal di negeri kalian  sendiri ada sosok yang sangat hebat luar biasa yang begitu kami kagumi. Yes  ustadzah Yoyoh and her family is our model”, begitu katanya.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Ustadzah  Yoyoh, keluargamu sangat menginspirasi kami.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Saat  menjadi muwajjih bagi guru-guru di sekolah kami pada satu kesempatan,engkau  bercerita bahwa ketika berbincang dengan para mujahidah palestina yang memiliki  anak yang banyak dan mereka semua hafal qur’an, saat itu engkau ditanya &lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;“Ummu Umar  &lt;i&gt;kam aulad indak&lt;/i&gt;”&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;“13”  jawabmu bangga&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Kam  hafidzti minal qur’an”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;“20 juz”  katamu datar&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;“Hei. Apa  saja yang kamu kerjakan di dunia ini, bukankah engkau hidup di negeri yang aman  tanpa perang. Ayo segera selesaikan hafalanmu”. Sergah mereka.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Saat itu  katamu engkau malu pada mereka dan bertekad untuk segera menyelesaikan hafalan  qur’anmu. Dan terakhir aku dengar engkau telah hafal al qur’an.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Ustadzah  Yoyoh, semangatmu sungguh menginspirasi kami.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Pernah kami  mengundangmu sebagai pembicara dalam acara seminar yang dihadiri oleh  orang-orang kaya yang berpakaian dan berpernampilan serba wah, engkau datang  dengan pakaian dan penampilan  yang sangat sederhana, jauh dari gemerlap bahkan  tidak pakai make up, sangat jauh dari kesan mewah. Namun semua yang hadir kagum  akan materi dan penyampaianmu.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Keseharianmu pun begitu, selalu sederhana. Seingatku, dulu  ketika beberapa binaanmu baru punya &lt;i&gt;taruna&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;xenia&lt;/i&gt; atau  &lt;i&gt;avanza&lt;/i&gt;  engkau sudah memiliki &lt;i&gt;innova&lt;/i&gt;. Dan kini beberapa binaanmu  itu sudah mengganti kendaraan mereka dengan &lt;i&gt;fortuner, CRV, pajero&lt;/i&gt; bahkan  &lt;i&gt;alpard&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;mercy&lt;/i&gt;, engkau masih setia dengan mobil lamamu. Padahal  – aku sangat yakin – kalau  engkau mau, engkau mampu membeli dan memiliki yang  jauh lebih mewah dari itu. Darimu kami belajar bahwa sederhana adalah memilih  hidup biasa walaupun engkau mampu untuk hidup mewah.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Ustadzah  Yoyoh, sederhanamu sungguh menginspirasi kami.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Hari ini  aku mendapat &lt;i&gt;forward sms&lt;/i&gt; yang engkau kirimkan kepada seorang akhwat  beberapa hari sebelum Allah memanggilmu:&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;“Ya Robb,  aku sdg memikirkan posisiku kelak diakhirat. Mngkinkah aku berdampingan dgn  penghulu para wanita Khadijah Al Kubro yg berjuang dgn harta dan jiwanya? Atau  dg Hafsah bt Umar yg dibela oleh Allah saat akan dicerai karena showwamah dan  qowwamahnya? Atau dgn Aisyah yg telah hafal 3500 an hadits sdg aku....ehm 500 jg  belum...atau dgn Ummu Sulaim yg shobiroh atau dgn Asma yg mengurus kendaraan  suaminya dan mencela putranya saat istirahat dr jihad... atau dgn siapa ya?, ya  Alloh, tlg beri kekuatan tuk mengejar amaliah mereka... sehingga aku layak  bertemu mereka bahkan bisa berbincang dgn mereka di taman firdausMu...”&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Sekarang  kami paham, mengapa engkau begitu semangat dalam berdakwah, begitu giat  beribadah. Ya, karena engkau sedang mengikuti jejak bahkan ingin mengejar  amaliah para shahabiyah. Semoga Allah mempertemukanmu dengan mereka ditaman  firdaus.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Kemarin aku  beserta istri dan anak-anak datang untuk bertakziah kepadamu. Subhanallah,  terpana aku melihat mereka yang hadir dalam barisan takziah dan shaff shalat  janazah. Mereka datang dari mana-mana, mereka datang dengan berbagai cara, dari  jalan kaki sampai yang naik mercy, dari anak-anak sampai nenek-nenek, tua, muda,  laki-laki, perempuan. Kami semua mendoakanmu berharap Allah mengumpulkan kita  lagi disurgaNya.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Ya Allah  sebagaimana Engkau kumpulkan kami di dunia ini dalam ketaatan padaMu. Maka  kumpulkanlah kami kelak dalam surgaMu bersama para Nabi, Shiddiqin, syuhada dan  orang-orang shaleh.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Ustadzah  Yoyoh, begitu banyak inspirasi dan pelajaran yang dapat kami ambil dari  kehidupan bahkan kepergianmu yang tak akan selesai bila ditulis atau  diceritakan. Dan ketika orang-orang memberi gelar Ustadz Rahmat Abdullah sebagai  Syaikhut Tarbiyah, bolehkan aku menyebutmu dengan “Ummut Tarbiyah”.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Selamat  jalan ustadzah Yoyoh. Semoga Allah memberimu tempat terbaik di sisiNya,  menganugerahkan berbagai nikmatNya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi  kesabaran, ketabahan dan keistiqomahan.&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;Jakarta, 22  Mei 2011&lt;/div&gt; &lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; MARGIN-BOTTOM: 0cm" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WkHbZZIX2zg/TdsLQAPhk3I/AAAAAAAABno/WxW6nHkyPz0/s1600/bertiga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-WkHbZZIX2zg/TdsLQAPhk3I/AAAAAAAABno/WxW6nHkyPz0/s200/bertiga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610090130391012210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syafridelon.blogspot.com/2011/05/hidupmu-menginspirasi-kami.html"&gt;Syafri  Delon Arifin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://syafridelon.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-8011829611227560047?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/8011829611227560047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=8011829611227560047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8011829611227560047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8011829611227560047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/05/hidupmu-menginspirasi-kami.html' title='Hidupmu Menginspirasi Kami'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-LMLH0vAIYTI/TdsKuSjUWgI/AAAAAAAABng/MdU8tXfmWVg/s72-c/yoyoh-cv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-3650326140088388453</id><published>2011-05-21T18:48:00.003+07:00</published><updated>2011-05-21T18:54:00.485+07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Bu.....</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PCSPhu2nS6M/TdenhK31ldI/AAAAAAAABnQ/2BHY12Rz6P4/s1600/Yoyoh%2Bok.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-PCSPhu2nS6M/TdenhK31ldI/AAAAAAAABnQ/2BHY12Rz6P4/s400/Yoyoh%2Bok.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609136049209316818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana,sans-serif;font-size:small;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.islamedia.web.id/2011/05/selamat-jalan-bu.html"&gt;&lt;span style="color:orange;"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#6fa8dc;"&gt;edia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;-  Hari ini, usai sudah tugas yang kau emban. Tunai sudah amanah yang  selama ini kau jalankan. Oleh karenanya, Allah memanggilmu. Ia ingin kau  menghadap kepadaNya. Membawa selaksa Cinta, selaksa karya yang telah  kau toreh dalam kurun waktu 48 tahun lebih 6 Bulan.&lt;/span&gt;&lt;div  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Pagi  ini, kau mengahadapkan dirimu kepada penciptaMu, di sepertiga malam  terkahir. Waktu yang biasanya kau gunakan untuk menghamba, berdua dengan  Allah, pemeliharamu satu satunya. Namun, karena safar, perjalanan, kau  urung melakukan itu. Sebuah kecelakaan yang berujung pada ajal, menjadi  sebab kepergianmu, menghadap Ilahi. Kala itu, kau baru pulang dari  Universitas Gajah Mada, menghadiri Wisuda buah hatimu. Tentunya, ada  bahagia yang menyelinap di hati sucimu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Di  kebutaan pagi ketika Aku tengah menggigil kedinginan lantaran udara,  sehingga urung beranjak dari pembaringan, kau dijemput oleh Izroil.  Sekali lagi, Untuk menghadapkan dirimu, kepada Sang Maha Suci.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Dan  berselang jam setelahnya, sebuah kabar masuk ke ponsel, ketika Aku  masih bersantai leha selepas tilawah, di Rumah Allah. Kabar yang  menyesakkan, mengagetkan, namun harus diterima dengan lapang dada.  Karena itu Fakta, benar adanya. Kabar yang membuatku beristighfar  sejadi-jadinya sembari melantunkan doa, “ Semoga Allah mengampuni semua  dosamu, menerima amal Sholihmu dan menempatkanmu di tempat terindah di  SisiNya. Amiin."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Kabar  itu seperti mimpi, karena begitu cepat terjadi. Bahkan seorang kolega  bertanya heran, “ Benar Gak Mas ? Jangan menyebarkan pesan yang belum  jelas ah!” Aku terdiam. Dan memang bingung mau menjawab apa. Perasaanku,  sama dengan yang ia alami. Hampir tidak percaya. Lalu, kupencet keypad  ponselku, membalas pesan itu, “ Mas, Beginilah Kematian mengajari Kita.  Ia datang dengan tiba-tiba. Tanpa dikira, oleh siapaun. Ia datang, tak  perlu dijemput. Dan pergi, tak usah diantar. Ia datang dan pergi, sesuai  kehendak Allah, sang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Kemudian,  satu persatu bayang tegar wajahmu berkelabat dalam fikirku. Dimataku,  Kau adalah wanita tangguh. Jika Allah meridhoi, Aku ingin mempersunting  wanita yang setangguh dirimu, atau lebih tangguh Lagi. Walaupun,  kusadari, Layakkah aku mempersunting wanita yang setangguh dirimu? Ah,  semoga saja Allah melayakkanku, Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Medio  2008, dalam suatu acara Penggalangan Dana untuk saudara semuslim di  Palestina. Itu adalah pertama kalinya Kita berjumpai. Tapi, aku seperti  pernah bertemu denganmu sebelumnya. Tepatnya dimana, Aku tidak tahu.  Belakangan, kuketahui rasa itu bernama, TA’LIFUL QULUB. Bersatunya Hati  karena kesamaan Aqidah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Kau  bagai Singa kala itu. Semangatmu mebakar jiwa  yang kerontang karena  kesibukan. Tilawah pas-pasaan, tahajud hampir tidak terjamah, hanya  jama’ah di masjid. Itupun kualitasnya sangat rendah. Berangkat  Belakangan, Pulang duluan. &lt;b&gt;Padahal Nabi bersabda, “ Yang terbaik   dinatara kamu adalah Yang PALING awal mendatangi Masjid dan PALING AKHIR  meninggalkannya.”&lt;/b&gt; Tapi aku, kebalikan dari itu. Astaghfuirullahal ‘Adhiim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Dengan suara yang lembut namun perkasa, kau sampaikan kepada kami&lt;b&gt;, “ Saudara-saudara kita di Palestina,”&lt;/b&gt; Suaranya benar-benar Perkasa, meruntuhkan tebalnya kabut dosa di hatiku&lt;b&gt;.” Masih sempat melaksanakan Qiyamullail dan Hafalan Qur’an”&lt;/b&gt; Aku mulai tersentak, nampaknya Kau akan menyindirku&lt;b&gt;.  “ Padahal di kanan, Kiri, depan dan belakang Mereka adalah BOM, Ranjau  yang sengaja di pasang oleh Zionis laknatullah dan siap meledak  kapanpun” &lt;/b&gt; Benar kan kataku. Ia menyindirku, telak. Aku tak  berkutik. Seperti mati langkah. Aku hanya pasrah dan membiarkan mataku  mengalirkan airnya, membasahi pipiku yang  lama tak menangis karena  takut kepada Allah. Allahu Akbar Walillahil Hamd. &lt;b&gt;“ Sementara Kita,  yang nyaman, enak, damai dan tidak dilanda konflik bersenjata, dengan  tanpa merasa bersalah meningalkan TAHAJUD, melupakan hafalan Qur’an  dengan dalih yang remeh temeh,  Sibuk Bekerja.”&lt;/b&gt;  Lanjutnya berapi-api.  &lt;i&gt;“Ya Allah , Ampuni kelalaian kami selama ini.”&lt;/i&gt; Doaku kala itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Setelah  itu, aku melihatmu dengan gigih berdakwah, menghadiri setiap kajian  terkait Palestina dan Timur Tengah. Bahkan, aku dibakar cemburu, ketika  kulihat engkau berada di tengah Pejuang Palestina. Ketika Kau berfoto  bersama Ustadz Ismail Haniya. Perdana Menteri Palestina dari HAMAS,  Harokatul Muqowwamah Al Islamiyah. &lt;b&gt;“ Barokallahu fiik Bu, semoga Allah senantiasa menjagamu dan memanjangkan langkah Dakwahmu.”&lt;/b&gt; Bisikku iri, ketika melihat gambar itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Kemudian,   terakhir kali bertemu denganmu, akhir April 2011. Kau bersinergi  bersama mentari membakar diriku. Mentari membakar kulit dan fisik,  sementara Engkau membakar semangatku yang mulai lumpuh, dengan taujihmu.  Luar Biasa !!! Suaramu masih sama. Lembut namun perkasa. Kau berhasil  melelehkan air mataku, di waktu bersamaan, kau membuat jiwaku bergelora,  semangat meluap berlipat-lipat. Allahu Akbar walillahil hamd !!!  peristiwa ini, kucatat sebagai momen perpisahan kita di sini. Semoga  Allah berkenan Menjumpakan kita di tempat yang lebih baik  disisiNya.Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Pada kesempatan lain, dalam taujihmu , Kau pernah berkata, &lt;b&gt;“ Dan Kita akan bersama sama Sholat berjama’ah di masjidil Aqsho. Allahu Akbar walillahil Hamd.”&lt;/b&gt; Kamipun menyambut kalimat itu dengan takbir serupa, dengan semangat dan visi yang sama , &lt;b&gt;PALESTINA MERDEKA&lt;/b&gt;.  Dan kini,  Kau lebih dulu menghadapkan diri kepada Sang Pencipta.  Nampakanya, karena hal itu, Kau tidak bisa berjama’ah bersamaku di Al  Aqsho di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Baiklah  Bu, nampaknya tak kan pernah usai jika kutuliskan semua rasaku. Aku  telah menganggapmu sebagai Ibuku, Ibu seaqidah. Walaupun tidak pernah  bersua secara khusus. Pun, Aku tak pernah berbicara denganmu secara  langsung. Tapi, Aku akan berusaha, akan kulanjutkan semangatmu dalam  berjuang. Semoga aku bisa menyusulmu ke Palestina, Jika Allah  menghendaki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Selamat  Jalan Bu, Aku bersaksi bahwa kau adalah orang baik. Dan aku yakin,  bahwa Allah Maha Menepati Janji. Semoga Kau lebih baik dari yang Aku  kira.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Jasadmu  telah pergi. Tidak mungkin kujumpai lagi. Hanya foto-foto perjuangan  yang kusimpan, sebagai kenang-kenangan. Kelak, akan kuberitahu  anak&lt;/span&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class=" down" style="display: block;" id="formatbar_CreateLink" title="Link" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 8);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Link" class="gl_link" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;-anakkau tentang dirimu, bahwa Kau adalah &lt;b&gt;MUJAHIDAH TANGGUH ZAMAN INI&lt;/b&gt;.  Namun, benih Semangat , benih Perjuangan yang telah kau tanam, pasti  akan bersemi,dan kelak berbuah. Beriring dengan kepergianmu, menemui  Robb Kita. Semoga Allah Memberi Khusnul Khotimah kepadamu, juga kepada  kami semuanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Selamat  Jalan Bu, baik – baik di sana ya. Kami akan terus berjuang, semampu  kami, hingga Islam benar benar Berjaya. Allahu Akbar walillahil Hamd !!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Tak terasa, ada bulir yang mengalir lembut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Sabtu Pagi, 18 Jumadil Tsani 1432 H / 21 Mei 2011 M.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.islamedia.web.id/2011/05/selamat-jalan-bu.html"&gt;www.islamedia.web.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-3650326140088388453?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/3650326140088388453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=3650326140088388453' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3650326140088388453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3650326140088388453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/05/selamat-jalan-bu.html' title='Selamat Jalan Bu.....'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-PCSPhu2nS6M/TdenhK31ldI/AAAAAAAABnQ/2BHY12Rz6P4/s72-c/Yoyoh%2Bok.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-4658527329484812677</id><published>2011-04-30T06:46:00.010+07:00</published><updated>2011-04-30T08:47:43.452+07:00</updated><title type='text'>Silaturahim Kader &amp; Tokoh LPM</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_eU4Zlr8lQk/TbtlgF7tORI/AAAAAAAABmg/0mIaRpwW5UI/s1600/P1010001.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_eU4Zlr8lQk/TbtlgF7tORI/AAAAAAAABmg/0mIaRpwW5UI/s320/P1010001.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601182163588167954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rangkepan Jaya, 29 April 2011 bertempat di TPA Baitul Iman, diselenggarakan kegiatan pertama DPRa PKS Rangkepan Jaya yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;silaturahim kader dengan tokoh&lt;/span&gt; dan dilanjutkan dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rapat kordinasi Dewan Pimpinan Ranting - Dewan Pimpinan Cabang Partai Keadilan Sejahtera &lt;/span&gt;se&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Pancoran Mas&lt;/span&gt;. Kegiatan yang dilaksanakan dari jam 20.00 sampai 24.00 memang hanya dihadiri oleh kader-kader PKS ikhwan saja mengingat waktu penyelenggaraannya malam hari.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iMOiS3UPDlg/Tbtk2zKigJI/AAAAAAAABmY/y7tWtD803Hc/s1600/P1010023.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iMOiS3UPDlg/Tbtk2zKigJI/AAAAAAAABmY/y7tWtD803Hc/s320/P1010023.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601181454175469714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Silaturahim kader dengan tokoh dan rapat koordinasi DPRa-DPC PKS se Pancoran Mas adalah merupakan kegiatan rutin 2 pekanan yang memang menjadi agenda DPRa dan DPC Pancoran Mas. Rangkepan Jaya merupakan tempat ke-2&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;, &lt;/span&gt;setelah sebelumnya pada tanggal 15 April 2011 diselenggarakan di Rangkepan Jaya Baru.&lt;br /&gt;Pada malam itu hadir selaku tokoh bapak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Atmaja&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat&lt;/span&gt; (LPM) Rangkepan Jaya, bapak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baron Nurwendo&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketua DPC PKS Pancoran Mas&lt;/span&gt;, bapak &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ePcZf5cruOg/TbtmmwR83HI/AAAAAAAABmo/thY7ZzmTKfY/s1600/P1010036.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ePcZf5cruOg/TbtmmwR83HI/AAAAAAAABmo/thY7ZzmTKfY/s320/P1010036.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601183377546599538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adriyana Wirasantana&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketua Bidang Kaderisasi DPC PKS Pancoran Mas&lt;/span&gt;, bapak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H. Ismanto&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketua DPRa PKS Rangkepan Jaya Baru&lt;/span&gt; beserta jajarannya, bapak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khairul Wajdi&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketua DPRa PKS Mampang&lt;/span&gt; beserta jajarannya, bapak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Heri Riyanto&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketua DPRa PKS Pancoran Mas &lt;/span&gt;beserta jajarannya, bapak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mahyudi&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketua DPRa PKS Depok Jaya &lt;/span&gt;beserta jajarannya, serta &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pimpinan &lt;/span&gt;dan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; kader-kader&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; DPRa PKS Rangkepan Jaya&lt;/span&gt; selaku ahlul bait. Hanya dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DPRa PKS Depok&lt;/span&gt; saja yang tidak hadir, karena kebetulan sedang ada kegiatan reses bapak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imam Budi Santoso&lt;/span&gt; selaku anggota &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dewan Permusyawaratan Rakyat &lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iNLOCNkr0C0/TbtnMfPARwI/AAAAAAAABmw/D3TnyRc1Xnk/s1600/P1010038.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iNLOCNkr0C0/TbtnMfPARwI/AAAAAAAABmw/D3TnyRc1Xnk/s320/P1010038.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601184025805866754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daerah Jawa Barat&lt;/span&gt; di&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Kelurahan Depok&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Acara silaturahim tokoh dari jam 20.00 sampai jam 22.00 disampaikan oleh bapak Atmaja beberapa hal diantaranya adalah hasil Musyawarah Rencana Pembangunan di Rangkepan Jaya. Anggaran 2011 yang diperoleh dari hasil Musrenbang, kegiatan pembangunan di beberapa RW di Rangkepan Jaya, rencana pembangunan TPS di wilayah Maharaja di bulan Juli hasil dari APBN melalui Cipta Adi Karya. Selain itu juga bapak Baron juga menyampaikan tentang Bank Sampah yang dikelola oleh ibu-ibu di lingkungan RT tempat tinggalnya. Kemudian juga ada tanya jawab dari kader kepada LPM mengenai kegiatan LPM seperti areal pemakaman &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-W2P_snB-2CM/TbtoxTzJI3I/AAAAAAAABnA/mtEYdctffWM/s1600/P1010053.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-W2P_snB-2CM/TbtoxTzJI3I/AAAAAAAABnA/mtEYdctffWM/s320/P1010053.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601185757903004530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;umum di Rangkepan Jaya, kegiatan LPM selain kegiatan fisik, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Sesi ini berakhir dengan memberikan hasil bahwasannya setiap kader di Rangkepan Jaya, harus ikut berkontribusi di lingkungan Rangkepan Jaya. Seperti yang di sampaikan ketua DPC, kebanyakan kader memang beraktivitas di Jakarta dan hanya tempat beristirahat, namun demikian setiap kader harus memiliki kesiapan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Rangkepan Jaya khususnya dan Depok pada umumnya, karena kita tinggal di sini. Setelah sesi pertama selesai dan bapak Atmaja pamit dan beberapa kader ada yang pamit juga karena ada hajat lain yang harus ditunaikan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fIxJiaewqyo/Tbtn9N9XjbI/AAAAAAAABm4/Q-_Mdo_1eLg/s1600/P1010040.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fIxJiaewqyo/Tbtn9N9XjbI/AAAAAAAABm4/Q-_Mdo_1eLg/s320/P1010040.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601184862982081970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Acara berikutnya adalah Rakor DPRa-DPC PKS Pancoran Mas, membahas beberapa persoalan diantaranya adalah 1) dari hasil silaturahim tokoh di masing-masing DPRa itu senantiasa dilakukan tindak lanjut. 2) terkait dengan workshop pendekatan sosial budaya yang pernah dilakukan, teknis kelanjutan akan dikelola DPC dan DPRa diharapkan dapat menyiapkan 2 kader ikhwan dan 2 kader akhwat untuk pelaksanaan surveyor. 3) hasil pertemuan bidang Komunikasi Masyarakat se DPC diantaranya, DPRa membuat peta wilayah, jumlah kader dan pendataan tokoh dengan alamat dan kontaknya, DPC akan memberikan data kader yang dimiliki sebagai data awal untuk DPRa. 4) Rencana Musyawarah &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-636zB3CFTy0/TbtqBRBV7OI/AAAAAAAABnI/_bEjb-4_MX8/s1600/P1010043.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-636zB3CFTy0/TbtqBRBV7OI/AAAAAAAABnI/_bEjb-4_MX8/s320/P1010043.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601187131546791138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kerja Cabang yang akan diselenggarakan 29 Mei 2011, DPC akan memberikan bahan untuk Mukercab tersebut.&lt;br /&gt;Terakhir info-info yang disampaikan bapak H. Ismanto terkait dengan reses bapak Imam Budi Santoso di DPD PKS Depok, berkenaan dengan RAPD untuk periode 2012, diharapkan DPC dapat memfasilitasi pembuatan form Proposal maupun Pelaporan dan batas akhir penyerahan proposal kegiatan yang diajukan untuk APBD tersebut.&lt;br /&gt;Acara berakhir pukul 24, alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan lancar serta mendapatkan pencerahan untuk kader maupun struktur DPRa-DPC PKS Pancoran Mas. Dua Pekan yang akan datang kegiatan yang sama akan berlangsung di DPRa PKS Mampang. Sampai ketemu lagi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-4658527329484812677?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/4658527329484812677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=4658527329484812677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4658527329484812677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4658527329484812677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/04/silaturahim-kader-tokoh-lpm.html' title='Silaturahim Kader &amp; Tokoh LPM'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_eU4Zlr8lQk/TbtlgF7tORI/AAAAAAAABmg/0mIaRpwW5UI/s72-c/P1010001.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-3566213318123671302</id><published>2011-04-15T08:26:00.004+07:00</published><updated>2011-04-18T07:50:59.954+07:00</updated><title type='text'>PKS Tetap Beda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9a64ZhGUt1U/TauK2pN3riI/AAAAAAAABmQ/_E0P9SWwS1o/s1600/MiladPKS13.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 539px; height: 404px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9a64ZhGUt1U/TauK2pN3riI/AAAAAAAABmQ/_E0P9SWwS1o/s400/MiladPKS13.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596719633319570978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:orange;"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#6fa8dc;"&gt;edia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  - Dua bulan terakhir, PKS seolah menjadi actor antagonis dari sebuah  drama politik yang entah disutradarai oleh siapa. Semuanya bermula  ketika PKS ngotot menggulirkan hak angket mafia pajak. Bersama Partai  Golkar,  PKS menjadi partai yang berbeda sikapnya dengan partai koalisi  pendukung SBY terkait hak angket tersebut. Ketika akhirnya pendukung hak  angket kalah  dalam voting, saat itu pula drama politik PKS bergulir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Diawali  dengan isu korupsi daging impor yang dilakukan oleh Kementerian  Pertanian, video mesum tidak mirip Anis Matta, lalu secara tiba-tiba  muncul Yusuf Supendi yang menggugat petinggi PKS dengan berbagai  tuduhan, hingga berujung pada kasus Arifinto yang tertangkap kamera  wartawan sedang “melihat” materi porno di ipadnya saat Sidang Paripurna.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Hujatan  publik mengalir deras. Cercaan dan makian bertubi-tubi menghujani tubuh  PKS. Kata mereka: “PKS menjual agama”; “ PKS partai munafik”; PKS  partai porno”; “PKS tak ada bedanya dengan partai lain”.  Benarkah PKS  sama dengan partai lainnya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;PKS Tetap Beda!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;PKS  bukanlah kumpulan malaikat yang karena tak punya nafsu maka tak bisa  berbuat salah. PKS juga bukan kumpulan setan yang setiap saat selalu  berbuat salah dan berkewajiban mengajak orang lain untuk mengikuti  jejaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;PKS  hanya jamaah manusia yang berusaha seoptimal mungkin “mendekati”  kesucian malaikat untuk tak berbuat dosa dan disaat yang sama berusaha  semaksimal mungkin menjauhi setan agar tak terjerumus dalam  kesesatannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Setiap  pekan kader PKS mengkaji Islam sebagai cara kader PKS mengenal lebih  dekat ajaran Allah yang dibawa oleh Rasulullah saw. Setiap pekan kader  PKS di mutaba’ah: berapa kali kader PKS sholatjamaah?; berapa kali kader  PKS sholat sunnah?; berapa kali kader PKS puasa?; berapa kali kader PKS  membaca dan mentadabburi al-Qur’an?; berapa kali kader PKS sholat  malam?; berapa kali kader PKS berinfak?; berapa kali kader PKS  bersilaturahim?; berapa kali kader PKS membaca buku?; dan berapa kali  kader PKS melakukan amal-amal kebaikanlainnya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Itu  semua sebagai cara kader PKS mempraktekkan ajaran Islam yang lengkap  dan paripurna. Itulah cara kader PKS menjauhi perbuatan dosa. Itulah  cara kader PKS mengendalikan nafsu. Itulah cara kader PKS “mendekati”  kesempurnaan malaikat yang bebas dari dosa. Dan, sekali lagi, itulah  cara kader PKS menjauhi godaan setan yang tak pernah kenal lelah  mendatangi kader PKS dari seluruh penjuru mata angin, bahkan hingga  merasuk kedalam hembusan nafas dan aliran darah kader PKS. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Beberapa  pekan sekali kader PKS mabit untuk membersihkan hati dari debu-debu  dosa. Kader PKS  sholat malam berjamaah, kader PKS bermuhasabah,  kader  PKS mengkaji Islam. Begitu indah. Suasana kebersamaan begitu terasa.  Kader PKS terikat bukan hanya karena factor politik;  tapi ikatan iman  dan aqidah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Adakah  partai lain melakukan apa yang PKS kerjakan? Sejauh pengamatan kami:  belum ada! Bagi kader PKS, partai hanya sebuah sarana dakwah; bukan  tujuan; bukan segala-galanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Lalu, mengapa masih ada kader PKS yang terjebak rayuan maut setan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Itulah  bukti bahwa kader PKS manusia;  bukan malaikat. Bukti bahwa setan tak  kenal lelah menggoda manusia dengan berbagai trik jitu dan halus.  Bayangkan, kader PKS saja yang berusaha keras menginternalisasi  nilai-nilai Islam kepada paraanggotanya, ternyata masih kecolongan.  Lalu, bagaimana jadinya dengan partai lain yang Cuma menjadikan politik  sebagai sarana merebut dan mempertahankan kekuasaan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;PKS Tetap Beda!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style=" text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Bagi  yang menganggap PKS sama dengan partai-partai lain, perhatikanlah  baik-baik setiap kasus yang menimpa PKS. Semuanya baru dugaan dan tak  pernah diajukan kemeja pengadilan. Kasus korupsi daging impor yang  dimuat di Majalah Tempo, hingga hari ini tak pernah masuk keranah hukum.  Bahkan, kalau mau jujur, apa yang menimpa Arifinto, belum terbukti  benar.  Sejauh ini, media menghakimi Arifinto sengaja membuka situs  porno, yang kemudian dibantah oleh Arifinto bahwa ia hanyamembuka link  email. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dan  inilah yang membuat PKS tetap beda dengan partai lainnya. Meski belum  terbukti, Arifinto langsung mundur sebagai anggota DPR. Tahukah jika di  gedung dewan yang terhormat itu, teramat banyak anggotanya yang  jelas-jelas sudah terbukti bersalah, namun tak mau mundur dengan alasan  kasusnya belum memiliki kekuatan hukum tetap?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tahukah  jika disana banyak tindakan anggota dewan yang jauh lebih menjijikkan  dan memalukan dibanding Arifinto? Tidur saat sidang, jarang hadir,   menelepon dan bermain ipad. Tapi mereka tak malu. Dan karenanya mereka  tak mau mundur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;PKS Tetap Beda!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Lihatlah  saat PKS melakukan pergantian pucuk pimpinan partai. Tak ada  gontok-gontokan. Tak ada keributan. Tak ada politik uang. Tak ada kursi  terbang di atas kepala. Tak ada kata-kata makian yang terlontar.  Semuanya berlangsung smooth. Bahkan tak jarang di antara kader PKS  saling mempersilakan diri untuk menjadi pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Itu  karena bagi kader PKS, menjadi pemimpin adalah amanah berat yang kelak  harus dipertanggungjawabkan di akhirat. Menjadi pemimpin di DPC, DPD,  DPW atau DPP bukanlah tiket untuk menjadi anggota dewan atau menteri.  Dan karena itu pula, tak ada dalam kamus kader PKS untuk mati-matian  memperebutkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Bandingkan  dengan partai lain. Setiap dihelat munas, rapimnas, mukernas atau yang  sejenisnya, selalu saja berita yang tersaji sangat tidak elok untuk  didengar. Isu suap, perkelahian di ruang sidang, kursi terbang, dan  sebagainya. Ujung-ujungnya, ketika ada pihak yang kalah, maka mereka  akan keluar dari partai dan membuat barisan baru. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;PKS Tetap Beda!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Masih  ingatkah dengan tradisi politik adiluhung yang dilakukan PKS sejak dulu?  PKS mengharamkan rangkap jabatan. Tak ada dalam kamus PKS, seorang  pejabat public juga menjadi pejabat partai. Di mulai dengan mundurnya  Nurmahmudi Ismail yang saat itu diangkat menjadi menteri Kehutanan oleh  Gus Dur. Ia mundur sebagai presiden partai untuk menghilangkan konflik  kepentingan. Tradisi itu terus PKS lakukan hinggasaat ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Bukankah  secara kasat mata saja, terlihat perbedaan PKS dengan partai lain? Di  saat PKS mengharamkan rangkap jabatan, di saat yang sama partai-partai  lain justru dengan sengaja menjadikan pimpinan partainya merangkap  jabatan sebagai pejabat publik. Kita bias melihatnya sekarang: betapa  banyak pimpinan partai yang menjadi menteri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="Verdana,sans-serif" style=" text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="Verdana,sans-serif"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;PKS Tetap Beda!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Slogan  PKS sebagai partai yang peduli, bukan pepesan kosong. Berapa kali sudah  PKS berada di garda terdepan saat bencana dating menghantam negeri kita  tercinta. Di Aceh kala tsunami menerjang; Di Yogyakarta kalagempa  mengguncang; di Padang dan Mentawai saat lindu menggoyang; juga di  Yogyakarta kala Merapi meradang. Kepedulian PKS adalah wujud Islam yang  rahmatan lil ‘alamin. Praktek nyata dari keindahan nilai-nilai Islam  dalam memandang kemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Itulah  yang membedakan PKS dengan partai lain. PKS hadir setiap hari: dimana  pun dan kapanpun. PKS tak hanya hadir saat menjelang pilkada atau  pemilu. PKS tak hadir lima tahun sekali dengan membagi-bagi sembako,  kaos, jilbab dan uang.  Tak semurah dans erendah itu PKS menghargai  rakyat.PKS hadir setiap saat ketika masyarakat membutuhkan PKS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;PKS Tetap Beda!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-stj6a7OV0ks/TaerTarJk6I/AAAAAAAABmI/EXt-YFLwxxw/s1600/Logo%2BPKS22.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-stj6a7OV0ks/TaerTarJk6I/AAAAAAAABmI/EXt-YFLwxxw/s400/Logo%2BPKS22.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5595629412097299362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Meski  kader PKS mulai dihinggapi persoalan-persoalan yang mirip dialami kader  partai lainnya, tak serta merta membuat PKS sama. Kasus Arifinto yang  menurutnya tak sengaja membuka konten porno   tentu saja jauh berbeda  dengan kasus sejenis yang dialami kaderpartai lain. Arifinto bukanlah  Yahya Zaini atau Max Moein yang jelas-jelas telah berzina.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Akhirnya,  kami hanya ingin mengingatkan: Toyota Alphard dan Bajaj tetaplah  berbeda meski keduanya memiliki bentuk roda yang sama yakni bundar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Wallahua’lam bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;b&gt;Erwyn Kurniawan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber : &lt;a href="http://www.islamedia.web.id/2011/04/pks-tetap-beda.html"&gt;www.islamedia.web.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-3566213318123671302?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/3566213318123671302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=3566213318123671302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3566213318123671302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3566213318123671302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/04/pks-tetap-beda.html' title='PKS Tetap Beda'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9a64ZhGUt1U/TauK2pN3riI/AAAAAAAABmQ/_E0P9SWwS1o/s72-c/MiladPKS13.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-6837081462469712265</id><published>2011-04-11T14:59:00.002+07:00</published><updated>2011-04-11T15:03:04.751+07:00</updated><title type='text'>Bantulah Hajat Saudaramu dan Sembunyikan Aibnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-C_6mb_BlvbI/TaK1N_3w7pI/AAAAAAAAAKc/oaaYoMK2Exw/s1600/Ibroh.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 195px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-C_6mb_BlvbI/TaK1N_3w7pI/AAAAAAAAAKc/oaaYoMK2Exw/s400/Ibroh.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594232939235831442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahkan, ketika Allah menegur kita  karena sebuah maksiat, kadang teguran itu tidak datang langsung,  melainkan ALlah menegur orang lain yang kemaksiatannya mirip dengan yang  kita lakukan&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kawans disaat ghibah dan namimah  sudah menjadi tontonan massal bahkan menjadi bisnis, (bayangkan, selain  infotainment gossip artis gak jelas, sekarang juga sudah merambah ke  dunia politik) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;maka cukuplah bagi kita semuah hadits dibawah ini, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Diriwayatkan dari Abdullah  bin Umar RA, "Muslim itu saudara(nya) muslim. Ia tidak boleh  menzaliminya dan tidak boleh menyerahkannya ke tangan musuh. Barangsiapa  yang berkenan memenuhi hajat kebutuhan saudaranya, maka Allah pasti  memenuhi hajatnya. Barangsiapa melepaskan suatu kesulitan muslim, maka  Allah akan melepaskan darinya salah satu kesulitannya pada hari kiamat.  Dan barangsiapa yang menutupi (aib) muslim, maka Allah akan  menutupi (aib)nya pada hari kiamat." (Bukhari no. 2442 dan Muslim no.  2580)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Rasulullah saw.bersabda,  "Barangsiapa yang melepaskan suatu kesusahan seroang mukmin di antara  berbagai kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskan darinya salah satu  di antara berbagai kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa yang  memudahkan orang yang mendapatkan kesulitan, maka Allah akan memberikan  kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi  aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.  Dan Allah itu akan selalu membantu hamba jika ia mau membantu  saudaranya. Dan barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu,  maka Allah akan memudahkan baginya jalan untuk menujusurga. Tidak ada  suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah seraya membaca kitab  Allah -Al-Qur'an-dan mereka mempelajari Al-Qur'an tersebut kecuali akan  turun kepada mereka ketenangan dan mereka pun akan diliputi rahmat  Allah serta mereka akan diliputi malaikan, bahkan Allah pun akan  menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk lain disisi-Nya. Serta,  barangsiapa yang menangguhkan amal ibadahnya, maka tidak akan dipercepat  keturunannya. (Muslim no. 2699)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu bagaimana bila aib itu sudah tersebar, apa yang kita lakukan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kutipan dari Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim al-Jauziyah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Janganlah kamu menampakkan  kegembiraan terhadap kejelekan (kesusahan) orang lain, karena boleh jadi  Allah akan menyayangi dia dan mengujimu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya jika engkau tidur  malam dan paginya merasa menyesal terhadap kejelekan-kejelekanmu, itu  lebih baik daripada kalau engkau menunaikan shalat malam tetapi pagi  harinya merasa ujub, karena amal orang yang ujub tidak akan naik kepada  Allah. Engkau tertawa sambil mengakui dosamu lebih baik daripada engkau  menangis tetapi bersikap mentang-mentang, bermegah diri dengan amalan.  Ratap tangis orang-orang yang berdosa lebih dicintai Allah daripada riuh  rendahnya suara orang-orang yang bertasbih tetapi membanggakan diri /  kelompok. Barangkali dengan dosanya (yang disesalinya) ini Allah  meminumkan obat kepadanya untuk mengeluarkan penyakit yang mematikan  yang kini ada pada dirimu tetapi engkau tidak merasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini terinspirasi dan sebagian dikutip dari status akh @Heru Atmoko aka tuing-tuing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://xxson.blogspot.com/2011/04/bantulah-hajat-saudaramu-dan.html"&gt;xxson.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-6837081462469712265?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/6837081462469712265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=6837081462469712265' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/6837081462469712265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/6837081462469712265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/04/bantulah-hajat-saudaramu-dan.html' title='Bantulah Hajat Saudaramu dan Sembunyikan Aibnya'/><author><name>Ono Jurnal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07178588784367745028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TC9Q8XpB0-I/AAAAAAAAAG0/qe4_QhPFrPs/S220/abiNchild.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-C_6mb_BlvbI/TaK1N_3w7pI/AAAAAAAAAKc/oaaYoMK2Exw/s72-c/Ibroh.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-8746150125474848630</id><published>2011-04-05T09:04:00.003+07:00</published><updated>2011-04-05T09:26:48.237+07:00</updated><title type='text'>= Jadilah Seperti Pensil =</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-85mZp24RGI4/TZp9ktLV2iI/AAAAAAAABlo/h7_Wf_VV_LQ/s1600/SlideShow.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-85mZp24RGI4/TZp9ktLV2iI/AAAAAAAABlo/h7_Wf_VV_LQ/s400/SlideShow.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591919956889819682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang cucu bertanya kepada Neneknya yang sedang menulis surat,  “Nenek lagi menulis surat tentang pengalama kita ? atau pengalaman aku  ?”. &lt;p&gt;Si Nenek stop menulis dan berkata kepada cucunya, “sekarang nenek  yang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan  ini yaitu pensil yang Nenek pakai”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”,  ujar si Nenek lagi. Mendengar  jawab ini si Cucu lalu melihat pensilnya  dan bertanya kembali kepada si Nenek ketika dia melihat tidak ada  istimewanya dari pensil yang Nenek pakai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tapi Nek, kayaknya pensil itu sama saja dengan pensil lainnya”, kata  si Cucu. Si Nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung dari kamu  melihat pensil ini”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pensil ini punya 5 kualilias yang bisa membantumu selalu tenang dalam  menjalani hidup. “Kalo kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di  dalam hidup ini. Si Nenek menjelaskan 5 kualitas sebuah pensil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa gerangan 5 kualitas yang terdapat dalam sebuah pensil ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;Kualitas yang Pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;,  Pensil ingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal hebat dalam hidup ini,  layaknya sebuah pensil kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang  selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kita menyebutnya Alloh SWT. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;Kualitas kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini  kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah  yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;Kualitas ketiga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Oleh karena itu memperbaiki kesalahan  kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita  untuk tetap berada pada jalan yang benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;Kualitas keempat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-C8KqbegMXYg/TZp9s9KjzwI/AAAAAAAABlw/ENIwM9NCAzs/s1600/pensil_9.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-C8KqbegMXYg/TZp9s9KjzwI/AAAAAAAABlw/ENIwM9NCAzs/s400/pensil_9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591920098620460802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;Kualitas kelima&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan, s&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;eperti juga kamu, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kamu  harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan  meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar  terhadap semua tindakan”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dalam proses menulis, kadang  beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan  kembali pensil. rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. tapi  setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya  kembali&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;sumber: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.slideshare.net/KadoDariKotaNabi/jadilah-seperti-pensil-1847482"&gt;http://hasanalsaggaf.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-8746150125474848630?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/8746150125474848630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=8746150125474848630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8746150125474848630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8746150125474848630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/04/jadilah-seperti-pensil.html' title='= Jadilah Seperti Pensil ='/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-85mZp24RGI4/TZp9ktLV2iI/AAAAAAAABlo/h7_Wf_VV_LQ/s72-c/SlideShow.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-5563894585287471937</id><published>2011-04-03T14:59:00.002+07:00</published><updated>2011-04-03T15:01:55.321+07:00</updated><title type='text'>Eat Pray Love</title><content type='html'>&lt;span lang="IN"&gt;Resume Buku : Eat Pray Love, Makan Do’a dan Cinta&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;by: Tia Rahmiati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_soaVRw3J7A/TZgpEZt116I/AAAAAAAABlY/WSMlbPw89lo/s1600/eat-pray-love.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_soaVRw3J7A/TZgpEZt116I/AAAAAAAABlY/WSMlbPw89lo/s400/eat-pray-love.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591264092979845026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sederhana dan dalam...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perenungan tentang siapa saya sebenarnya, dimana bahagia itu,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;bagaimana menghilangkan rasa bersalah, apa yang harus dilakukan setelah gagal, kapan seharusnya kita kembali...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bahwa seorang dipaksa oleh keadaan untuk gagal, membiarkannya tenggelam dalam kegagalan, memposisikan dirinya telah gagal, dan merasa bersalah terhadap kegagalan itu...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Moving, adalah keputusan untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan diatas, hijrah, mencari sesuatu yang baru, mencari sesuatu yg asal, berpetualang, menjadi orang asing, melucuti semua jatidiri...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari titik nol..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengembaraan dimulai dari merasakan kembali kenimatan selera sistem pencernaan, dari sekedar makan menjadi menikmati makanan...mensyukuri segenap kelihaian lidah merasakan makanan segala rasa, segala selera, menyukuri keberadaan gigi yang mengunyah kenikmatan menjadi awal terbentuknya sesuatu yang dibutuhkan tubuh, protein, karbohidrat, vitamin, dan sebagainya...mensyukuri keahlian katup antara tenggorokan dan kerongkongan, memilih kerongkongan menjadi jalan untuk dicerna dilambung, hingga mensyukuri timbunan lemak di perut dan sistem pembuangan yang otomatis...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menjadilah makan bukan hanya sekedar makan, menjadi kesenangan karena membersemai rasa syukur...makan adalah makanan fisik...maka nikmatilah...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudian pengembaraan spiritual dilanjutkan...setelah kuat fisik sudah diberi haknya, maka makanan dipersiapkan untuk jiwanya...do’a, adalah makanan jiwa...saat berdo’a sesungguhnya bukan saat kita meminta sesuatu dengan Tuhan, meminta kebutuhan kita sehari-sehari tercukupi, meminta keinginan kita di dunia terpenuhi, bukan...sama sekali bukan...berdo’a adalah memberi makanan untuk jiwa kita, dengan berusaha sedekat mungkin dengan Yang Diminta, berusaha sebersih mungin pikiran kita, berusaha sesuci mungkin jiwa kita, agar apa yang kita bincangkan, langsung terdengar, langsung tanpa hambatan....berdo’a adalah memberi jiwa, bukan meminta kebutuhan fisik kita, maka berdo’alah, supaya jiwa kita sejahtera...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selanjutnya pengembaraan cinta, memberi makan hati...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka cintailah bumi, dan segala yang tinggal di bumi...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_uyj0uDGcO4/TZgpODZljOI/AAAAAAAABlg/EuI6b7gxJ_w/s1600/love_heart1.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 182px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_uyj0uDGcO4/TZgpODZljOI/AAAAAAAABlg/EuI6b7gxJ_w/s320/love_heart1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591264258788003042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka hadirlah untuk cinta...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terbangun setiap hari dengan hati penuh cinta...menyiapkah sekeranjang senyum untuk dibagi rata pada pagi...menyiapkan tangan terbuka untuk menolong setiap orang saat siang...berkelanalah sambil menyapa setiap makhluk...melapangkan dada...merasakan bahwa saya mencintai dan dicintai...merasakan saya dicintai dunia dan seisinya....mebuat hati tersenyum, wajah tersenyum, bibir tersenyum..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Merasakan cinta, memasukkannya ke hati, dan memancarkannya untuk seluruh penduduk bumi...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-5563894585287471937?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/5563894585287471937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=5563894585287471937' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5563894585287471937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5563894585287471937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/04/eat-pray-love.html' title='Eat Pray Love'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_soaVRw3J7A/TZgpEZt116I/AAAAAAAABlY/WSMlbPw89lo/s72-c/eat-pray-love.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-474192914504962796</id><published>2011-03-31T15:05:00.002+07:00</published><updated>2011-03-31T15:09:38.963+07:00</updated><title type='text'>Menyerang Qiyadah Melumpuhkan Dakwah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-e4JqEEP0Gs8/TZQ2YPYUkzI/AAAAAAAAAKQ/P-JGuhfLujs/s1600/abdullah-al-khatib2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 110px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-e4JqEEP0Gs8/TZQ2YPYUkzI/AAAAAAAAAKQ/P-JGuhfLujs/s400/abdullah-al-khatib2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590152827546932018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad Abdullah Al Khatib&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Wahai  Ikhwan, karena dakwah  kalian merupakan kekuatan besar melawan  kedzoliman, maka wajar kalau mereka mengerahkan segala senjata dan  kemampuan untuk menghadapi dakwah kalian, bahkan tidak ada satu pun cara  kecuali mereka manfaatkan untuk memerangi dan memberangus dakwah  kalian.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cara paling berbahaya yang digunakan  oleh musuh yang licik adalah upaya menimbulkan friksi internal di dalam  dakwah, sehingga mereka dapat memenangkan pertarungan karena kekuatan  dakwah melemah akibat terpecah belah. Dan hal yang paling efektif  menimbulkan friksi internal dalam dakwah adalah hilangnya tsiqah antara  prajurit dan pimpinan. Sebab bila prajurit sudah tidak memiliki sikap  tsiqah pada pimpinannnya, maka makna ketaatan akan segera hilang dari  jiwa mereka. Bila ketaatan sudah hilang, maka tidak mungkin ada  eksistensi kepemimpinan dan karenanya pula tidak mungkin jamaah dapat  eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka Imam Asy-Syahid menekankan rukun  tsiqah dalam Risalah At-Ta'alim dan menjadikannya sebagai salah satu  rukun bai'at. Imam Asy-Syahid juga menjelaskan urgensi rukun ini dalam  menjaga soliditas dan kesatuan jamaah, ia mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Tidak  ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah – yang timbal balik - antara  pimpinan dan yang dipimpin menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan  sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam  mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai  tantangan dan kesulitan.  "Ta'at dan mengucapkan perkataan yang baik  adalah lebih baik bagi mereka" (QS 47:21). Dan tsiqah terhadap pimpinan  merupakan segala-galanya bagi keberhasilan dakwah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak  mensyaratkan bahwa yang berhak mendapat tsiqah kita adalah pemimpin yang  berkapasitas sebagai orang yang paling kuat, paling bertakwa, paling  mengerti, dan paling fasih dalam berbicara. Syarat seperti ini sangat  sulit dipenuhi, bahkan hampir tidak terpenuhi sepeninggal Rasulullah  saw. Cukuplah seorang pemimpin itu, seseorang yang dianggap mampu oleh  saudara-saudaranya untuk memikui amanah (kepemimpinan) yang berat ini.  Kemudian apabila ada seorang ikhwah (saudara) yang merasa bahwa dirinya  atau mengetahui orang lain memiliki kemampuan dan bakat yang tidak  dimiliki oleh pimpinannya, maka hendaklah ia mendermakan kemampuan dan  bakat tersebut untuk dipergunakan oleh pimpinan, agar dapat membantu  tugas-tugas kepemimpinannya bukan menjadi pesaing bagi pimpinan dan  jamaahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, mungkin anda masih ingat dialog yang terjadi antara Abu Bakar ra dan Umar ra sepeninggal Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berkata kepada Abu Bakar, 'Ulurkanlah tanganmu, aku akan membai'atmu.'&lt;br /&gt;Abu Bakar berkata, 'Akulah yang membai'atmu.'&lt;br /&gt;Umar berkata, 'Kamu lebih utama dariku.'&lt;br /&gt;Abu Bakar berkata, 'Kamu lebih kuat dariku.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Umar ra berkata, 'Kekuatanku kupersembahkan untukmu karena keutamaanmu.'&lt;br /&gt;Umar pun terbukti benar-benar menjadikan kekuatannya sebagai pendukung Abu Bakar sebagai kholifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala  seseorang bertanya kepada Imam Asy-Syahid, 'Bagaimana bila suatu  kondisi menghalangi kebersamaan anda dengan kami? Menurut anda siapakah  orang yang akan kami angkat sebagai pemimpin kami?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam  Asy-Syahid menjawab, 'Wahai ikhwan, angkatlah menjadi pemimpin orang  yang paling lemah di antara kalian. Kemudian dengarlah dan taatilah dia.  Dengan (bantuan) kalian, ia akan menjadi orang yang paling kuat di  antara kalian.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Wahai Ikhwan, mungkin anda masih ingat  perselisihan yang terjadi antara Abu Bakar dan Umar dalam menyikapi  orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat. Sebagian besar sahabat  berpendapat seperti pendapat Umar, yaitu tidak memerangi mereka. Meski  demikian tatkala Umar mengetahui bahwa Abu Bakar bersikeras untuk  memerangi mereka, maka ia mengucapkan kata-katanya yang terkenal, yang  menggambarkan ketsiqahan yang sempurna, 'Demi Allah, tiada lain yang aku  pahami kecuali bahwa Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk  memerangi mereka, maka aku tahu bahwa dialah yang benar.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai  Umar ra tidak memiliki ketsiqahan dan ketaatan yang sempurna, maka  jiwanya akan dapat memperdayakannya, bahwa dialah pihak yang benar,  apalagi ia telah mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Allah swt telah  menjadikan al haq (kebenaran) pada lisan dan hati Umar.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah  butuhnya kita pada sikap seperti Umar ra tersebut, saat terjadi  perbedaan pendapat di antara kita, terutama untuk ukuran model kita yang  tidak mendengar Rasululiah saw memberikan rekomendasi kepada salah  seorang di antara kita, bahwa kebenaran itu pada lisan atau hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat  sangat pentingnya ketsiqahan terhadap fikrah dan ketetapan pimpinan,  maka musuh-musuh Islam berusaha sekuat tenaga untuk menimbulkan  keragu-raguan pada Islam, jamaah, manhaj jamaah, dan pimpinannya. Betapa  banyak serangan yang dilancarkan untuk melaksanakan misi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  karena itu, seorang akh jangan sampai terpengaruh oleh  serangan-serangan tersebut. Ia harus yakin bahwa agamanya adalah agama  yang haq yang diterima Allah swt. Ia harus yakin bahwa Islam adalah  manhaj yang sempurna bagi seluruh urusan dalam kehidupan dunia maupun  akhirat. Ia harus tetap tsiqah bahwa jamaahnya berada di jalan yang  benar dan selalu memperhatikan Al Quran dan Sunah dalam setiap langkah  dan sarananya. Ia harus tetap tsiqah bahwa pimpinannya selalu bercermin  pada langkah Rasulullah saw serta para sahabatnya dan selalu tunduk  kepada syariat Allah dalam menangani persoalan yang muncul saat  beraktivitas serta selalu memperhatikan kemaslahatan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami  mengingatkan, bahwa terkadang sebagian surat kabar atau media massa  lainnya mengutip pembicaraan atau pendapat yang dilakukan pada pimpinan  jamaah, dengan tujuan untuk menimbulkan keragu-raguan, menggoncangkan  kepercayaan, dan menciptakan ketidakstabilan di dalam tubuh jamaah. Oleh  karena itu, seorang akh muslim tidak diperbolehkan menyimpulkan suatu  hukum berdasarkan apa yang dibaca dalam media massa, tidak boleh  melunturkan tsiqahnya, dan tidak boleh menyebarkannya atas dasar  pembenaran. Ia harus melakukan tabayyun terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt menegur segolongan orang yang melakukan kesalahan dengan firman-Nya,&lt;br /&gt;“Dan  apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun  ketakutan, mereka serta merta menyiarkannya. Dan kalau mereka  menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah  orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat)  mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri). Kalau tidaklah karena  karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan,  kecuali sebahagian kecil saja di antaramu.” (QS 4:83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dikutip dari Kitab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nadzharat Fii Risalah at-Ta'alim&lt;/span&gt; (Bab Ats-Tsiqoh) terbitan Asy-Syaamil.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/03/menyerang-qiyadah-melumpuhkan-dakwah.html"&gt;pkspiyungan.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-474192914504962796?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/474192914504962796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=474192914504962796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/474192914504962796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/474192914504962796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/03/menyerang-qiyadah-melumpuhkan-dakwah.html' title='Menyerang Qiyadah Melumpuhkan Dakwah'/><author><name>Ono Jurnal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07178588784367745028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TC9Q8XpB0-I/AAAAAAAAAG0/qe4_QhPFrPs/S220/abiNchild.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-e4JqEEP0Gs8/TZQ2YPYUkzI/AAAAAAAAAKQ/P-JGuhfLujs/s72-c/abdullah-al-khatib2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-7657052846692955304</id><published>2011-03-29T15:23:00.003+07:00</published><updated>2011-03-29T16:02:56.769+07:00</updated><title type='text'>Ummat ini Bagai Daun - Daun yg Berguguran.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Original Title: &lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Beramal Islami di Dalam dan Melalui Jama'ah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Author: M Anis Matta&lt;br /&gt;Editor: Abu Aufa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRACT:&lt;br /&gt;*******************************************************&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-y18so3KOCHs/TZGfBRv8LlI/AAAAAAAABkw/SbvmXiQhtl4/s1600/daun.1.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-y18so3KOCHs/TZGfBRv8LlI/AAAAAAAABkw/SbvmXiQhtl4/s400/daun.1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589423456836660818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Ummat ini bagaikan daun-daun yang berguguran, mudah sekali diterpa angin. Tiada kekuatan yang mampu menghimpunnya kembali, menata seperti ia masih bergayut pada pohonnya. Begitulah kenyataan! Banyak&lt;br /&gt;orang saleh, orang hebat, tapi semuanya seperti daun-daun yang berhamburan. Oleh karena itu, jalan panjang untuk menuju kebangkitan ummat ini haruslah dimulai dari menghimpun daun-daun tersebut dalam wadah yang bernama jama'ah, merajut kembali jalinan cinta, satukan potensi dan kekuatan, sehingga ia menjadi pohon peradaban yang teduh, menaungi kemanusiaan.&lt;br /&gt;*******************************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Walaupun satu keluarga kami tak saling mengenal&lt;br /&gt;Himpunlah daun-daun yang berhamburan ini&lt;br /&gt;Hidupkan lagi ajaran saling mencinta Ajari lagi kami&lt;br /&gt;berkhidmat seperti dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa bait dari sajak doa Iqbal. Mungkin batinnya menjerit pada setiap kesaksiannya atas zamannya; ummat ini seperti daun-daun yang berhamburan. Seperti daun-daun yang gugur diterpa angin, tak ada lagi kekuatan yang dapat menghimpunnya kembali, menatanya seperti ketika ia masih menggayut pada pohonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kenyataan ummat ini; mungkin banyak orang saleh diantara mereka, tapi semuanya seperti daun-daun yang berhamburan, tidak terhimpun dalam sebuah wadah yang bernama jama'ah. Mungkin banyak orang hebat diantara mereka, tapi kehebatan mereka hilang diterpa&lt;br /&gt;angin zaman. Mungkin banyak potensi yang tersimpan pada individu-individu diantara mereka, tapi semuanya berserakan di sana sini, tak terhimpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jama'ah adalah alat yang diberikan Islam bagi umatnya untuk menghimpun daun-daun yang berhamburan itu; supaya kekuatan setiap satu orang saleh, atau orang hebat, atau satu potensi, bertemu padu dengan kekuatan saudaranya yang lain, yang sama salehnya, yang sama hebatnya, yang sama potensialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama'ah juga merupakan CARA YANG PALING TEPAT UNTUK MENYEDERHANAKAN PERBEDAAN-PERBEDAAN PADA INDIVIDU. Di dalam satu jama'ah, individu-individu yang memiliki kemiripan disatukan dalam sebuah simpul. Maka meskipun ada banyak jama'ah, itu tetap jauh lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Sebab JAUH LEBIH MUDAH MEMETAKAN ORANG BANYAK MELALUI PENGELOMPOKAN ATAU SIMPUL-SIMPULNYA, KETIMBANG HARUS MEMETAKAN MEREKA SEBAGAI INDIVIDU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jalan panjang menuju kebangkitan kembali ummat ini, harus dimulai dari menghimpun daun-daun yang berhamburan itu, merajut kembali jalinan cinta diantara mereka, menyatukan potensi dan kekuatan mereka, kemudian `meledakkannya' pada momentum sejarahnya, menjadi pohon peradaban yang teduh, yang menaungi kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah masalahnya. Ternyata itu bukan pekerjaan yang mudah. Ternyata cinta tidak mudah ditumbuhkan diantara mereka. Ternyata orang saleh tidak mudah disatukan. Ternyata orang hebat tidak selalu bersedia menyatu dengan orang hebat yang lain. Mungkin itu sebabnya, ada ungkapan di kalangan gangster mafia; seorang prajurit yang bodoh, kadang-kadang lebih berguna dari pada dua orang jenderal yang hebat. Tapi tidak ada jalan lain; NABI UMMAT INI TIDAK AKAN PERNAH&lt;br /&gt;MEMAAFKAN SETIAP ORANG DI ANTARA KITA UNTUK MENINGGALKAN JAMA'AH SEMATA-MATA KARENA IA TIDAK MENEMUKAN KECOCOKAN BERSAMA ORANG LAIN DALAM JAMA'AHNYA. Sebab, kekeruhan jama'ah, kata Imam Ali Bin Abi Thalib Ra, jauh lebih baik daripada kejernihan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DARI INDIVIDU KE JAMA'AH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang saleh diantara kita harus menyadari, bahwa tidak banyak yang dapat ia berikan atau sumbangkan untuk Islam kecuali kalau ia bekerja di dalam dan melalui jama'ah. Mereka tidak dapat menolak fakta bahwa tidak ada orang yang dapat mempertahankan hidupnya tanpa bantuan orang lain, bahwa tidak pernah ada orang yang dapat melakukan segalanya atau menjadi segalanya, bahwa KECERDASAN INDIVIDUAL TIDAK PERNAH DAPAT MENGALAHKAN KECERDASAN KOLEKTIF. Bekerja di dalam dan melalui jama'ah tidak hanya terkait dengan&lt;br /&gt;fitrah sosial kita, tapi terutama terkait dengan kebutuhan kita untuk menjadi lebih efisien, efektif dan produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga alasan lain. Kita hidup dalam sebuah zaman yang oleh ahli-ahlinya dicirikan sebagai masyarakat jaringan, masyarakat organisasi. Semua aktivitas manusia dilakukan di dalam dan melalui organisasi; pemerintahan, politik, militer, bisnis, kegiatan&lt;br /&gt;sosial kemanusiaan, rumah tangga, hiburan dan lainnya. Itu merupakan kata kunci yang menjelaskan, mengapa masyarakat moderen menjadi sangat efektif dan efisien serta produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat modern bekerja dengan kesadaran bahwa keterbatasan-keterbatasan yang ada pada setiap individu sesungguhnya dapat dihilangkan dengan mengisi keterbatasan mereka itu dengan kekuatan-kekuatan yang ada pada individu-individu yang lain. Jadi kebutuhan&lt;br /&gt;setiap individu Muslim untuk bekerja, atau beramal Islami di dalam dan melalui jama'ah, bukan saja lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas, efesiensi dan produktivitasnya, tapi juga lahir dari kebutuhan untuk bekerja dan beramal Islami pada level&lt;br /&gt;yang setara dengan tantangan zaman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh-musuh kita mengelola dan mengorganisasi pekerjaan-pekerjaan mereka dengan rapi, sementara kita bekerja sendiri-sendiri, tanpa organisasi, dan kalau ada, biasanya tanpa manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan untuk bekerja dan beramal Islami di dalam dan melalui jama'ah hanya lahir dari kesadaran mendalam seperti ini. Tapi kesadaran ini saja tidak cukup. Ada persyaratan psikologis lain yang harus kita miliki untuk dapat bekerja lebih efektif, efisien dan&lt;br /&gt;produktif dalam kehidupan berjama'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KESADARAN BAHWA KITA HANYALAH BAGIAN DARI FUNGSI PENCAPAIAN TUJUAN&lt;br /&gt;Jama'ah didirikan untuk mencapai tujuan-tujuan besar. Untuk jama'ah bekerja dengan sebuah perencanaan dan strategi yang komprehensif dan integral. Di dalam strategi besar itu, individu harus ditempatkan sebagai bagian dari keseluruhan elemen yang diperlukan untuk mencapainya. Jadi sehebat apa pun seorang individu, bahkan sebesar apa pun kontribusinya, dia tidak boleh merasa lebih besar daripada strategi dimana ia merupakan salah satu bagiannya. Begitu ada individu yang merasa lebih besar dari strategi jama'ah, maka strategi itu akan berantakan. Untuk itu setiap indvidu harus memiliki kerendahan hati yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SEMANGAT MEMBERI YANG MENGALAHKAN SEMANGAT MENERIMA&lt;br /&gt;Dalam kehidupan berjama'ah terjadi proses memberi dan menerima. Tapi jika pada sebagian besar proses kita selalu berada pada posisi menerima, maka secara perlahan kita `mengkonsumsi' kebaikan-kebaikan orang lain hingga habis. Itu tidak akan pernah mampu melanggengkan hubungan individu dalam sebuah jama'ah. Betapa bijak nasihat KH Ahmad Dahlan kepada warga Muhammadiyah; "Hidup-hidupkanlah Muhammadiyah, dan jangan mencari hidup dalam Muhammadiyah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KESIAPAN UNTUK MENJADI TENTARA YANG KREATIF&lt;br /&gt;Pusat stabilitas dalam jama'ah adalah kepemimpinan yang kuat. Tapi seorang pemimpin hanya akan menjadi efektif apabila ia memiliki prajurit-prajurit yang taat dan setia. Ketaatan dan kesetiaan adalah inti keprajuritan. Begitu kita bergabung dalam sebuah jama'ah, kita harus bersiap untuk menjadi taat dan setia. Tapi ruang lingkup amal Islami yang sangat luas membutuhkan manusia-manusia kreatif. Dan kreativitas tidak bertentangan dengan ketaatan dan kesetiaan. Jadi&lt;br /&gt;kita harus menggabungkan antara ketaatan dan kreativitas; ketaatan lahir dari kedisiplinan dan komitmen, sementara kreativitas lahir dari kecerdasan dan kelincahan. Dan itu merupakan perpaduan yang&lt;br /&gt;indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. BERORIENTASI PADA KARYA, BUKAN PADA POSISI&lt;br /&gt;Jebakan terbesar yang dapat menjerumuskan kita dalam kehidupan berjama'ah adalah posisi struktural. Jama'ah hanyalah wadah bagi kita untuk beramal. Maka kita harus selalu berorientasi pada amal dan karya yang menjadi tujuan utama kita berjama'ah, dan memandang posisi structural sebagai perkara sampingan saja. Dengan begitu kita akan selalu bekerja dan berkarya ada atau tanpa posisi struktural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. BEKERJASAMA WALAUPUN BERBEDA&lt;br /&gt;Perbedaan adalah tabiat kehidupan yang tidak dapat dimatikan oleh jama'ah. Maka adalah salah jika berharap untuk hidup dalam sebuah jama'ah yang bebas dari perbedaan. Yang harus kita tumbuhkan adalah&lt;br /&gt;kemampuan jiwa dan kelapangan dada untuk tetap bekerjasama di tengah berbagai perbedaan. Perbedaan tidaklah sama dengan perpecahan, dan karena itu kita tetap dapat bersatu walaupun kita berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAMAAH YANG EFEKTIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jauh lebih realistis untuk mencari jama'ah yang efektif ketimbang mencari jama'ah yang ideal. Kita adalah ummat yang sakit. Setiap kita mewarisi kadar tertentu dari penyakit tersebut. Jika&lt;br /&gt;orang-orang sakit itu saling bertemu dalam sebuah jama'ah, pada dasarnya jama'ah itu juga merupakan jama'ah yang sakit. Itulah faktanya. Tapi tugas kita menyalakan lilin, bukan mencela kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-V_3j4xyRVPQ/TZGgDjeu1KI/AAAAAAAABk4/UA5nM0sIFxE/s1600/PKS.kepal.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-V_3j4xyRVPQ/TZGgDjeu1KI/AAAAAAAABk4/UA5nM0sIFxE/s320/PKS.kepal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589424595467687074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Jama'ah yang efektif adalah JAMA'AH YANG DAPAT MENGEKSEKUSI ATAU MEREALISASIKAN RENCANA-RENCANANYA. Kemampuan eksekusi itu lahir dari integrasi antara berbagai elemen; ada sasaran dan target yang jelas, strategi yang tepat, sarana pendukung yang memadai, pelaku yang bekerja dengan penuh semangat, lingkungan strategi yang kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama'ah yang didirikan untuk kepentingan menegakkan syariat Allah Swt di muka bumi, akan menjadi efektif apabila ia memiliki syarat-syarat berikut ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. IKATANNYA AQIDAH, BUKAN KEPENTINGAN&lt;br /&gt;Orang-orang yang bergabung dalam jama'ah itu disatukan oleh ikatan aqidah, dipersaudarakan oleh iman, dan bekerja untuk kepentingan Islam. Mereka tidak disatukan oleh kepentingan duniawi yang biasanya lahir dari dua kekuatan syahwat; keserakahan (hubbud dunya) dan ketakutan (karahiatul maut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. JAMA'AH ITU SARANA, BUKAN TUJUAN&lt;br /&gt;Jama'ah itu tetap diposisikan sebagai sarana, bukan tujuan. Sehingga tidak ada alasan untuk memupuk dan memelihara fanatisme sekadar untuk menunjukkan kesetiaan pada grup. Hilangnya fanatisme juga memungkinkan jama'ah-jama'ah itu saling bekerja sama diantara mereka, membangun jaringan yang kuat, dan tidak terjebak dalam&lt;br /&gt;pertarungan yang saling mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. SISTEM, BUKAN TOKOH&lt;br /&gt;Jama'ah itu akan menjadi efektif jika orang-orang yang ada di dalamnya bekerja dengan sebuah sistem yang jelas, bukan bekerja dengan seseorang yang berfungsi sebagai sistem. Pemimpin dan prajurit hanyalah bagian dari strategi, sistem adalah sesuatu yang terpisah. Dengan cara ini kita mencegah munculnya diktatorisme dimana selera sang Pemimpin menjelma menjadi sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PENUMBUHAN, BUKAN PEMANFAATAN&lt;br /&gt;Sebuah jama'ah akan menjadi efektif jika ia memandang dan menempatkan orang-orang yang bergabung ke dalamnya sebagai pelaku-pelaku, yang karenanya perlu ditumbuh-kembangkan secara terus menerus, untuk fungsi pencapaian tujuan jama'ah itu. Jama'ah itu akan menempatkan dirinya sebagai fasilitator bagi perkembangan kreativitas individunya, dan tidak memandang mereka sebagai pembantu-pembantu yang harus dipaksa bekerja keras, atau sapi-sapi yang dungu yang harus diperah setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. MENGELOLA PERBEDAAN, BUKAN MEMATIKANNYA&lt;br /&gt;Jama'ah yang efektif selalu mampu mengubah keragaman menjadi sumber kreativitas kolektifnya. Dan itu dilakukan melalui mekanisme syuro yang dapat memfasilitasi setiap perbedaan untuk diubah menjadi&lt;br /&gt;konsensus..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: e-mail brother in Friday, March 28, 2003 12:05 AM&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-7657052846692955304?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/7657052846692955304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=7657052846692955304' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7657052846692955304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7657052846692955304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/03/ummat-ini-bagai-daun-daun-yg-berguguran.html' title='Ummat ini Bagai Daun - Daun yg Berguguran.'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-y18so3KOCHs/TZGfBRv8LlI/AAAAAAAABkw/SbvmXiQhtl4/s72-c/daun.1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-2008797631412933064</id><published>2011-03-24T15:35:00.004+07:00</published><updated>2011-03-24T15:43:32.085+07:00</updated><title type='text'>LAKI-LAKI BUTA TERSANDUNG BATU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-mc9Clh0nrL0/TYsD1RIyyaI/AAAAAAAAAKA/Jv2xHFPKunw/s1600/noname.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 81px; height: 81px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-mc9Clh0nrL0/TYsD1RIyyaI/AAAAAAAAAKA/Jv2xHFPKunw/s400/noname.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587563976351467938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Masih ingat dengan seorang sahabat Nabi yang tak dapat melihat? Yang karenanya Allah lalu menegur Nabi dan menurunkan surat "A'basa"? Ia adalah Abdullah bin Ummi Maktum Radiallahuanhu. Seorang sosok sahabat yang senantiasa tawadlhu dalam menunaikan kewajibannya sebagai hamba  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika sahabat Nabi ini menghampiri baginda Rasulullah Saw. Ia hendak meminta izin, untuk tidak mengikuti jama'ah shubuh, karena tak ada yang menuntunnya menuju masjid. Setelah mendengar alasannya, baginda Rasulpun bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan?", Abdullah lantas menjawab: "Tentu baginda", "Kalau begitu tidak ada keringanan untukmu", tandas Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan perintahNya. Abdullahpun sam'an wa tho'atan atas apa yang diperintahkan Rasulullah Saw. Dengan mantap ia berazam untuk mendirikan jama'ah shubuh di masjid,sekalipun dirinya harus meraba-raba dengan tongkat untuk menuju sumber azan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, tatkala fajar menjelang dan azan mulai berkumandang, Abdullah bin Ummi Maktumpun bergegas memenuhi panggilan Ilahi. Tak lama ketika ia mengayunkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba ia tersandung sebuah batu, badannya lalu tersungkur jatuh, dan sebagian ongkahan batu itu tepat mengenai wajahnya, dengan seketika darahpun mengalir dari&lt;br /&gt;mukanya yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat Abdullah kembali bangkit, sembari mengusap darah yang membasahi wajahnya, iapun dengan mantap akan kembali melanjutkan perjalanan menuju masjid. Selang beberapa saat, datang seorang sosok lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya: "A'mmu (paman) hendak pergi kemana?". "Saya ingin memenuhi panggilan Ilahi" jawab Abdullah tenang. Lalu laki-laki asing itu menawarkan jasanya, "Saya akan antarkan a'mmu ke masjid, lalu nanti kembali pulang ke rumah". Lelaki itupun segera menuntun Abdullah menuju rumah Allah, dan kemudian mengantarkannya kembali pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini ternyata tidak hanya sekali dilakukan lelaki asing itu, tiap hari ia selalu menuntun Abdullah ke masjid dan kemudian mengantarkannya kembali ke rumah. Tentu saja Abdullah bin Ummi Maktum sangat gembira, karena ada orang yang dengan baik hati mengantarnya salat berjama'ah, bahkan tanpa mengharapkan imbalan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tibalah suatu saat, ia ingin tahu siapa nama lelaki yang selalu mengantarnya. Ia lalu menanyakan nama lelaki budiman itu. Namun spontan lelaki asing itu menjawab: "Apa yang paman inginkan dari namaku?", "Saya ingin berdo'a kepada Allah, atas kebajikan yang selama ini engkau lakukan", jawab Abdullah. "Tidak usah" tegas lelaki itu. "Paman tidak perlu berdoa untuk meringankan penderitaanku, dan jangan sekali-kali paman menanyai namaku" tegasnya. Abdullah terhentak dan terkejut atas jawaban lelaki itu, Iapun kemudian bersumpah atas nama Allah, meminta lelaki itu untuk tidak menemuinya lagi, sampai ia tahu betul siapa dan&lt;br /&gt;mengapa ia terus memandunya menuju masjid dan tidak mengharapkan balasan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-8sK9AK9SMi8/TYsDYvcX6CI/AAAAAAAAAJ4/OwlvfI8Nj1s/s1600/noname11.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 80px; height: 115px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8sK9AK9SMi8/TYsDYvcX6CI/AAAAAAAAAJ4/OwlvfI8Nj1s/s400/noname11.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587563486270449698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mendengar sumpah Abdullah, laki-laki itu kemudian berpikir panjang, ia kemudian berkata: "Baiklah akan aku katakan siapa diriku sebenarnya. "Aku adalah Iblis" jawabnya. Abdullah tersentak tak percaya, "Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid, sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan salat?" Iblis itu kemudian menjawab: "Engkau&lt;br /&gt;masih ingat ketika dulu hendak melaksanak salat shubuh berjama'ah, dirimu tersandung batu, lalu bongkahannya melukai wajahmu?". "Iya, aku ingat" jawab Abdullah. "Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat, bahwasannya Allah telah mengampuni setengah dari dosamu, aku takut kalau engkau tersandung untuk kedua kali, lalu Allah menghapuskan setengah&lt;br /&gt;dosamu yang lain" jelas Iblis. "Oleh karena itu aku selalu menuntunmu ke Masjid dan mengantarkanmu pulang, khawatir jika engkau kembali ceroboh lagi ketika berangkat ke Masjid"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah, ternyata Iblis tak pernah rela sedikitpun melihat hamba Allah menjadi ahli ibadah. Terbukti semua cara ia tempuh, hingga ia tak segan untuk menggunakan topeng kebaikan, khawatir kalau mangsanya akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-jpkVkYqLZEA/TYsD9GBWjTI/AAAAAAAAAKI/RrjBI5aZjJM/s1600/noname2.gif"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 106px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jpkVkYqLZEA/TYsD9GBWjTI/AAAAAAAAAKI/RrjBI5aZjJM/s400/noname2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587564110806420786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari sepenggal kisah sahabat diatas, tentu kita dapat mengambil pelajaran dan memahami satu dari karakter Iblis, lalu bagaimana dengan kita masihkah berdiam diri, menunggu menjadi korban makhluk laknat itu, atau kita mencoba melawan dengan memperbaiki diri dan terus mendekatkan diri pada Ilahi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat ini marilah kita bersama-sama istiqomah dalam melakukan amal kebaikan, agar kita terhindar dari tipu daya iblis laknatullahalaih, semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-2008797631412933064?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/2008797631412933064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=2008797631412933064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/2008797631412933064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/2008797631412933064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/03/laki-laki-buta-tersandung-batu.html' title='LAKI-LAKI BUTA TERSANDUNG BATU'/><author><name>Ono Jurnal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07178588784367745028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TC9Q8XpB0-I/AAAAAAAAAG0/qe4_QhPFrPs/S220/abiNchild.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-mc9Clh0nrL0/TYsD1RIyyaI/AAAAAAAAAKA/Jv2xHFPKunw/s72-c/noname.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-1401485203516122583</id><published>2011-02-01T00:51:00.003+07:00</published><updated>2011-02-01T00:57:36.923+07:00</updated><title type='text'>~~DAKWAH INI MILIK SIAPA~~</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TUb3t7kL1eI/AAAAAAAAAJc/YO845c4wK3o/s1600/pedang.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TUb3t7kL1eI/AAAAAAAAAJc/YO845c4wK3o/s400/pedang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568410357745833442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dahulu&lt;br /&gt;ketika Muhammad mendapatkannya&lt;br /&gt;sepenuh hati ia sampaikan kepada umat manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu&lt;br /&gt;ketika AbuBakar mendapatkannya&lt;br /&gt;terus ia dakwahkan kepada enam manusia, yang keenam manusia itu dijamin Allah masuk Syurga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu&lt;br /&gt;ketika Bilal bin Rabah menerimanya&lt;br /&gt;kalimat  "ahad" membebaskan jiwanya. Hanya karena menjaga amal sholat sunnah  sesudah wudhu, Baginda Nabi mendengar suara sandalnya di Syurga; padahal  ia masih hidup didunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu&lt;br /&gt;ketika Sumayyah menerimanya&lt;br /&gt;tanpa rasa ragu ia gengam erat, hingga ia meraih gelar syahadah yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu Dahulu........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mendapatkannya&lt;br /&gt;lantas kita merasa enggan semua orang merasakan keindahan yang kita rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang&lt;br /&gt;kita mendapatkannya&lt;br /&gt;lantas kita halang mereka untuk menerima indahya Islam&lt;br /&gt;padahal kita dibebani tanggung jawab sejak kita melangkah bersama kafilah dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita yang merasa layak...&lt;br /&gt;Apakah kita melakukannya demi sebuah nama&lt;br /&gt;Pedang yang tajam itu harus diasah&lt;br /&gt;Pedang yang tajam bukan untuk menikam saudara seiman, walau berbeda FIKROH&lt;br /&gt;Musuh kita adalah AL-BATHIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh kita bukanlah orang yang melangkah dalam shaf yang sama&lt;br /&gt;BERDAKWAHLAH KARENA MARDHATILLAH.&lt;br /&gt;Bukan ambisi pribadi, suku, golongan ataupun Partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;)I(HermanHusni)I(&lt;br /&gt;Untukmu Kader Dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=191551040874688&amp;amp;set=a.151662561530203.28528.100000593797483&amp;amp;ref=notif&amp;amp;notif_t=photo_tag"&gt;www.facebook.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-1401485203516122583?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/1401485203516122583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=1401485203516122583' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/1401485203516122583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/1401485203516122583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/02/dakwah-ini-milik-siapa.html' title='~~DAKWAH INI MILIK SIAPA~~'/><author><name>Ono Jurnal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07178588784367745028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TC9Q8XpB0-I/AAAAAAAAAG0/qe4_QhPFrPs/S220/abiNchild.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TUb3t7kL1eI/AAAAAAAAAJc/YO845c4wK3o/s72-c/pedang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-96735530165848794</id><published>2011-01-17T20:28:00.005+07:00</published><updated>2011-01-17T20:39:26.955+07:00</updated><title type='text'>MUHARRIK "TULEN"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TTRGBDbl1GI/AAAAAAAABio/eLFi_fRICyM/s1600/barangSiapa.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TTRGBDbl1GI/AAAAAAAABio/eLFi_fRICyM/s400/barangSiapa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563148423624250466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dakwah membutuhkan kader-kader yang mampu berfikir besar dan berjiwa besar untuk menunaikan kerja besar meraih cita-cita besar. Dakwah juga membutuhkan kader pekerja maksimalis, bukan pekerja minimalis yang menghindar dari resiko dan tantangan. Latih terus insting dan naluri harokah kita di setiap Liqo dan amal da'awi, karena dakwah ini harus mengalir dan bergerak terus.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian dilakukan terhadap binatang kecil sejenis kutu. Binatang tersebut terbiasa meloncat hingga ketinggian satu meter. Suatu kali binatang tersebut dimasukkan ke dalam kotak korek api selama beberapa hari. Ketika binatang tersebut dikeluarkan dari dalam kotak korek api terbut, apa yang terjadi? Jika selama ini ia mampu meloncat hingga satu meter, kini ia hanya mampu meloncat setinggi kotak korek api yang hanya 2 sentimeter saja. Ternyata beberapa hari di dalam kotak korek telah menurunkan kemampuan loncatannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Standar loncatannya menurun karena lingkungan yang dia alami&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika di sebuah kebun binatang di Cina didatangkan seekor harimau buas. Ia diberi kandang yang bersih, ada tempat berteduh dari sengatan panas, ada pula kolam kecil tempat ia minum dan berendam jika kepanasan. Setiap hari ia diberi makan daging ayam atau bebek yang telah dibersihkan. Suatu hari petugas kebun binatang memasukkan seekor anak sapi yang kira-kira tingginya sama dengan harimau tersebut. Apa yang terjadi? Jangankan untuk menyerang anak sapi, bahkan harimau tersebut lari ketakutan. Rupanya ia telah terbiasa memakan makanan daging bersih, sehingga hilanglah naluri kebuasan yang sebenarnya merupakan ciri khas dari binatang tersebut. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Watak aslinya berubah karena lingkungan yang dia alami&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah,&lt;br /&gt;Tentu kita telah mendengar, atau bahkan sebagian kita mengalami masa-masa ta'sis dakwah di negara ini. Begitulah militan! Dauroh rekrutmen untuk memperbanyak barisan kader hampir tiap bulan dilakukan. Membidik pribadi-pribadi "hanif" untuk diajak bergabung dengan dakwah menjadi kerja harian setiap ikhwah. Sabtu-Ahad menjadi hari-hari yang begitu sibuk menggarap proyek dakwah. Seorang ikhwah terbiasa mengelola 4,5 dan 6 halaqoh. Rutinitas hidup ikhwah berputar dari satu dauroh ke dauroh lain, dari satu halaqoh ke halaqoh lain. Jauhnya jarak dan padatnya waktu justru semakin meningkatkan semangat dan motivasi. Perjalan pengap sesak bergelantungan di kendaraan umum selama 3-4 jam untuk menghadiri liqo sudah menjadi kelaziman. Rupiah demi rupiah tak terasa mengalir keluar, membiayai sendiri setiap proyek dakwah. Begitulah ikhwah saat itu menikmati keindahan dan kenikmatan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah saat itu begitu berhati-hati, khawatir terjadi pelanggaran syar'i dalam mu'amalah misalnya. Jika ada ikhwah yang berencana untuk nikah, dari awal hijab sudah dijaga, memilih pasangan dengan niat membangun usroh da'awi, dan meminta pendapat murobbi. Walimatul ursy pun dirancang begitu hati-hati, segala daya upaya ditempuh agar suasana islami dibangun karena walimah adalah syar'i dakwah. Batasan syar'i sekecil apapun tidak dilanggar, menghindari tabarruj, kemubaziran dalam berbagai hal, taupun hiburan yang tidak jelas apakah nasyid atau lagu pop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dakwah kita telah menembus memasuki tahapan-tahapan yang menakjubkan. Senang kita melihat dakwah memegang amanah strategis di negeri ini. Ada yang menjadi menteri, gubernur, walikota/bupati, anggota DPR-DPRD, dan posisi penting lainnya. Gembira kita melihat sebagian ikhwah sudah mampu mengelola bisnis dengan baik. Nyaman kita saat di markas yang sejuk ber-AC, meja penuh laptop, infokus, dan TV LCD pun tersedia. Sekarang, markas dakwah kita dituntut memiliki lahan parkir yang cukup memuat jejeran mobil dan motor yang dibawa ikhwah saat ada acara. Tidak ada yang salah dengan itu semua, apalagi jika itu semua kita gunakan untuk mengefektifkan dan mempermudah dakwah menggapai cita-cita besar. Semua fasilitas, jabatan dan kekuasaan kita gunakan untuk melayani dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah,&lt;br /&gt;Rupanya Allah mentakdirkan kita lahir menjadi seorang muharrik, keluarga kita juga keluarga muharrik. Kita adalah "muharrik tulen", apapun posisi profesi kita. Eksekutif, legislatif, pengusaha, dosen, guru, aktifis, LSM, wiraswasta, PNS, buruh..., sebelum menjadi apapun, ternyata kita ini adalah da'i. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nahnu du'at qabla kulli syai'in&lt;/span&gt;. Da'i yang siap mengelola usroh dan beberapa halaqoh. Da'i yang selalu membuat perencanaan rekrutmen fardhiyah. Da'i yang terbiasa merancang dauroh. Da'i yang masih siap jika dakwah menuntutnya untuk bekerja keras dan berjerih payah. Tak berkurang sedikitpun karakter muharriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TTRFoyLk1HI/AAAAAAAABig/IhdMz48Mws8/s1600/kaderdakwahv2.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TTRFoyLk1HI/AAAAAAAABig/IhdMz48Mws8/s320/kaderdakwahv2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563148006676812914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kini, seorang ikhwah mengingatkan; tetaplah kita menjadi "muharrik tulen" yang memiliki daya jelajah yang kerja yang hebat! Gagasan-gagasan briliant yang melampaui pemikiran umum! Jangan jadikan kondisi nyaman yang ada di sekitar kita seperti korek api yang bisa menurunkan kapasitas, kualitas kerja dan standar kita yang sesungguhnya, sehingga kita menjadi "duuna mustawa" (dibawah standar). Jangan jadikan lingkungan aktivitas beserta fasilitas yang sehari-hari kita nikmati merubah naluri muharrik kita. Jangan biarkan "cc" kita semakin lama semakin berkurang, hingga sampai pada titik kita merasa asing untuk menjadi murobbi, kita gugup ketika dimintai taujih dalam sebuah dauroh, kita merasa berat dan terasa begitu jauh saat liqo ada di luar kecamatan kita, kita harus menghitung berulang kali saat liqo ada di luar kecamatan kita, kita harus menghitung berulang kali saat ada munashoroh membantu ikhwah yang membutuhkan. Tak terasa sedikit demi sedikit batasan syar'i menjadi longgar. Insting muharrik kita semakin lama semakin melemah... dan itu tak boleh terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah,&lt;br /&gt;kita telah dianugerahi Allah kapasitas kerja yang besar, maka syukurilah dengan cara meledakkan kapasitas itu, untuk kepentingan dakwah. Ledakan potensi positif kita untuk menerangi negeri kita yang sedang porak-poranda ini. Latih terus insting dan naluri harokah kita di setiap liqo yang kita jalani, karena dakwah ini harus mengalir dan bergerak terus. Pastikan kita selalu berada bersama aliran dan gerakan dakwah ini, dan dalam kondisi itulah Allah SWT memanggil kita. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Seri Taujih 03&lt;br /&gt;Dzulqarnain&lt;br /&gt;Deputi Tadrib DPW PKS Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-96735530165848794?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/96735530165848794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=96735530165848794' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/96735530165848794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/96735530165848794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/01/muharrik-tulen.html' title='MUHARRIK &quot;TULEN&quot;'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TTRGBDbl1GI/AAAAAAAABio/eLFi_fRICyM/s72-c/barangSiapa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-7768497374827030633</id><published>2011-01-14T10:39:00.003+07:00</published><updated>2011-01-14T10:50:52.348+07:00</updated><title type='text'>~untukmu Kader Dakwah~</title><content type='html'>Dilangit-langit kamar, dijalan yang yang berderap kita menorehkan segurat doa&lt;br /&gt;: Allah, berikan kami kekuatan dalam perjuangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TS_HB4jP3OI/AAAAAAAAAJU/8CmPULhwmzs/s1600/demo-palestina-monas.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TS_HB4jP3OI/AAAAAAAAAJU/8CmPULhwmzs/s320/demo-palestina-monas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561882899999874274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mata basah kita pejamkan&lt;br /&gt;Lisan lelah kita diamkan&lt;br /&gt;detak jantung, hanya suara&lt;br /&gt;mengulang doa serupa&lt;br /&gt;: Allah, berikan kami kekuatan dalam perjuangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kita terjaga&lt;br /&gt;Sepanjang terang menunggu datangnya harapan&lt;br /&gt;Hingga lusuh malam berlabuh&lt;br /&gt;masih saja kita bertaruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilangit-langit kamar, dalam derap meretas harapan&lt;br /&gt;mimpi-mimpi mulai gusar&lt;br /&gt;bergetar nyaris pudar&lt;br /&gt;meski begitu, masih mencoba kita bergerak dan bersabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendekapmu wahai Dai&lt;br /&gt;demi perih rasa sedih&lt;br /&gt;aku mendekapmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detak jantung kita serupa&lt;br /&gt;mengulang doa yang sama&lt;br /&gt;: Allah, berikan keistiqomahan dan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;)I(Abu AmrulHaq)I(&lt;br /&gt;~untukmu Kader Dakwah~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=161844660511993&amp;amp;set=a.151662561530203.28528.100000593797483&amp;amp;ref=notif&amp;amp;notif_t=photo_comment_tagged"&gt;HermanHusni SriDarsina&lt;/a&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-7768497374827030633?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/7768497374827030633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=7768497374827030633' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7768497374827030633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7768497374827030633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/01/untukmu-kader-dakwah.html' title='~untukmu Kader Dakwah~'/><author><name>Ono Jurnal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07178588784367745028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TC9Q8XpB0-I/AAAAAAAAAG0/qe4_QhPFrPs/S220/abiNchild.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TS_HB4jP3OI/AAAAAAAAAJU/8CmPULhwmzs/s72-c/demo-palestina-monas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-3661028983136763244</id><published>2011-01-09T23:13:00.007+07:00</published><updated>2011-01-10T08:26:00.901+07:00</updated><title type='text'>= Semangat Baru "Pertemuan" Kita =</title><content type='html'>Muharram Tahun Baru ini, semoga memberikan energi segar bagi kita. Bukan hanya fisik, tapi ma'nawi kita juga bertambah kekuatannya. Oleh karena itu bagi aktifis dakwah seharusnya Muharram merupakan momentum untuk meningkatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;produktifitas amal&lt;/span&gt;, meningkatkan kontribusi da'awi, dan meloncatkan prestasi kita bagi jama'ah dakwah ini.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;Ikhwah fillah, bagi kader dakwah, LIQO (Pertemuan) seakan-akan menjadi pekerjaan utama dalam kehidupan kita. Dalam seminggu, entah berapa kali ikhwan mengadakan liqo. Ada halaqoh, liqo usroh, liqo DPRa, liqo DPC, liqo DPD, liqo bidang-bidang, dan liqo-liqo lainnya. Seorang anak ikhwan ketika ditanya oleh tetangganya tentang kerjaan umminya, dengan polos anak tersebut mengatakan, "Ummi kerjanya liqo...".&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;Liqo kita semuanya membicarakan hal-hal penting, oleh karena itu kita harus membuat setiap liqo menjadi segar, nyaman dan kondusif agar mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas kader, memelihara dan merawat kader, serta mampu menghasilkan produk-produk dakwah yang berkualitas. Sesungguhnya kecepatan, kedalaman, dan ketajaman gerak manuver dakwah kita sangat bergantung dari produktivitas liqo-liqo kita. Langsung maupun tidak langsung, masyarakat sangat menanti produk ataupun output dari setiap liqo kita. Begitulah seharusnya jama'ah kita, menjadi penopang bagi tegaknya izzah ummat. Kita tidak bisa berharap banyak dari orang lain, dari organisasi lain, termasuk oleh pejabat dan pemerintah untuk menyelamatkan ummat ini.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;Posisi mulia dan strategis dari setiap liqo yang kita lakukan selama ini, seharusnya membuat motivasi yang tinggi bagi kita. Namun seperti apakah potret liqo kita selama ini? Pada beberapa kesempatan, ikhwan di beberapa daerah menilai liqo-liqo selama ini masih belum sesuai harapan.&lt;br /&gt;"Liqo tidak mampu menjadi solusi terhadap qodhoya a'dho"&lt;br /&gt;"Liqo tidak mampu memberikan taujih, motivasi, atau hal-hal yang bermanfaat bagi a'dho"&lt;br /&gt;"Liqo tidak mampu membangun ukhuwah antar a'dho, ukhuwah islamiyah hanya sekedar teori"&lt;br /&gt;"Liqo tidak mampu menghasilkan produk apa-apa, hanya sekedar menjalani baromij standar, tanpa ghiroh"&lt;br /&gt;"Liqo atau rapat-rapat sering molor, agenda tidak jelas, tidak efektif, dan lain sebagainya"&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;Ikhwah fillah, marilah kita sedikit menggeser dan memperbaiki paradigma kita tentang liqo. Kalaulah selama ini mungkin kita bertanya, "apasih yang saya dapat dari liqo?" Bagaimana kalau kita ganti dengan pertanyaan, "Apa yang bisa saya berikan untuk liqo?". Cobalah kita bayangkan jika setiap a'dho berangkat liqo dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan penuh semangat untuk memberikan yang terbaik bagi liqonya. Sesungguhnya sehat tidaknya sebuah liqo, bergantung dari kita sendiri. Kita lah yang membuat liqo itu sehat, dan kita pula lah yang membuat liqo itu sakit.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TSnqErZ5F8I/AAAAAAAABiY/TNarjtT3ZVM/s1600/halaqoh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 300px; height: 261px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TSnqErZ5F8I/AAAAAAAABiY/TNarjtT3ZVM/s400/halaqoh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560232581057288130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;        Rasanya kita juga perlu meluruskan lagi motivasi kita; bahwa kita hadir dalam liqo bukan karena naqib/murobbi dan mutaba'ah kehadiran, bukan karena ketua DPRa, DPC, atau ketua DPD yang mengundang kita; tapi kita hadir dalam setiap liqo karena Allah SWT, kita merasa bersalah dan berdosa jika tidak hadir atau terlambat hadir dalam liqo. Jika kita merasa "malas" untuk liqo, ingat-ingatlah firman Allah: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laa takhuunullaha warasulahu watakhuunu amaanatikum wa antum ta'lamun&lt;/span&gt; (QS Al-Anfal).&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;Ikhwah fillah, pandanglah usroh dan halaqoh kita sebagai sebuah taman, yang ingin kita buat menjadi indah, kita sirami, kita beri pupuk, jika ada gulma kita lah yang membersihkannya, sehingga usroh dan halaqoh kita menjadi taman yang indah, bunga-bunga berseri, dan menghasilkan buah yang dinikmati orang banyak.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;Pandanglah setiap liqo dan rapat yang mengundang kita sebagai wadah yang disediakan Allah bagi kita untuk berkontribusi dalam amal, pandanglah liqo sebagai sesuai yang besar dan penting, sesederhana apapun liqo itu. Jangan kecewakan jamaah dan ummat karena kita malas dan tidak bersemangat hadir liqo. Bersyukurlah karena Allah dan jamaah telah memilih kita, disaat sekian banyak orang lain tidak berhak hadir dalam liqo tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ikhwah fillah, pasca perubahan tahun ini, semoga liqo kita menjadi segar, semakin sehat, semakin bergairah, dan dengan kondisi begitulah liqo mampu mengeluarkan produk-produk dakwah yang bermanfaat, dan kita adalah a'dho yang menjadi penopang tegaknya liqo kita, Insya Allah.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akhukum fillah, Dzulqarnaen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Deputi Tadrib DPW PKS Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-3661028983136763244?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/3661028983136763244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=3661028983136763244' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3661028983136763244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3661028983136763244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2011/01/semangat-baru-pertemuan-kita.html' title='= Semangat Baru &quot;Pertemuan&quot; Kita ='/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TSnqErZ5F8I/AAAAAAAABiY/TNarjtT3ZVM/s72-c/halaqoh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-5031716249501234024</id><published>2010-12-11T08:24:00.002+07:00</published><updated>2010-12-11T08:35:28.081+07:00</updated><title type='text'>= WISUDA THE UNIVERSITY OF TARBIYAH =</title><content type='html'>"Akhi ana dulu merasa semangat saat aktif dalam dakwah. Tapi belakangan  teasa makin hambar, ukhuwah makin kering, bahkan ana melihat ternyata  ikhwan banyak yang aneh-aneh". begitu keluh kesahnya seorang mad'u  kepada seorang murabbinya suatu malam. Sang murabbi hanya terdiam,  mencoba untuk menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu  apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?", sahut sang  murabbi setelah sesaat termenung. "Ana ingin berhenti saja, keluar dari  tarbiyah ini, Ana kecewa dengan prilaku beberap ikhwan yang justru tidak  islami, juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti; kaku dan sering  mematikan potensi angota-anggotanya. Bila begini terus ana mendingan  sendiri aja", jawab mad'u itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang murabbi termenung kembali.  Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap  terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahui sejak awal.  "Akhi bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas,  kapal itu ternyata sangat bobrok, kayunya banyak yang keropos, layarnya  banyak berlubang, bahkan kabinnya banyak kotoran manusia. Lalu apakah  antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan ?." Tanya sang murabbi  dengan kiasan bermakna dalam. Sang mad'u terdiam dan berfikir. Tak kuasa  hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat  tepat. "Apakah antum memilih terjun kelaut dan berenag sampai tujuan",  sang murabbi mencoba memberi opsi.". Bila antum terjun kelaut, sesaat  antum akan merasa senang. Bisa bebas dari kotoran amnusia, merasakan  kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba, tapi itu  hanya sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa kekuatan antum untuk berenag hingga sampai  ke tujuan ?. Bagaiman bila ikan hiu datang, bagaiman antum mengatasi  hawa dingin?". Serentetan pertanyaan itu dihamparkan kehadapan sang  mad'u. Tak ayal sang mad'u menangis tersedu. Tak kuasa hatinya menhan  kegundahan. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murabbi yang  dihormatinya justru tidak memberikan jalan yang sesuai dengan  keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhi apakan antum masih merasa bahwa jalan dakwah  adalah jalan antum untuk mencapai ridho Allah..?." "Bagaimana bila  ternyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu mogok?,  Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak ditengah  jalan, atau mencoba memperbaikinya, Tanya sang murabbi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang  mad'u tetap terdiam dalam sesunggukan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia  mengangkat tangannya, "Cukup akhi, cukup, ana sadar.. maafkan ana, ana  akan tetap istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk mendapatkan medali  kehormatan, atau setiap kata-kata ana diperhatikan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah  yang lain tetap dengan urusan pribadinya. Biarlah an tetap berjalan  bersama dakwah. Dan hanya Allah yang akan membahagiakan an kelak dengan  janji-janjiNya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan menjadi  pelebur dosa-dosa ana". Sang mad'u berazzam dihadapan sang murabbi yang  semakin dihormatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TQLVKtlcCgI/AAAAAAAABiM/O73-HiHOSvQ/s1600/tarbiyahUniversity.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TQLVKtlcCgI/AAAAAAAABiM/O73-HiHOSvQ/s200/tarbiyahUniversity.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549232070885902850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sang murabbi tersenyum, "Akhi, jamaah ini  adalah jamaah manusia. Mereka adalah insan yang banyak kelemahan. Tapi  dibalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki.  Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah uuntuk  berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses untuk menjadi manusia  yang terbaik dihadapan Allah. Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan  mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum, sebagaimana Allah  Ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka terhadap dakwah  selama ini. karena dimata Allah, antum belum tentu lebih baik daripada  mereka..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Futur, mundur, atau bahkan berpaling menjadi lawan  bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidaksepakatan disikapi  dengan jalan itu, maka kapakah dakwah ini akan berjalan dengan baik",  sambungnya panjang lebar. "Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa  berkomentar, atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau  hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da'i,  kita adalah khalifah. Kitalah yantg diserahi amanat oleh allah untuk  membenahi masalah-masalah dibumi. Bukan mengekposnya, yang bisa jadi  justru semakin memperuncing jurang masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sampai kita  menyiram bensin ke bara api. Bara yang tadinya kecil tak bernilai, bisa  menjelma menjadi api yang besar yang dapat membakar apa saja".  "Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah tausiah dalam kebenaran,  kesabaran, dan kasih sayang kepada semua ikhwan yang terlibat dalam  dakwah, karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada  isu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan ghil  terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak  hina menemui kemuliaannya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana dialog itu mulai mencair.  Semakin lama, pembicaraan itu melebar dengan akrabnya. Tak terasa kokok  ayam jantan memecah suasana. Sang mad'u bergegas mengambil air wudhu  untuk Qiyamullail. Malam itu sang mad'u sibuk membangunkan mad'un  lainnya dari asyik tidurnya. Malam itu sang mad'u menyadari  kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama dakwah.  Pencerahan telah dierolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang kami harapkan dari antum sekalian. Semoga memberi manfaat.&lt;br /&gt;TAHAPAN DEMI TAHAPAN&lt;br /&gt;BANYAK YANG TELAH BERGUGURAN&lt;br /&gt;TETAP TEGAR DALAM MANHAJ TARBIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Abu Amrul Haq-&lt;br /&gt;kupostingan dalam gerimis malam, ada Rabithoh untukmu kawan-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-5031716249501234024?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/5031716249501234024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=5031716249501234024' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5031716249501234024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5031716249501234024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/12/wisuda-university-of-tarbiyah.html' title='= WISUDA THE UNIVERSITY OF TARBIYAH ='/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TQLVKtlcCgI/AAAAAAAABiM/O73-HiHOSvQ/s72-c/tarbiyahUniversity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-4605988985401032168</id><published>2010-12-06T08:04:00.003+07:00</published><updated>2010-12-06T08:10:53.563+07:00</updated><title type='text'>KISAH TUKANG BAKSO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://elrianjani.files.wordpress.com/2010/05/abang_tukang_bakso_by_zamiduth.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 255px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TPw3Kg__MxI/AAAAAAAABiE/Hyi2e6tFslI/s200/abang_tukang_bakso_by_zamiduth.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547369494810145554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus   tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang   sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai.. Hujan rintik-rintik   selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini. &lt;p&gt;Di kala tangan  sedikit berlumuran tanah kotor….. terdengar suara  tek…tekk..  .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka  keringat…, ku  hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok  bakso setelah  menanyakan anak-anak, siapa yang mau bakso?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Mauuuuuuuuu..”,  secara serempak dan kompak anak-anak asuhku menjawab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selesai  makan bakso, lalu saya membayarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya  membayarnya, si tukang bakso  memisahkan uang yang diterimanya. Yang  satu disimpan dilaci, yang satu  ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas  kue semacam kencleng. Lalu aku  bertanya atas rasa penasaranku selama  ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu pisahkan? Barangkali ada tujuan?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Iya pak, memang sengaja saya memisahkan uang ini selama jadi tukang  bakso yang sudah  berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja,  hanya ingin  memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi  hak orang lain / amal ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita  penyempurnaan iman seorang muslim”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Maksudnya…?”, saya melanjutkan bertanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Iya Pak, kan agama dan islam menganjurkan kita agar bisa berbagi  dengan  sesama. Sengaja saya membagi 3 tempat, dengan pembagian sebagai  berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari untuk keluarga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq /sedekah, atau untuk  melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi  tukang bakso saya selalu ikut  qurban seekor kambing, meskipun  kambingnya yang ukuran sedang saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.  Uang yang masuk ke kencleng, karena saya ingin menyempurnakan  agama yang saya pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang  mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya  yang besar, Maka kami sepakat dengan istri bahwa di setiap penghasilan  harian hasil jualan bakso ini kami harus menyisihkan sebagian  penghasilan sebagai tabungan haji.. Dan insya Allah selama 17 tahun  menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah  haji.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hatiku  sangat… sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh  sebuah  jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang  memiliki nasib sedikit lebih baik dari si tukang bakso tersebut, belum  tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan   seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terus  saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya  tapi kan  ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu…? termasuk  memiliki  kemampuan dalam biaya…?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menjawab, “Itulah sebabnya Pak,  justru kami malu kepada Tuhan  kalau bicara soal Rezeki karena kami sudah  diberi Rizky. Semua orang  pasti mampu kok kalau memang niat..?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurur  saya definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita  diberi  kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita  mendefinisikan  diri sendiri ebagai orang tidak mampu, maka mungkin  selamanya kita akan  menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita  mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala  kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita kok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Masya  Allah… sebuah jawaban dari seorang tukang bakso”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sahabat…..&lt;br /&gt;Cerita &lt;strong&gt;&lt;a href="http://buyanur.com/"&gt;perjalanan spiritual&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; ini sangat sederhana dan jadi &lt;a href="http://buyanur.com/"&gt;&lt;strong&gt;inspirasi&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Semoga memberi &lt;a href="http://buyanur.com/"&gt;&lt;strong&gt;hikmah &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;terbaik bagi kehidupan  kita. Amien……..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hadits Qudsi,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah  berfirman: Aku akan mengikuti prasangka  hamba-Ku dan Aku akan senantiasa  menyertainya apabila berdoa kepada-Ku”  (HR. Bukhari Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://buyanur.com/2010/05/21/pencerahan-hati-kisah-tukang-bakso/"&gt;buyanur.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-4605988985401032168?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/4605988985401032168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=4605988985401032168' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4605988985401032168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4605988985401032168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/12/kisah-tukang-bakso.html' title='KISAH TUKANG BAKSO'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TPw3Kg__MxI/AAAAAAAABiE/Hyi2e6tFslI/s72-c/abang_tukang_bakso_by_zamiduth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-6876258354128060789</id><published>2010-11-23T15:06:00.005+07:00</published><updated>2010-11-23T15:10:39.147+07:00</updated><title type='text'>Lamaranmu Kutolak...!!!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TOt21n69KFI/AAAAAAAABh8/k9MG0d4tui4/s1600/lamaran1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 163px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TOt21n69KFI/AAAAAAAABh8/k9MG0d4tui4/s200/lamaran1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542654430030932050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.  Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk  melanjutkannya menuju khitbah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Sang lelaki, sendiri,  harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Dan  ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran  semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah  berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah  mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di  sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki  setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?”  tanya sang setengah baya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Iya, Pak,” jawab sang muda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang  setengah baya sambil menunjuk si perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Ya Pak, sangat mengenalnya,  ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu  kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku  tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti  itu!” balas sang setengah baya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu  kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku tak mau kau  akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya. Jangan-jangan  kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya, keras.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Ya  Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,”  jawab sang muda, percaya diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu  kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu  bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini  kan?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga  cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh  berangkat.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Kamu lulusan mana?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja  lho.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Jadi kamu sudah bekerja?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Iya Pak. Saya bekerja sebagai  marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu  nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Rencananya maharmu apa?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Seperangkat alat shalat Pak.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Tapi saya siapkan juga emas seratus gram dan uang limapuluh juta Pak.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Bisikan, “Dia jago IT lho Pak”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Kamu bisa apa itu, internet?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu  kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk  internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Bisikan, “Tapi Ayah…”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Kamu kesini tadi naik apa?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Mobil Pak.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu  kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti  hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Bisikan, “Ayahh..”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Kamu merasa ganteng ya?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Nggak Pak. Biasa saja kok”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang  cantik ini.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir  kok Pak.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Si  pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.  Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh juz  saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja.  Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TOt2dp-q1lI/AAAAAAAABh0/9wbTtpNpO6E/s1600/kupu.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 168px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TOt2dp-q1lI/AAAAAAAABh0/9wbTtpNpO6E/s320/kupu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542654018266519122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Sang  setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau  lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih  tertatih.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Mata sang muda pun ikut berkaca-kaca.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Syaikhul_Muqorrobin@JKT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://muqorrobin.multiply.com/" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;http://muqorrobin.multiply.com﻿/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-6876258354128060789?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/6876258354128060789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=6876258354128060789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/6876258354128060789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/6876258354128060789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/11/lamaranmu-kutolak.html' title='Lamaranmu Kutolak...!!!!'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TOt21n69KFI/AAAAAAAABh8/k9MG0d4tui4/s72-c/lamaran1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-220781351019016294</id><published>2010-10-12T14:42:00.007+07:00</published><updated>2010-10-12T15:04:15.488+07:00</updated><title type='text'>= Surat Dukungan =</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TLQTuzq1DNI/AAAAAAAABhk/o4x9EFEnBHY/s1600/pilkada_depok_nur_berkhidmad_lajutkan_pembangunan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 603px; height: 204px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TLQTuzq1DNI/AAAAAAAABhk/o4x9EFEnBHY/s400/pilkada_depok_nur_berkhidmad_lajutkan_pembangunan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527064337555197138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bapak, Ibu dan Saudara/i yang kami hormati:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkenankan kami dari Tim Walikota dan Wakil Walikota dari Dewan Pengurus Ranting (DPRa) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rangkepan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, untuk memperkenalkan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Depok, periode 2011–2016 yang diusung oleh PKS, PAN, Partai Pelopor, PNBK dan Partai Republikan pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok Jawa Barat tanggal 16 Oktober 2010 yang akan datang yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Calon No.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dr.Ir.H. Nur Mahmudi Ismail, M.Sc  &amp;amp;  KH.Dr.M. Idris Abdul Shomad, MA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Besar harapan kami agar bapak/ibu/saudara/i dapat ikut mendukung dan memilih Dr.  Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, M.Sc  dan  KH. Dr. M. Idris Abdul Shomad, MA untuk menjadi Walikota dan Wakil Walikota Depok Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mudah-mudahan akan terpilih “pemimpin yang takut kepada Allah SWT dan mencintai rakyatnya yang akan memimpin kota Depok dalam melayani dan mensejahterakan masyarakat serta memberikan teladan untuk kehidupan yang lebih baik yang diridhoi Allah SWT.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila “Nur Berkhidmad” nanti terpilih, kami memohon “Tegurlah pasangan ini apabila didalam mengemban amanah nanti terdapat kesalahan walau sekecil apapun.” Mudah-mudahan teguran ini akan mengembalikan niat kita didalam menggapai ridho Illahi sebagai bekal diakherat nanti, amin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok Jawa Barat tanggal 16 Oktober 2010 dapat berjalan lancer dalam suasana kebersamaan meskipun ada perbedaan pilihan diantara kita.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TLQVrTMCYzI/AAAAAAAABhs/KdBhe95opFQ/s1600/logo_Pilkada.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 101px; height: 111px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TLQVrTMCYzI/AAAAAAAABhs/KdBhe95opFQ/s200/logo_Pilkada.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527066476319761202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPRa PKS Rangkepan Jaya&lt;br /&gt;Pancoran Mas, Depok&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-220781351019016294?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/220781351019016294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=220781351019016294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/220781351019016294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/220781351019016294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/10/surat-dukungan.html' title='= Surat Dukungan ='/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TLQTuzq1DNI/AAAAAAAABhk/o4x9EFEnBHY/s72-c/pilkada_depok_nur_berkhidmad_lajutkan_pembangunan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-1595848045153152491</id><published>2010-09-22T14:26:00.003+07:00</published><updated>2010-09-22T14:43:18.662+07:00</updated><title type='text'>Anis Matta: Dukungan Terhadap Perlawanan Palestina, Misi Agama dan Konstitusi Indonesia</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Damaskus – Infopalestina:&lt;/strong&gt;  Di mata Anis Matta, Sekjen Partai Keadilan Sejahtera dan wakil ketua DPR  RI, Hamas sudah menjadi kekuatan yang tak lagi dipandang enteng di  kancah Palestina. Karena itu, secara politis tidak masuk akal Hamas  disingkirkan dari panggung peristiwa. &lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;“Strategi  partai kami Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah mentransformasikan  isu Palestina dari isu Islam menjadi isu kemanusiaan.” Tegas politisi  muda Indonesia ini. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;PKS merupakan partai  besar dan berpengaruh di kancah politik Indonesia. Dalam waktu tidak  lama, sejak didirikan tahun 1998 (dengan nama Partai Keadilan), PKS  mampu melakukan langkah-langkah besar untuk menduduki posisi partai  keempat terbesar di Indonesia. Di pemilu terakhir 2009, PKS meraup suara  signifikan dengan raihan 57 kursi di dewan legislatif. Kini PKS  berkoalisi dengan pemerintah dengan menempatkan empat menterinya, di  antara kementerian informasi. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Partai  yang disebut-sebut dalam laporan media-media barat sebagai “Partai  Bersih” di sebuah negeri yang dilanda krisis korupsi di kalangan elit  politiknya merupakan contoh partai Islam yang berhasil dalam berkuasa.  Partai yang berhasil menyatukan orsinilitas Islam sebagai referensi dan  modernitas dalam menejemen yang bertumpu pada kerja sosial. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Untuk  menyoroti eksperimen partai ini, Markaz Filistinia Lili’lam (Pusat  Informasi Palestina) melakukan pertemuan wawancara dengan Sekjennya  Muhammad Anis Matta yang kini menjabat wakil DPR RI untuk membicarakan  tentang partainya, kondisi di Indonesia dan mengetahui persepsi  rakyatnya terhadap isu Palestina. Berikut petikan wawancaranya secara  lengkap: &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TJmyxlxmzjI/AAAAAAAABgY/RH2nmqRhXjM/s1600/moqabali_1.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 300px; height: 294px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TJmyxlxmzjI/AAAAAAAABgY/RH2nmqRhXjM/s320/moqabali_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519639383342763570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Anda  melihat blokade yang diterapkan terhadap Gaza? Apa upaya yang sudah dan  akan Anda lakukan, baik dari partai atau bangsa Indonesia terhadap  blokade zhalim ini?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Pertama  saya ingin tegaskan bahwa rencana strategi PKS terkait isu Palestina  adalah mentransformasikan isu itu dari isu Islam menjadi isu  kemanusiaan. Dengan demikian, semua kelompok dan elemen rakyat akan  terlibat mendukung Palestina. Kami – Alhamdulillah – berhasil dalam  strategi ini. Sehingga keterlibatan dengan isu Palestina mencakup semua  kelompok rakyat dan bangsa Palestina, dari Muslim atau non Muslim. Baik  dukungan di bidang atau bahkan dukungan materi atau politik. Semua  partai politik mendukung Palestina. Untuk pertama kalinya dalam sejarah  media di Indonesia, semua chanel TV mengirim korespondennya ke Gaza saat  terjadi agresi Israel ke Jalur Gaza . Bagi kami  parlemen Indonesia,  isu Palestina adalah isu internasional paling penting. Karenanya, di  parlemen kami ada Kaukus Palestina. Terakhir, ketua parlemen Indonesia  berkunjung ke Gaza. Bangsa Palestina dari seluruh kelompoknya melihat  blokade Gaza adalah masalah kemanusiaan, disamping upaya sadis tidak  manusiawi dari Israel. Kami menilai blokade ini sebagai perpanjangan  proyek zionisme yahudi di Palestina yang terjajah. Dan blokade itu  didukung Amerika. Persepsi semacam ini sudah tertanam kuat di pikiran  rakyat Palestina. Karenanya, kami yakin pihak yang dirugikan dalam  blokade Gaza bukan hanya Israel namun Amerika juga akan dirugikan. Dari  sini kami ingin mengingatkan dan berpesan kepada pemerintah Amerika  bahwa mereka harus mengkaji ulang dukungannya terhadap proyek zionisme.  Sebab, Israel tidak akan dirugikan sendirian, tapi Amerika dirugikan  juga. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Konvoi Bantuan Armada Laut Indonesia ke Gaza&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Adakah  dukungan riil baru yang akan diberikan kepada partai-partai dan lembaga  sipil sosial untuk mengakhiri dan membebaskan Gaza dari blokade?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Ada  sejumlah lembaga solidaritas di Indonesia yang sedang bekerja dan  berusaha mengirim konvoi-konvoi bantuan baru ke Gaza. Saat ini sedang  disiapkan konvoi armada laut. Ada beberapa lembaga Indonesia yang  mendapatkan dukungan politik pemerintah dan parlemen yang akan  berpartisipasi dalam proyek internasional menembus blokade Gaza. Namun  memang belum ditentukan jadwalnya. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sebagai  gerakan Islam dan partai berpengaruh di sistem perpolitikan Indonesia,  bagaimana Anda melihat perundingan langsung yang digelar sekarang ini  antara Otoritas “Abbas” Palestina dan entitas Israel?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;Kami  menilai, tidak mungkin terwujud perdamaian di kawasan Timur Tengah  kecuali harus melibatkan semua pihak yang ada secara riil di kancah  Palestina. Dengan menjauhkan Hamas dari perundingan misalnya,  perundingan akan gagal. Hamas sudah menjadi kekuatan yang tak lagi  dipandang enteng di kancah Palestina. Karena itu, secara politis tidak  masuk akal Hamas disingkirkan dari panggung peristiwa. Kami meyakini  bahwa semua perundingan yang terjadi sekarang ini tidak akan melahirkan  hasil yang berguna bagi bangsa Palestina. Karenanya, kami meminta kepada  pemerintah Indonesia agar berperan dalam inisiatif internasional  mewujudkan perdamaian di kawasan sehingga kekuatan barat tidak sepihak  dalam mengatur dan mengendalikan proyek penyelesaian damai.&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Mendukung Perlawanan adalah Misi Agama dan Konstitusi Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bagaimana  Anda melihat perlawanan Palestina dan konspirasi dan perang atasnya?  Bagaimana melihatnya dari sisi pemikiran politik Indonesia dan  eksperimen panjang dalam perlawanan mengusir penjajah dari Indonesia?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Dengan  fitranya, Indonesia selalu mendukung gerakan perlawanan dengan berbagai  bentuknya. Sebagai bangsa, kami pernah merasakan pahitnya hidup di  bawah penjajahan. Kami merasakan penderitaan karena penjajahan selama  3,5 abad. Karenanya, kami selalu solidaritas dan mendukung proyek  perlawanan di negeri manapun. Dahulu Presiden Sukarno menyatukan  negeri-negeri terjajah dalam gerakan Non Blok. Dalam periode itu semua  negeri bisa terbebaskan dan merdeka kecuali Afrika Selatan dan  Palestina. Dan kini hanya tersisa Palestina. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Selain  itu, konstitusi Indonesia merumuskan dalam preambule UUD bahwa misi  kemanusiaan bangsa Indonesia adalah solidaritas dengan semua bangsa yang  terjajah sampai mereka mendapatkan kemerdekaannya. Dukungan terhadap  perlawanan Palestina dalam paradigma Indonesia – yang pertama – adalah  misi agama dan misi konstitusi serta misi sejarah. Kami mendukung  perlawanan dalam semua lini. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sebagai  wakil rakyat terpilih, bagaimana Anda melihat kasus penahanan aleg dan  anggota kabinet Palestina oleh penjajah Israel? Apa sikap Anda?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Melalui  Uni Parlemen Internasional kami menuntut pembebasan semua aleg yang  ditahan. Hak-hak mereka harus dikembalikan dan mereka harus dilibatkan  dalam konferensi-konferensi internasional. Sebab tidak adil  memperlakukan pemerintah Palestina yang menang dalam pemilu legislatif  resmi dengan perlakukan yang kasar secara politik, kemanusiaan dan  hukum. Kami juga meminta kepada pemerintah Indonesia agar melakukan  tekanan terhadap pemerintah Israel agar membebaskan aleg yang mereka  tahan. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana penetrasi zionis di Asia Tenggara secara umum dan barangkali Indonesia, bagaimana mengadapinya?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Penetrasi  zionis dalam ekonomi Indonesia adalah realitas yang tidak bisa  dipungkiri. Kami melihat dengan mata kepala sendiri. Kami sudah ajukan  proyek independensi ekonomi Indonesia. Dengan proyek itu, mengurangi  upaya hegemoni asing terhadap ekonomi Indonesia. Proyek kami ini sudah  pada level kesadaran rakyat. Dalam lingkup proyek ini, sudah ada  sejumlah reformasi undang-undang terkait undang-undang investasi,  pertambangan dan eksplorasi minyak bumi. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sebagai politisi elit Indonesia, apa kata-kata yang ada sampaikan kepada bangsa Palestina mewakili rakyat Indonesia?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;Kami  bersama bangsa Palestina. Hati kami bersama kalian. Kami akan tetap  bersama kalian sampai kalian mendapatkan kemerdekaan kalian dengan izin  Allah.&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Eksperimen Politik Cemerlang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Terkait masalah internal Indonesia, bisa Anda jelaskan pengalaman berpolitik, kapan berdiri dan sejauh mana perannya?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;PKS  adalah partai Islam yang dibentuk oleh para dai muda tahun 1998  menyusul runtuhnya rezim Presiden Soeharto setelah memerintah Indonesia  selama 32 tahun. Ini awal terbukanya sistem politik baru dan transisi  dari sistem politik diktator dan hegemoni partai tunggal kepada sistem  pluralisme partai. PKS terbentuk di tengah situasi politik ini dan  perubahan sistem politik tunggal kepada sistem politik plural di  Indonesia. Ini meletus akibat situasi krisis politik bermula dari krisis  keuangan dan berlanjut kepada krisis ekonomi multidimensial di Asia  Tenggara. Indonesia yang paling banyak dirugikan oleh krisis tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Kami  ikut pemilu legislatif sebanyak tiga kali sejak PKS didirikan; Pemilu  tahun 1999, Pemilu 2004 dan Pemilu 2009. Kami berhasil meraih capaian  lumayan. Kami melompat dari raihan 7 kursi dalam pemilu 1999 menjadi 45  kursi di parlemen dalam pemilu 2004. Kemudian kami meraih 57 kursi di  parlemen di Pemilu 2009. Tahun 1999 kami melibatkan satu menteri di  pemerintahan, kemudian tiga menteri di pemerintahan tahun 2004, dan kini  kami melibatkan empat menteri dalam koalisi pemerintahan sekarang di  Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Pertanian, Kementerian  Teknologi, dan Kementerian Sosial. PKS sekarang menjadi partai Islam  terbesar di Indonesia dan partai terbesar keempat di sini. Partai ini  membawa misi Islam di Indonesia dan memiliki ciri moderat. PKS adalah  partai terbuka dan berkoalisi politik dengan kelompok nasionalis dan  sekuler di Indonesia. PKS sudah menjadi lokomotiv reformasi di negeri  ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Kami optimis dan berharap memiliki  masa depan cemerlang dengan izin Allah. Optimisme itu berdasar; pimpinan  PKS adalah kaum muda. Mayoritas pimpinan PKS ketika partai ini  didirikan, di akhir abad 20 berada, masih berusia 30 an. Kini mereka  memiliki pengalaman cukup. Selain itu, ada penyebutan “senioritas” atau  generasi tua di partai-partai lain, baik partai Islam atau partai  sekuler.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Partai Bersih&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TJmzBVr4JWI/AAAAAAAABgg/QCx95ugR_Ho/s1600/anis_matta11.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 293px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TJmzBVr4JWI/AAAAAAAABgg/QCx95ugR_Ho/s400/anis_matta11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519639653901673826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kalian menyebut dalam laporan-laporan media barat sebagai “partai bersih”, kenapa?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Sebelum  partai dibentuk, pemuda partai ini yang mengendalikan jalan-jalan dalam  demontrasi besar melawan sistem rezim kala itu. Mereka menuntut  reformasi total di negeri dengan memerangi korupsi. Sebab Indonesia  tenggelam dalam korupsi hingga terbentuk komisi anti korupsi yang sampai  kini masih ada dengan berbagai pembenahan. Juga ada sejumlah  undang-undang korupsi yang baru. Pada waktu itu kami berada di depan.  Hasilnya, sejak saat itu kami berhasil menjerat sejumlah pejabat,  politisi, menteri, direktur bank yang terlibat dalam korupsi. Dengan  karunia Allah, tak ada satupun yang terjerat itu dari PKS. Bahkan kami  menjadi ikon perang terhadap korupsi di parlemen. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dalam  Munas PKS terakhir, tiga bulan lalu, sejumlah dubes Amerika, sejumlah  dubes asing ikut di dalamnya. Bukankah ini memberikan kesan adanya  hubungan dan kaitan kalian dengan barat?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Karena  kami partai koalisi dengan partai penguasa sekarang, dalam lingkup ini  kami melakukan pengembangan komunikasi dan hubungan internasional dengan  semua pihak di luar, termasuk di antaranya negara barat, khususnya  Amerika, Inggris dan Australia. Ketiga negara dengan kami memiliki  hubungan kuat. Demikian juga dengan kami membuka hubungan dengan  negara-negara lain. Ini kami lakukan bukan hanya dalam lingkup  menegaskan keinginan kami terlibat dalam partisipasi nasional namun juga  dalam partisipasi dalam proyek dan inisiatif politik dan kemanusiaan di  level internasional. Atas pemikiran itu kami membuka hubungan dengan  semua negara barat, terutama ketiga negara tersebut. Kini kami juga  memiliki hubungan kuat dengan Cina dan Jepang. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bagaimana pandangan negara-negara itu terhadap kalian sebagai partai Islam?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Negara-negara  itu pada awalnya melihat partai-partai Islam sebagai partai ekstrim dan  tertutup. Namun ketika mereka berinteraksi dengan kami, pandangan  mereka berubah terhadap kami. Mereka menilai kami memiliki orientasi  moderat dan damai serta terbuka. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Ada  sejumlah studi tentang kami baik, baik tesis doktor atau tesis magister  yang ditulis oleh peneliti Amerika, Jepang dan Australia yang  mengelompokkan kami dalam kategori aliran Islam moderat dan terbuka. Di  antara studi itu yang ditulis oleh peneliti asal Amerika berkebangsaan  yahudi Julie Chernov dengan judul Peaceful Islamist Mobilization (2009)  di tiga negara; Turki, Malaysia dan Indonesia. Studi-studi ini  merekomendasikan kepada negara barat terutama studi sebagian pemikir  Australia agar sejak sekarang  berinteraksi dengan PKS karena sebentar  lagi partai ini akan memimpin Indonesia. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dalam  Munas terakhir, kalian mengukuhkan gagasan keterbukaan partai di  internal. kalian menerima anggota non Muslim di partai. Apa makna  langkah ini?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;PKS dibentuk  untuk warga Indonesia. Kami sudah terbuka sejak awal bagi seluruh  kelompok masyarakat Muslim dan non Muslim. Indonesia, seperti yang  kalian ketahui adalah negeri pluralis dalam agama. Ada tiga agama yang  diakui resmi. Disamping ada agama lain yang tidak diakui resmi. Meski  demikian umat Islam mayoritas di negeri ini. Namun keberadaan non muslim  di negeri ini adalah sebuah realitas. Semua partai harus terbuka bagi  semua warga tanpa kecuali. Karenanya, dalam lingkup penegasan  nasionalisme dan kewarganegaraan di negeri ini, kami terbuka bagi  seluruh warga yang tergabung dan berafiliasi dengan partai ini, termasuk  Nasrani dan Budha. Kami sekarang memiliki 26 anggota dewan daerah dari  kalangan Kristen di timur Indonesia. Kami juga memiliki konstituen dari  kalangan Budha yang mendukung partai ini karena mereka melihat masa  depan negeri ini di tangan kami. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Apa faktor utama keberhasilan besar dan cepat partai Anda?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Perlu  ditegaskan, di awal kami tidak memiliki modal cukup membentuk sebuah  partai dalam pengertian politik. Misalnya; kami tidak memiliki kecuali  sekitar 30 ribu kader, ketersebaran kami tidak di seluruh negeri.  Indonesia, seperti kalian tahu, seperti sebuah benua. Ini membutuhkan  kerja besar agar partai ini memiliki cabang di seluruh negeri. Indonesia  terdiri dari 33 provinsi, 581 kabupaten dan pemerintah kota, dan lebih  dari 60.000 desa. Jumlah pendudukanya – sesuai sensus terakhir – adalah  236 juta penduduk. Ada 300 bahasa dan 300 suku. Pluralitas adalah ciri  utama struktur negeri ini baik sosial, politik atau geografi. Menjawab  pertanyaan Anda mungkin bisa saya simpulkan bahwa faktornya adalah  “kesungguhan dalam belajar”. Artinya, kami dulu bukan politisi dan tidak  memiliki pengalaman politik sebelumnya. Namun karena kami bersentuhan,  berinteraksi dan mengalami langsung, juga ditambah keinginan kuat untuk  belajar cepat, kami yakin akan mewujudkan kualitas konsisten dalam  kinerja politik. Kami juga berusaha memahami secara cepat terhadap semua  permasalahan dan kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi politik  baru. Kini – alhamdulillah – kami memiliki kader mendekati 1 juta.  Cabang kami berada di seluruh kabupaten dan sebagian besar desa-desa  kami. Ketersebaran yang cepat ini karena upaya konsisten, namun dengan  pondasi proses belajar yang cepat. Ini perbedaan kami dengan  partai-partai Islam lainnya yang turun suaranya dalam tiga pemilu  terakhir juga partai sekuler lama.  &lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Apa capaian terbesar PKS di internal Indonesia?&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Pertama,  amandemen UUD. Kami menilainya kerja parlemen paling berhasil saat ini  sejak tahun 1999 hingga tahun 2004. UUD di masa dulu dianggap suci tidak  boleh diutak-atik. Dengan izin Allah kami mampu melakukan amandemen  besar. Di antara pasal yang diamandemen adalah; amandemen pluralitas  politik dan otonomis daerah; kini sudah tidak ada lagi centralistik  kekuasaan, juga alokasi 20% anggaran negara untuk pendidikan dan 35%  dari anggaran umum negara untuk pembangunan daerah tertinggal, termasuk  kebebasan pers, pemisahan institusi kejaksaan dari instansi eksekutif  sehingga kejaksaan menjadi independen. Kita sudah berhasil membentuk  Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemberantasan Korupsi, Komisi HAM, Komisi  Perlindungan Anak dan Komisi Perempuan. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Apa pandangan PKS di masa depan di level politik dan level keindonesiaan secara umum?&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Kita  hampir masuk dalam partai tiga besar di Indonesia. Saya yakin akan  mampu mewujudkan kebehasilan besar dalam pemilu ke depan dengan beberapa  alasan. Pertama, akumulasi pengalaman politik kami. Kedua, negeri ini  akan memasuki fase dimana tidak rakyatnya tidak memiliki pilihan  pimpinan nasional di masa depan. Ini akan memberikan kans bagi PKS untuk  memainkan perannya lebih besar di banding sebelumnya. Selain itu,  generasi transisi yang melokomotifi negeri ini dalam 12 tahun terakhir  mungkin akan tutup usia dan peran. Dan kini saatnya pemuda mengambil  alih sebagai pemimpinnya. (bn-bsyr)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.infopalestina.com/ms/default.aspx?xyz=U6Qq7k%2bcOd87MDI46m9rUxJEpMO%2bi1s7hqPN3LJ3d1h4%2baeRsoC20Q%2b%2ftrqZYlhermgmw39mQoN8%2bvN07zdHB4mcRlNvmI9AwFFYjI3EMU0OR%2ba2S1S3noxX%2bq5CPS96%2fvh%2ft6Ssy6I%3d"&gt;http://www.infopalestina.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-1595848045153152491?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/1595848045153152491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=1595848045153152491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/1595848045153152491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/1595848045153152491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/09/anis-matta-dukungan-terhadap-perlawanan.html' title='Anis Matta: Dukungan Terhadap Perlawanan Palestina, Misi Agama dan Konstitusi Indonesia'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TJmyxlxmzjI/AAAAAAAABgY/RH2nmqRhXjM/s72-c/moqabali_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-2113909491874261231</id><published>2010-09-14T09:20:00.003+07:00</published><updated>2010-09-14T09:41:09.955+07:00</updated><title type='text'>Usai Ramadhan, Gaza Wisuda 24 Ribu Huffazh Al Qur'an</title><content type='html'>Ramadhan Mubarak (penuh keberkahan), di atas ardhun mubarakah (tanah  yang diberkahi), benar-benar terasa bagi Muslimin Gaza. Di bulan suci  itu, mereka melakukan banyak aktifitas yang benar-benar penuh barakah.  Selang dua hari setelah merayakan hari Idul Fitri, mereka menggelar  acara yang mencengangkan; Pelantikan 24 Ribu Huffazh Al Quran Al Karim..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Dr Ahmad Bahar, Wakil Ketua Dewan Legislatif Palestina, aksi  wisuda para huffazh ini tak hanya bentuk komitmen mereka akan kecintaan  dan keimanan terhadap kitab suci Al Quran, tapi juga reaksi atas sikap  sejumlah orang yang menyobek nyobek Al Quranul Karim di depan Gedung  Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya ia menekankan, ”Daarul Quran yang telah  mengeluarkan para huffazh dari berbagai tenda-tenda penghafalan Al Quran  yang dinamakan Taajul Waqaar. Kelak para huffazh al Auran inilah yang  akan memelihara dan melindungi Palestina dari penjajahan Israel selama  ini. Palestina tidak dibebaskan melalui harta atau sogokan politik yang  datang dari berbagai penjuru.... ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ketua Darul Quran dan Sunnah Abdel-Rahman Jamal  mengatakan, "Upacara wisuda ini, adalah kabar gembira bagi para  penghafal Al Quran di dunia, hingga kelak mereka mendapatkan kedudukan  yang mulia di sisi Allah, di akhirat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TI7ekDcI5VI/AAAAAAAABgQ/odb0ZP0bGP0/s1600/waqar.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 300px; height: 198px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TI7ekDcI5VI/AAAAAAAABgQ/odb0ZP0bGP0/s400/waqar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516591304555423058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut Jamal, penduduk Gaza benar-benar memanfaatkan musim panas yag  baru lalu dengan mengemas berbagai program untuk menghafal Al Quranul  Karim. Di bawah naungan Departemen Wakaf dan Departemen Agama Palestina  di Gaza, Darul  Quran dan Sunnah juga bekerjasama dengan Ikatan Remaja  Putri Muslim dan lembaga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan bahwa jumlah siswa siswi Hafizh Al Quran yang terdaftar  di musim panas ini 50.000 orang. Dan sebelumnya, Darul Quran telah  melantik lebih dari 24 ribu orang huffazh Al Quran sejak 19 tahun  berdiri. "Para siswa ternyata tekun dan tanpa kenal lelah menghafal Al  Quran dan Sunnah Nabi, dan mereka berkompetisi dalam hal itu meniru para  sahabat radhiallahu anhum." Ia lalu menambahkan bahwa ada di antara  para siswa yang bisa menghafal 20 halaman dalam satu hari, sekaligus  menguasai makna dan kandungan ayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mln/palestine information center&lt;/span&gt;)&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.knrp.or.id/berita/aktual/usai-ramadhan-gaza-wisuda-24-ribu-huffazh-al-qur-an.htm"&gt;http://www.knrp.or.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-2113909491874261231?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/2113909491874261231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=2113909491874261231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/2113909491874261231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/2113909491874261231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/09/usai-ramadhan-gaza-wisuda-24-ribu.html' title='Usai Ramadhan, Gaza Wisuda 24 Ribu Huffazh Al Qur&apos;an'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TI7ekDcI5VI/AAAAAAAABgQ/odb0ZP0bGP0/s72-c/waqar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-6308383402576599694</id><published>2010-09-08T10:47:00.003+07:00</published><updated>2010-09-08T11:21:16.374+07:00</updated><title type='text'>~ Ketika Tiba Hari Yang Fitri ~</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcO_VHWqkI/AAAAAAAABgA/9XP_SDPveis/s1600/met-idulfitri.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 358px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcO_VHWqkI/AAAAAAAABgA/9XP_SDPveis/s320/met-idulfitri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514392749900999234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika berkilau embun pagi&lt;br /&gt;Dan merekah sinar mentari&lt;br /&gt;Satu kupinta kepada ilaahi&lt;br /&gt;Semoga jiwa kembali suci&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ramadhan telah lepas&lt;br /&gt;Tiada dzikir yang lebih pantas&lt;br /&gt;Selain takbir bagi pemilik ‘Arsy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika takbir telah bergema&lt;br /&gt;Tiada yang lebih bermakna&lt;br /&gt;Selain pintu maaf yang dibuka.&lt;br /&gt;Selamat lebaran, semoga diterima amalan,&lt;br /&gt;yang ikhlas dilakukan, selama Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;oleh: Al Habib&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://1puisi.blogspot.com/2010/09/puisi-idul-fitri.html"&gt;http://gen22.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-6308383402576599694?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/6308383402576599694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=6308383402576599694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/6308383402576599694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/6308383402576599694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/09/ketika-tiba-hari-yang-fitri.html' title='~ Ketika Tiba Hari Yang Fitri ~'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcO_VHWqkI/AAAAAAAABgA/9XP_SDPveis/s72-c/met-idulfitri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-1842726251591706016</id><published>2010-08-23T14:04:00.001+07:00</published><updated>2010-08-23T14:06:43.858+07:00</updated><title type='text'>= MERAYAKAN KEMENANGAN SEJATI =</title><content type='html'>&lt;p&gt;Segala pujibagi Allah SWT, Rob alam semesta,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Shalawat dansalam untuk baginda Rasulullah SAW, sahabatnya, dan para pengikutnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sidang idulfitri yang berbahagia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari  inikita merayakan hari besar, hari kemenangan. Bukan sekedar kemenangan  biasa  tetapi kemenangan luar biasa, kemenangansejati. Jika kita  menilai bahwa kemenangan adalah setelah dapat menaklukkanorang kuat,  maka kita katakana hari ini adalah perayaan dimana sebulan penuhkita  dapat menaklukkan makhluk Allah yang sangat kuat, syetan  lakmanatullaalaih. Kita kalahkan mereka sebulan penuh untuk kita  pastikan sepanjang hayatkita, dan hari ini adalah puncak kemenangan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puncakkemengan  telah kita raih. Kemenangan sejati telah kita dapatkan. Poinberikutnya  adalah bagaimana mepertahankan kemenangan ini. Kita menyebutnyasebagai  kemenangan sejati karena kita pastikan kemenangan yang sudah kitagenggam  itu tidak akan lepas dari kita sedetikpun, semenitpun sepanjanga  hayat.Itulah kemenangan sejati itulah idul fitri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita  merayakandengan gegap gempita, semua kegembiraan kita tumpahkan bahkan  bukan hanya kita.Semua orang mukmin dimanapun mereka berada meluapakan  kebahagiaan. Jadilahkebahgiaan bersama , kebahagiaan setiap muslim.  Karenanya, taksatupun diantaramereka boleh sedih, bolehmenangis, tidak  dan tidak boleh. Karena seluruh kita,selueruh kaum muslimin pada posisi  menang besar, dalam pertempuran besarberhadapan dengan musuh besar.  Karena itu kumandangkan kalimat-kalimat kemenanganitu diseantero negeri.  Kalimat itu adalah takbir, tahmid dan tahlil. Iya, AllahYang Maha  Besar, Allahlah yang memiliki semua hasil baik ini. Karena itu  kitanyatakan tiada Ilah kecuali Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sidang idyang dirohmati Allah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita  bahagiadengan kemenanganbesar ini, kemenangan kebajikan. Suatu hal yang  selaludirindukan seorang mukmin. Dan hari ini pelajaran yang berharga  itu munculditengah gegap gempitanya idul fitri, yaitu kebahagiaan orang  mukmin justru datangketika dapat berbuat sebaik-baiknya, berbuat  sebanyak-banyaknya, ketika dapatmengalahhkan syetan dalam peperangan  yang tiada berakhir itu. Konsep kebahagianyang suci ini mendorong kita  untuk berbondong-bodong menggapai dan mensyiarkankebaikan, lebih karena  kita memang baru bisa bahagia jika dapat berbuat baiksebanyak-benyaknya.  Dan sebaliknya , jika konsep kebahagiaan diletakkan diluardefinisi yang  suci ini , maka kita akan termotivasi untuk meninggalkan kebaikandan  mengejar apa saja yang kita anggap dapat memasok kebahagiaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sidang idulfitri rohimakumullah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentu  hari besarini tidak akan kita sia-siakan begitu saja tanpa kesungguhan  untuk mengambilmakna, pelajaran, pesan-pesan penting yang terkandung  didalamnya. Dan benar,idul fitri menyimpan mutiara-mutira hikmah yng  indah sekaligus sebagaipenyempurna atas kemenangan sejati ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Idul  fitri mengajarkankita akan konsep visi hidup. Sebulan penuh kita  berjibaku dengan ramadlon. Sebulanpenuh kita berusaha menemukan  perjalanan dan manajemen hidup yang sebenarnyadan hari ini menemukannya,  karenanya kita merayakannya. Tahukah, sebulan kitapastikan bahwa diri  kita tidak tergoda untuk menyimpangkan manajemen hidup ,agar tujuan  hidup segera tercapai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;__MCE_ITEM__a.    Kitaberpuasa. Tentu bukan  sekedar berpuasa dari makan dan minum. Juga bukan sekedarberhenti dari  hubungan suami istri di siang hari dibulan ramadon. Tetapi kitabrpuasa  dari segalamacam bentuk pelanggaran hukukm dan etika.Seprti bunyihadits  RAsulullah, yang artinya : barang siapa yang tidak bisa meninggalkan  perkaaanatau perbuatan dosa Allah tidak butuh ia meninggalkan mana an  minum. Hadits,yang artinya : jika seseorangmencaci kakimu (hai orang  yang berpuasa) makakatkanlah saya puasabulaa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan berpuasa  yangsangat ketat itu kita sebenarnya sedangmelatih, secara terus  menerus, siangmalam, dalam waktu yang lama untuk menjadi  orangyangdisiplin. Dan benar insyaAllah sifat itu hadir. Sabda Nabi,  yang artinya : " puasa itu penjaga".&lt;/p&gt;&lt;p&gt;__MCE_ITEM__b.    Qiyamullail,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sadarkah,  bahwa khusyu.Adalah kondisi batin yang penuh cinta kepada Allah  bersamaan dengan rasa takutyang mendalam, berharap, rendah, menghiba dan  tak berdaya dihadapn Allah. Dengnbahasa lain situasi batin orag khusu'  adalah situasi batin yag akan membukaalam bawah sadar. Ketika alam bawah  sadar terbuka maka setiap kata-yangdiucapkan atau yang didengar akan  masuk dengan baik dan selanjutnya akanmenuntun diri kita, prilaku,  karakter kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sesungguhnya shalatmencegah dari perbuatan fahsya' dan mungkar"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;__MCE_ITEM__c.     Taubat,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Taubat  adalah komitmen perubahan. Satu Komitmen saja sudahdapat merubah  keadaan lebih karena sebuah komitmen. Demikianlah orang yangbertaubat ia  berkomiten untuk sebuah perubahan besar, menjadi orang baik dantidak  pernh lagi enjadi orag buruk. Bagi orang yang bertaubat hidup hanya  untukkebaikan bukan keburukan. "Orang yang bertaubat seperti orang yang  tidak punyadosa".&lt;/p&gt;&lt;p&gt;__MCE_ITEM__d.    Tilawah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Manusia sangat  dipengaruioleh isi pikirannnya. Isi pikirannya apa maka ia menjadi apa.  Dibulan ramadlonkemarin isi pikiran kita diisi banyak oleh al-Qur'an ,  Insya Allah kita menjadiseperti al-Qur'an.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Dialah yang  mengutusseorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan diri  merekasendiri,  yang membacakan kepada merekaayat-ayat-Nya, mensucikan  (jiwa) mereka dan mengajarkan pada mereka Kitab danHikmah (Sunnah),  meskipun mereka sebenarnya benar-benar dalam kesesatan yangnyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;__MCE_ITEM__e.    Dzikir&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita  berdzikir dan terus berdzikir, sesuatu yang akan menjagahati kita  menjaga batin kita. Insya Allah. Ibn Qoyyim mengatakan hati ituseperti  benteng dan dzikir adalah penjaga. Maka ketika seseorang  banyakberdzikir, hatinya terus terjaga dan syetan tidak bisa masuk.  Selanjutnyamanusia akan lbih nyaman dalam kebaikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;__MCE_ITEM__f.      Shadaqoh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita  berlatih untukbanyak member.  Sebuah upaya untukmengurangi keterikatan  kita pada dunia, upaya untuk mengikis kecintaan pada dunia.Sesuatu yang  banyak mendorong orang berbuat tidak baiak. Diriwayatkan bahwamencintai  dunia adalah muara setiap keburukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;__MCE_ITEM__g.    Doa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau  kita inginmendapatkan hasil luar biasa gunakan cara luar biasa. Kalau  kita ingin hasilluar biasa sedangkan kita menempuh cara biasa maka  hasilnya biasa-biasa saja.Dan doa adalah salah satu cara luar biasa  untuk hasil luar biasa. Tahukah?,menjadi orang shalih adalah luar biasa,  mengalahkan syetan adalah luar biasa,sukses dunia dan akhirat adalah  luar biasa, maka romadlon kemarin kita berlatihdan kita terus berlatih  untuk mengasah cara luar basa ini. Insya Allah kitamendapatkan hasil  luar biasa. Faktanya kita rayakan idul fitri ini karena kitaberharap  kita menjadi orang luar biasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;__MCE_ITEM__h.    I'tkaf.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita  karantina diri kita selamasepuluh hari untuk memastikan di hari-hari  terakhir kita tetap menang, mampumemanaj nafsu, menampik syetan.  Alhamdulillah semua kita jalani dan akhirnyakita bisa merayakan pesta  suci ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua itu kita jalani selam ramadlonsebagai sebuat paket  pelatihan, lelakon, suluk agar kita mengerti apa ituhidup, akan kita  tahu kemana hidup ini akan kita bawa?, apa yang sedang kitacari dalam  hidup ini?, bagaimana mengelola hidup agar tujuan hidup kitatercapai.  Selama sebulah kita berlatih, siang malam, untuk menemukan jawabnnya.Dan  hari ini kita bergembira karena kita telah menemukan jawabnnya bahwa  hidupbukan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya, bahwa hidup bukan  untuk bersaingdengan sesama, bahwa hidup bukan untuk berfoya-foya dan  bersenang-senang. Hiduplebih mulia dari itu. Hidup untuk tujuan yang  lebih mulia dari itu semua.Hidupuntuk berbuat sebaik-baiknya. Hidup  untuk mencapai ridlo Allah SWT. Itulahtaqwa itulah visi hidup. Karenanya  kita rayakan makna besar. Makna yangsekarang terhujam di hati kita.  Kita sangat bergembira karenanya. Karena kitatelah mengerti, dan kita  terus mengusahakan, bahkan kita serius memprjuangkanvisi tersebut akan  tercapai dengan baiak ' "Sesungguhnya shalatku, ibdahku,hidup dan matiku  untuk Allah Rob alam semesta".&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AllahuAkbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Idul fitrimengajarkan kepada kita akan  empati dankebahgiaan bersama&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saudaraku,kebahagiaan  yang muncul dari kebaikan dan rasa syukur yang mendalam, akibatkita  bisa menjalankan semua prosesi ramadlon dengan baik, kita rayakan  dalamsimbul-simbul perayaan. Dimana tak satupun diantara kita boleh  berpuasa. Kitaharus makan hari ini. Bersama-sama. Semuanya tak  terkecuali. Maka sekira diantarakaum muslimin tidak memiliki kesempatan  untuk merayakan kemenangan ini, lebihkarena ketidak berdayaan, maka hal  itu tidak bleh terjadi,  yang mampu harus berbagi kepada yang  tidakmampu, berempati, memberi, menyayangi dan seterusnya. Benar kita  sudah dilatih memberbanyak  lewat latihan sodaqoh dibulanramadlon, maka  dihari puncak kemenangan ini kita buktikan bahwa kita memangberhasil  menjadi muslim dermawan. Baginya hidup hanya berarti jika banyakmemberi.  Baginya sekedar mendapatkan banyak  belum menjelaskan apa-apa, tetapi  ketika sudahdibagi pada sesama baru berarti. Ia akan menjadi amal  shalih. Iduk fitrimengajarkan makna berempati dan memberi pada sesame.  Disinilah letaknya rahmahuntuk alam semesta. Kesahalihan seorang muslim  dirasakan hasilnya oleh orangdisekitarnya. "Dan tidak kami utus kamu  kecuali untuk menebar rahmah pada alamsemesta".&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allahu AkbarAllahu Akbar Allahu Akbar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Idul fitrimemberikan pesan agar kita istiqomah dalam kebajikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saudaraku,Perayaan  akan kemenangan nurani pada hari ini hanya berarti jika pasca idulftri  ini kita sanggup mempertahankan kebaikan yang telah kita capai  selamabulan ramadlon. Bahkan meningkatkannya. Apa artinya perayaan hari  ini jikasesaat setelah hari kemengan ini kita kalah kembali. Kita  kembali terjebak.Kita kembali tak berdaya dihadapan syetan. Kememangn  sejati adalah kemenangandalam peperangan bukan satu dua kali  pertempuran. Romadlon kemarin hanya satumedan pertempuran. Sedangkan  peperangannya adalah keseluruhan hidup kitasepanjang hayat kita. Disebut  menang ketika menang dalam peperangan yakni sepanjanghidup ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahukah?Agar  kita benar-benar menang dalam perang besar ini  satujawabnnya,beristiqomahlah selalu. Konsisten dalam kebajikan apapun  yang terjadi. Sekalikita dapat merebut kemenangan maka tak akan kita  biarkan musuh besar itumerebutnya kembali dari diri kita. Tidak akan  kita biarkan. Lag-lag,i kuncinyasatu, istiqomah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sebaik-baikperbuatan kalian adalah yang diistiqomahi, meskipun sedikit"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AllahuAkbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keempat,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Idul fitrimengajarkan akan kesucian diri dari segala macam dosa termasuk dosa kepadasesama manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika  hariini kita bahagia, lebih karena kita dapat meraih kembali kesucin  diri kita,lebih karena kita mendapatkan ampunan Allah insya Allah, maka  hal itu tidaksempurna jika kita masih memiliki masalah dengan sesama.  Maka hari ini kitapastikan kesucian yang sudah kita raih insya Allah  kita sempurnakan denganmeminta maaf dengan sesama disertai perbutan baik  pada mereka. Kabar baiknyahubungan baik yang terjalin ini akan  mendatangkan banyak kebaikan. Sinergi danpersatuan kaum muslimin  insyaalah terjadi pasca idul fitri ini. Dan akhirnyakita menemukan  sebuah konsep besar bahwa kesucian diri, kesucian jiwa adalahsesuatu  yang niscaya jika kita hendak membuat barisan besar bahkan sangatbesar.  Barisan kaum muslimin yang bersaudara, bersinergi dan bersatu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Danberpegang  teguhlah pada tali Allah semuanya, dan janganlah bercerai berai,  daningatlah kenikmatan Allah ketika kalian masih bermusuh-musuhan , maka  Allahlembutkan diantar hati kalian, kemudian karena nikmatnya kalian  menjadibesaudara"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelima,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Idul fitri mengajarkankita akan konsep syiar Islam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernahkankita  menemukan syiar Islam lebih dahsyat dari idul fitri, pernahkah?. Ya,  hariini Islam berkumandang. Hari ini Kalimat-kalimat tauhid itu  bergemuruh,diseantero negeri. Diseluruk pelosok nusantar. Bukan hanya  nusantara, tetapiseluruh negeri kaum muslimin. Hari ini seakan semua  kebatilan itu sirna. Tidaktampak, tidak berani tampak. Islam begitu  agung bergemuruh. Hati dan jiwa orangmukmin merasakan getaran keagungan  itu. Lagi-lagi Allahlah yang berhak menerimakegungan itu, maka kalimat  tauhid itu terus kita suarakan, kita kumandangkan,  bahkan kita  mengatakan "meskipun orang-orangkafir itu tidak suka, walau karihal  kafirun".&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karenanya,syiar ini tidak boleh padam, tidak boleh  redup. Formulanya, sekali terjadikemengan maka tidak akan kita biarkan  siapapun menyodorkan kekalahan. Sekaliterjadi syiar Islam maka tidak  akan pernah boleh redup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saudaraku,mempertahankan syiar ini tentu  membutuhkan upaya, perjuangan dan pengorbanan.Dan hari ini kita  teguhkan, semua kita bertekad, semua kita berjanji syiar itutidak akan  padam, ya tidak akan padam. Tak satupun orang didunia ini kitabiarkan  untuk meredupkan syiar Islam. "Mereka hendak memadamkan nur Allah  ,padahal Allah menyempurnakan nur-Nya"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AllahuAkbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikianlahkhutabh idul fitri kali ini, semoga menginspirasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;WassalamulaikumWr Wb&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bintaro, 1syawal 1431&lt;/p&gt;&lt;p&gt;MuhsininFauzi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Formula HatiLeadership Center&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/muhsinin-fauzi/kutbah-idul-fitri/148383915185729"&gt;http://notes/muhsinin-fauzi/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-1842726251591706016?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/1842726251591706016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=1842726251591706016' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/1842726251591706016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/1842726251591706016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/08/merayakan-kemenangan-sejati.html' title='= MERAYAKAN KEMENANGAN SEJATI ='/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-3246251793604051102</id><published>2010-08-18T13:09:00.014+07:00</published><updated>2010-08-18T14:17:13.925+07:00</updated><title type='text'>Membentuk Keluarga Qur'ani - Inspirasi dari 10 Bersaudara Bintang Al Qur'an</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGt8T6h1UwI/AAAAAAAABd8/xY17tU5JpmQ/s1600/image016.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGt8T6h1UwI/AAAAAAAABd8/xY17tU5JpmQ/s320/image016.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506631650961085186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Judul Buku :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span&gt;Penulis : Izzatul Jannah – Irfan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1282111628_3"&gt;Hidayatullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span&gt;Penerbit : Sygma Publishing, Bandung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span&gt;Cetakan Ke : 2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span&gt;Tahun Terbit : Januari 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span&gt;Tebal Buku : xiv + 150 halaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap orang tua  muslim pasti ingin memiliki anak-anak yang hafal Al-Qur'an dan  berprestasi. Apalagi para kader dakwah yang sangat menyadari bahwa  keluarga merupakan sasaran dakwah yang kedua; &lt;i&gt;ishlahul usrah&lt;/i&gt;,  setelah &lt;i&gt;ishlahul fardi&lt;/i&gt;. Buku &lt;b&gt;10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ini  merupakan sebuah karya yang –seperti kata Ustadz Yusuf Mansur- akan  menginspirasi banyak keluarga di tanah air. Ternyata membesarkan anak di  masa sekarang untuk menjadi hafiz Al-Qur'an bukan sesuatu yang mustahil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Buku ini adalah &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1282111628_4"&gt;kisah nyata&lt;/span&gt;  sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang  mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang  shalih, hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah  pasangan suami istri &lt;b&gt;Mutammimul Ula dan Wirianingsih&lt;/b&gt; beserta 10  putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua  ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. &lt;b&gt;Mutammimul Ula&lt;/b&gt; adalah anggota DPR RI dari fraksi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;XXX&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;. Sedangkan &lt;b&gt;Wirianingsih&lt;/b&gt; adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;XXX&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;  sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum  PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29  propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;10 bersaudara bintang Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;itu adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1. Afzalurahman Assalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;2. Faris Jihady Hanifa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;3. Maryam Qonitat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;4. Scientia Afifah Taibah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;5. Ahmad Rasikh 'Ilmi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;6. Ismail Ghulam Halim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;7. Yusuf Zaim Hakim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;8. Muhammad Syaihul Basyir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;9. Hadi Sabila Rosyad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;10. Himmaty Muyassarah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGt-lgGdShI/AAAAAAAABeE/KeBdohewe_8/s1600/image017.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 129px; height: 171px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGt-lgGdShI/AAAAAAAABeE/KeBdohewe_8/s200/image017.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506634152127842834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IT" style="color:black;"&gt;Afzalurahman Assalam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IT" style="color:black;"&gt;Putra pertama. Hafal Al-Qur'an pada usia 13 tahun. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Saat  buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB.  Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim  Salman ITB dan terpilih sebagai peserta&lt;i&gt;Pertamina Youth Programme&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;2007&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGt_0BLqE3I/AAAAAAAABeM/ifHCLd3JK5Y/s1600/image018.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 123px; height: 164px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGt_0BLqE3I/AAAAAAAABeM/ifHCLd3JK5Y/s200/image018.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506635501037818738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Faris Jihady Hanifa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Putra  kedua. Hafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat  buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas  Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur'an yang  diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara  olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan  sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuAeX8ZozI/AAAAAAAABeU/o4k9deDRo5M/s1600/image019.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 123px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuAeX8ZozI/AAAAAAAABeU/o4k9deDRo5M/s200/image019.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506636228702348082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Maryam Qonitat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Putri  ketiga. Hafal Al-Qur'an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis  usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas  Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul  Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad  Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuCrDusn1I/AAAAAAAABec/UtgzW0hgTzE/s1600/image020.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 110px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuCrDusn1I/AAAAAAAABec/UtgzW0hgTzE/s200/image020.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506638645637717842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Scientia Afifah Taibah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1282111628_5"&gt;Fakultas Hukum Universitas Indonesia&lt;/span&gt; (UI). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur'an tingkat SMA se-Jakarta Selatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuEmFy9G0I/AAAAAAAABek/U6f5gK0Dptg/s1600/image021.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 100px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuEmFy9G0I/AAAAAAAABek/U6f5gK0Dptg/s200/image021.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506640759316355906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="yiv682900009yiv88055205MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Ahmad Rasikh 'Ilmi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur'an, dan duduk &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1282111628_6"&gt;di MA&lt;/span&gt; Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1282111628_7"&gt;bahasa Arab&lt;/span&gt; MA Husnul Khatimah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuFpr41USI/AAAAAAAABes/J1qXeckntrY/s1600/image022.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 102px; height: 131px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuFpr41USI/AAAAAAAABes/J1qXeckntrY/s200/image022.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506641920592793890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Ismail Ghulam Halim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur'an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1282111628_8"&gt;Bogor&lt;/span&gt;.  Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP  se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan  tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuGE-LJe7I/AAAAAAAABe0/xtQ348iIpIc/s1600/image023.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 102px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuGE-LJe7I/AAAAAAAABe0/xtQ348iIpIc/s200/image023.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506642389357919154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Yusuf Zaim Hakim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Putra  ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur'an dan duduk di  SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT,  peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten  Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuGt4I031I/AAAAAAAABe8/NqSSMw-Z4g0/s1600/image024.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 101px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuGt4I031I/AAAAAAAABe8/NqSSMw-Z4g0/s200/image024.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506643092112203602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Muhammad Syaihul Basyir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Putra  kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur'an, Bogor. Yang  sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur'an 30 juz pada saat kelas 6  SD.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuHdnsG8RI/AAAAAAAABfE/C3UzlHNkBR4/s1600/image025.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 95px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuHdnsG8RI/AAAAAAAABfE/C3UzlHNkBR4/s200/image025.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506643912330506514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IT" style="color:black;"&gt;Hadi Sabila Rosyad&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IT" style="color:black;"&gt;Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1282111628_9"&gt;Jakarta Selatan&lt;/span&gt; dan hafal 2 juz Al-Qur'an. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuIJJybAsI/AAAAAAAABfM/WHFwXnc7oQg/s1600/image026.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 101px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGuIJJybAsI/AAAAAAAABfM/WHFwXnc7oQg/s200/image026.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506644660218168002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Himmaty Muyassarah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Dilengkapi Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1282111628_10"&gt;Akhir Zaman&lt;/span&gt; dan Fadhilah Menghafal Al-Qur'an.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Buku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;ini  tidak hanya berisi bagaimana putra-putri Mutammimul Ula dan  Wirianingsih menjadi penghafal Al-Qur'an. Di bagian  pendahuluan terlebih dahulu dibahas Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga  Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir Zaman. Meliputi pembagian Al-Qur'an,  Al-Qur'an sebagai Mukjizat, Sejarah Turunnya Al-Qur'an Kodifikasi  Al-Qur'an, sampai Sejarah Pemeliharaan Kemurnian Al-Qur'an.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pada  bab 5 juga dibahas mengapa menjadi hafiz Al-Qur'an begitu penting.  Penulis mengklasifikasikannya menjadi 2 bagian: fadhail dunia dan  fadhail akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifdzul Qur'an merupakan  nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi  penghafalnya, hafiz Qur'an mendapat penghargaan khusus dari Nabi  (tasyrif nabawi), keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat  meliputi: Al-Qur'an menjadi penolong (syafaat) penghafalnya,  meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Qur'an bersama para malaikat  yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota  kemuliaan), kedua orangtuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang  melimpah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Apa Kuncinya?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Apa kunci sukses keluarga Mutammimul Ula dan Wirianingsih mendidik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;10 bersaudara bintang Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;itu?  Keseimbangan proses. Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah  menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan  konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib adalah jadwal mereka  berinteraksi dengan Al-Qur'an.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Beberapa hal yang mendukung kesuksesan ini adalah upaya mereka menjaga kondisi ruhiyah dalam keluarga:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1. Tidak ada televisi di dalam rumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;2. Tidak ada gambar syubhat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;3. Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti dengan nasyid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;4. Tidak ada perkataan yang fashiyah (kotor)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;10 bersaudara bintang Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;adalah  visi dan konsep yang jelas, yakni menjadikan putra-putrinya seluruhnya  hafal Al-Qur'an. Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah Shubuh  dan setelah Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Qur'an yang tidak boleh  dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih batita, Wirianingsih  konsisten membaca Al-Qur'an di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan  mendirikan TPQ di rumahnya. Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan  memberikan hadiah. Meskipun kebanyakan di waktu kecil mereka merasa  terpaksa, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Qur'an  sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi  yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal  Al-Qur'an, mereka diberi hadiah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Metode Menghafal Al-Qur'an 10 bersaudara bintang Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pada bab penutup penulis memaparkan metode yang dipilih keluarga Mutammimul Ula dalam mendidik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;10 bersaudara bintang Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;:  pertama, mengajarkan membaca. Kedua, repetisi (pengulangan). Ketiga,  memilihkan mereka sekolah yang memiliki program utama menghafal  Al-Qur'an. Secara khusus kedua orang tua juga senantiasa menjaga  orientasi hafalan mereka. Keempat, saat menginjak usia remaja mereka  dipahamkan tentang fadhilah membaca Al-Qur'an. Kelima, kedua orang tua  menjadi teladan yang nyaris sempurna dalam dakwah, pemikiran Islam,  orientasi tentang  keluarga Al-Qur'an, dan senantiasa mendoakan mereka sepanjang waktu  hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Akhirnya, bagi keluarga muslim, terutama keluarga dakwah, kiranya buku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;10 bersaudara bintang Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;ini sangat penting untuk menginspirasi berikut menjadi referensi lahirnya bintang-bintang Al-Qur'an yang baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-3246251793604051102?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/3246251793604051102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=3246251793604051102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3246251793604051102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/3246251793604051102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/08/membentuk-keluarga-qurani-inspirasi.html' title='Membentuk Keluarga Qur&apos;ani - Inspirasi dari 10 Bersaudara Bintang Al Qur&apos;an'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGt8T6h1UwI/AAAAAAAABd8/xY17tU5JpmQ/s72-c/image016.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-8095989042896243155</id><published>2010-08-10T09:10:00.004+07:00</published><updated>2010-08-10T10:44:28.451+07:00</updated><title type='text'>Kereta Ramadhan - 1431H</title><content type='html'>Ke kota Jakarta hari Selasa&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGDKQ5r60MI/AAAAAAAABdk/7OXWFroKCYE/s1600/upin.ipin.ramadhan.png"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 168px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGDKQ5r60MI/AAAAAAAABdk/7OXWFroKCYE/s400/upin.ipin.ramadhan.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503621136358494402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pulang pergi naik kereta&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Satu hari lagi kita puasa&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bebaskan diri dari salah &amp;amp; dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari kami DPRa PKS Panja&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mohon maaf yg se-besar2nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-8095989042896243155?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/8095989042896243155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=8095989042896243155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8095989042896243155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8095989042896243155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/08/kereta-ramadhan-1431h.html' title='Kereta Ramadhan - 1431H'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TGDKQ5r60MI/AAAAAAAABdk/7OXWFroKCYE/s72-c/upin.ipin.ramadhan.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-6736538181206199627</id><published>2010-07-30T13:25:00.007+07:00</published><updated>2010-08-05T10:57:30.855+07:00</updated><title type='text'>Menyambut Ramadhan</title><content type='html'>Saudaraku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Sya’ban telah melewati pertengahannya. Artinya, tak lama lagi insyaallah Ramadhan akan menjelang. Berbagai hal dilakukan kaum muslimin untuk menyambut kedatangan bulan ramadhan ini. Bagaimana dengan kita? Sudah siapkah kita menyambutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Rasulullah dan para sahabatnya amat mengenali keistimewaan bulan ini. Maka mereka menyambut Ramadhan jauh-jauh hari. Di bulan Rajab, Rasulullah telah mengingatkan akan segera datangnya Ramadhan. Di bulan Sya’ban Rasulullah biasa memperbanyak puasa untuk menyambut kedatangan bulan suci ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;KHOTBAH NABI S.A.W. MENYAMBUT RAMADHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah mewajibkan kepadamu puasa-Nya. Didalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu syurga dan dikunci segala pintu neraka dandibelenggu seluruh syaithan. Padanya ada suatu malam yang terlebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu, maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan penghulu segala bulan, maka "Selamat datanglah" kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu kewajiban, dan qiam dimalam harinya suatu tatawwu'. Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan didalamnya samalah dia dengan orang yang menunaikan sesuatu fardhu didalam bulan yang lainnya. Barangsiapa menunaikan sesuatu fardhu dalam bulan Ramadhan samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu dibulan lainnya. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertulungan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, yang demikian itu adalah pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti yang diperoleh orang yang berpuasa. Allah memberikan pahala itu kepada orang yang memberikan walaupun sebutir korma, atau seteguk air, atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya Rahmah, pertengahannya ampunan, dan akhirnya kemerdekaan dari neraka. Barangsiapa yang meringankan beban seseorang (yang membantunya) niscaya Allah mengampuni dosanya. Oleh itu banyakkanlah yang empat perkara dibulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua perkara untuk mendatangkan keredhaan Tuhanmu dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya tiada tuhan melainkan Allah dan mohon ampun kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka. Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk kedalam surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(H.R.Ibnu Khuzaimah)&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;sumber: &lt;a href="http://www.shiar-islam.com/doc10.htm"&gt;www.shiar-islam.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Hadits-hadits Penyemangat Menyambut Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, perkenankan saya berbagi dan menyemangati diri pribadi dengan nukilan beberapa hadits yang semoga bisa meluruskan niat kita dalam menyambut ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab maka akan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diampuni dosa-dosanya yang telah lalu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;[Hadits Riwayat Bukhari, no. 4/99]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penuh iman dan Ihtisab&lt;/span&gt;‘ yakni membenarkan wajibnya puasa, mengharap pahalanya, hatinya senang dalam mengamalkan, tidak membencinya, tidak merasa berat dalam mengamalkannya.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Shalat yang lima waktu, Jum’at ke Jum’at. Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa yang terjadi di antara senggang waktu tersebut jika menjauhi dosa besar.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;[Hadits Riwayat Muslim, no: 233]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;[Hadits Riwayat Bazzar, no: 3142, Ahmad, no: 2/254 ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang seorang pria kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata :&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;“Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah, engkau adalah Rasulullah, aku shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku lakukan puasa Ramadhan dan shalat tarawih di malam harinya&lt;/span&gt;, termasuk orang yang manakah aku?”&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Beliau menjawab: “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Termasuk dari shidiqin dan syuhada&lt;/span&gt;“.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;[Hadits Riwayat Ibnu Hibban, no: 11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;sumber: &lt;a href="http://blog.al-habib.info/id/hadits-penyemangat-menyambut-ramadhan/"&gt;blog.al-habib.info &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-6736538181206199627?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/6736538181206199627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=6736538181206199627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/6736538181206199627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/6736538181206199627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/07/menyambut-ramadhan.html' title='Menyambut Ramadhan'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-5223460862624346368</id><published>2010-07-01T08:20:00.004+07:00</published><updated>2010-07-01T08:37:02.504+07:00</updated><title type='text'>Terbuka, Pragmatis, atau Konsepsi?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terius Yigi Balom, 32 tahun, mengenal Partai &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1277945463_2"&gt;Keadilan&lt;/span&gt; Sejahtera (PKS) pertama kali dari media massa. Putra seorang pendeta itu rajin memantau aksi sosial yang kerap dilakukan kader PKS, seperti penanggulangan bencana alam. Ia pun mulai membandingkan aktivitas PKS itu dengan partai lainnya, baik yang nasionalis maupun yang berasaskan agama. "Mereka memang berperan paling kongkret dibandingkan dengan partai lainnya," begitu kesimpulan Terius, seperti disampaikan kepada Gatra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TCvwET0jbSI/AAAAAAAABc8/QMKX-pafAvk/s1600/70686_hilmi_aminuddin.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 211px; height: 158px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TCvwET0jbSI/AAAAAAAABc8/QMKX-pafAvk/s320/70686_hilmi_aminuddin.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488744527711923490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ia menilai PKS konsisten melaksanakan aksi-aksi sosial tanpa tergantung momen politik tertentu, seperti pemilihan kepala daerah (pilkada). "Maka itu saya tertarik," kata Terius. Ia lantas bertekad untuk bergabung dengan PKS. Namun status PKS sebagai partai dakwah dengan asas Islam sempat membuat ia ragu. Terius pun sempat bergabung dengan partai lain yang  berasaskan nasionalis. Tapi, tak lama kemudian, ia hengkang dan bergabung dengan PKS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terius terkejut ketika diterima dengan tangan terbuka, meski beragama Kristen. "PKS mampu mengejawantahkan prinsip toleransi antarumat beragama, meski konsisten dengan asas Islam dan dakwah," kata pengurus DPD PKS Kabupaten Lanny Jaya, Papua, itu. Ia mengaku tidak ada paksaan untuk pindah agama ataupun sikap curiga dari kader yang muslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah beberapa lama bergabung, ia juga mulai terbiasa dengan rutinitas kegiatan di PKS yang bernuansa Islami. Pada saat perayaan Idul Fitri, misalnya, kader-kader non-muslim tanpa canggung ikut membantu merayakan dan saling mengucapkan selamat. Tak hanya ucapan selamat, spanduk pun ia buat untuk ungkapan saling menghormati. Begitu pula ketika kader muslim merayakan Idul Adha, Terius mengaku ikut menyumbang hewan kurban, seperti sapi dan kambing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebaliknya, ketika ada &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1277945463_3"&gt;perayaan  hari raya&lt;/span&gt; kaum Nasrani, kader muslim tidak melarang kaum Nasrani memotong babi. Meski babi haram bagi umat Islam, para kader PKS non-muslim tidak dihalangi untuk menyembelihnya dalam perayaan agama, pesta adat, acara duka, atau acara pemilu untuk disajikan kepada penduduk yang juga beragama Kristen. "Sinyal keterbukaan seperti inilah yang menarik massa non-muslim lebih banyak lagi untuk bergabung dan memilih PKS," tutur Terius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal serupa dialami Maximus Taek, 45 tahun, seorang penganut &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1277945463_4"&gt;Katolik&lt;/span&gt;. Politikus asal Nusa Tenggara Timur itu tadinya adalah kader sebuah partai berhaluan nasionalis. Hanya saja, ia merasa tak sreg berkecimpung di partai tersebut. "Kepentingan kelompok lebih besar, bahkan mengalahkan AD/ART partai," katanya kepada Gatra. Belum lagi, partai itu sangat bergantung pada satu figur. "Seolah-olah figur itu adalah segalanya," ia menambahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya, pada 2008, Maximus bergabung dengan PKS.  Salah satu alasan ia memilih PKS: tak ada figur status quo yang mengendalikan partai secara otoriter. Apalagi, kata Maximus, sebagai partai dakwah, PKS selalu mengajak orang lain tanpa memandang latar belakang sosial, politik, dan agama untuk menuju kebaikan. "Dari situ mulai muncul ketertarikan saya," ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TCvwjmFBmfI/AAAAAAAABdE/Ct-Z3ps7gkk/s1600/anis_matta11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 213px; height: 181px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TCvwjmFBmfI/AAAAAAAABdE/Ct-Z3ps7gkk/s320/anis_matta11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488745065188792818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejak 1999, PKS membuka diri bagi masuknya kader-kader non-muslim. Menurut Ketua Majelis Syura PKS, KH Hilmi Aminuddin, keterbukaan itu adalah bagian dari pelaksanaan ajaran Islam. "Menjadi partai terbuka itu bukan taktik dan bukan strategi, melainkan justru muncul dari keimanan atas ajaran Islam," katanya kepada Haris &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1277945463_5"&gt;Firdaus&lt;/span&gt; dari *Gatra*.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut Hilmi, Al-Quran memerintahkan umat Islam untuk menerima pluralitas atau kemajemukan. "Allah menciptakan semua secara plural. Tidak ada keseragaman. Yang ada adalah keberagaman," ujarnya. Keberagaman itu mendorong terjadinya dinamika kehidupan.  Jika pada tahap awal PKS terkesan eksklusif, menurut Hilmi, karena pada saat itu PKS masih harus membangun identitas dan integritas kadernya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masuknya orang-orang non-muslim dalam kepengurusan PKS bermula dari banyaknya orang non-muslim yang datang ke kantor dewan pengurus wilayah PKS di daerah yang mayoritas penduduknya non-muslim. Mereka mengajukan ide mendirikan kepengurusan di level kabupaten dan kota. "Kami bilang, PKS adalah partai Islam. Tapi mereka tidak mempermasalahkan agama. Yang penting, agendanya sesuai dengan aspirasi mereka," kata Hilmi. Akhirnya kepengurusan daerah dibentuk oleh orang-orang non-muslim secara mandiri dan disahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejak itulah PKS menerima kader dari kalangan non-muslim. Hal ini, menurut Hilmi, adalah bagian dari proses penyiapan kader PKS menjadi &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1277945463_6"&gt;pemimpin negara&lt;/span&gt;. Untuk itu, pertama mereka harus bisa menjadi &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="yshortcuts" id="lw_1277945463_7"&gt;tokoh Islam&lt;/span&gt;, kemudian pemimpin dakwah, lalu menjadi tokoh bangsa,  dan akhirnya negarawan. "Masuknya non-muslim bisa membantu kader-kader PKS yang akan menjadi negarawan untuk bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan banyak kalangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;di luar Islam," tutur Hilmi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bahkan, dari proses itu, PKS bisa menjalin hubungan dengan partai yang berhaluan non-Islam di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1277945463_8"&gt;negara&lt;/span&gt; lain. "Sekarang ini PKS punya hubungan dengan Partai Buruh Australia, Partai Komunis Cina, dan partai-partai di Eropa," katanya. Keterbukaan ini, lanjutnya, tidak akan mengganggu identitas PKS sebagai partai Islam. "Kalau ditanya siapa PKS? Ya, partai Islam," Hilmi menegaskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hingga saat ini, PKS memiliki ribuan kader non-muslim. Posisi mereka pun bukan sekadar figuran. Selain ada yang menjadi pengurus aktif di tingkat daerah, kini ada 26 kader non-muslim di PKS yang menjadi anggota DPRD. Menurut Sekjen PKS, Anis Matta, masuknya kader non-muslim sebagai anggota DPRD terjadi sejak 2004. Natalis Kamo  dan Jimmi Gerung, misalnya, adalah dua kader pertama non-muslim PKS yang berhasil menjadi anggota DPRD di Papua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk mengakomodasi keberadaan mereka, dalam musyawarah nasional yang berlangsung Sabtu-Minggu lalu, PKS memutuskan mengubah AD/ART partai dan secara resmi menerima anggota dari kalangan non-muslim. "Faktanya, masuknya anggota non-muslim ini kan mendahului konstitusi," kata Anis Matta kepada *Gatra*.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Resminya PKS menjadi partai terbuka itu membawa optimisme bagi Terius Yigi Balom dan Maximus Taek. Terius berharap, ada peluang bagi kader non-muslim menjadi pengurus pusat. Maximus juga yakin, dengan keterbukaan ini, PKS akan menjadi partai besar. Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara itu pun yakin, PKS bisa lebih diterima di wilayah Indonesia Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengamat politik Bachtiar Effendi menyambut baik penegasan sikap terbuka PKS itu. Strategi itu, kata Bachtiar, seperti mengadopsi nilai  kehidupan yang semakin maju. Namun langkah membuka diri ini harus tetap dijalankan dengan baik. "Ideologi dan nilai dasar PKS tidak akan ditinggalkan," katanya kepada Eko Rusdianto dari *Gatra*.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ia berharap, PKS tidak menjadi partai pragmatis. "Beberapa kader mulai menjalankan kepentingan pragmatis," ujarnya. Ini akan berbahaya bagi PKS yang selama ini dikenal sebagai partai yang mementingkan pelayanan publik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ia pun berharap, PKS tidak kehilangan warna Islam sebagai landasan. "Kader non-Islam nantinya memegang ideologi partai dengan keterbukaan itu, bukan patuh pada nilai keagamaan partai," tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TCvxEkSSLVI/AAAAAAAABdM/vgy3I1gOElE/s1600/logopks4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 96px; height: 128px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TCvxEkSSLVI/AAAAAAAABdM/vgy3I1gOElE/s320/logopks4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488745631643217234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika itu bisa diwujudkan, Bachtiar yakin, PKS akan menjadi lebih baik. Buktinya, dalam tiga pemilu terakhir, suara PKS menunjukkan grafik naik. Jika awalnya hanya tujuh kursi, pada pemilu berikutnya naik menjadi 45, dan pemilu terakhir 57 kursi. "Ini cukup baik. Banyak partai yang baik tapi dukungan  kurang. Jadi, PKS harus menjaga itu," ujar Bachtiar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*M. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1277945463_9"&gt;Agung&lt;/span&gt; Riyadi dan Sandika Prihatnala*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;[*Nasional*, *Gatra* Nomor 34 Beredar Kamis, 24 Juni 2010]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-5223460862624346368?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/5223460862624346368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=5223460862624346368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5223460862624346368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5223460862624346368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/07/terbuka-pragmatis-atau-konsepsi.html' title='Terbuka, Pragmatis, atau Konsepsi?'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TCvwET0jbSI/AAAAAAAABc8/QMKX-pafAvk/s72-c/70686_hilmi_aminuddin.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-4047680735176827236</id><published>2010-06-17T10:05:00.005+07:00</published><updated>2010-06-17T10:57:38.806+07:00</updated><title type='text'>●● AKU RINDU ZAMAN ITU ●●</title><content type='html'>Aku rindu zaman itu, ketika halaqoh adalah kebutuhan bukan sekedar sambilan apalagi hiburan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu zaman itu, ketika membina adalah kewajiban bukan pilihan apalagi beban dan paksaan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu zaman itu, ketika dauroh menjadi kebiasaan bukan sekedar pelengkap pengisi program acara yang dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TBmc4gHhJEI/AAAAAAAAAGA/hzIUKYE0jWo/s1600/picture4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TBmc4gHhJEI/AAAAAAAAAGA/hzIUKYE0jWo/s320/picture4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483586515808363586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan bukan keraguan apalagi kecurigaan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan bukan tuntutan apalagi hujatan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu ketika zaman nasihat menjadi kesenangan bukan su’udzhon atau menjatuhkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu zaman ketika nasyid ghuroba menjadi lagu kebanggaan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos ngepas dan alamat tak jelas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu zaman ketika akan pergi liqo selalu membawa uang infaq, alat tulis buku catatan serta Al qur’an terjemahan, ditambah sepenggal hapalan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok  hari untuk keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu zaman ketika seorang binaan menangis ketika tdk dapat menghadiri liqo.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu zaman ketika seorang murabbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da’wah ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TBmcdbw9lnI/AAAAAAAAAF4/15gApXZ1d_w/s1600/img_0488.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TBmcdbw9lnI/AAAAAAAAAF4/15gApXZ1d_w/s320/img_0488.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483586050783549042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku rindu zaman itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku rindu ….&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ya Allah jangan kau buang kenikmatan berda’wah dari qolbu-qolbu kami,&lt;br /&gt;Dan jangan Engkau jadikan hidup kami ini hanya berjalan di tempat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ya Allah.&lt;br /&gt;Tarbiyah bukanlah segala-galanya&lt;br /&gt;Tetapi segala-galanya berawal dari tarbiyah!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Da’wah tidak membutuhkan kita&lt;br /&gt;Tetapi kitalah yang membutuhkan da’wah!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;=============================================&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kiriman seorang sahabat seperjuangan, semoga Allah merahmatinya.&lt;br /&gt;Salam tuk semua sahabat seperjuangan di bumi Allah.&lt;br /&gt;Semoga Allah tetap menjaga keikhlasan kita dan memelihara ghirah di dada kita dalam menegakkan izzatul islam wal mu’minin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://moeja.multiply.com/journal/item/22/AKU_RINDU_ZAMAN_ITU"&gt;moeja.multiply.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;-&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-4047680735176827236?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/4047680735176827236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=4047680735176827236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4047680735176827236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/4047680735176827236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/06/aku-rindu-zaman-itu.html' title='●● AKU RINDU ZAMAN ITU ●●'/><author><name>Ono Jurnal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07178588784367745028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TC9Q8XpB0-I/AAAAAAAAAG0/qe4_QhPFrPs/S220/abiNchild.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KJB8Jc9OOMM/TBmc4gHhJEI/AAAAAAAAAGA/hzIUKYE0jWo/s72-c/picture4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-7378931023170477247</id><published>2010-05-11T10:53:00.004+07:00</published><updated>2010-05-11T11:03:14.679+07:00</updated><title type='text'>Liputan RAT KJKS Madani Jaya</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;LIPUTAN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;RAPAT ANGGOTA TAHUNAN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(RAT)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH (KJKS) MADANI JAYA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Digelar di Mushola Asyura Depok Maharaja pada hari Ahad, 9 Mei 2010, RAT KJKS Madani Jaya berjalan lancar dan sukses. Ketua Panitia RAT, Arbain Nur Bawono dalam sambutannya mengatakan bahwa RAT kali ini adalah yang ke-2 sejak berdirinya di tahun 2008.  &lt;p class="MsoNormal"&gt;KJKS Madani Jaya adalah koperasi yang pada awal pendiriannya ditujukan untuk bermitra dengan pemerintah pusat pada tahun 2008 dalam program Perempuan Keluarga Sejahtera (Perkasa), namun karena program tersebut tidak terlaksana, koperasi ini menjalankan usahanya dalam bidang konsumsi. “koperasi untuk sementara ini berusaha memenuhi kebutuhan sembako para anggotanya yang berlokasi di kelurahan Rangkepanjaya dan sekitarnya”, ujar H. Ali Rasyid, manager KJKS Madani Jaya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara Pj. Ketua KJKS Madani Jaya, Muhammad Syahrir memberikan penjelasan tentang keanggotaan koperasi, “ keanggotaan koperasi bersifat terbuka, dan sudah mulai berkembang, awalnya hanya 12 orang, Alhamdulillah sekarang sudah 17 orang” ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;RAT kali ini mengagendakan Laporan Pertanggungjawaban dari pengurus periode 2008-2010 dan pemilihan pengurus baru. Hasil musyawarah dalam RAT ini menghasilan Kepengurusan periode 2010-2012 dengan susunan sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;Badan Pengurus Harian&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Ketua&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;: Tosirin Maruf, S.E., M.M&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Sekretaris&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;: Arbain Nur Bawono, S.T.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Bendahara&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: Muhammad Syahrir, S.E., Ak. M.Si&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;Dewan Syariah&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Ketua&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: Ridwan Abdullah, Lc&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Anggota&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rambat Lupiyoadi, S.E., M.Si&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sophan Hidayat, S.T&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“koperasi ini akan meneruskan program kepengurusan tahun sebelumnya, disamping akan terus berusaha berinovasi untuk mencari program baru yang bermanfaat bagi anggotanya” ujar Tosirin dalam sambutan perdananya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“kami optimis koperasi ini akan terus bertambah jumlah keanggotaannya” ujarnya kemudian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Semoga terus maju dan jaya KJKS Madani Jaya&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;(tos)&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-7378931023170477247?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/7378931023170477247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=7378931023170477247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7378931023170477247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7378931023170477247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/05/liputan-rat-kjks-madani-jaya.html' title='Liputan RAT KJKS Madani Jaya'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-2270077456262477120</id><published>2010-04-07T14:37:00.003+07:00</published><updated>2010-04-07T14:45:39.282+07:00</updated><title type='text'>Lima Bulan Menjelang Pernikahan, Membawanya ke Islam</title><content type='html'>Lima Bulan Menjelang Pernikahan, Membawanya ke Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 06/04/2010 15:10 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/S7w3S1BALzI/AAAAAAAABc0/FBvclNdOTVI/s1600/wanita-jilbab.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 259px; height: 245px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/S7w3S1BALzI/AAAAAAAABc0/FBvclNdOTVI/s320/wanita-jilbab.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457297645074657074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lima bulan sebelum hari pernikahannya, Karen Meek shock mendengar pengakuan Eric, tunangannya. Eric mengatakan bahwa ia sudah menjadi seorang Muslim. Pengakuan itu bagai petir di siang bolong buat Karen yang seperti warga Rusia lainnya, tidak menganut agama apapun alias ateis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pikir ia (Eric) sudah mengalami cuci otak. Tiba-tiba saja ia berhenti minum minuman beralkohol. Ia salat lima waktu sehari dan tidak mau lagi makan daging babi," cerita Karen tentang perubahan perilaku tunangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Eric, yang semula penganut Kristen Baptis, tapi kemudian menjadi seorang atheis, selama berbulan-bulan mempelajari Islam tanpa memberitahu Karen, hingga akhirnya ia memutuskan menjadi seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski shock Karen tetap ingin melanjutkan rencana pernikahannya dengan Eric. Karen lalu mencari berbagai referensi, mulai dari buku sampai video tentang Islam, untuk memahami agama baru yang dianut calon suaminya. Tapi ia sama sekali tidak berharap akan masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tumbuh dewasa dengan pola pikir bahwa agama adalah sesuatu yang bodoh. Saya tidak percaya adanya Tuhan. Saya tidak memikirkan bagaimana dunia ini diciptakan, dan terus terang, saya tidak peduli," ujar Karen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Karen mengakui bahwa agama Islam memberikan penjelasan paling logis tentang Tuhan dan penciptaan alam semesta dan sulit bagi Karen membantahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karen akhirnya menikah dengan Eric. Ia masih terus mempelajari Islam dan untuk pertamakalinya ia mencoba menunaikan salat, saat suaminya bekerja di kantor. Ia belajar salat sendiri dari sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai pada titik ini, saya melakukan segala sesuatunya dengan diam-diam. Saya tidak cerita pada Eric. Saya tidak mau memeluk agama hanya karena suami saya memeluk sebuah agama. Saya ingin menemukan jalan saya sendiri," ungkap Karen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena berlatar belakang atheis, saya lebih mudah menerima Islam dibandingkan seorang Kristiani, karena dalam hal ini saya tidak perlu melepas agama apapun," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karen dan suaminya mulai sering melakukan pertemuan dengan komunitas Muslim untuk belajar Al-Quran. Hingga akhirnya, Karen membulatkan tekad untuk mengikuti jejak suaminya memeluk agama Islam. Karen pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi seorang muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pilihan Karen membuat orang tuanya kaget. "Suatu hari, ia datang dengan mengenakan gaun panjang dan jilbab. Saya terkejut dibuatnya," kata ayah Karen, Ray Alfred.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alfred mengaku merasa asing melihat anak perempuannya ketika itu dan ia merasa khawatir dengan keselamatan Karen saat terjadi serangan 11 September 2001 di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda ingin mencintai anak Anda, tapi ketika mereka melakukan sesuatu yang asing bagi Anda. Hal ini sangat sulit," ujar Alfred, "Saya akan memberikan apa saja asalkan ia tidak memeluk agama itu (Islam)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Karen mengungkapkan komentar serupa, yang terus terang mengatakan bahwa ia tidak suka dengan jilbab yang digunakan puterinya. "Karen adalah seorang gadis cantik dengan rambut yang indah," kata Jane Barret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karen memahami kegundahan kedua orang tuanya mendengar ia sudah menjadi seorang muslimah dan mengenakan busana muslim. Karena sendiri mengaku butuh waktu berbulan-bulan sebelum ia memutuskan untuk berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya hanya memakai jilbab jika pergi ke tempat-tempat yang saya rasa tidak akan ada orang yang mengenal saya," ujar Karen sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang, Karen selalu mengenakan jilbab kemanapun ia pergi, termasuk ke tempat kerjanya dimana ia bekerja sebagai staf akuntan di sebuah jaringan restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karen mengatakan, memeluk Islam telah membuatnya melihat kehidupan dengan cara pandang yang baru. "Dari seorang yang tidak percaya Tuhan menjadi orang yang percaya Tuhan, rasanya sungguh luar biasa. Islam membuka mata saya terhadap banyak hal yang selama ini saya abaikan. Terutama, bahwa kehidupan adalah sebuah karunia," tukas Karen menutup kisahnya. (ln/MCC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/lima-bulan-sebelum-menikah-membawanya-ke-islam.htm"&gt;www.eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-2270077456262477120?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/2270077456262477120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=2270077456262477120' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/2270077456262477120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/2270077456262477120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/04/lima-bulan-menjelang-pernikahan.html' title='Lima Bulan Menjelang Pernikahan, Membawanya ke Islam'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/S7w3S1BALzI/AAAAAAAABc0/FBvclNdOTVI/s72-c/wanita-jilbab.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-8066209689166779402</id><published>2010-02-28T17:48:00.014+07:00</published><updated>2010-02-28T19:29:28.245+07:00</updated><title type='text'>Konsolidasi BAPILU DPC PanMas dan DPRa PanJa</title><content type='html'>Jum'at 26 Februari 2010, bertempat di Depok Maharaja dilangsungkan kegiatan konsolidasi Bapilu KaDa yang dimulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.30 antara DPRa PKS Rangkepan Jaya selaku ahlul bait dengan menghadiri pembicara dari DPC PKS Pancoran Mas bapak Jundi, bapak Bagus dan bapak Ibnu.&lt;br /&gt;DPRa PKS Rangkepan Jaya yang baru menjalani musran pada 31 Januari 2010 dan saat ini sedang melakukan konsolidasi internal mendapatkan kesempatan yang sangat berharga dengan adanya konsolidasi yang dukung pihak dari DPC PKS Pancoran Mas.&lt;br /&gt;Meskipun DPRa PKS Rangkepan Jaya belum melaksanakan musyawarah ranting, alhamdulillah konsolidasi internal struktur sudah mulai terbentuk dengan adanya BPH, Divisi/Unit, dan PJ.RW yang hadir pada acara konsolidasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/S4pgB5HQi1I/AAAAAAAABcE/HyKCW834CsE/s1600-h/100_3046_kecil.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/S4pgB5HQi1I/AAAAAAAABcE/HyKCW834CsE/s200/100_3046_kecil.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443268685258066770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada kesempatan ini juga bapak Ali Rasyid saat ini selaku Bapilu DPRa Rangkepan Jaya menyampaikan paparannya mengenai kondisi wilayah, berdasarkan pengalamannya saat pelaksanan pemilu legislatif di wilayah Rangkepan Jaya. Beliau juga menyampaikan peta wilayah perolehan suara legislatif dikelompokkan kedalam kategori wilayah perolehan suara kuat, sedang dan lemah.&lt;br /&gt;Kemudian beliau juga menyampaikan hasil dari pertemuan antara Divisi Bapilu dengan Divisi Publik yang telah dilangsungkan pada konsolidasi internal pada tanggal 20 Februari 2010 secara jelas dan terinci, meskipun tidak semuanya disampaikan pada pertemuan tersebut mengingat DPRa PKS Rangkepan Jaya belum melakukan Rapat Kerja DPRa.&lt;br /&gt;Dari tim Bapilu DPC, bapak  Bagus Asprianto (Biro Konsolidasi Internal - Bapilu DPC PanMas) menyampaikan kepada DPRa Rangkepan Jaya, untuk dapat melakukan pendataan/inventarisir permasalahan-permasalahan ataupun isyu-isyu lokal yang ada di lingkungan RW dengan memobilisasi PJ RW yang ada, kemudian menyarankan untuk membuat konsep pemenangan PemiluKada yang sesuai dengan lingkungan RW sekitar mengikuti pola struktur masyarakat yang ada di Rangkepan Jaya.&lt;br /&gt;Sementara itu bapak Ahmad Jundi Sukarman selaku Ketua Bapilu DPC PanMas, menyampaikan beberapa poin yang perlu diperhatikan kader di Rangkepan Jaya diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;DPRa dan PJ RW senantiasa mendekatkan diri di lingkungan sekitarnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan advokasi terhadap warga khususnya yang punya hak pilih untuk mempersiapkan KTP atau minimal surat keterangan domisili untuk dapat menyalurkan hak suaranya sampai dengan akhir bulan April 2010.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan pengawasan loyalitas dukungan, khususnya terhadap Partai Keadilan Sejahtera.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Segera memulai aksi lokal dengan melakukan berbagai inovasi kepada masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencoba melakukan survei sendiri ke masyarakat mengenai pandangannya terhadap Partai Keadilan Sejahtera.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/S4pgn33GshI/AAAAAAAABcM/qo8uxc9H3u0/s1600-h/100_3051_kecil.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/S4pgn33GshI/AAAAAAAABcM/qo8uxc9H3u0/s200/100_3051_kecil.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443269337756906002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada sesi dialog antara DPRa dan DPC juga disampaikan beberapa kondisi yang terjadi di lingkungan masing-masing yang disampaikan oleh PJ RW yang hadir saat itu diantaranya dari RW.1, RW.4, RW.7, RW.9, RW.10, RW.12, RW.16 dan RW.17. Tidak kalah serunya, dari kewanitaan juga meminta pencerahan dari Bapilu DPC mengenai tips dan tricks untuk dapat memperoleh suara signifikan di wilayah yang tergolong kategori wilayah lemah yang umumnya minim kader. Kemudian diberikan paparan yang jelas dari para nara sumber Bapilu DPC.&lt;br /&gt;Acara ditutup menjelang sholat Jum'at. Mudah-mudahan sarana ini menjadi penguatan bagi para kader di Rangkepan Jaya, bahwasannya segala kegiatan yang dilakukan untuk dapat melanggengkan proses dakwah ini mendapatkan keredhoan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selamat bekerja, berinovasi dan berda'wah!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-8066209689166779402?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/8066209689166779402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=8066209689166779402' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8066209689166779402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8066209689166779402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2010/02/konsolidasi-bapilu-dpc-panmas-dan-dpra.html' title='Konsolidasi BAPILU DPC PanMas dan DPRa PanJa'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/S4pgB5HQi1I/AAAAAAAABcE/HyKCW834CsE/s72-c/100_3046_kecil.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-5118755149714239749</id><published>2008-05-27T16:46:00.004+07:00</published><updated>2008-11-13T10:44:12.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PKS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DPRa Rangkepanjaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Depok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Partai Keadilan Sejahtera'/><title type='text'>Temu Akbar Kader DPRa Rangkepanjaya, PKS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertempat di TK Darut Tauhid, RW 06, Rangkepanjaya, Pancoran Mas, Depok, DPRa Rangkepanjaya mengadakan Temu Akbar Kader pada tanggal 25 Mei 2007 atau hari Ahad. Pada awalnya, acara ini dimaksudkan untuk Musyawarah Ranting yang merupakan ajang pemilihan kepengurusan baru dan pelaporan pertanggungjawaban program kepengurusan DPRa sebelumnya (&lt;a href="http://picasaweb.google.com/pks.rangkepanjaya/TemuAkbarKaderDPRaRangkepanjayaPKS"&gt;lihat dokumentasi foto&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://picasaweb.google.com/pks.rangkepanjaya/TemuAkbarKaderDPRaRangkepanjayaPKS"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/SDvZLohoiYI/AAAAAAAAA40/yVsd3-WGUcY/s320/Sta60020.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204992588237015426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Foto 1: Saat acara tanya-jawab antar peserta dan DPRa Rangkepanjaya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sejak dikeluarkannya SK DPC Pancoran Mas, Depok agar kepengurusan DPRa diperpanjang sampai paling tidak Bulan Januari 2009, acara ini berganti nama menjadi Temu Kader. Pertimbangan diperpanjangnya kepengurusan DPRa sebelumnya antara lain untuk menghemat waktu dan energi untuk konsolidasi lagi jika kepengurusan baru terbentuk, mengingat perhelatan akbar PilPres semakin dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPRa Rangkepanjaya menjadikan acara ini sebagai forum silaturahim sekaligus konsolidasi kader yang ada di wilayah Rangkepanjaya menyongsong PilPres 2009. Acara dibuka oleh moderator, dan pembacaan tilawah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua panitia acara (Bpk. Taklim Nurhalim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustdz. Abdul Gofar yang berkenan hadir pada acara tersebut juga bersedia memberikan tauzih kepada peserta. Paling tidak ada 3 hal yang penting dicatat dari ceramah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kita semua pada umumnya dan DPRa Rangkepanjaya khususnya perlu memperbanyak forum-forum keilmuan, diskusi, tatskip atau tarbiyah untuk kembali menyebarkan konsep-konsep islam yang perlu bersama diperjuangkan, Karena jalan yang lurus yang diridhoi Allah terkait dengan ilmu yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berpolitik dan perilaku politik yang baik merupakan bagian dari misi dakwah (kita) selain misi-misi dakwah yang lain, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial dll. Akan tetapi aktifitas politik jangan sampai melupakan tarbiyah yang bisa manyebabkan perilaku politik menyimpang. Tarbiyah secara umum juga merupakan salah satu tanggungjawab partai ini kepada masyarakat. Setelah masyarakat mempercayakan aspirasi mereka dalam pilkada dan pilgub yang lalu, semestinya mereka tidak diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Semakin besar potensi politik partai ini, semakin besar pula potensi fitnah dan perilaku politik menyimpang yang mungkin terjadi, seperti perpecahan, dll. Untuk mewaspadai hal ini, sekali lagi, diperlukan dan jangan melupakan tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengantisipasi potensi dakwah yang makin besar, sehingga tarbiyah juga makin luas dan sering, diperlukan Daurah Murobi. Pengembangan tarbiyah halaqoh juga diusahakan "local", dimana kebanyakan yang terlibat dalam halaqoh tesebut dari daerah yang sama, demi efisiensi dan efektifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sekilas LPJ (laporan pertanggung jawaban) kepengurusan periode 2007-2008. Walaupun acara ini bukan Musran, namun DPRa merasa berkepentingan menyampaikannya, mengingat sebenarnya kepengurusan periode ini akan segera berakhir pada Bulan Juni 2008 jika tidak muncul SK DPC Pancoran Mas mengenai perpanjangan keperengurusan DPRa sampai 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota legislatif DPRD Kota Depok dari Komisi C turut pula menyampaikan informasi penting yang layak dicatat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemilu 2009 sudah dimulai 6 bulan sebelum hari "H" dengan memperkenalkan Partai dan Caleg yang akan ikut Pemilu tersebut. Dengan demikian persiapan memang sudah dimulai dalam waktu dekat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bulan Mei - Juni ini DPRD Depok masuk masa Reses yang berguna untuk menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat. DPRa dapat mengagendakan pertemuan-pertemuan antara Aleg dan masyarakat pada masa ini. Selain itu, kader juga diminta aktif di lingkungan RT/RW agar dapat menyerap aspirasi di masyarakat dan memanfaatkan dinas-dinas atau fasilitas pemkot untuk kepentingan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saat ini sedang ada pembahasan struktur organisasi pemda/pemkot yang dapat berimplikasi pemekaran wilayah (kecamatan/kelurahan) atau munculnya dinas-dinas baru dalam lingkungan pemkot Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. APBD kota depok memang relatif kecil, akan tetapi terdapat "Dana Stimulan" yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat skala kecil, seperti pengaspalan atau perbaikan jalan dengan skala tidak terlampau besar, dll. Cara mendapatkan "Dana Stimulan":&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Buat proposal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bentuk kepanitiaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tandatangan (diketahui) Kelurahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serahkan ke Pemda atau Aleg setempat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Di akhir acara juga diadakan penggalangan dana untuk kegiatan atau program-program DPRa, dan berhasil terkumpul dana sebesar Rp. 657.000. Pada pukul 11.46 acara berakhir dan ditutup dengan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-5118755149714239749?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/5118755149714239749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=5118755149714239749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5118755149714239749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/5118755149714239749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2008/05/temu-akbar-kader-dpra-rangkepanjaya-pks.html' title='Temu Akbar Kader DPRa Rangkepanjaya, PKS'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/SDvZLohoiYI/AAAAAAAAA40/yVsd3-WGUcY/s72-c/Sta60020.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-8101687618088707053</id><published>2008-03-24T12:13:00.005+07:00</published><updated>2008-11-13T10:44:12.951+07:00</updated><title type='text'>IPM Kota Depok</title><content type='html'>Selain menyinggung tentang RW Siaga, Walikota Depok Nurmahmudi Ismail juga menyinggung masalah IPM Kota Depok pada acara peresmian kantor baru DPC PKS Pancoran Mas tanggal 16 Maret 2008. Mungkin cukup banyak masyarakat yang belum tahu apa itu IPM dan kaitannya dengan Kota Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPM atau Indek Pembangunan Manusia, merupakan salah satu alat ukur keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh suatu pemerintahan baik pada level nasional, provinsi maupun kabupaten atau pemerintah kota, seperti Depok. Pada hakekatnya IPM menekankan pada pembangunan sumberdaya manusia.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;UNDP (United Nation Development Program, atau badan internasional dalam naungan PBB untuk pembangunan) telah memperkenalkan IPM ini sejak tahun 1966. Ukuran keberhasilan pembangunan melalui penilaian IPM terkonsentrasi pada 3 hal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kesehatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendidikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daya Beli&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Ketiga hal tersebut sangat berpengaruh terhadap sumberdaya manusia. Menurut UNDP, hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sumberdaya manusia bersifat timbal balik. Hal ini berarti, petumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap pembangunan manusia dan sebaliknya, pembangunan sumberdaya manusia akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/R-c4939pOgI/AAAAAAAAA14/4p6Idku5KkI/s1600-h/Dscf0002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/R-c4939pOgI/AAAAAAAAA14/4p6Idku5KkI/s320/Dscf0002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181172531958725122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada tahun 2005, IPM Kota Depok adalah 76,85 yang mengantarkan kota belimbing ini menduduki peringkat pertama kota di Jawa Barat dengan nilai IPM tertinggi dan peringkat ke-3 tertinggi seluruh Indonesia di bawah Jakarta Selatan dan Yogjakarta. Pada tahun 2007 nilai IPM Kota Depok mencapai 77,70 dan berhasil menduduki peringkat ke-2 kota dengan IPM tertinggi seluruh Indonesia, mengeser Yogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka menpercepat pencapaian IPM 80 pada tahun 2010, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menggulirkan Program Pendanaan Kompetisi (PPK) IPM. PPK IPM ini memberikan insentif anggaran bagi pemerintah kota atau kabupaten yang fokus pada kompetisi kinerja, yang berkaitan dengan kemampuan pemda menggalang sinergi dengan pemerintah provinsi, masyarakat, swasta dan lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* juga disarikan dari Majalah Index, edisi 2 tahun 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-8101687618088707053?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/8101687618088707053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=8101687618088707053' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8101687618088707053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/8101687618088707053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2008/03/ipm-kota-depok.html' title='IPM Kota Depok'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/TIcHIq3wgGI/AAAAAAAABfY/eJhaBMelOi4/S220/pks3.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/R-c4939pOgI/AAAAAAAAA14/4p6Idku5KkI/s72-c/Dscf0002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8914498332859860730.post-7249653903481161791</id><published>2008-03-23T12:01:00.002+07:00</published><updated>2008-11-13T10:44:13.126+07:00</updated><title type='text'>RW Siaga Kota Depok</title><content type='html'>Pada acara peresmian kantor baru DPC PKS Pancoran Mas, Kota Depok, tanggal 16 Maret 2008 yang dihadiri oleh Walikota Depok Nurmahmudi Ismail, beliua menyinggung beberapa isu seputar Kota Depok, salah satunya RW Siaga (&lt;a href="http://picasaweb.google.com/pks.rangkepanjaya/PeresmianKantorDPCPKSPancoranMasDepok"&gt;dokumentasi foto&lt;/a&gt;). Beberapa pihak mungkin telah faham mengenai hal ini, namun banyak juga yang belum, apakah RW Siaga itu?.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ketua tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP PKK) Kota Depok, Nur Azizah Tamhid, kelurahan atau RW siaga adalah kelurahan atau RW yang warganya memiliki kemandirian dan kesiapsiagaan untuk mengatasi masalah kesehatan dan bencana. Di Kota Depok, dari 829 RW seluruhnya telah mendapat predikat RW Siaga, sementara pada tingkat nasional kesiagaan seperti ini baru sampai pada tingkat kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/R-c2wX9pOfI/AAAAAAAAA1w/q7pB_GB20Ww/s1600-h/Dscf0012.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QlPalJxYnJU/R-c2wX9pOfI/AAAAAAAAA1w/q7pB_GB20Ww/s320/Dscf0012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181170101007235570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Deklarasi RW Siaga Kota Depok diselenggarakan di halaman Balai Kota Depok pada tanggal 13 November 2007 dan disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari. Turut hadir pada acara ini seluruh Kader Siaga, Fasilitator Siaga, dan Tenaga Medis yang akan bekerja sama dalam kegiatan siaga nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencanangan RW Siaga Kota Depok mengacu pada aturan pembentukan Desa Siaga yang memiliki keberadaan 8 indikator siaga, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Forum komunikasi masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fasilitas pelayanan kesehatan dasar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Upaya kesehatan berbasis masyarakat &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengamatan penyakit dan faktor resiko berbasis masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesiapsiagaan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana berbasis masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Upaya mewujudkan lingkungan sehat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Upaya mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Upaya mewujudkan keluarga sadar gizi (Kadarzi)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari 8 indikator tersebut di atas, terlihat jelas bahwa peran serta masyarakat dalam proyek besar RW Siaga ini menjadi faktor dominan. Tanpa adanya keterlibatan masyarakat maka program ini akan sia-sia belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* juga disarikan dari Majalah Index, edisi 2 tahun 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8914498332859860730-7249653903481161791?l=pksrangkepanjaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/feeds/7249653903481161791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8914498332859860730&amp;postID=7249653903481161791' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7249653903481161791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8914498332859860730/posts/default/7249653903481161791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pksrangkepanjaya.blogspot.com/2008/03/rw-siaga-kota-depok.html' title='RW Siaga Kota Depok'/><author><name>DPRa Rangkepanjaya, PKS</name><e
