26 Mei 2012

Syahadah Bikin Hidup Lebih Hidup


Khalid bin Walid adalah Panglima yang memporak porandakan pasukan Muslimin di Perang Uhud. Lalu Allah akhirnya menghendakinya menjadi bagian dari kaum Muslimin. Kemarin ia adalah orang yang sangat membenci Muhammad serta membenci agama yang dibawanya, namun hari ini ia adalah orang yang sangat mencinta Muhammad saw dan agama barunya yakni Islam.

Dialah yang menghancurkan pasukan Musailamah Al-Kadzab seorang Nabi palsu yang mengaku Nabi setelah wafatnya Rasulullah saw. Dia pula yang menyelamatkan kaum Muslimin dari kepungan orang-orang kafir saat Perang Mu’tah. Dia juga yang menghancurkan pasukan Persia. Dia pulalah yang menghancurkan 240 ribu pasukan Romawi saat perang Yarmuk. Dia adalah orang yang mukhlish dimana disaat namanya kian menjulang di kawasan jazirah arab karena kemenangan yang selalu ia raih, ia dengan ikhlas dan penuh ta’zim saat harus diturunkan jabatannya dari panglima besar hanya menjadi prajurit biasa.

Salman Al-Farisi adalah seorang walikota di daerah Madain. Ia adalah walikota yang sederhana, yang tak memakan gajinya sedikitpun, ia bagikan seluruhnya untuk rakyatnya. Dan ia menghidupi keluarganya dengan menjual keranjang hasil anyamannya sendiri.

Bilal bin Rabah setiap hari ia dipanggang ditengah padang pasir yang membakar. Dicambuk dan ditindih batu besar. Tak bergeming hatinya dari aqidahnya. Tak bergerak bibirnya untuk mengatakan perintah Umayyah majikannya untuk menyebutkan berhala latta dan uzza.

Mush’ab bin Umair tangan kanannya putus karena mempertahankan bendera dan melindungi Rasulullah dari serangan musuh dalam Perang Uhud. Lalu ia mengambil dan mengibarkan bendera dengan kanan kirinya, lalu musuh kembali menebas tangan kirinya hingga putus. Mush’ab pun mengibarkan panji dengan mengapit bendera dengan kedua pangkal pahanya. Lalu musuh menombaknya hingga syahid.

Abu Dzar Al-Ghifari sebelumnya adalah seorang perampok yang paling ditakuti di Jazirah Arab. Lalu hidayah Allah datang kepadanya dan dia adalah orang ke enam yang masuk Islam dia pula orang pertama yang berani secara terang-terangan meneriakan syahadatain di tengah-tengah orang kafir Quraisy. Padahal waktu itu dakwah masih sirriyah (sembunyi-sembunyi).
Hmmm..banyak kisah dan peristiwa yang begitu menakjubkan. Keajaiban keajaiban yang ditunjukan para sahabat sungguh luar biasa. Mereka yang sebelumnya teramat membenci dakwah ini lalu berubah 180 derajat menjadi pribadi yang begitu mempesona dan mencintai dakwah ini dengan segenap jiwa. Bahkan mereka rela mengorbankan apapun untuk Allah dan Rasulnya.

Apa yang membuat mereka menjadi sehebat itu?

Syahadah…syahadah yang telah merubah warna mereka. Kepribadian mereka berubah total setelah lisannya berucap Laa Ilaaha illallah Muhammad Rasulullah..kalimat itulah yang telah menjadikan mereka diliputi penuh kemuliaan. Kisah kisah heroik dalam mempertahankan aqidah, mereka suguhkan sebagai konsekwensi setelah berikrar dengan mengucap syahadatain.

Mereka merevolusi diri mereka dengan penuh keikhlasan, tanpa beban sedikitpun. Malahan, mereka melakukannya dengan penuh cinta. Mereka rela berkorban meski harta tak bersisa, mereka siap berkorban meski harus bermusuhan dengan ibu dan keluarga tercinta, bahkan hingga nyawa meregang dengan jasadnya, siap mereka pertaruhkan untuk Allah dan Rasul-Nya.

Sungguh..mereka adalah sebaik baik generasi. Pengorbanan dan perjuangan mereka tak akan mampu ditandingi oleh siapapun.

Bagi ummat sekarang ini, syahadatain seperti tak bermakna. Ia hanya terucap dibibir tanpa membekas dihati dan tanpa terlihat pada amal. Sedangkan para sahabat mengerti benar, bahwa syahadatain yang mereka ucapkan bukanlah sebuah kalimat biasa tanpa makna. Melainkan sebuah kalimat yang teramat berat dan penuh resiko serta penuh konsekwensi yang akan mereka hadapi. Namun mereka yakin hanya dengan syahadatain lah mereka bisa bertemu Tuhannya secara langsung di syurga kelak. Hanya dengan syahadah lah mereka bisa bermanja manja kelak ditaman taman syurga yang hijau. Maka untuk meraih kenikmatan di akhirat itu, mereka tak peduli sesakit apapun perjuangan mereka di dunia. Karena pada sesungguhnya mereka sedang membangun rumah di syurga-Nya.

Mereka sadar dengan sepenuhnya bahwa syahadah yang mereka ucapkan memiliki makna begitu dalam. Mereka mengerti dan memahami keputusan mengucapkan syahadah bukan hanya sekedar pernyataan melainkan sebuah janji dan sumpah yang harus selalu mereka pegang dan tak boleh melepasnya meski sebentar saja.

1.       Al-I’lan (pernyataan)
Katakanlah (Muhammad) : “Wahai Ahli Kitab! marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami seorang Muslim”. (Ali Imron : 64)

Inilah pintu gerbang untuk memasuki bangunan Islam. Siapa saja yang ingin memasuki agama Islam yang mulia ini ia harus menyatakan keislamannya dengan mengucap syahadatain. Serta ia harus mengetahui apa konsekwensi yang ada dibelakangnya.

Kalimat ini bukan kalimat biasa, ia syarat makna dan begitu berat. Secara substansi syahadah adalah pernyataan iman kepada Allah dan Rasul-Nya, sekaligus pengukuhan Allah sebagai satu satunya Tuhan dan Rasulullah satu satunya teladan. Maka konsekwensi dari syahadah adalah menolak segala jenis tuhan tuhan yang lain.

Para sahabat mengeti benar kalimat syahadah ini. Karenanya, disiksa bagaimanapun tak akan menggoyahkan aqidah mereka.

2.       Al-Wa’du (Janji)
Dan (ingatlah) ketika Tuhan mu mengeluarkanmu dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah aku ini Tuhan mu?” mereka nebjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami) kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu), agar dihari kiamat kamu tidak mengatan, “sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.” (Al-A’raf : 172)

Selain pernyataan, syahadah juga berarti perjanjian; perjanjian yang kuat. Berjanji hanya untuk meng-Esakan Allah. Berjanji untuk tidak menyembah dan meminta pertolongan selain kepada-Nya. Berjanji setia untuk senantiasa mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Serta menjauhi semua larangan-Nya dan Rasul-Nya.

Maka dari makna ini, konsekwensinya adalah, seorang muslim harus beramal, beribadah sesuai perintah-Nya. Mengikuti aturan hidup yang termaktub dalam kitab suci-Nya. Melanggar perjanjian ini berarti ia termasuk golongan munafik.

3.       Al-Qosam (Sumpah)
Katakanlah (Muhammad): “Sesungguhnya sholatku, iabadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).” (Al-An’am : 162-163)

Syahadah juga bermakna sumpah. Tentu sumpah ini lebih berat maknanya dari pernyataan dan janji. Seorang muslim secara sadar akan terikat oleh sumpah ini. Sumpah hanya untuk mentauhidkan Allah saja. Sumpah untuk menyerahkan segala hidupnya, matinya dan ibadahnya hanya untuk Allah saja. Sumpah untuk tetap mempertahankan aqidah bagaimanapun penyiksaan yang akan dihadapi. Sumpah untuk tetap istiqomah dan memperjuangkan agama ini dengan pengorbanan sebesar besarnya.

Jika seorang muslim mampu menjalankan syahadatain dengan sebenar-benarnya maka akan melahirkan sifat berani (syaja’ah), tenang (Ithmi’nan) dan Optimis (Tafa’ul). Ketiga sifat inilah yang diconrohkan para sahabat. Setelah bersyahadat, tak ada lagi rasa takut dalam jiwanya kecuali pada Allah saja. Tak ada kegelisahan dalam menghadapi mihnah (cobaan) karena mereka yakin Allah bersama mereka. Tak ada rasa pesimis dalam mencapai ridho Allah.

Para sahabat telah menunjukan dengan benar sebagai seorang muslim yang kaffah. Yang tak bergeming sedikitpun dari keyakinannya, manakala siksaan mendarat ditubuh mereka, manakala ditawarkan kedudukan, harta serta wanita cantik untuk mereka agar mereka meninggalkan keyakinannya. Meski tangan harus putus, meski tubuh harus digergaji sekalipun, meski tombak harus memecah kepala, meski badan harus terbelah dengan hunusan pedang, meski jantung harus dikeluarkan,,tak akan menggoyahkan aqidah mereka.  Yang mereka yakini kemuliaan hanyalah disisi Allah saja.

Ummat hari ini begitu memperihatinkan..dengan sebungkus mie instan saja aqidah dapat digadaikan. Ummat ini tidak bangga dengan agamanya sendiri. Banyak yang memajang foto di facebook bersama dengan seorang wanita/pria yang bukan muhrimnya. Banyak yang asal bergandengan tangan bukan dengan muhrimnya, mereka mempertontonkan akhlak yang jauh dari akhlak seorang muslim.

Ummat ini tidak tahu dan tidak mau tau apa makna sebenarnya dari sebuah syahadah. Mereka harus diluruskan. Di da’wahi oleh para da’i yang telah memahami makna syahadah ini. Ummat ini harus dibimbing agar tidak semakin terpelosok kedalam. Mereka harus diarahkan agar senantiasa mengkaji kedalaman ilmu agama ini. Mereka harus diarahkan agar sering membaca literatur sejarah agama serta pelaku pengibar bendera agama ini. Mereka harus dikenalkan kembali siapa tuhannya, siapa nabinya, apa kitab sucinya, siapa saudara-saudaranya. Mereka harus diberitahu siapa yang harus diteladani, di idolakan. Mereka harus tahu pengorbanan Rasulullah saw dan para sahabatnya yang menakjubkan.

Maka itu semua menjadi tugas kita ikhwahfillah…

Semoga Allah mempertemukan kita di syurga kelak..bersama Rasulullah, para sahabat dan para pejuang Islam lainnya…aminn..

Wallahu’alam bisshowab

Abu Rafah bin NIsan


sumber: islamedia.web.id
.

25 April 2012

13 April 2012

DAKWAH, mendaDAK WAH!

dakwatuna.com – Dulu gue anak gaul gitoe. Terus cowok yang ngajakin gue ngaji. Ih, tuh temen-temen ceweknya pake kerudung gwede banget kaya mukena yang dipake Enyak gue sholat. Nah, terus, cowoknya nih bejenggot. Nampak anggun ama celana kainnya, kagak pake jins kayak Si Badrun temen gue yang amburadul. “Ye, gue amah nggak pernah ngaji bro”… ngaji terakhir dulu pas keluar SD. Kemari-marinya nggak banget deh ngaji. Mending gue ngeband bareng the Gank.

Hmm, pas gue kongkow depan kampus sore ono noh. Dia dateng lagi. Iiiih, ngapain sih mikirin gue. Anak bukan, sodara apalagi. Enyak ama Babeh juga nggak peduliin gue. Sibuuk! Nah, loe. Balik lagi, balik lagi ngerayu gue buat ikut pengajian loe. Lama-kelamaan gue kasihan juga liat muka loe. Kepaksa deh gue nimbrung bareng temen-temen loe yang murah senyum ntuh. Semuanya kaget liat gaya gue yang gahol (baca: gaul) gini. Sering ketemu aja, kalian tetep cipika-cipiki plus salaman erat-erat. Hmm, ribet amat yak?

Huuh, panas lama-lama gue di sini. Kagak ngarti lagi apa yang noh Ustadz omongin. Akhirnya gue milih meremin nih mata. Ngantuk abis, dugem semaleman sambil ngedrugs. Pas gue bangun, tuh Ustadz uda Wassalamualaikum aja. Padahal gue juga penasaran sebenernya, pengen tau ngebahas paan nih pengajian. Ah, tapi ya udah lah. Lagian gue kasihan aja ma si Iwan. Yang gak da bosennya ngajakin gue ngaji. Nah, beres ngaji gue pulang. Pengen ngilangin sisa kantuk gue.

Pas gue pulang, tau-tau di rumah rame banget tuh. Banyak orang, tapi kok pada nangis ya? Gue lari. Pas nyampe pintu Gue shock banget tuh. Enyak bareng adek-adek matanya pada sembab. Terus gue masuk aja ke rumah, dan ternyata Babeh gue meninggal. Lutut ini tiba-tiba lemes, mata gue bekaca-kaca. Apaan ini? Gue juga kagak ngerti. Babeh orang baek, babeh Ustadz, babeh pekerja keras. Tapi gue kagak pernah dengerin Babeh. Siang tadi katanya Babeh kecelakaan. Sampe akhirnya meninggal. Dada gue mulai nyesek, rasa kantuk gue pecah dan nggak tahu apa yang gue rasain saat itu. Gue sayang Babeeh. Enyak jangan sedih yak. Gue pasti berubah. Gue kagak bakal nyusahin Enyak. Nah, pas gitu si Iwan dateng bareng temen-temenya. The Gank juga.

Besok-besok gue sering curhat tuh ke Si Iwan. Dia baek banget. The Gank kagak suka liat gue gabung bareng si iwan terus. Aaah, tapi gue kagak peduli. Gue pengen berubah, gue pengen ninggalin masa-masa lalu. Kesenangan yang menipu. Nah, tuh si Iwan setia banget am ague. Ngajakin gue Sholat, ngaji bareng deesbe. Gue juga masih penasaran kenapa dia baik banget ama gue. Dia bilang Rasulullah saw bersabda ”Perumpamaan orang-orang mukmin di dalam rasa cinta mereka, kasih sayang mereka dan kemesraan mereka seperti badan yang satu apabila sebahagian dari anggotanya mengadu sakit, maka bersama-samalah seluruh anggotanya dengan berjaga dan sakit”. Merinding gue dengerin si Iwan ngucapin tuh kata-kata. Pas ntuh tuh si Iwan ngenalin gue ama Dakwah. Dari situ gue baru tahu kalo DAKWAH itu mendaDAK WAH!

Gue dulu gahol en gabung bareng The Gank nama kumpulan gue, nah sekarang mendaDAK IkhWAH. Dari situ juga gue baru tau kalo cowok yang ngajak gue ngaji tuh bukan Iwan namanya. Ikhwan. Itu sebutan buat cowok-cowok di kalangan ikhwah. Gue juga pernah denger nama Ikhwanul Muslimin. Nah, menurut sumber yang gue baca Ikhwanul Muslimin itu Ikhwanul Muslimin adalah salah satu jamaah dari umat Islam, mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, hidup di bawah naungan Islam, seperti yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw, dan diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja dengannya dan untuknya, keyakinan yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang benar yang merasuk dalam akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan politik.

Di kemudian hari, gerakan Ikhwanul Muslimin tersebar ke seluruh dunia. Masa-masa awal Jamaah Ikhwanul Muslimin berdiri di kota Ismailiyah, Mesir pada Maret 1928 dengan pendiri Hassan al-Banna. Lama-lama gue ngerasa nyaman en aman dengan perubahan gue.

Ternyata DAKWAH, membuat gue mendaDAK WAH…dulu gue ngerasa di The Gank solid banget. Tapi gue nggak pernah dapetin ketenangan. Di sini? mendaDAK berukhuWAH. Ukhuwah, gue ngerasa punya saudara baru. Oh ternyata Ukhuwah itu Sabda baginda lagi:

“Seorang muslim adalah bersaudara dengan muslim yang lain, dia tidak menzhalimi, tidak membiarkannya dan tidak menyerahkannya kepada bahaya. Barangsiapa menolong saudaranya, Allah akan menolongnya. Barangsiapa melepaskan saudaranya dari satu kesusahan, Allah melepaskannya dari satu kesulitan malah berbagai-bagai kesulitan pada hari kiamat, barangsiapa menutup rahasia, cacat cela (keaiban) seorang muslim, Allah menutup keaibannya pada hari kiamat”. Oleh karena itu hai saudaraku, kenalilah saudara-saudaramu, bersatu-padulah, nasihat menasihatilah dan tegur menegurlah dengan cara terbuka. Tanggung menanggunglah dan berkasih sayanglah, dan jadilah kamu bersaudara (pesan salah satu buku).

Karena dulu bareng The Gank gue punya idola artis-artis banyak banget. Sampe gue pake rambut gaya tuh Afgan, bajunya semuanya. Tapi ternyata sekarang gue mendaDAK berqudWAH. Hmm, qudwah ntu orang yang bisa dijadikan suri tauladan karena sifat-sifat terpujinya. Itu menurut gue. En qudwah gue saat ini dan seterusnya adalah Rasulullah saw.

Sungguh ternyata jalan DAKWAH itu indah. Walaupun belum gue temui masa bertaburan bunga. Gue juga nyadar gue bukan mujahidin layaknya sahabat Rasulullah di masa lalu. Yang keimanan mereka Nampak terperti dalam setiap langkah, nafas dan hidup mereka. Gue hanya manusia kotor, hina dan penuh dosa yang terus nyoba agar lebih baik. Dulu kerjaan gue Cuma kongkow, ngeband, jalan sana-mari kagak jelas. Lagi, lagi karena DAKWAH gue mendaDAK tahu tilaWAH. Semua jadi serba baru dengan DAKWAH. Kegalauan gue meleDAK dan WAH indah.

Satu hal yang terus gue inget kata-kata Hasan Al-Banna yang menginspirasi “akulah petualang yang mencari kebenaran. Akulah manusia yang mencari makna dan hakikat kemanusiaannya di tengah manusia. Akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan dan kehidupan yang baik bagi tanah air di bawah naungan Islam yang hanif. Ia pun berseru: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagiNya. Kepada yang demikian itulah aku di perintahkan dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri”

Haaah, semua mendaDAK WAH!

Siti Patimah
Oleh: Siti Patimah
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/04/19811/dakwah-mendadak-wah/#ixzz1ru8aNsan

05 April 2012

~♥~ ADAM DAN HAWA ~♥~

(¯`v´¯)
`•.¸.•´ ♥♥
¸.•´... ¸.•´¨) ¸.•*¨)♥*☀* ♥*
(¸.•´ (¸.•´ .•´ ¸¸.•¨¯`•.♥*☀ •♥°˜¨•☆
✿☀✿☀✿☀✿☀✿☀✿☀✿☀✿☀✿☀✿☀

~♥~ ADAM DAN HAWA ~♥~

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Adam…

Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu.

Wahai Adamku…

Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok.

Jadi, tidak heranlah jika perjalanan hidupku senantiasa inginkan bimbingan darimu tatkala aku senantiasa berbelok dari landasan… kerana aku buruan syaitan.

Adam…

Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih banyak jumlahnya dari kaummu di akhir zaman,

itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusan-Nya.

Jika jumlah kaummu melebihi kaumku niscaya merahlah dunia kerena darah manusia, kacau balaulah suasana karena Adam sama Adam bermusuhan karena Hawa.

Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil sehinggalah pada zaman cucu-cicitnya.

Jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang Allah yang membolehkan Adam beristeri lebih dari satu tapi tidak lebih dari empat pada satu waktu.

Adam…

Bukan karena ramainya isterimu yang membimbangkan aku.

Bukan karena sedikitnya jumlahmu yang mencemaskan aku.

Tetapi… aku risau, gundah gulana menyaksikan tingkahmu.

Aku sejak dulu sudah tahu bahwa aku harus tunduk ketika menjadi isterimu.

Namun… terasa berat pula untukku menyatakan isi perkara.

Adam…

Aku tahu bahawa dalam Al-Quran ada ayat yang menyatakan kaum lelaki lebih berkuasa terhadap kaum wanita.

Kau diberi amanah untuk mendidik aku.

Kau diberi tanggungjawab untuk menjaga aku, memperhatikan dan mengawasi aku agar sentiasa di dalam redha Tuhanku dan Tuhanmu.

Tapi Adam…….

Apa yang sudah terjadi pada kaumku kini.

Kami dibiarkan terombang-ambing tanpa haluan, malahan engkau juga mengambil kesempatan atas kelemahanku.

Dimana perginya keadilanmu?

asalnya Allah menghendaki aku tetap tinggal di rumah……..

Aku setuju………..

Allah juga membolehkan aku keluar jika untuk suatu kepentingan.

Asalkan aku keluar dari rumah……. seluruh tubuhku ditutup dari ujung kaki sampai ujung rambut… tetapi realitinya kini, Hawa telah lebih dari sepatutnya.

Adam…

Mengapa kau biarkan aku begini? Apakah kau sekarang tidak lagi seperti dulu?

Apakah sudah hilang kasih sucimu terhadapku?Adakah akhlak kaum Adam boleh dijadikan contoh terhadap kaum Hawa?

Adam…

Kau sebenarnya Imam dan aku adalah makmummu.

Aku adalah pengikutmu karena kau adalah pimpinanku.

Jika kau benar, maka benarlah aku. Jika kau lalai, lalailah aku.

Adam…..

Kau punya kelebihan akal manakala aku kelebihan nafsu. Akalmu sembilan, nafsumu satu.

Aku? ?????????????

Akalku satu, nafsuku sembilan.

Oleh itu Adam…pimpinlah, bimbinglah aku kerana aku sering lupa, lalai dan alpa sehingga aku tergelincir didalam hawa nafsu

Bimbinglah daku untuk menyelami kalimat Allah.

Perdengarkanlah daku kalimat syahdu dari Tuhanmu agar menerangi hidupku.

Tiuplah ruh jihad ke dalam dadaku agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah.

Adam…

Andainya kau masih lalai dan alpa dengan dirimu sendiri, masih malas mengikuti langkah para sahabat, masih gentar mencegar munkar, maka kita tunggu dan lihatlah, dunia ini akan hancur bila kaumku yang akan memerintah.

Malulah engkau Adam, malulah engkau pada dirimu sendiri dan pada Tuhanmu yang Agung.

Maafkan aku sekali lagi Adam…

Andainya surat yang ku layangkan ini menimbulkan amarah di dadamu.

Jauh sekali niatku untuk membuat kau keliru apa lagi menjadi buntu.

Waspadalah Adam…

Andai auratku tercabik…andai suaraku mengatasimu… andai langkahku seiringmu… andai maruahku dirobek maka engkaulah yang bakal membawaku kepada kebenaran.

Usah dipersalahkan Hawa lantaran tewas mengemudi bahtera andai si Adam masih terlena dengan kesenangan dunia….

Tetapi percayalah!!!!!!!!!!!!

Bukan emas yang kucari…

bukan berlian yang kupinta…


*¨¨*•♪ღ♪*•.¸ ¸¸.•*¨¨*•♪ღ♪*•*¨☮¨*☮•♪
─▄████▄████▄
██▒▒▒▒█▒▒▒▒██(¯`•´¯)
▀██▒▒▒▒▒▒▒██▀.*•❀•*
─▀██▒▒▒▒▒██▀.•..(¯`•´¯)
───▀██▒██▀(¯`•´¯)*•❀•*
─────▀█▀...•..*•
ღ Salam santun erat silaturrahmi dan ukhuwah fillah ღ