17 Juni 2010

●● AKU RINDU ZAMAN ITU ●●

Aku rindu zaman itu, ketika halaqoh adalah kebutuhan bukan sekedar sambilan apalagi hiburan.

Aku rindu zaman itu, ketika membina adalah kewajiban bukan pilihan apalagi beban dan paksaan.

Aku rindu zaman itu, ketika dauroh menjadi kebiasaan bukan sekedar pelengkap pengisi program acara yang dipaksakan.

Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan bukan keraguan apalagi kecurigaan.

Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan bukan tuntutan apalagi hujatan.

Aku rindu ketika zaman nasihat menjadi kesenangan bukan su’udzhon atau menjatuhkan.

Aku rindu zaman ketika nasyid ghuroba menjadi lagu kebanggaan.

Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos ngepas dan alamat tak jelas.

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah.

Aku rindu zaman ketika akan pergi liqo selalu membawa uang infaq, alat tulis buku catatan serta Al qur’an terjemahan, ditambah sepenggal hapalan.

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya.

Aku rindu zaman ketika seorang binaan menangis ketika tdk dapat menghadiri liqo.

Aku rindu zaman ketika seorang murabbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya.

Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da’wah ini.

Aku rindu zaman itu.

Aku rindu ….

Ya Allah jangan kau buang kenikmatan berda’wah dari qolbu-qolbu kami,
Dan jangan Engkau jadikan hidup kami ini hanya berjalan di tempat yang sama.

Ya Allah.
Tarbiyah bukanlah segala-galanya
Tetapi segala-galanya berawal dari tarbiyah!

Da’wah tidak membutuhkan kita
Tetapi kitalah yang membutuhkan da’wah!

=============================================
Kiriman seorang sahabat seperjuangan, semoga Allah merahmatinya.
Salam tuk semua sahabat seperjuangan di bumi Allah.
Semoga Allah tetap menjaga keikhlasan kita dan memelihara ghirah di dada kita dalam menegakkan izzatul islam wal mu’minin.

sumber: moeja.multiply.com
-

11 Mei 2010

Liputan RAT KJKS Madani Jaya

LIPUTAN RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT)
KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH (KJKS) MADANI JAYA

Digelar di Mushola Asyura Depok Maharaja pada hari Ahad, 9 Mei 2010, RAT KJKS Madani Jaya berjalan lancar dan sukses. Ketua Panitia RAT, Arbain Nur Bawono dalam sambutannya mengatakan bahwa RAT kali ini adalah yang ke-2 sejak berdirinya di tahun 2008.
KJKS Madani Jaya adalah koperasi yang pada awal pendiriannya ditujukan untuk bermitra dengan pemerintah pusat pada tahun 2008 dalam program Perempuan Keluarga Sejahtera (Perkasa), namun karena program tersebut tidak terlaksana, koperasi ini menjalankan usahanya dalam bidang konsumsi. “koperasi untuk sementara ini berusaha memenuhi kebutuhan sembako para anggotanya yang berlokasi di kelurahan Rangkepanjaya dan sekitarnya”, ujar H. Ali Rasyid, manager KJKS Madani Jaya.
Sementara Pj. Ketua KJKS Madani Jaya, Muhammad Syahrir memberikan penjelasan tentang keanggotaan koperasi, “ keanggotaan koperasi bersifat terbuka, dan sudah mulai berkembang, awalnya hanya 12 orang, Alhamdulillah sekarang sudah 17 orang” ujarnya.
RAT kali ini mengagendakan Laporan Pertanggungjawaban dari pengurus periode 2008-2010 dan pemilihan pengurus baru. Hasil musyawarah dalam RAT ini menghasilan Kepengurusan periode 2010-2012 dengan susunan sebagai berikut:
Badan Pengurus Harian
Ketua : Sutan Maruf, S.E.
Sekretaris : Arbain Nur Bawono, S.T.
Bendahara : Muhammad Syahrir, S.E., Ak. M.Si
Dewan Syariah
Ketua : Ridwan Abdullah, Lc
Anggota :
  1. Rambat Lupiyoadi, S.E., M.Si
  2. Sophan Hidayat, S.T
“koperasi ini akan meneruskan program kepengurusan tahun sebelumnya, disamping akan terus berusaha berinovasi untuk mencari program baru yang bermanfaat bagi anggotanya” ujar Tosirin dalam sambutan perdananya.
“kami optimis koperasi ini akan terus bertambah jumlah keanggotaannya” ujarnya kemudian.
Semoga terus maju dan jaya KJKS Madani Jaya
(tos).

07 April 2010

Lima Bulan Menjelang Pernikahan, Membawanya ke Islam

Lima Bulan Menjelang Pernikahan, Membawanya ke Islam

Selasa, 06/04/2010 15:10 WIB

Lima bulan sebelum hari pernikahannya, Karen Meek shock mendengar pengakuan Eric, tunangannya. Eric mengatakan bahwa ia sudah menjadi seorang Muslim. Pengakuan itu bagai petir di siang bolong buat Karen yang seperti warga Rusia lainnya, tidak menganut agama apapun alias ateis.

"Saya pikir ia (Eric) sudah mengalami cuci otak. Tiba-tiba saja ia berhenti minum minuman beralkohol. Ia salat lima waktu sehari dan tidak mau lagi makan daging babi," cerita Karen tentang perubahan perilaku tunangannya.

Sementara Eric, yang semula penganut Kristen Baptis, tapi kemudian menjadi seorang atheis, selama berbulan-bulan mempelajari Islam tanpa memberitahu Karen, hingga akhirnya ia memutuskan menjadi seorang Muslim.

Meski shock Karen tetap ingin melanjutkan rencana pernikahannya dengan Eric. Karen lalu mencari berbagai referensi, mulai dari buku sampai video tentang Islam, untuk memahami agama baru yang dianut calon suaminya. Tapi ia sama sekali tidak berharap akan masuk Islam.

"Saya tumbuh dewasa dengan pola pikir bahwa agama adalah sesuatu yang bodoh. Saya tidak percaya adanya Tuhan. Saya tidak memikirkan bagaimana dunia ini diciptakan, dan terus terang, saya tidak peduli," ujar Karen.

Namun Karen mengakui bahwa agama Islam memberikan penjelasan paling logis tentang Tuhan dan penciptaan alam semesta dan sulit bagi Karen membantahnya.

Karen akhirnya menikah dengan Eric. Ia masih terus mempelajari Islam dan untuk pertamakalinya ia mencoba menunaikan salat, saat suaminya bekerja di kantor. Ia belajar salat sendiri dari sebuah buku.

"Sampai pada titik ini, saya melakukan segala sesuatunya dengan diam-diam. Saya tidak cerita pada Eric. Saya tidak mau memeluk agama hanya karena suami saya memeluk sebuah agama. Saya ingin menemukan jalan saya sendiri," ungkap Karen.

"Karena berlatar belakang atheis, saya lebih mudah menerima Islam dibandingkan seorang Kristiani, karena dalam hal ini saya tidak perlu melepas agama apapun," sambungnya.

Karen dan suaminya mulai sering melakukan pertemuan dengan komunitas Muslim untuk belajar Al-Quran. Hingga akhirnya, Karen membulatkan tekad untuk mengikuti jejak suaminya memeluk agama Islam. Karen pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi seorang muslimah.

Tapi pilihan Karen membuat orang tuanya kaget. "Suatu hari, ia datang dengan mengenakan gaun panjang dan jilbab. Saya terkejut dibuatnya," kata ayah Karen, Ray Alfred.

Alfred mengaku merasa asing melihat anak perempuannya ketika itu dan ia merasa khawatir dengan keselamatan Karen saat terjadi serangan 11 September 2001 di AS.

"Anda ingin mencintai anak Anda, tapi ketika mereka melakukan sesuatu yang asing bagi Anda. Hal ini sangat sulit," ujar Alfred, "Saya akan memberikan apa saja asalkan ia tidak memeluk agama itu (Islam)."

Ibu Karen mengungkapkan komentar serupa, yang terus terang mengatakan bahwa ia tidak suka dengan jilbab yang digunakan puterinya. "Karen adalah seorang gadis cantik dengan rambut yang indah," kata Jane Barret.

Karen memahami kegundahan kedua orang tuanya mendengar ia sudah menjadi seorang muslimah dan mengenakan busana muslim. Karena sendiri mengaku butuh waktu berbulan-bulan sebelum ia memutuskan untuk berjilbab.

"Saya hanya memakai jilbab jika pergi ke tempat-tempat yang saya rasa tidak akan ada orang yang mengenal saya," ujar Karen sambil tertawa.

Tapi sekarang, Karen selalu mengenakan jilbab kemanapun ia pergi, termasuk ke tempat kerjanya dimana ia bekerja sebagai staf akuntan di sebuah jaringan restoran.

Karen mengatakan, memeluk Islam telah membuatnya melihat kehidupan dengan cara pandang yang baru. "Dari seorang yang tidak percaya Tuhan menjadi orang yang percaya Tuhan, rasanya sungguh luar biasa. Islam membuka mata saya terhadap banyak hal yang selama ini saya abaikan. Terutama, bahwa kehidupan adalah sebuah karunia," tukas Karen menutup kisahnya. (ln/MCC)

sumber: www.eramuslim.com

27 Mei 2008

Temu Akbar Kader DPRa Rangkepanjaya, PKS

Bertempat di TK Darut Tauhid, RW 06, Rangkepanjaya, Pancoran Mas, Depok, DPRa Rangkepanjaya mengadakan Temu Akbar Kader pada tanggal 25 Mei 2007 atau hari Ahad. Pada awalnya, acara ini dimaksudkan untuk Musyawarah Ranting yang merupakan ajang pemilihan kepengurusan baru dan pelaporan pertanggungjawaban program kepengurusan DPRa sebelumnya (lihat dokumentasi foto).

Foto 1: Saat acara tanya-jawab antar peserta dan DPRa Rangkepanjaya

Sejak dikeluarkannya SK DPC Pancoran Mas, Depok agar kepengurusan DPRa diperpanjang sampai paling tidak Bulan Januari 2009, acara ini berganti nama menjadi Temu Kader. Pertimbangan diperpanjangnya kepengurusan DPRa sebelumnya antara lain untuk menghemat waktu dan energi untuk konsolidasi lagi jika kepengurusan baru terbentuk, mengingat perhelatan akbar PilPres semakin dekat.

DPRa Rangkepanjaya menjadikan acara ini sebagai forum silaturahim sekaligus konsolidasi kader yang ada di wilayah Rangkepanjaya menyongsong PilPres 2009. Acara dibuka oleh moderator, dan pembacaan tilawah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua panitia acara (Bpk. Taklim Nurhalim).

Ustdz. Abdul Gofar yang berkenan hadir pada acara tersebut juga bersedia memberikan tauzih kepada peserta. Paling tidak ada 3 hal yang penting dicatat dari ceramah ini:

1. Kita semua pada umumnya dan DPRa Rangkepanjaya khususnya perlu memperbanyak forum-forum keilmuan, diskusi, tatskip atau tarbiyah untuk kembali menyebarkan konsep-konsep islam yang perlu bersama diperjuangkan, Karena jalan yang lurus yang diridhoi Allah terkait dengan ilmu yang kita miliki.

2. Berpolitik dan perilaku politik yang baik merupakan bagian dari misi dakwah (kita) selain misi-misi dakwah yang lain, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial dll. Akan tetapi aktifitas politik jangan sampai melupakan tarbiyah yang bisa manyebabkan perilaku politik menyimpang. Tarbiyah secara umum juga merupakan salah satu tanggungjawab partai ini kepada masyarakat. Setelah masyarakat mempercayakan aspirasi mereka dalam pilkada dan pilgub yang lalu, semestinya mereka tidak diabaikan.

3. Semakin besar potensi politik partai ini, semakin besar pula potensi fitnah dan perilaku politik menyimpang yang mungkin terjadi, seperti perpecahan, dll. Untuk mewaspadai hal ini, sekali lagi, diperlukan dan jangan melupakan tarbiyah.

4. Mengantisipasi potensi dakwah yang makin besar, sehingga tarbiyah juga makin luas dan sering, diperlukan Daurah Murobi. Pengembangan tarbiyah halaqoh juga diusahakan "local", dimana kebanyakan yang terlibat dalam halaqoh tesebut dari daerah yang sama, demi efisiensi dan efektifitas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sekilas LPJ (laporan pertanggung jawaban) kepengurusan periode 2007-2008. Walaupun acara ini bukan Musran, namun DPRa merasa berkepentingan menyampaikannya, mengingat sebenarnya kepengurusan periode ini akan segera berakhir pada Bulan Juni 2008 jika tidak muncul SK DPC Pancoran Mas mengenai perpanjangan keperengurusan DPRa sampai 2009.

Anggota legislatif DPRD Kota Depok dari Komisi C turut pula menyampaikan informasi penting yang layak dicatat:

1. Pemilu 2009 sudah dimulai 6 bulan sebelum hari "H" dengan memperkenalkan Partai dan Caleg yang akan ikut Pemilu tersebut. Dengan demikian persiapan memang sudah dimulai dalam waktu dekat ini.

2. Bulan Mei - Juni ini DPRD Depok masuk masa Reses yang berguna untuk menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat. DPRa dapat mengagendakan pertemuan-pertemuan antara Aleg dan masyarakat pada masa ini. Selain itu, kader juga diminta aktif di lingkungan RT/RW agar dapat menyerap aspirasi di masyarakat dan memanfaatkan dinas-dinas atau fasilitas pemkot untuk kepentingan masyarakat.

3. Saat ini sedang ada pembahasan struktur organisasi pemda/pemkot yang dapat berimplikasi pemekaran wilayah (kecamatan/kelurahan) atau munculnya dinas-dinas baru dalam lingkungan pemkot Depok.

4. APBD kota depok memang relatif kecil, akan tetapi terdapat "Dana Stimulan" yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat skala kecil, seperti pengaspalan atau perbaikan jalan dengan skala tidak terlampau besar, dll. Cara mendapatkan "Dana Stimulan":
  • Buat proposal
  • Bentuk kepanitiaan
  • Tandatangan (diketahui) Kelurahan
  • Serahkan ke Pemda atau Aleg setempat
Di akhir acara juga diadakan penggalangan dana untuk kegiatan atau program-program DPRa, dan berhasil terkumpul dana sebesar Rp. 657.000. Pada pukul 11.46 acara berakhir dan ditutup dengan doa.