23 November 2010

Lamaranmu Kutolak...!!!!

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.

Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.

“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.

“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.

“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.

Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”

“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku tak mau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya. Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya, keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda.

Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”

“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.

“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.

“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”

“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”

“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”

“Kamu lulusan mana?”

“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”

“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”

“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”

Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”

“Jadi kamu sudah bekerja?”

“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”

“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”

“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?”

Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”

“Rencananya maharmu apa?”

“Seperangkat alat shalat Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”

“Tapi saya siapkan juga emas seratus gram dan uang limapuluh juta Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”

Bisikan, “Dia jago IT lho Pak”

“Kamu bisa apa itu, internet?”

“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”

“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”

“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”

Bisikan, “Tapi Ayah…”

“Kamu kesini tadi naik apa?”

“Mobil Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”

“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”

“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”

Bisikan, “Ayahh..”

“Kamu merasa ganteng ya?”

“Nggak Pak. Biasa saja kok”

“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.”

“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”

Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”

Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.

“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?”

Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga. Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”

Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih.”

Mata sang muda pun ikut berkaca-kaca.


Syaikhul_Muqorrobin@JKT

http://muqorrobin.multiply.com/

12 Oktober 2010

= Surat Dukungan =


Bapak, Ibu dan Saudara/i yang kami hormati:

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Perkenankan kami dari Tim Walikota dan Wakil Walikota dari Dewan Pengurus Ranting (DPRa) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rangkepan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, untuk memperkenalkan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Depok, periode 2011–2016 yang diusung oleh PKS, PAN, Partai Pelopor, PNBK dan Partai Republikan pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok Jawa Barat tanggal 16 Oktober 2010 yang akan datang yaitu :

Calon No.3
Dr.Ir.H. Nur Mahmudi Ismail, M.Sc & KH.Dr.M. Idris Abdul Shomad, MA

Besar harapan kami agar bapak/ibu/saudara/i dapat ikut mendukung dan memilih Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, M.Sc dan KH. Dr. M. Idris Abdul Shomad, MA untuk menjadi Walikota dan Wakil Walikota Depok Jawa Barat.

Mudah-mudahan akan terpilih “pemimpin yang takut kepada Allah SWT dan mencintai rakyatnya yang akan memimpin kota Depok dalam melayani dan mensejahterakan masyarakat serta memberikan teladan untuk kehidupan yang lebih baik yang diridhoi Allah SWT.”

Apabila “Nur Berkhidmad” nanti terpilih, kami memohon “Tegurlah pasangan ini apabila didalam mengemban amanah nanti terdapat kesalahan walau sekecil apapun.” Mudah-mudahan teguran ini akan mengembalikan niat kita didalam menggapai ridho Illahi sebagai bekal diakherat nanti, amin.

Semoga pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok Jawa Barat tanggal 16 Oktober 2010 dapat berjalan lancer dalam suasana kebersamaan meskipun ada perbedaan pilihan diantara kita.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

DPRa PKS Rangkepan Jaya
Pancoran Mas, Depok

14 September 2010

Usai Ramadhan, Gaza Wisuda 24 Ribu Huffazh Al Qur'an

Ramadhan Mubarak (penuh keberkahan), di atas ardhun mubarakah (tanah yang diberkahi), benar-benar terasa bagi Muslimin Gaza. Di bulan suci itu, mereka melakukan banyak aktifitas yang benar-benar penuh barakah. Selang dua hari setelah merayakan hari Idul Fitri, mereka menggelar acara yang mencengangkan; Pelantikan 24 Ribu Huffazh Al Quran Al Karim..

Bagi Dr Ahmad Bahar, Wakil Ketua Dewan Legislatif Palestina, aksi wisuda para huffazh ini tak hanya bentuk komitmen mereka akan kecintaan dan keimanan terhadap kitab suci Al Quran, tapi juga reaksi atas sikap sejumlah orang yang menyobek nyobek Al Quranul Karim di depan Gedung Putih.

Dalam sambutannya ia menekankan, ”Daarul Quran yang telah mengeluarkan para huffazh dari berbagai tenda-tenda penghafalan Al Quran yang dinamakan Taajul Waqaar. Kelak para huffazh al Auran inilah yang akan memelihara dan melindungi Palestina dari penjajahan Israel selama ini. Palestina tidak dibebaskan melalui harta atau sogokan politik yang datang dari berbagai penjuru.... ”

Sementara itu, ketua Darul Quran dan Sunnah Abdel-Rahman Jamal mengatakan, "Upacara wisuda ini, adalah kabar gembira bagi para penghafal Al Quran di dunia, hingga kelak mereka mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi Allah, di akhirat.”

Menurut Jamal, penduduk Gaza benar-benar memanfaatkan musim panas yag baru lalu dengan mengemas berbagai program untuk menghafal Al Quranul Karim. Di bawah naungan Departemen Wakaf dan Departemen Agama Palestina di Gaza, Darul Quran dan Sunnah juga bekerjasama dengan Ikatan Remaja Putri Muslim dan lembaga lainnya.

Ia menyatakan bahwa jumlah siswa siswi Hafizh Al Quran yang terdaftar di musim panas ini 50.000 orang. Dan sebelumnya, Darul Quran telah melantik lebih dari 24 ribu orang huffazh Al Quran sejak 19 tahun berdiri. "Para siswa ternyata tekun dan tanpa kenal lelah menghafal Al Quran dan Sunnah Nabi, dan mereka berkompetisi dalam hal itu meniru para sahabat radhiallahu anhum." Ia lalu menambahkan bahwa ada di antara para siswa yang bisa menghafal 20 halaman dalam satu hari, sekaligus menguasai makna dan kandungan ayatnya.

(mln/palestine information center)

sumber: http://www.knrp.or.id/


08 September 2010

~ Ketika Tiba Hari Yang Fitri ~

Ketika berkilau embun pagi
Dan merekah sinar mentari
Satu kupinta kepada ilaahi
Semoga jiwa kembali suci
Selamat Hari Raya Idul Fitri

Ketika ramadhan telah lepas
Tiada dzikir yang lebih pantas
Selain takbir bagi pemilik ‘Arsy.

Ketika takbir telah bergema
Tiada yang lebih bermakna
Selain pintu maaf yang dibuka.
Selamat lebaran, semoga diterima amalan,
yang ikhlas dilakukan, selama Ramadhan.

oleh: Al Habib

sumber: http://gen22.blogspot.com/